NovelToon NovelToon
Kakak Miliarder Saya

Kakak Miliarder Saya

Status: sedang berlangsung
Genre:System / Sistem / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir
Popularitas:21.9k
Nilai: 5
Nama Author: WS

Melvin Reed memperoleh sebuah sistem, dan langsung mengajak kedua belas adik perempuannya berbelanja.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon WS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Tidak Bersalah

Melvin bermain petak umpet dengan kedua belas Adik-adiknya.

Mereka bersembunyi di halaman-halaman rumah dan bermain cukup lama.

Hari sudah larut malam, tetapi orang tua, paman, dan bibi Melvin belum juga pulang.

Akhir-akhir ini, di malam yang sibuk, mereka biasanya bekerja sampai tengah malam.

Di antara para keluarga Reed yang sudah berumur, hanya kakek dan nenek Melvin saja yang masih hidup.

Saat ini mereka sudah tertidur.

"Sudah larut malam, ayo, kita masuk kerumah. Hati-hati jangan sampai jatuh."

Melvin meminta adiknya kembali kerumah. Anak-anak itu biasanya sering terjatuh dan terluka jika bermain dan menari di halaman setelah hari gelap.

"Baik! Ayo, menonton TV.

Kartun sudah mau di mulai!"

Nina berlari ke ruang tamu dengan gembira.

Yang lain bergegas mengikutinya.

[ Tugas selesai. Selamat! Kamu mendapatkan hadiah kemampuan Delapan Elemen Gerakan Telapak Tangan. Ingin mempelajarinya sekarang? ]

"Ya!"

Melvin langsung menggunakan kemampuan itu

Seketika, Melvin bisa merasakan arus hangat mengalir di sekujur tubuhnya, seperti energi tenaga dalam menakjubkan yang ada di dalam novel.

Melvin berfikir, Delapan Elemen Gerakan Telapak Tangan? Kudengar ini kemampuan yang kuat. Mungkin bisa kugunakan untuk membunuh seseorang!

Sistem PAM melengkapiku dengan energi denaga dalam baru. Dengan dua kemapuan ini, aku bisa membunuh siapa pun dengan sekali pukul!

Saat Melvin baru akan melatih kemampuan barunya, dia mendengar ketukan gerbang halamannya.

Ketukannya cukup mendadak dan terdengar mendesak.

"Polisi! Buka pintunya!"

Polisi?

Dengan bingung, Melvin pergi ke gerbang. Olivia dan Thea ikut menghampiri.

Pintu halaman terbuka dan dua petugas polisi berdiri di ambang pintu, seorang pria dan seorang wanita. Polisi wanitanya terlihat dingin dan elegan serta memiliki pembawaan yang unik, sedangkan polisi prianya tampak biasa aja, dia mengikuti polisi wanita itu.

Polisi wanita itu bertanya, "Mana yang bernama Olivia Reed?"

"Aku!"

Olivia melangkah maju

Polisi wanita itu kembali bertanya, "Dimana kakakmu Melvin Reed? Apakah dia?"

"Ya."

Olivia mengangguk.

Kebingungan, Melvin tidak tahu apa yang terjadi.

Apa yang terjadi?

Polisi wanita itu berkata pada Melvin, "Adik perempuanmu berkata kamu punya sejumlah besar uang yang tidak di ketahui asalnya. Dia khawatir kamu telah melakukan hal yang menyalahi hukum. Silakan ikut kami untuk penyelidikan lebih lanjut."

"Uang yang tidak di ketahui asalnya? Hal yang menyalahi hukum? Tidak, uangku ... "

Belum sempet Melvin mengatakan apa-apa, Olivia menyelanya.

"Mel, kamu harus jujur kepada petugas polisi agar bisa mendapatkan keringanan hukuman! Kamu tidak boleh terus melakukan hal-hal buruk. Jangan khawatir, kami tidak akan menirumu."

Dengan tatapan sedih, Olivia merasa tidak berdaya.

Thea menambahkan, "Mel, kamu tidak boleh bertindak melanggar hukum!"

Melvin hampit tidak bisa berkata-kata, "Uangku bukan hasil kejahatan! Aku tidak bersalah!"

Olivia berkata, "Mel berhentilah membela diri. Jika perkataanmu benar, mengapa kamu tidak menjelaskannya saat aku bertanya? Sayang sekali ... "

Thea mengangguk setuju

Melvin berfikir, sial! Apa benar Meraka adik-adikku?

Mengapa mereka tidak percaya padaku?

"Cukup, yang kamu katakan bisa menjadi bukti di pengadilan. Ikut kami ke kantor polisi. Kamu bisa bersaksi di sana."

Polisi wanita itu membawa Melvin keluar.

Olivia menyusul bersama Melvin. Sebelum pergi, Olivia mengingatkan Thea untuk menelfon orang tua mereka dan menjelaskan semuanya serta menjaga adik-adiknya.

Mereka harus memberi tahu para orang tua mengenali hal sebesar ini, namun mereka masih tidak bisa di hubungi.

Sambil duduk di mobil polisi, Melvin menatap polisi wanita di sebelahnya yang tampak cantik dengan bentuk tubuh sempurna. Namun, kemudian dia sadar ini bukan waktunya memikirkan hal itu.

Yang paling penting, Melvin harus menjelaskan dari mana dia mendapatkan uangnya.

"Sistem PAM, apa yang bisa kulakukan?"

[ Jangan khawatir, tidak ada masalah dengan uangnya. Semuanya bisa di buktikan kesahannya. ]

Berhubung Sistem PAM yang mengatakannya, Melvin merasa cukup tenang.

Artinya, dia hanya perlu menjelaskan kepada para petugas sambil menikmati kopi di kantor polisi. Mereka akan segera membebaskannya setelah memeriksa kesaksiannya.

Melvin tidak lagi cemas dan mulai mengalihkan fokusnya kembali ke polisi wanita yang cantik itu.

"Cantik, bagaimana aku harus memanggilmu?" Melvin bertanya padanya.

"Jaga mulutmu, Tuan! Panggil aku Nona Petugas," jawab polisi wanita serius.

"Siapa namamu?" Melvin bertanya lagi.

"Medison"

"Kalau nama depanmu?"

"Kamu terlalu banyak bicara!"

"Apa kamu takut aku akan balas dendam saat aku bebas?"

"Tidak, hentikan omong kosongmu. Aku Lucia Medison, kapten polisi dari kantor polisi distrik maoudatin Utara kota Kasau. Jika kamu ingin membalas dendam padaku, pikirkan dahulu apakah kamu bisa keluar dari kantor polisi nanti."

Lucia mengatakannya dengan serius dan dingin.

Olivia, yang duduk di kursi penumpang, menatap untuk menasehati Melvin, "Mel, cukup. Kamu tidak boleh keras kepala seperti itu. Tolong mengakulah dan meminta keringanan hukuman!"

Melvin mencoba bersikap tenang. "Aku hanya menanyakan namanya. Olivia, aku kakakmu! Kamu mengadukanku. Aku seharusnya tidak memperlakukanmu sebaik tadi!"

"Mel! Kamu menyakiti hatiku. Kamu kakakku, tetapi kami ... "

Saat Olivia mengatakan itu, dia mulai menangis.

Melvin hanya bercanda, namun Olivia menangis.

"Baiklah, Olivia! Aku cuman bercanda! Ini bukan salahmu. Kamu benar. Kamu harus mendahulukan kebenaran di atas kesetiaan keluarga!"

Melvin mengatakannya dengan keras.

Lucia sedari tadi mengamati Melvin. Melihat Melvin yang terus bersikap tenang, dia pikir ada yang tidak beres.

"Jika ada yang ingin kamu katakan, simpan sampai kita sampai di kantor polisi."

Melvin hanya bisa diam menuruti perintah Lucia.

Tidak lama kemudian, mereka tiba di kantor polisi Distrik Maoudatin Utara. Saat Melvin keluar dari mobil polisi, dia tidak percaya dengan apa yang di lihatnya.

Kantornya sederhana dan bersahaja.

Melvin bertanya, "Apa kita datang ketempat yang salah?"

"Tidak, Kita sudah sampai." Kata polisi itu menjawab, "Kantor Kami baru saja di bangun, dan terlihat cukup bersahaja. Jika uangmu benar-benar sah dan tidak tahu cara menghabiskannya, kamu bisa mendonasikan sebagian ke kantor kami. Itu akan dianggap sebagai kontribusi untuk Distrik Maoudatin Utara yang damai dan indah."

Melvin terdiam, Merasa hal itu tidak adil. Dia berfikir mengapa dia harus mendonasikan uangnya.

Saat masuk ke dalam stasiun, Melvin dibawa ke ruang interogasi, dan Lucia yang melakukannya sendiri.

"Kami telah memeriksa bahwa kamu memiliki empat triliun rupiah lebih di dalam rekeningmu. Kami punya alasan untuk mencurigaimu mengumpulkan uang secara ilegal atau membuka kasino bawah tanah.

Lucia berkata perlahan, "Beri tahu aku, dari mana kamu mendapatkan uang sebanyak itu?"

Melvin berkata dengan tenang, "Aku membeli batu, dan ternyata itu adalah giok berkualitas terbaik. Aku menjualnya dan mendapatkan belasan miliar rupiah. Kemudian, aku berinvestasi di luar negri. Uangku adalah aset perusahaan. Jika kamu tidak percaya, kamu bisa melakukan penyelidikan."

Itu masuk akal. Namun, hanya segelintir orang yang akan percaya kalau anak-anak berusia sembilan belas tahun memiliki aset lebih dari tiga triliun rupiah.

Jika investasi semudah itu, tentu akan banyak miliarder.

"Jangan khawatir, Kami sedang menyelidikinya. Jika kata-katamu benar, kami tidak akan mempersulitmu, tetapi jika tidak ... Kamu tahu konsekuensinya."

Lucia duduk disana, terus menatap Melvin.

Pintu dibuka oleh seorang polisi dengan wajah aneh masuk dengan dokumen di tangannya.

Polisi itu menyerahkan dokumennya kepada Lucia dan berkata, "Setelah di selidiki, rupanya uangnya sah. Asalnya dari perusahaan luar negri bernama Grup Niceville.

"Perusahan itu terdaftar penuh dan memilihi aset belasan triliun rupiah. Melvin adalah salah satu pemegang sahamnya. Fotonya terpajang resmi di situs rermi perusahaan.

Lucia memeriksa dokumen itu, lalu bertanya, "Kamu yakin?"

Polisi tersebut menjawab, "Ya, Nona."

Melvin tidak menyangka Sistem PAM sangat luar biasa, bahkan bisa sampai memiliki perusahan dan situs resmi!

1
nofit riana
mana nih lanjutannya Thor?
klu mau baca ini dimana ya saya bisa baca yang lengkap nya?
Skuy Skuy
plagiat ya thorr
PASYA VOLDIGOD
semangat thor selalu baca kok
PASYA VOLDIGOD
lanjutt
PASYA VOLDIGOD
anyink byk bgt
Ancestor of The Gods
3jt 5thn ribu rupiah mksdnya? lmao pisan
Ancestor of The Gods
Njirr 240jt cma dpet kartu biasa?
L u k e e
🆙
L u k e e
🆙🆙
L u k e e
🆙
KAISAR SUPREME PRIMODIAL CHAOS
pernah baca persis di novel sebelah
L u k e e
🆙
sony kurniawan
misinya mana thor?
jack
💪💪💪💪💪💪💪💪💪
Joy juo
tor lu punya dua akun ya ko pas guq lagi liat liat cerita ada cerita yang mirip sama lu tor
DEWA-PENCIPTA: kakak miliarder
total 2 replies
jack
kapan up selanjutnya thor?
Qįńqįñ
ini niat buat novel apa ga si thor? kenapa cuma 15 eps gaada lanjutannya untuk update? jika ini gak update lagi sehari dua kali saya cabut dari favorit
bacot gaming125: d fizzo woy
total 1 replies
Blo
lanjut
Blo
lanjut thor
pur~nq
aku baca dari cp1-12 lumayan kecewa dengan karakter MC
1.Kurang tegas dengan adik"nya
2.Mudah di peralat
3.waktu cp si MC di tangkap sama polisi, gara"di laporin adiknya malah bikin enek harga dirinya udah jatuh"banget masak udah jelas adiknya udah salah ngelaporin dia ke polisi dia malah gampang banget nge maafin, intinya tolong lebih di kembangin karakter dari si MC

Cuma saran thor di ikuti boleh klau ngak jg gpp
💪💪
Klan Destin: ceritanya emng ngegantung ya? apa ada lanjutannya?
total 10 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!