Seorang penggemar anime tiba-tiba terbangun di sebuah pulau terpencil di dunia Naruto. Saat kebingungan mencari jalan keluar, sebuah sistem misterius muncul.
One Piece System.
Dengan sistem ini, ia dapat memperoleh karakter-karakter dari dunia One Piece sebagai bawahannya. Namun, untuk mendapatkan mereka, ia harus membangun reputasi dan pengaruh.
Bajak laut, Angkatan Laut, hingga tokoh-tokoh besar One Piece—semuanya bisa menjadi bagian dari kekuatannya.
Di dunia Naruto yang penuh konflik, ia harus menentukan jalannya sendiri.
Membangun kekuatan dari balik bayangan, atau menjadi legenda yang dikenal seluruh dunia?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RabilMuhammadTahir, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18: Pelayaran Dua Warna
Embun dingin meliputi pelabuhan rahasia di dalam ceruk gua Tebing Barat ketika fajar belum sepenuhnya menyingsing. Cahaya remang dari belasan obor dinding memantul di atas permukaan air laut yang tenang, membiaskan bayangan dua lambung kapal besar yang kini bersandar berdampingan: Kapal Perang Lautan Merah dengan balutan kayu tebalnya dan Kapal Sloop Bertiang Dua yang ramping.
Di anjungan geladak kapal perang, Rian berdiri bersama Smoker, Tashigi, dan Johnny. Di tepi pelabuhan batu gua, Dogo berdiri berdampingan dengan tiga orang anggota Gale yang ditunjuk untuk menjaga markas utama Pulau Ren.
Tashigi memegang buku catatan berkover kulit tebal, merapikan kacamata berbingkai tipisnya seraya menyerahkan salinan lembar instruksi logistik kepada Dogo.
"Dogo," ujar Tashigi dengan suara jernih dan tegas, "ini adalah panduan pembukuan dan jadwal distribusi pasokan untuk Markas Tebing Barat selama kami melaut. Setiap sepuluh hari, kau wajib mencatat pemasukan Ryo dari para informan nelayan di dermaga selatan dan memastikan persediaan beras serta minyak obor di dalam gua tetap berada di atas batas aman."
Dogo menerima lembaran instruksi tersebut dengan kedua tangan, membungkuk dalam-dalam dengan raut wajah penuh kesungguhan. "Siap, Nona Tashigi! Saya berjanji akan menjaga Markas Tebing Barat ini dengan nyawa saya dan memastikan tidak ada pihak luar yang menemukan celah karang ini."
Rian melangkah ke tepi pagar geladak, menatap Dogo dari ketinggian. "Dogo, ingat tugas utamamu di Pulau Ren. Kau dan tiga anggota yang tinggal di sini adalah jangkar informasi kita. Jika ada pergerakan pasukan besar dari Kirigakure atau kapal asing yang mencurigakan, gunakan jalur kurir nelayan biasa untuk menyampaikannya ke titik kontak kita di Kepulauan Hagi."
"Dimengerti, Tuan Rian!" jawab Dogo mantap.
Dari total simpanan uang tunai faksi Gale sebesar 56.000 Ryo, Rian membagi alokasi finansialnya secara terstruktur: 10.000 Ryo ditinggalkan di brankas rahasia gua untuk operasional lokal Dogo dan pembayaran gaji informan Pulau Ren, sementara 46.000 Ryo sisanya dimasukkan ke dalam peti besi di kabin utama kapal perang untuk modal mendirikan pos terdepan kedua di Kepulauan Hagi.
Smoker menghembuskan asap putih tebal dari dua cerutu di bibirnya, memutar badannya menatap sepuluh anggota faksi Gale yang sudah terbagi rapi di atas dua kapal.
"Dengar semuanya!" suara Smoker yang berat dan berwibawa menggema di seluruh ceruk gua, membuat para mantan penyamun itu mendongak tegak secara refleks. "Kalian bukan lagi sekadar penyamun pantai yang bertarung tanpa aturan. Kita sedang membawa armada ini ke lautan terbuka. Unit Alpha berisi lima orang di bawah komandoku di atas kapal perang ini, dan Unit Beta berisi lima orang di bawah komando Johnny di atas kapal sloop!"
Johnny yang berdiri di atas geladak kapal sloop yang terikat di samping kapal perang menyeringai lebar, mengetukkan jari-jarinya pada gagang katana seraya berseru, "Oi! Siapa pun yang berani mengantuk saat memegang tali layar, ku suruh berenang memutari kapal sepuluh kali!"
"Bongkar barikade luar!" perintah Rian dengan intonasi dingin dan mantap.
Dogo dan tiga penjaga markas segera menarik katrol kayu tebal di tepi ceruk gua, membongkar barikade batu dan kayu tersamar yang menutupi mulut keluar Tebing Barat.
Kriiiik... Brak!
Jalur laut menuju perairan luar terbuka lebar. Rian memandu armada dua kapal faksi Gale meluncur perlahan keluar dari ceruk gelap gua, membelah ombak pagi pantai utara Pulau Ren dan mengarahkan haluan menuju barat daya—menuju jalur pelayaran strategis Kepulauan Hagi.
Lautan lepas di perairan Negara Air pagi itu diselimuti oleh tirai kabut putih yang tebal. Angin tenggara bertiup sedang, mendorong layar abu-abu Kapal Sloop Bertiang Dua yang melaju di posisi depan sebagai perintis jalur, sementara Kapal Perang Lautan Merah mengekor anggun seratus meter di belakangnya.
Di atas geladak kapal perang, Tashigi berdiri di dekat tiang layar utama seraya membawa teropong kuningan, matanya cermat mengamati pergerakan awan dan arus air.
Smoker berdiri di kemudi utama, mantel putih "Keadilan"-nya melayang ditiup angin laut. Meskipun tubuhnya terikat sistem untuk mematuhi Rian, kepribadian dan instink militer Smoker sebagai mantan Captain Marine tetap berjalan penuh. Ia sesekali mengoreksi posisi anak buah Unit Alpha yang memegang kerek layar dengan instruksi-instruksi ketat khas Angkatan Laut.
Rian berdiri di anjungan haluan, merapatkan mantel bertudung hitamnya. Ia memejamkan mata sejenak, mengaktifkan radar Kenbunshoku Haki (Basic)-nya secara berkala untuk memindai area perairan sekitar dalam radius dua puluh meter.
Di dalam pikirannya, Rian menimbang sisa 500 System Point yang dimilikinya.
Dengan kekuatan fisiknya saat ini—Strength 12, Speed 9, serta penguasaan tiga teknik Rokushiki (Kami-e, Geppo, Tekkai) dan Kenbunshoku Haki—ia sudah sanggup melumpuhkan ninja tingkat Chunin atau pengguna Kekkei Genkai seperti Hozuki Ryuji melalui strategi presisi. Namun, berhadapan dengan unit khusus seperti Anbu Kirigakure yang menguasai teknik kombinasi elemen dan taktik pembunuhan senyap membutuhkan kesiapan atribut yang lebih seimbang.
"Sistem," bisik Rian di dalam hatinya, "tingkatkan Speed (+4) dan Stamina (+2)."
[Membeli Upgrade Atribut: Speed +4, Stamina +2... Berhasil.] [System Point Berkurang: -300 SP] [Sisa System Point: 200 SP]
Wush!
Sebuah sensasi sejuk yang menyegarkan mengalir dari pangkal paha hingga ke serat otot betis dan persendian Rian. Dorongan kelenturan pada kakinya memadat, dan saluran pernapasan dadanya terasa jauh lebih lapang. Lonjakan Speed dari 9 menjadi 13 memberikan refleks pergerakan yang jauh lebih lincah untuk mengeksekusi Geppo dan Kami-e tanpa kelelahan mendadak.
Rian memanggil antarmuka statusnya untuk memastikan seluruh data tercatat secara akurat sesuai aturan database cerita.
━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━
SYSTEM STATUS
Nama: Rian Usia: 20 Level: 1
Strength: 12 Speed: 13 (9 + 4) Vitality: 8 Stamina: 10 (8 + 2) Intelligence: 14
System Point: 200 SP (500 - 300) Reputation:
Public Reputation: 350 (Pulau Ren)
Underworld Reputation: 300
Skills:
Rokushiki: Kami-e (Basic)
Rokushiki: Geppo (Basic)
Rokushiki: Tekkai (Basic)
Navigation (Basic)
Kenbunshoku Haki (Basic)
Characters:
Johnny (Uncommon - Bounty Hunter) - Lokasi: Kapal Sloop (Perairan Luar Negara Air)
Smoker (Rare - Marine Captain) - Lokasi: Kapal Perang (Perairan Luar Negara Air)
Tashigi (Rare - Marine Ensign) - Lokasi: Kapal Perang (Perairan Luar Negara Air)
Inventory:
Basic Hunting Knife (1)
Kapak Besi Kecil (1)
Kompas Kuningan (1)
Tali Tambang Rami (Sisa 3 meter)
Pelindung Dahi Kirigakure Tergores (1)
Jurnal Pelayaran Kuno (1)
Kantong Air Kulit (2 Liter)
Roti Gandum Kering (2)
Kunai Standar Kiri (10)
Senbon (28)
Ninjato Standar Kiri (5)
Parang Pemotong Kayu Tebal (15)
Uang Tunai: 46.000 Ryo (Di dalam peti aman kapal perang)
Dokumen Kepemilikan & Kunci Kabin Sloop (1)
Kapal Sloop Bertiang Dua (1 - Berlayar)
Kapal Perang Lautan Merah (1 - Berlayar)
Achievement:
First Survival
World Discovery
Tactical Advantage
Civilized Footprint
Founder
Naval Dominance
Fleet Expansion
Martial Mastery
Shinobi Hunter
Commander Assembly
Marine Bureaucracy
Organization: Gale (Level 2 - Organisasi Rahasia) Territory: Markas Tebing Barat (Pulau Ren)
━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━
Rian mengepalkan jemarinya, merasakan kelincahan fisik baru yang meresap sempurna ke dalam sistem saraf tubuhnya. Sisa 200 System Point ia simpan sebagai cadangan darurat.
"Tuan Rian!"
Suara panggilan Tashigi dari dekat tiang layar memutus konsentrasi Rian. Wanita berkacamata itu menunjuk ke arah barat daya menggunakan teropong kuningannya.
"Ada aktivitas kapal di jalur pelayaran depan, sekitar dua mil laut dari celah karang luar Kepulauan Hagi!" lapor Tashigi seraya membetulkan letak kacamatanya.
Rian melangkah mendekati Tashigi, menerima teropong tersebut dan mengarahkannya ke titik yang ditunjuk.
Di balik serpihan kabut tipis yang menyelimuti laut lepas, tampak sebuah kapal patroli berukuran sedang berbendera resmi Kirigakure sedang menghadang tiga buah kapal dagang sipil. Kapal patroli Kiri itu berukuran lebih besar daripada kapal Chunin Kaji sebelumnya, dilengkapi dengan dua tiang layar dan simbol topeng porselen khas Anbu yang terukir di sisi lambung depannya.
Melalui teropong, Rian bisa melihat empat orang pria berseragam hitam dengan rompi abu-abu gelap dan topeng porselen bermotif binatang sedang berdiri di atas geladak kapal pedagang, menginterogasi para kru dengan paksa.
"Anbu Kirigakure..." bisik Rian dingin.
Smoker melangkah mendekat dari arah kemudi, membuang asap cerutunya ke samping seraya menatap ke arah depan. "Mereka sedang menggeledah kapal-kapal pedagang itu secara agresif. Kelihatannya informasi dari Dogo benar... mereka memang sedang melacak keberadaan faksi yang menenggelamkan Kaji dan Ryuji."
"Aniki!"
Suara teriak Johnny dari atas kapal sloop di sebelah kiri terdengar membelah hembusan angin. Johnny melambaikan katananya seraya memberi isyarat tangan. "Kapal ninja di depan melihat armada kita! Mereka sedang memutar kemudi menuju ke arah kita!"
Rian mengembalikan teropong kepada Tashigi. Intelligence 14-nya bekerja cepat, mengkalkulasi skenario pertempuran.
"Mereka adalah unit pengintai Anbu yang dikirim untuk menyisir jalur perairan luar," ujar Rian datar. "Jika kita membiarkan satu orang pun dari mereka meloloskan diri atau mengirim sinyal burung kurir kembali ke Desa Kabut, posisi faksi Gale di Kepulauan Hagi akan terbongkar sebelum kita sempat mendirikan pos terdepan."
Smoker menyunggingkan seringai dingin, memegang gagang Jitte batu laut di punggungnya. "Artinya kita harus menghabisi mereka di tengah laut ini tanpa sisa, kan?"
"Tepat," jawab Rian. "Tashigi, Ambil alih kemudi kapal perang. Smoker, gunakan kemampuan Buah Iblismu untuk mengisolasi area pertempuran dengan kabut asap agar sinyal sinyal mereka tidak terlihat dari daratan. Johnny dan Unit Beta akan memotong jalur pelarian mereka dari arah kiri."
"Siap, Tuan Rian!" seru Tashigi seraya berlari cepat menuju roda kemudi.
Smoker melangkah ke haluan depan kapal perang, melipat tangannya seraya menyedot cerutunya dalam-dalam. "Sudah lama aku tidak menggunakan kemampuan ini di atas kapal..."
Wush!
Seketika, kedua lengan Smoker berubah memutih menjadi gumpalan asap tebal yang membumbung tinggi ke udara (Moku Moku no Mi). Gumpalan asap putih pekat itu menyebar dengan cepat ke seluruh permukaan laut di sekitar kapal patroli Anbu Kiri, menciptakan dinding asap tebal setinggi sepuluh meter yang mengisolasi area pertempuran dari pandangan luar.
Di atas geladak kapal patroli Anbu Kirigakure, suasana mendadak mencekam.
Empat orang anggota Anbu yang mengenakan topeng porselen bermotif serigala dan burung hantu terperanjat saat kabut asap putih yang sangat pekat dan tidak alami tiba-tiba mengepung kapal mereka, memutus jarak pandang hingga kurang dari tiga meter.
"Ugh! Asap apa ini?!" seru salah satu Anbu bermasker serigala seraya merogoh kunai dari tas pinggangnya. "Ini bukan teknik Kiragakure no Jutsu (Teknik Sembunyi Kabut) milik desa kita! Tidak ada fluktuasi chakra di dalam asap ini!"
"Waspada! Musuh mendekat dari arah samping!" teriak Anbu bermasker burung hantu yang bertindak sebagai komandan tim.
BRAK!
Lambung Kapal Perang Lautan Merah menghantam sisi kanan kapal patroli Anbu dengan benturan keras. Di saat yang sama, Kapal Sloop milik Johnny merapat presisi di sisi kiri musuh, mengunci posisi kapal Anbu Kiri di tengah-tengah kejepitan dua kapal faksi Gale.
"Serang!" teriak Johnny seraya melompati pagar geladak sloop bersama lima anggota Unit Beta.
Johnny mengayunkan katananya dalam tebasan melingkar yang sangat cepat dengan kekuatan Strength 18. Dua orang prajurit Kiri yang menjaga kemudi kapal patroli tidak sempat menarik senjata mereka sebelum tebasan berat Johnny mematahkan parang mereka dan melempar mereka jatuh pingsan ke atas geladak.
Sementara itu, dari haluan Kapal Perang Lautan Merah, Smoker melayang turun menembus asap putih. Tangannya yang memegang Jitte batu laut meluncur cepat, menghantam dada Anbu bermasker serigala hingga terlempar menabrak tiang layar.
BUGHHH!
"Orang ini... tubuhnya terbuat dari asap?!" jerit Anbu ketiga yang mencoba menebas Smoker dengan Ninjato. Mata pedangnya hanya menembus asap kosong di bagian perut Smoker tanpa memberikan luka sedikit pun.
Smoker menyunggingkan seringai kejam dari balik asap cerutunya. Tangannya memadat kembali menjadi jaringan otot biasa, mencengkeram leher Anbu tersebut dan membantingnya ke tanah hingga tidak sadarkan diri.
Komandan Anbu bermasker burung hantu menyadari bahaya mematikan dari kelompok penyusup ini. Tangannya dengan cepat membentuk segel tangan (hand seals) untuk melancarkan ninjutsu elemen air berarea luas.
"Suiton: Suiryudan no Ju—"
Sebelum komandan Anbu sempat menyelesaikan kalimat segel tangannya, sesosok bayangan bertudung hitam meluncur cepat melayang dari udara terbuka di atas tiang layar.
Rian menggunakan Rokushiki: Geppo (Basic) untuk melompati jarak lima meter di udara, lalu mendarat tepat di hadapan sang komandan Anbu dengan kecepatan Speed 13 yang baru ditingkatkannya.
"Tekkai!" bisik Rian dingin.
Tinju kanan Rian yang dilapisi ketahanan keras setara besi tempa menghantam topeng porselen komandan Anbu sekuat tenaga sebelum segel tangan musuh terlepas.
KRAK! BUGHHH!
Topeng porselen burung hantu itu hancur berantakan. Komandan Anbu memuntahkan darah, matanya mendelik saat kesadarannya terputus seketika dari benturan telak tersebut, tubuhnya ambruk terlentang di atas geladak basah.
Pertarungan yang berlangsung kurang dari tiga menit itu berakhir dengan kemenangan mutlak faksi Gale. Seluruh empat anggota Anbu Kirigakure dan lima prajurit patroli di atas kapal tersebut berhasil dilumpuhkan total tanpa ada satu pun sinyal bahaya yang sempat dikirimkan kembali ke markas desa.
Denting suara sistem berdenting sangat nyaring dan berturut-turut di dalam kepala Rian.
[MISSION COMPLETED: Bayangan di Atas Gelombang Terbuka]
Tujuan Misi: Melumpuhkan unit pengintai Anbu Kirigakure dan mengamankan jalur pelayaran menuju Kepulauan Hagi (Berhasil).
Hadiah Diterima:
+500 System Point
+200 Underworld Reputation
+100 Public Reputation
Unlocked: Shop Level 3 (Rare/Epic Items & Advanced Blueprints Unlocked).
[ACHIEVEMENT UNLOCKED: Anbu Suppressor]
Mengalahkan unit taktis resmi Anbu Kirigakure di laut lepas secara terselubung.
Reward: +200 System Point.
Rian berdiri di atas geladak kapal patroli Anbu yang kini telah dikuasai, merapatkan mantel bertudung hitamnya seraya menyapu pandangannya ke arah tiga kapal pedagang sipil yang kebingungan melihat penyelamatan mendadak ini.
Smoker dan Tashigi melangkah mendekati Rian, sementara Johnny dan anak buah Gale mulai menyita persenjataan ninja dan gulungan peta rahasia dari tubuh para Anbu yang pingsan.
Rian memanggil antarmuka status sistem di pandangannya untuk memeriksa akumulasi poin dan perbaikan reputasinya secara menyeluruh.
━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━
SYSTEM STATUS
Nama: Rian Usia: 20 Level: 1
Strength: 12 Speed: 13 Vitality: 8 Stamina: 10 Intelligence: 14
System Point: 900 SP (200 + 500 + 200) Reputation:
Public Reputation: 450 (350 + 100)
Underworld Reputation: 500 (300 + 200)
Skills:
Rokushiki: Kami-e (Basic)
Rokushiki: Geppo (Basic)
Rokushiki: Tekkai (Basic)
Navigation (Basic)
Kenbunshoku Haki (Basic)
Characters:
Johnny (Uncommon - Bounty Hunter) - Lokasi: Geladak Kapal Patroli Anbu
Smoker (Rare - Marine Captain) - Lokasi: Geladak Kapal Patroli Anbu
Tashigi (Rare - Marine Ensign) - Lokasi: Geladak Kapal Patroli Anbu
Inventory:
Basic Hunting Knife (1)
Kapak Besi Kecil (1)
Kompas Kuningan (1)
Tali Tambang Rami (Sisa 3 meter)
Pelindung Dahi Kirigakure Tergores (1)
Jurnal Pelayaran Kuno (1)
Kantong Air Kulit (2 Liter)
Roti Gandum Kering (2)
Kunai Standar Kiri (10)
Senbon (28)
Ninjato Standar Kiri (5)
Parang Pemotong Kayu Tebal (15)
Gulungan Peta Rahasia Anbu Kiri (1)
Topeng Porselen Anbu Terbelah (1)
Uang Tunai: 46.000 Ryo (Di dalam peti aman kapal perang)
Dokumen Kepemilikan & Kunci Kabin Sloop (1)
Kapal Sloop Bertiang Dua (1)
Kapal Perang Lautan Merah (1)
Kapal Patroli Anbu Kiri (1 - Disita)
Achievement:
First Survival
World Discovery
Tactical Advantage
Civilized Footprint
Founder
Naval Dominance
Fleet Expansion
Martial Mastery
Shinobi Hunter
Commander Assembly
Marine Bureaucracy
Anbu Suppressor
Organization: Gale (Level 2 - Organisasi Rahasia) Territory: Markas Tebing Barat (Pulau Ren)
━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━
Dengan total 900 System Point dan pembukaan Shop Level 3, faksi Gale kini memiliki tiga armada laut dan pijakan yang sangat kokoh untuk mendirikan pos terdepan kedua di teluk rahasia Kepulauan Hagi.
Rian menatap gulungan peta rahasia Anbu yang baru disita oleh Tashigi. Peta itu menampilkan titik-titik lokasi markas militer utama Kirigakure dan rute pelayaran kapal-kapal rahasia di seluruh Negara Air—sebuah informasi strategis yang akan menjadi landasan ekspansi faksi Gale berikutnya.