Akibat perbuatan ibu tirinya, Aya harus rela meninggalkan semua harta yang dimiliki ayahnya dan angkat kaki keluar dari rumah tanpa membawa apapun.
Tak pernah mendapatkan kasih sayang dan selalu di sisihkan membuat Aya melampiaskan semua masalahnya dengan alkohol yang bisa membuatnya melupakan sejenak semua masalah yang menimpanya.
Akibat alkohol ia pun membuat kesalahan satu malam dengan seorang pria yang tak di kenal, yang membuat Aya terjerat dengan seorang pria yang tidur bersamanya.
Tak hanya itu, Aya yang salah satu mahasiswi di universitas swasta, harus pasrah saat mendapat skor akibat perbuatannya sendiri.
Bagaimana nasib Aya setelah semua mimpi dan harapannya hancur?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dina Auliya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Di hukum
Akibat ulah yang dibuat Aya kemarin, Elang menjadi begitu marah pada. Hingga ia menerima hukuman dari Elang gara-gara Aya melanggar salah satu perjanjian kontrak, yaitu tidak boleh mabuk lagi. Dengan tegas Elang melarang Aya dan tidak di izinkan lagi mengkonsumsi minuman beralkohol, karena setiap Aya sudah mabuk, suka ngoceh seperti burung Beo. Elang kuatir kesalahan malam itu bisa dengan mudah di bongkar Aya dan bisa saja apa yang sudah terjadi tersebar dan menjadi masalah dalam bisnisnya.
Selama masa hukuman Aya di larang keluar dari rumah tanpa seizin darinya, dan meminta Aya untuk belajar masak dengan alasan Aya hanya bisa masak mie rebus sama telur ceplok.
"Mulai hari ini aku ingin kamu belajar masak, namun sebelumnya kamu harus belanja dulu keperluan bulanan di dapur." perintah Elang dengan tegas, seperti seorang kakak sedang mendidik adiknya.
"Aku suruh belanja sendiri gitu. Aku gak bisa, ayolah jangan hukum aku seperti ini, jangan terlalu kejam padaku."rengek Aya
"Kamu ini wanita atau pria, masa disuruh belanja aja gak bisa." Elang menggelengkan kepala heran.
"Kan disini banyak pelayan, suruh mereka aja kenapa." jawab Aya yang tak ingin menjalankan perintah Elang.
"Mereka, aku suruh cuti satu bulan. Sebagai gantinya mulai besok kamu yang masak dan membersihkan rumah." jelas Elang.
"Oooohhh tidak...." aya ternganga lalu menggelengkan kepala, memikirkannya saja sudah pusing apa lagi mengerjakan nya akan menjadi hari-hari yang berat seperti nya selama aku di skors dari kampus.
"Kenapa harus cuti semua sih, kan gak ada yang ngajarin aku masak nanti." proteksi Aya lagi.
"Aku yang menggaji mereka bukan kamu, jadi terserah aku mau memerintah apa."
"Hari ini aku akan menemanimu belanja, Sekarang siap-siap sana, aku tunggu lima menit."
Dengan kesal, Aya pun pergi ganti pakaian dan bersiap-siap juga mempersiapkan diri untuk menjadi pembantu selama satu bulan.
Elang mengantarkan Aya ke supermarket untuk belanja sayur dan kebutuhan bulanan yang sudah diberi daftar nya oleh pelayan.
Mencari dan memilih semua yang ada di daftar membuat Aya dan Elang membutuhkan waktu hampir dua jam, mereka berdua sama-sama tidak begitu paham dengan barang yang ada di daftar, namun pada akhirnya semua didapat.
setelah selesai belanja Aya pun mengajak Elang mencari minuman yang segar sambil istirahat. Namun tanpa sengaja bertemu dengan Davan.
"Hai....kalian sedang apa disini?" tanya Davan dan langsung duduk di samping Aya.
"Sedang belanja kak." jawab Aya.
"Tumben, Elang sampai turun tangan ikut belanja, mana pelayan kalian?sampai harus kalian sendiri yang belanja?" imbuh Davan lagi.
"Mereka diberi cuti semua sama Elang dan sementara mereka cuti aku yang mengambil alih dan aku harus belajar masak selama mereka cuti."jawab Aya dengan bete.
"Kak Davan belanja juga?" tanya aya.
"Aku hanya mencari sedikit barang saja."
" Oya....kalau kamu mau, aku bisa bantu mengajarimu masak aku pandai masak sejak masih sekolah." Davan menawarkan diri membantu ku.
"Gak usah, biar dia belajar sendiri kan di sekarang banyak tutorial masak, di aplikasi, dan di buku resep masak juga banyak." saut Elang.
"Ayolah, biarkan kak Davan mengajariku masak, Aku butuh pelatih yang bisa mengajariku memasak."rengek Aya pada Elang.
"terserah..." jawab Elang
"Baiklah, kak Davan boleh mampir ke rumah, nanti ajari Aya masak ya." Aya pun merasa sangat senang.
"Baiklah, dengan senang hati aku akan membantu mu cantik."
Aya dan Davan saling melemparkan senyuman tapi lain dengan Elang.
Mereka pun menyudahi obrolan dan segera pulang. Davan pun janji sore dia akan datang ke rumah mereka untuk mengajari Aya masak.
selama diperjalanan Aya pun berdebat dengan Elang hanya gara-raga masalah dengan Davan.
"kenapa sih kamu kelihatan nya gak suka banget dengan kak Davan ngajari aku masak, bukanya kak Davan juga teman dan juga rekan bisnis mu." tanya Aya yang sedari tadi di tahannya.
"Aku gak suka kamu dekat-dekat dengan Davan." jawab Elang dengan terus terang.
"Apa salahnya coba, kak Davan kan cuma ngajari aku masak. Atau jangan-jangan kamu cemburu ya... ayo ngaku."Sindir Aya.
"Siapa juga yang cemburu, Aku cuma gak suka kamu dekat-dekat dengan cowok lain."
"Dengarkan, dikontrak tidak ada larangan aku atau kamu dekat dengan siapapun dan tidak boleh ikut campur, ingat kan." Aya pun mengingatkan dengan pasal yang tertera di dalam kontrak.
"iya aku ingat, tapi gak harus dengan Davan."
"Aku pertegas ya, aku gak ada tertarik atau menggoda mereka, mengerti." Aya pun merasa tersinggung dengan kata-kata Elang.
"Terserah..." jawab Elang yang
"Aya ....Aya kenapa gak peka banget sih, apa gunanya juga aku suruh pelayanan cuti jika masih ada orang lain yang masuk diantar kita." Gumam Elang sambil melirik Aya yang sedang cemberut.
To Be Continued...☺️