Trisha Vioreen seorang wanita yang ekspresif, multi talenta, dan cantik yang membuat pria jatuh hati kepadanya.
Miles Omkara, seorang pria kaya, tampan, seksi, yang kemudian berhasil memenangkan hati Trisha. Mereka akhirnya menjalin hubungan selama bertahun-tahun, sampai pada suatu hari Miles harus menikah karena dijodohkan.
Sampai suatu hari Trisha bertemu dengan Miles dan mereka melepas rindu setelah sekian lama tidak bertemu. Miles berjanji akan kembali kepada Trisha walaupun sudah menikah, dengan satu syarat, Trisha harus menikah dengan pria lain.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irish_kookie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mahardika
"Kamu kenal pria tadi, Sha? Dia menatapmu seperti itu." tanya Gege, setelah dia datang dan menyelamatkanku dari Miles dan istrinya, " Sepertinya aku pernah melihatnya, tapi dimana yah?" seru Gege lagi.
"Dia melihatku, karena aku menabrak mobil mewahnya, kan?" jawabku.
"Ah, di kafe sewaktu kamu menunggu cucian di binatu. Apakah dia Miles?" tebak Gege.
Aku mengangguk, "Ya, bersama istrinya." jawabku.
"Aku datang di saat yang tepat kalau begitu. Jangan terpancing, Sha. Itu hanya perasaan sesaat." ujar Gege.
"Aku tidak terpancing." jawabku singkat, "Sejujurnya, ya, aku terpancing sedikit, hanya sedikit. Dari buku yang pernah aku baca, pertemuan satu kali itu kebetulan, pertemuan kedua kali itu, ketidak sengajaan, dan pertemuan ketiga adalah takdir, dan mungkin saja ini akan menjadi takdir. " ucap Trisha lagi.
"Jangan bodoh! Lihatlah aku, Sha. Lihatlah aku selalu." seru Gege.
Trisha menatapnya, "Aku sudah melihatmu saat ini." sahut Trisha, tertawa kecil.
Gege meberengutkan bibirnya, "Sudahlah, aku hanya mengingatkan kepadamu. Jangan terpancing dia sudah beristri! Siapa tau sudah mempunyai anak, kan?" tambahnya lagi.
"Dia belum pernah menyentuhnya." bantah Trisha.
Gege menatapku tidak percaya, "Oh yah? Dan kamu percaya itu? Istrinya cantik, Sha. Tubuhnya juga bagus, tidak mungkin dengan tubuh semolek itu, dan wajah secantik itu, Miles tidak tergoda. Logikamu dipakai, Sha!" ujar Gege.
"Baiklah, aku akan menyingkirkannya dari otakku." seru Trisha memegang sisi kepalanya, dan memindahkannya ke dashboard mobil, seakan-akan itu berwujud.
...----------------...
Gerardus Mahardika seorang presiden direktur dari Mahardika Group, dimana itu adalah sebuah perusahaan keluarga yang sudah di kelola bertahun-tahun, sampai Gege berada di posisi ini.
"Cari tau tentang Omkara Grup, dan berikan aku segala info tentang Miles Omkara." seru Gege kepada asistennya.
"Baik pak, segera." jawab asistennya itu.
"Omkara... sepertinya aku pernah mendengarnya." sahut Gege, berbicara sendiri.
Tidak lama segala info tentang Omkara Grup dan Miles, sudah di terima Gege melalui email. Gege juga mendapatkan secuil informasi tentang Trisha.
"Asisten pribadinya ....hmmmm...menarik." seru Gege lagi.
Gege juga mendapatkan nomor Miles. Dan segera Gege menghubunginya.
*Tiiiit....
Tiiit*....
"Selamat siang." seru Miles di sebrang.
"Dengan Miles Omkara?" tanya Gege.
"Ya, dengan saya sendiri. Dengan siapa saya bicara?" tanya Miles.
"Mahardika. Bisa kita meeting siang ini? Apakah ada waktu?" tanya Gege
"Sore ini saya ada sisa waktu. Silahkan menghubungi asisten saya untuk mengatur jadwal sore ini " seru Miles.
"Oh, baik..baik. Terimakasih, dan sampai nanti sore, Miles." sahut Gege lagi.
Sore itu akhirnya mereka bertemu, di sebuah lobi hotel di kota Miles. Gege harus berkendara lumayan jauh untuk menemuinya.
"Halo, Gerardus Mahardika." sahut Gege, menjabat tangan Miles.
"Miles Omkara, silahkan duduk." sambut Miles, dan mempersilahkan Gege untuk duduk, "Bagaimana...bagaimana, apa yang bisa kami bantu untuk Mahardika Grup? Sedang berkembang pesat kan perusahaanmu?" tanya Miles.
"Tentu saja. Kami memaksimalkan kualitas eksport, dan brand kami cukup diminati oleh user." ucap Gege.
"Luar biasa. Jadi, ada keperluan apa?" tanya Miles lagi.
"Aku mencari asisten pribadi. Aku membaca jurnal, dan ternyata, kamu sempat memiliki asisten terbaik selama enam tahun." sahut Gege.
Miles tampak berpikir, "Ah, yah..benar sekali. Enam tahun yang lalu, kami sempat mempunyai asisten yang cukup kompeten, Trisha Vioreen namanya." jawab Miles. Gesturenya sedikit tidak nyaman saat menyebut Trisha.
"Ah, seperti itu. Sekarang dimana Trisha itu? Apa masih di Miles Grup mungkin dengan jabatan lain?" tanya Gege. Gege hanya berniat memancing Miles, apakah Miles masih mencintai Trisha seperti apa yang dikatakan Trisha.
"Oh, Trisha mengundurkan diri saat itu. Setelah itu, aku tidak tau dimana dia. Dia cukup pintar, aku menyukainya " jawab Miles.
"Menyukainya? Maksudnya bagaimana?" tanya Gege semakin menyelidik.
Miles tersenyum pahit, ", Ehem! Menyukai pekerjaannya, tentu saja." jawab Miles lagi.
"Oh, karena banyak skandal kan antara atasan dan asisten pribadinya. Kalau record Trisha ini baik dan bagus, aku akan menghirenya? Bisa minta kontaknya? Atau aku harus bertanya kepada HRD?" tanya Gege.
"Oh, saya, tentu saja hanya menjalin hubungan kerja professional, tidak ada ke arah seperti itu. Menghirenya? Maksudmu mempekerjakannya?" tanya Miles, sekarang gantian Miles yang menyelidiki Gege.
"Tampaknya kamu tidak ikhlas, Miles. Santai ...santai... yang aku baca dari berbagai macam info, Trisha ini cantik, menarik dan pandai. Siapa tau jodoh juga kan?" goda Gege.
Miles berdeham, "Ehem, sepertinya dia sudah menikah atau entahlah, aku kurang mencari tau tentangnya." jawab Miles, dan kemudian dia mengingat sesuatu, " rasanya aku pernah bertemu denganmu sebelumnya..." tanya Miles menduga-duga.
"Ya, beberapa hari yang lalu, temanku yang kebetulan namanya Trisha juga menabrak mobil yang dikendarai oleh istrimu." jawab Gege tersenyum.
"Trishaku adalah Trishamu juga, dialah Trisha yang aku maksudkan." sahut Miles, sekarang matanya menatap Gege tajam, "jadi apa maksudmu?" tanya Miles.
"Tidak ada maksud apa-apa, hanya ingin mengenalmu sedikit. Baiklah, terimakasih untuk waktunya. Sampai jumpa." seru Heheydan kemudian bergegas pergi meninggalkan Miles yang entah kenapa merasa sangat terancam dengan kehadiran Gege.
...----------------...
"Sha, aku lagi cari asisten pribadi, kamu mau ambil ngga?" tanya Gege suatu sore kepada Trisha.
Trisha menjawab dengan cepat, "Ngga. Makasih." jawabnya.
"Baiklah, kalau begitu. Beberapa hari ini aku tidak bertemu denganmu, kamu kemana saja?" tanya Gege.
"Di rumah. Tidur." jawab Trisha pendek.
"Aku pikir...." sahut Gege.
"Pikiranmu kotor, Ge." seruku.
"Sha, nikah yuk." ajak Gege.
"Sembarangan!" sahut Trisha, "pacaran aja belum, udah ngajak nikah." tambah Trisha.
"Makanya ayo pacaran." ucap Gege.
"Ngaco!" jawab Trisha.
Hati Trisha masih terpaku pada Miles, dan ketika akan menghapusnya, Miles malah muncul di hadapannya.
"Nungguin dudanya suami orang yah, Sha?" tanya Gege dengan nada tajam.
"Terus, kalau kita pacaran, apa orangtuamu akan merestui kita? Ingat kamu seorang yang mempunyai jabatan tinggi, berbeda jauh denganku. Aku yang seharusnya menyadarkanmu, kalaupun aku berpacaran, itu bukan denganmu, aku akan mencari pria biasa dari keluarga biasa. Kita cukup berteman saja." jawab Trisha tegas.
"Aku berbeda dari Miles, Sha! Jangan sama ratakan semua laki-laki. Miles Grup akan jatuh karena keserakahannya, mereka sudah cukup besar, tapi masih tetap mencari banyak keuntungan untuk membesarkan perusahaannya lebih besar lagi. Dan itu bukan prinsipku." jawab Gege.
"Aku tidak peduli soal itu, kita jalani saja saat ini Ge, kita tidak tau ke depannya bagaimana, kan?" ucap Trisha.
Gege mengangguk setuju, "Baiklah." sahutnya.
...----------------...
Miles duduk di kursi santainya, dia memegang secarik kertas yang bertulikan nama Trisha beserta nomor pribadinya, dia tidak mengganti nomornya, pikir Miles dalam hati.
Kemudian dia merain ponselnya, mencari nama Trisha, dan berpikir untuk menekannya. Tak lama, Anastasia Marcella, istri dari Miles menghampirinya.
"Apa yang kamu pikirkan?" tanya Cella, begitu dia dipanggil.
"Mobilku." jawab Miles sekenanya.
"Kan sudah diurus asuransi, dan pria teman dari wanita itu sudah memberikanmu uang ganti rugi, apalagi yang kamu pikirkan?" tanyanya lagi, "Apa kamu sama sekali tidak memikirkanku, Miles?"
Miles menatap Cella tajam, "Sudah kubilang, aku menikahimu hanya karena harus, kan? Bukan karena aku mencintaimu." jawab Miles kejam.
"Minimal kamu bisa bertanya apa aku terluka atau bagaimana, kan?" seru Cella.
"Cell, dengar, aku tidak pernah mencintaimu, dan aku rasa aku tidak akan pernah bisa mencintaimu. Kalau kamu mau protes, proteslah kepada ayahku!" seru Miles, bergegas pergi dan membanting pintu.
Miles menuju ke mobilnya, dan berjalan tanpa tau kemana arah tujuan perginya, kemudian dia mengirimkan pesan untuk Trisha,
"*Mari kita bertemu. Aku akan menjemputmu, berikan alamatmu.
Miles*"
Di tempat lain, dan di waktu yang sama, Trisha menerima dan membaca pesan Miles itu, jantungnya berdegup kencang, dan tanpa berpikir, Trisha membalasnya,
"Datanglah saja ke cafe kopi dekat binatu waktu itu. Aku akan menunggumu disana."
Miles menaikkan laju kendaraannya dan menuju tempat yang di beritahukan oleh Trisha.
udah jatuh cinta ya sama gege
penjahit cantik mampir