Seorang wanita bernama Almira Zidik, yang di jodohkan dengan anak dari teman orang tuanya. dan ternyata laki laki yang di jodohkan itu adalah teman nongkrong kekasihnya. Laki laki itu bernama Bara Bastian.
Ahirnya Karena dari mereka sama sama ingin membahagiakan orang tuanya, Almira dan Bara pun sepakat untuk menikah.
Dari pernikahan mereka rupanya ada perjanjian tertulis, tidak boleh ikut campur dalam masalah kehidupan masing masing, dan membolehkan kekasih dari masing masing mereka bebas datang kerumah.
Selama 5 bulan mereka menikah ,mereka tidak tinggal sekamar. sampai ahirnya Almira melihat sisi lain dari Bara,saat tidak sengaja masuk ke kamar Bara.
Apa yang akan terjadi saat Almira tau kalau ternyata Bara mempunyai kelainan,yuk baca dan ikuti terus ceritanya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tuti yuningsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mira Tidur Di Kamar Bara
Malam harinya semua berkaroke, setelah tadi makan malam. dan malam semakin larut , mereka semua mulai minum minuman dan ini lebih parah, sampai semuanya mabuk.
Mira dan kekasihnya Eko yang masih sadar, dan mereka berdua tidak peduli dengan pasangan yang sudah pada main bibir.
Pacar Eko lalu mengajak Eko untuk masuk ke kamarnya, dan Mira pun sama, memapah Farel untuk masuk kamar.
Saat Farel sudah di tidurkan di kasur, Mira keluar lagi, Mira ingin mengambil minum di dapur.
Saat Mira masuk ke dapur, ternyata Bara juga ada di dapur, dan Bara sepertinya juga mau ambil minum karena memegang gelas.
"Tolong ambilkan Aku air putih, dari tadi Aku mencarinya sangat sulit,, "mungkin karena Bara mabuk jadi dia tidak bisa mengambilnya.
Mira lalu mengambil gelas yang di ulurkan Bara, dan mengambilkan air minum untuknya.
"Trimakasih,, "kata Bara lalu meminumnya.
Mira lalu mengambil minumnya untuk sendiri. selesai minum, Mira akan keluar,
"Tidurlah di kamarku, kamu jangan tidur sekamar dengan Farel, biar Aku yang tidur denganya,, "
Tapi Mira menganggap omongan Bara hanya omongan orang mabok, Mira tidak mendengarkanya, dan langsung berjalan kekamarnya bersama Farel.
Rupanya Bara mengikutinya, saat akan masuk ke kamar, Tangan Mira tiba tiba di tarik oleh Bara.
"Sudah Aku bilang, tidur di kamarku,,"
"Lepas,, Aku ngga mau,, "Kata Mira, tapi tangan Bara sangat kencang menggenggam tangan Mira, sampai Mira tidak bisa melepasnya.
"Masuk,,, "kata Bara saat di depan pintu kamarnya.
"Tapi,,,, "
"Masuk,,, "Mira yang takut dengan tatapan Bara pun ahirnya menurut, Mira lalu masuk kekamar Bara, dan di atas kasur sudah ada cewenya. Bara walau mabuk tapi masih sedikit sadar karena Bara sudah terbiasa minum, jadi tau mana yang menurutnya tidak baik.
Lalu Bara masuk ke kamar Farel, dan tidur di dekat Farel.
"Sayang,,,sebenarnya Aku sangat menginginkamu, tapi kamu selalu menolaku,, apa Aku kuat untuk menahanya, Aku ini laki laki normal,, sayang,, "Farel berkata dengan tidak sadar, sambil memeluk Bara.
"Cihh,, dasar,, "sambil menyingkirkan tangan Farel yang memeluknya.
Pagi pun datang, sudah jam7 pagi Mira langsung bangun dan keluar dari kamar Bara, sedang cewe Bara belum bangun, lalu Mira membuat minuman hangat untuknya, ternyata pacar Eko pun ke dapur ingin membuat minuman juga.
Mira tidak sengaja melihat leher pacar Eko banyak tanda merahnya, dan Mira juga sudah berfikir pasti mereka melakukan sesuatu, tapi Mira ngga mau bertanya, karena bukan urusanya.
"Mir,, kamu buat berapa gelas,, ?"
"Aku buat cuman 5 gelas, ini juga kalau ada yang mau minum ginian,, "
"Iya juga yah Mir,, mereka kan lebih suka minuman yang beralkohol,, "Mira hanya tersenyum.
Lalu Mira membawa minumanya ke ruang depan, dan Mira juga membuat roti oles coklat buat di sajikan dengan teh hangat.
"Apa Aku boleh minta,,? "tanya Bara yang toba tiba ada di depam Mira.
"Bo,, boleh, ambil saja,, ini ada teh hangat, kalau mau am,, ambilah,, "sedikit gagap Mira berkata, katena tatapan mata Bara yang membuatnya takut.
"Iya,, Aku mau,, "lalu Bara duduk di depan Mira yang sedang mengolesi Roti, dan mengambil segelas teh manis hangat.
Mereka saling berhadapan, tapi tidak mengobrol hanya sesekali, hanya Bima lah yang dari tadi melihat ke arah Mira, sedang mira yang tau sedang di tatap Bara selalu menundukan kepala.
Ahirnya Farel pun datang, dan langsung duduk di samping Mira.
"Sayang Aku bagi rotinya,,? "
"Ini,, dan ini teh hangatnya,, "
"Makasih,,, sayang,, "Mira hanya mengangguk dan tersenyum.
"Sayang,, semalam kamu tidur di mana,, ?kenapa semalam Aku merasa tidur dengan Bara,, "Bara yang mendengarnya pura lura tak dengar.
"A, aku tidur di kamar ,kalau ngga di kamar di mana lagi,,"
"Trus kamu tidur di mana,, karena seingetku Aku mencium bau Bara yang ada di sampingku,, "
"Aku,, tidur di bawah,, karena semalam Mas ngigo terus, jadi Aku ngga bisa tidur karena berisik ahirnya Aku tidur di lantai,,"
"Oh gitu,, maaf ya sayang,, gara gara semalam Aku terlalu mabuk jadi kamu yang kesusahan,, "sambil mengusap rambut Mira.
"Iya ngga papa,, yang penting besok kalau lagi sama Aku, usahakan jangan terlalu banyak minum ya Mas,, biar ngga kaya semalam,, "
"Iya Aku janji,, kalau ada kamu Aku ngga akan mabuk seperti semalam,, "
Bara yang mendengarnya hanya tersenyum tipis tanpa mereka berdua tau.
"Pagi semua,,, wah ada roti nih,, "Panji dan pacarnya baru keluar dari kamar dan langsung nyomot roti yang ada di depan Mira.
"Minta ya Mir,, "kata Panji,, Mira hanya mengangguk.
Lalu semuanya pun sudah bangun dan mengobrol.
"Nanti kapal akan sampai di pulau, dan di pulau itu sangat sangat bagus, kita bisa menikmati ke indahanya, sorenya baru kita balik lagi ke kota, agar malamnya kita bisa istirahat di rumah masing masing, "kata Panji.
Jangan lupa like komen dan votenya, trimakasih...
jadi senyum senyum sendiri niiich bacanya 🤭
jangan lupa kak mampir yaa di karya baruku yg baru rilis
"Mencintaimu dalam DIAM"
aku tunggu yaa kak kehadiranmu di novelku 🥰🙏
jangan lupa yaa kak mampir juga di karyaku yang baru saja rilis
"Mencintaimu dalam DIAM"...
mohon saling support yaa kak 🙏