NovelToon NovelToon
Legenda Mutiara Yin-Yang Primordial

Legenda Mutiara Yin-Yang Primordial

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Budidaya dan Peningkatan / Mengubah Takdir
Popularitas:8.1k
Nilai: 5
Nama Author: Bahari

Tiga tahun lalu, Lin Tian adalah jenius nomor satu di Kota Daun Merah sebelum takdir menghancurkan seluruh meridiannya. Menjadi sampah yang diinjak-injak semua orang tidak membuat pemuda ini menyerah pada nasib buruknya.
Keberuntungan berubah saat darahnya membangkitkan Mutiara Yin-Yang Primordial, pusaka kuno yang menyimpan jiwa Permaisuri Iblis seksi bernama Yue Chan. Di bawah bimbingan sang permaisuri, Lin Tian memulai jalan kultivasi ekstrem melalui pembantaian dan kultivasi ganda.
Dia bukan pahlawan suci, melainkan kultivator bermuka tebal yang sangat realistis. Jika musuh terlalu kuat, dia akan melarikan diri, menyebarkan racun, atau menikam dari belakang.
Namun, siapa pun yang berani menyentuh wanitanya akan menghadapi pembalasan paling kejam. Saksikan kisah Lin Tian menghancurkan surga dan menjadi penguasa tertinggi alam semesta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bahari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31: Keluar dari Jurang

​Lin Tian melangkah meninggalkan reruntuhan gua es dengan pijakan kaki yang terasa sangat ringan. Setiap desah napasnya kini membawa sirkulasi udara yang berputar harmonis di dalam rongga dada.

​Danau cairan qi keemasan di dalam pusat dantian miliknya memancarkan riak gelombang energi yang konstan. Pemuda itu mengulurkan telapak tangannya untuk merasakan kepekaan indra peraba yang meningkat tajam.

​Dia berjalan menyusuri lorong batu yang gelap gulita tanpa membutuhkan bantuan cahaya obor sedikit pun. Sepasang manik mata hitamnya mampu menangkap guratan serat terkecil di dinding batu dengan jelas.

​Langkah kakinya terhenti tepat di tepi pembatas antara lorong dalam dengan area tebing luar. Angin kencang dasar jurang langsung menerpa jubah hitam baru yang membungkus rapat tubuh kokohnya.

​Lin Tian mengedarkan pandangan spiritualnya menyapu area sarang burung purba yang berada di sisi kanan. Dia melompat sejauh sepuluh meter menyeberangi celah batu tanpa mengeluarkan tenaga fisik yang berarti.

​WUSSS

​Tubuh Lin Tian mendarat dengan sangat mulus di atas tumpukan ranting pohon raksasa yang kering. Pendaratan itu tidak menimbulkan suara gemerisik sedikit pun mencerminkan kendali energi yang sangat sempurna.

​Dia segera berjalan mendekati sudut sarang tempat pelayan kecilnya terbaring di bawah selimut kain. Su-er masih memejamkan mata dengan deru napas yang terdengar semakin stabil dan teratur.

​Lin Tian berlutut di samping tubuh gadis itu lalu menempelkan dua jarinya ke pergelangan tangan. Dia menyalurkan seulas qi cair yang sangat lembut untuk memeriksa kondisi jaringan meridian dalam.

​Aliran energi hangat dari Lin Tian bergerak cepat membersihkan sisa sumbatan racun di tubuh Su-er. Gadis kecil itu melenguh pelan saat merasakan gelombang kenyamanan menjalar ke seluruh saraf tubuhnya.

​Perlahan kelopak mata Su-er bergerak terbuka menampilkan sepasang manik mata yang masih terlihat sedikit sayu. Pandangan pertamanya langsung terkunci pada sosok Lin Tian yang sedang berlutut di dekatnya.

​“Tuan muda, apakah kita saat ini sudah berada di alam baka yang tenang?” Su-er bertanya dengan suara yang sangat lirih hampir tenggelam oleh suara deru angin jurang.

​Lin Tian tidak langsung menjawab melainkan membantu tubuh pelayan kecil itu untuk duduk bersandar di pilar. Dia mengambil sebuah botol air giok dari kantong penyimpanan lalu menyodorkannya ke bibir Su-er.

​“Minumlah terlebih dahulu untuk memulihkan seluruh cairan tubuhmu yang hilang selama tidak sadarkan diri.” Suara Lin Tian terdengar sangat datar namun memiliki penekanan perhatian yang cukup jelas bagi Su-er.

​Su-er menerima botol tersebut lalu meneguk air spiritual di dalamnya dengan gerakan yang sangat terburu-buru. Kesegaran air itu langsung menyebar membuat rona merah alami kembali menghiasi kedua pipi tirusnya.

​Gadis itu menatap jubah hitam baru yang dikenakan Lin Tian dengan tatapan yang dipenuhi rasa heran. Dia juga merasakan ada perubahan atmosfer tekanan udara yang sangat menindas di sekitar tubuh tuannya.

​Aura yang dipancarkan Lin Tian saat ini terasa laksana sebuah gunung karang yang tidak tergoyahkan. Su-er merasa seolah sedang berhadapan dengan salah satu tetua agung klan besar yang berkuasa.

​“Tuan muda, energi di dalam tubuhmu terasa sangat berbeda dari waktu kita pertama jatuh.” Su-er mengungkapkan kebingungan hatinya sambil menyerahkan kembali botol giok kosong kepada Lin Tian yang diam.

​Lin Tian menerima botol tersebut lalu memasukkannya kembali ke dalam lipatan sabuk kain di pinggang. Dia berdiri tegak memandangi dinding tebing jurang yang menjulang tinggi menembus lapisan awan putih.

​“Aku telah berhasil menembus batasan ranah Pengumpulan Qi malam tadi di dalam gua es.” Lin Tian memberikan penjelasan singkat tanpa berniat menjabarkan metode kultivasi ganda bersama Shen Bingxue.

​Mendengar kata penembusan ranah, sepasang mata bulat milik Su-er seketika melebar karena rasa terkejut yang besar. Dia sangat tahu betapa sulitnya melangkah masuk ke dalam ranah Pembangunan Fondasi sejati.

​Bagi praktisi bela diri di Kota Daun Merah, ranah tersebut adalah puncak pencapaian tertinggi seumur hidup. Kini tuan mudanya berhasil meraih tingkat dewa lokal itu di usia yang sangat muda.

​“Selamat atas keberhasilan besar ini tuan muda, klan kita pasti akan bangkit kembali.” Su-er berbicara dengan nada yang bergetar menahan rasa haru yang membuncah di dalam rongga dadanya.

​Lin Tian hanya menanggapi ucapan tulus itu dengan sebuah guratan senyuman dingin di sudut bibir. Pikiran pragmatisnya sama sekali tidak mengarah pada pembangunan kembali klan lama yang telah hancur lebur.

​Tujuan utamanya saat ini hanyalah membalas setiap tetes darah keluarganya menggunakan nyawa para musuh. Pembangunan kembali kejayaan nama klan hanyalah bonus kecil yang bisa diselesaikan kapan saja nanti.

​“Bersiaplah, kita akan segera meninggalkan dasar jurang terkutuk ini sebelum matahari mencapai puncak kepala.” Lin Tian memberikan instruksi tegas sambil menarik seutas tali kain tebal dari cincin ruang.

​Dia menyuruh Su-er untuk merapat ke bagian punggungnya agar bisa diikat dengan metode pengamanan ganda. Tali kain itu dililitkan berkali-kali memutari dada bidang Lin Tian bersama tubuh kecil Su-er.

​Setelah memastikan ikatan tersebut terpasang dengan sangat kuat, Lin Tian meraih gagang Pedang Berat Hitam. Senjata raksasa itu diposisikan melintang di sisi kiri pinggang untuk memudahkan pergerakan tangan kanannya.

​'Gunakan jalur meridian luar di bagian telapak kaki untuk menciptakan daya dorong angin yang konstan.' Suara Yue Chan kembali mengalun memberikan bimbingan taktis di dalam lautan kesadaran jiwa Lin Tian.

​'Dinding batu di depanmu ini dipenuhi oleh lumut beracun yang bisa mengikis lapisan sepatu kulit.' Peringatan tambahan dari permaisuri iblis itu membuat Lin Tian meningkatkan kewaspadaan indra penglihatan bawahnya.

​Lin Tian melangkah perlahan menuju ke tepi sarang raksasa memandangi jalur vertikal sejauh ribuan meter. Dia mengambil napas panjang lalu mulai memutar pusaran mutiara hitam di dalam pusat dantian.

​Cairan qi keemasan mengalir deras menyusuri meridian kaki menciptakan pendar cahaya tipis di bawah sepatu. Lin Tian menekuk kedua lututnya bersiap mengumpulkan daya ledak otot kaki yang luar biasa kuat.

​BOOMMM

​Lantai sarang raksasa itu bergetar hebat saat tubuh Lin Tian melesat ke udara laksana sebutir peluru. Dia terbang setinggi lima belas meter sebelum akhirnya menempelkan telapak tangan kanan ke dinding tebing.

​BLAAKK

​Jari-jari tangan Lin Tian mencengkeram batuan granit yang sangat keras dengan kekuatan setara cakar elang. Batuan purba itu langsung hancur membentuk lubang pijakan baru bagi ujung jari kaki kanannya.

​Tanpa menunda waktu sesaat pun, Lin Tian kembali menendang dinding batu tersebut menggunakan kekuatan penuh qi. Tubuhnya kembali melesat naik sejauh dua puluh meter membelah kabut tebal dasar jurang.

​Su-er yang berada di punggung Lin Tian terpaksa memejamkan mata rapat-rapat karena hantaman angin yang kencang. Dia mencengkeram erat bahu tuannya merasakan sensasi terbang yang belum pernah dialami seumur hidup fana.

​Setiap lompatan yang dilakukan Lin Tian selalu diikuti oleh suara hancurnya permukaan dinding batu tebing jurang. Gerakannya sangat konstan dan ritmis menunjukkan ketahanan fisik yang berada di puncak performa terbaik.

​'Ada pergerakan kawanan Kelelawar Sayap Darah di arah jarum jam dua belas jarak seratus meter.' Indera penciuman spiritual Yue Chan mendeteksi ancaman makhluk buas yang sedang bersarang di celah tebing.

​Lin Tian tidak merespons dengan kata-kata melainkan langsung mencabut Pedang Berat Hitam menggunakan tangan kiri. Bilah pedang hitam itu langsung diselimuti oleh aura keemasan yang memancarkan hawa membunuh pekat.

​CRAATT

​Tebasan angin vertikal diluncurkan Lin Tian memotong kabut tebal yang menghalangi jalur pendakian ke atas. Puluhan ekor kelelawar raksasa yang baru saja akan terbang menyerang langsung terbelah menjadi dua bagian.

​Darah segar berwarna hitam pekat berhamburan ke udara menciptakan bau amis yang sangat menyengat hidung. Lin Tian memanfaatkan momen runtuhnya tubuh monster itu sebagai pijakan kaki sementara di udara hampa.

​BBUUGGHH

​Kaki kanan Lin Tian menginjak bangkai kelelawar terbesar lalu kembali melesat naik dengan kecepatan ganda. Gerakan dinamis ini membuat kawanan monster sayap lainnya ketakutan dan memilih mundur kembali ke sarang.

​Pendakian mematikan itu terus berlanjut selama hampir satu jam penuh tanpa ada tanda penurun kecepatan. Lapisan kabut abu-abu dasar jurang perlahan mulai menipis digantikan oleh berkas cahaya matahari asli.

​Lin Tian bisa merasakan tekanan udara luar yang mulai menyentuh permukaan kulit wajahnya yang dingin. Ujung pembatas tebing atas Jurang Kematian akhirnya terlihat membentang di depan pandangan matanya yang tajam.

​Dengan satu lompatan pamungkas yang menguras sepertiga cairan qi di dantiannya, Lin Tian melesat tinggi. Tubuhnya berputar dua kali di udara sebelum akhirnya mendarat dengan kedua kaki kokoh di atas tanah.

​BRRUKK

​Debu tanah kering berterbangan di sekitar posisi mendarat Lin Tian yang berada di tepi hutan liar. Dia segera melepaskan lilitan tali kain di dadanya membiarkan Su-er kembali menapak di bumi.

​Su-er terduduk lemas di atas rerumputan sambil memegangi dadanya yang berdegup sangat kencang karena syok. Dia menatap hamparan pepohonan hijau di sekelilingnya dengan pandangan mata yang tidak percaya.

​Mereka berdua telah benar-benar berhasil keluar hidup-hidup dari tempat yang dijuluki sebagai kuburan massal praktisi. Keberhasilan ini terasa laksana sebuah mimpi indah di siang bolong bagi pelayan kecil itu.

​Lin Tian tidak membuang waktu untuk merayakan keberhasilan melainkan langsung menatap ke arah barat daya langit. Di arah itulah Kota Daun Merah berdiri menyembunyikan para pelaku pembantaian keluarga besar Lin.

​Aura membunuh yang sempat ditekan selama berada di dalam jurang kini kembali meledak keluar dari tubuhnya. Udara di sekitar posisi Lin Tian berdiri seketika berubah menjadi sangat dingin menakutkan.

​“Waktunya telah tiba untuk menagih seluruh utang darah yang mereka pinjam dari keluarga milikku.” Lin Tian menggumam pelan dengan nada suara yang terdengar laksana bisikan dari malaikat maut malam.

​Dia memutar pergelangan tangan kanannya menguji kesiapan otot tendon yang akan digunakan untuk mengayun senjata. Pedang Berat Hitam di pinggangnya seolah merespons hasrat membunuh tuannya dengan mengeluarkan getaran samar.

​Lin Tian berjalan mendekati Su-er lalu membantunya berdiri menggunakan pegangan tangan kiri yang sangat hangat. Tatapan matanya terkunci pada jalan setapak kecil yang menuju ke arah gerbang luar hutan.

​“Tuan muda, apakah kita akan langsung menyerang kediaman utama Klan Zhao siang ini juga?” Su-er bertanya dengan nada suara yang dipenuhi kesiapan untuk menerima segala bentuk keputusan akhir.

​Gadis kecil itu tidak lagi memiliki rasa takut karena dia tahu tuannya saat ini telah memiliki kekuatan dewa. Jiwanya telah diserahkan sepenuhnya untuk mendukung setiap langkah kaki sang raja iblis muda.

​Lin Tian menggelengkan kepalanya pelan menolak strategi penyerangan terbuka yang dinilai terlalu ceroboh dan kurang memuaskan. Dia menginginkan sebuah proses pembalasan dendam yang perlahan merusak mentalitas psikologis para musuh.

​Kematian yang datang terlalu cepat bagi Klan Zhao adalah sebuah berkah kemurahan hati yang tidak sudi dia berikan. Mereka harus merasakan ketakutan terdalam sebelum akhirnya nyawa mereka dicabut paksa dari raga.

​“Aku akan membuat Kota Daun Merah tenggelam di dalam lautan darah dan tangisan penyesalan mereka.” Kata-kata dingin Lin Tian menutup pembicaraan pagi itu di bawah naungan pohon rindang luar jurang.

​Dua sosok manusia itu mulai melangkah meninggalkan tepi Jurang Kematian berjalan menuju ke arah peradaban fana. Badai darah berskala raksasa secara resmi akan segera melanda wilayah kekuasaan Klan Zhao dalam waktu dekat.

1
septian arista
bersikap dingin dan acuh tak acuh boleh saja
tapi ini kok aku rasa keterlaluan bersikap dingin kepada semuanya walaupun orang itu baik dan benar-benar setia kepada dia
septian arista
terlalu dingin
bahkan terhadap orang yang berbuat baik kepadanya
septian arista
bagus
tak perlu membuang-buang energi hanya untuk menyelamatkan orang yang pernah mencampakkanmu dan memandang rendah pada dirimu👍👍👍
Arinto Ario Triharyanto
MC nya kebanyakan makan, di ulang2 mulu membahas makan buah doang
Sutono jijien 1976 Sugeng
jurus petarung jalanan
Arinto Ario Triharyanto
harusnya kultivasi ganda dulu bentar biar tambah joss 🤭
Blue Manusia Biasa
terlalu sombong kau Lin Tian
Arinto Ario Triharyanto
demen dah kalo kultivasi ganda 😎
septian arista
trik yang sangat licik namun memberikan hasil yang sangat apik👍👍👍🤣🤣🤣
septian arista
habis sih sampai ke akarnya jangan Sisakan satupun👍👍👍
yos helmi
tiba2 kakek sakit ??? cerita mulai ngawur.. thor jgn terlalu tolol
Bahari: Iya, saya tolol. maapin ya🙏
total 1 replies
yos helmi
😍😍😍😍
yos helmi
🙏🙏🙏🙏🙏
yos helmi
🤣🤣🤣
yos helmi
👍👍👍👍👍
yos helmi
😄😄😄😄😄
yos helmi
💪💪💪💪💪💪
yos helmi
😍😍😍😍😍
yos helmi
🙏🙏🙏🙏🙏
yos helmi
🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!