NovelToon NovelToon
Legenda Pendekar Mata Pedang Hijau

Legenda Pendekar Mata Pedang Hijau

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:28.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nugraha

"Bagaimana jika kau tahu rahasia kehancuran dunia, tapi kau tidak boleh memberitahu siapa pun?"

Di masa depan, Wei Changqing adalah legenda tertinggi dunia persilatan—sang Mata Pedang Hijau yang ditakuti sekaligus dihormati. Namun gelar itu tak ada artinya ketika ia berdiri di atas puing-puing dunia yang hancur oleh perang agung, memeluk jasad wanita yang setia menantinya hingga akhir hayat.

Mengorbankan seluruh tingkat latihannya, Changqing memutar balik roda waktu dan terbangun di dalam tubuh mudanya yang berusia 19 tahun. Kembali menjadi pendekar mentah yang belum memiliki reputasi apa pun.

Kali ini, tujuannya hanya satu: Mencegah perang berdarah itu terjadi dan menyelamatkan wanita yang ia cintai.

Namun, merubah takdir memiliki harga mahal. Setiap peristiwa yang ia cegah melahirkan musuh baru yang lebih mengerikan. Lebih buruk lagi, demi menyatukan sekte-sekte yang egois agar tidak saling berperang, Changqing mungkin harus menelan fitnah terbesar dalam sejarah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26 : Jejak di Atas Genteng

Bulan purnama yang bersinar terang di atas Kota Lembah Anggrek perlahan tertutup oleh pergerakan awan kelabu. Alunan musik kecapi dan sorak perayaan di Wilayah Utama terdengar semakin samar seiring Wei Changqing melompati atap-atap bangunan kota dengan kecepatan ringan tanpa suara.

Jubah abu-abunya menyatu sempurna dengan bayangan malam.

Mengandalkan kepekaan indera tingkat Nirwana, Changqing mengikuti jejak aroma samar dari getah Teratai Darah Beracun yang mengambang di udara malam—sebuah racun khas yang hanya digunakan oleh para pembunuh elite dari Klan Teratai Darah.

Jejak itu membawanya berhenti di atas dahan pohon pinus tua yang menjulang menghadap kompleks Penginapan Emas Utara—tempat menginap delegasi Sekte Pedang Langit.

Di dalam halaman utama penginapan mewah tersebut, terdengar suara pecahan keramik dan pekikan amarah yang tertahan.

Prang! Brak!

"Keparat! Bocah miskin sialan!" raung Jiang Chen di dalam kamarnya, menghancurkan meja kayu dengan tinjunya. Kekalahan memalukan di babak semifinal pagi tadi telah menghancurkan ego sang jenius nomor satu itu hingga ke akar-akarnya.

Para tetua dan murid Sekte Pedang Langit di luar kamar tidak ada yang berani mendekat untuk menenangkan tuannya yang sedang murka.

Tepat pada saat perhatian seluruh pengawal penginapan terpusat pada keributan di kamar Jiang Chen, mata hitam Changqing menangkap pergerakan sebuah siluet hitam berkelebat amat cepat melompati tembok belakang penginapan.

Siluet itu bergerak sangat senyap seperti kucing malam, menepi dan menyusuri di atap genteng menuju Ruang Arsip dan Surat Menyurat Tetua Sekte Pedang Langit yang terletak di sayap timur bangunan—ruangan yang saat ini sedang kosong karena tetuanya ikut menjaga di halaman utama.

‘Masuk,’ batin Changqing memperhatikan sosok itu menyelinap lewat jendela lantai dua ruang arsip.

Di dalam sejarah masa lalu yang diingat Changqing, malam penutupan Turnamen Lembah Anggrek adalah malam di mana benih Akar Perang Kedua ditanam.

Malam itu, sebuah Surat Palsu bercap stempel resmi Sekte Pedang Langit disusupkan ke dalam meja arsip oleh mata-mata pembunuh. Surat itu memuat rencana fiktif tentang serangan pembantaian malam terhadap penginapan Klan Teratai Darah. Keesokan paginya, surat itu sengaja dibocorkan ke publik oleh mata-mata pihak ketiga, yang memicu kesalahpahaman fatal yang membuat kedua sekte besar itu saling membantai dalam perang berdarah selama tiga puluh tahun!

Dan malam ini, Changqing berada tepat di tempat kejadian untuk mencegah sejarah itu terulang kembali.

Tiga menit kemudian, siluet hitam itu melompat keluar kembali dari jendela ruang arsip menembus kegelapan malam, menuju kearah luar tembok kota ke arah penggilingan air tua yang terbengkalai di sungai utara.

Changqing tidak langsung menangkapnya di dalam kompleks penginapan agar tidak memicu alarm Sekte Pedang Langit. Ia meluncur turun dari pohon pinus dan mengejar siluet itu bagaikan bayangan hantu melintasi pepohonan bambu pinggir kota.

Di depan bangunan penggilingan air tua yang sepi dan berderit ditiup angin sungai, siluet berbaju hitam itu menghentikan langkahnya di atas jembatan kayu.

Sosok itu menyadari ada seseorang yang mengikutinya.

Sring!

Dua bilah belati pendek berwarna merah darah dicabut dari balik lengan jubah hitamnya. Hawa membunuh tingkat Pendekar Tinggi Tahap 3 meledak dingin dari sosok tersebut—tingkatan yang bahkan lebih tinggi dan lebih mematikan dari Jiang Chen!

"Siapa yang berani mengikuti langkahku?" desis suara di balik cadar hitam sosok itu—sebuah suara wanita muda yang sangat dingin dan tajam bagaikan pecahan es beracun.

Dari seberang jembatan kayu di bawah cahaya bulan, Wei Changqing berjalan maju dengan santai. Pedang besi hitam kusamnya terikat tenang di pinggangnya.

"Menyusup ke ruang arsip Sekte Pedang Langit untuk menaruh surat konspirasi palsu..." kata Changqing tenang. "Apakah Ketua Klan Teratai Darah menyuruhmu melakukan pekerjaan kotor ini, atau kau hanya dijebak oleh pesuruh pihak luar yang memanfaatkan dendam sekte kalian?"

Mendengar rahasia misinya terungkap dengan begitu jelas dalam satu kalimat, sepasang mata di balik cadar hitam pembunuh itu menyempit dengan tajam.

Tanpa banyak bicara lagi, sosok itu melesat maju bagaikan kilatan petir merah!

Wuuush!

Dua belati darahnya menari membelah udara dalam kecepatan mematikan, melancarkan jurus pembunuhan tercepat Klan Teratai Darah: Tarian Kelopak Darah Pemotong. Serangan itu mengincar tepat ke lima titik kelemahan fatal di leher dan dada Changqing dengan serentak!

Namun Changqing tidak mundur sejengkal pun.

Trang!

Pedang besi hitamnya menyentuh belati kiri lawan dengan ayunan halus, jurus Bambu Menunduk Badai, jurus itu membelokkan arah tikungan pisau itu hanya tiga milimeter ke samping kanan, lalu tangan kirinya meluncur naik dan menepis pergelangan tangan kanan lawannya.

Wesh!

Gesekan angin kencang akibat benturan tenaga dalam itu menghempaskan kain cadar hitam yang menutupi wajah sang pembunuh malam hingga terlepas dan terbang ke udara!

Di bawah sinar rembulan pegunungan yang kembali terbuka dari balik awan kelabu, wajah sang penyusup terungkap jelas.

Gadis itu berusia sekitar sembilan belas tahun. Wajahnya sangat cantik dengan garis rahang tegas, namun kulitnya sepucat lilin dan sepasang matanya memancarkan sorot dingin pembunuhan yang begitu kelam dan kesepian. Di sudut bibir merahnya, terdapat sebuah tanda tahi lalat kecil yang menawan.

Itu dia. Mu Qingxue—Sang Iblis Pedang Wanita dari Klan Teratai Darah.

Changqing menatap wajah Qingxue di atas jembatan kayu itu. Di masa depan yang dulu, wanita ini adalah musuh bebuyutannya di medan perang sebelum akhirnya bertarung bersamanya melawan kegelapan.

Kini, di masa muda mereka, pedang hitam Changqing dan belati darah Mu Qingxue saling bersilangan di bawah rembulan malam Lembah Anggrek—membuka jembatan langsung menuju bentrokan epik pembekuan konspirasi.

1
baca yg gue suka
dari pahlawan berbalik jd iblis.
mana pemikiran dr kehidupan 80 thn?
hrs kah jd iblis utk membuat kedamaian?
baca yg gue suka
pasukan bayangan gerhana byk yg dibantai, tp kok gak abis2 ya?
msh brp byk lg yg tersisa?
baca yg gue suka
juara turnamen gak dpt apa2?
minimal senjata, sumberdaya atau koin emas gitu? payah
baca yg gue suka
masak petinggi sekte gak ada satupun yg merasakan kedatangan Mo Ya?
Raju
ditunggu cerita serumu Thor...💪💪💪
Celestial Quill: jangan lupa di baca Kaisar Bela Diri Legendaris ya🤭
total 1 replies
Raju
ahir daricsebuah pembantaian
Raju
anak mudanya mati diahir episode.... wkwkwkwwk
baca yg gue suka
sblm mjd kuat, taring hrs disembunyikan rapat2 dulu👍
baca yg gue suka
awal cerita menarik, bahasa gak membosankan.
mudah2an novel bagus
jhoni
drama apa ini, mc nya sangat membagong kan kaga jelas
Raju
ketua sekte pada sinting semua...
keserahakannya sudah berakar ke ubun³.
g bisa mmbedakan mana gertakan mana ancaman nyata...!!
si hantu bayangan cangqiang kmna ni.... g kliatan ??
Celestial Quill: /Facepalm/
total 1 replies
Raju
shen yu gadis bodoh....
sama kea bpk nya...
g bsyukur dselamatkan..
malah menggila menganggap org lain iblis...
Raju
pemusnahan di Mulai
Raju
bantai semua ketua aliansi...
sisakan kultivator dan rakyat ta berdosa....
Raju
ahir dri sebuah keputusan...!!
Raju
kesian cangqiang...harua menjadi iblis pembantai demi kedamaian dunia kultivasi...
Celestial Quill
semakin kacau dunia persilatan, pengorbanannya changqing yang di musuhi semua pendekar.
Raju
akan kah dunia kultivasi menjadi damai seperti yg telah dijanjikan cangqiang !!
Raju: atau bakal ada jamur² baru tumbuh, menjilat. penuh hasut, yg bakal mnusuk dri belakang....!!
total 1 replies
Raju
apakah yg akan terjadi ketika cangqiang keluar dari mkn nanti ??
dtingkat apakah kultivasi MC nanti nya ??
apakah akan menjadi dewa. atau iblis haus darah !!
Raju: kita do'akan semoga Author selalu sehat. aamiin.
total 1 replies
Raju
rampok... habiskan semua isi makan kaisar beladiri didalam itu changqiang... jgn sisakan 1 pun...
agar yg serakah hanya bisa menangis darah...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!