Zulkarnain yang dipaksa untuk menjadi pewaris harus menjalani kehidupan yang tidak diinginkan.Ia harus jauh dari istri tercintanya yang tengah hamil muda.Namun berkat kegigihan AIDA, istri Zulkarnain.Mereka yang terpisah akhirnya bisa bersama.
Akan tetapi itu bukanlah akhir dari segalanya, Niken ayu yang terlanjur cinta kepada Zulkarnain memilih jalan pintas sehingga Zulkarnain mengkhianati istrinya.Diluar dugaan, Anak kembar yang dilahirkan oleh AIDA ternyata memiliki kekuatan yang diturunkan oleh kakeknya.kekuatan itulah yang menyelamatkan Zulkarnain dari pengaruh Niken ayu.
Kejahatan Niken ayu tidak berhenti sampai disitu,Ia merencanakan pembunuhan kepada AIDA dan kedua anaknya.Yang mengakibatkan meninggalnya AIDA dan hilangnya si kembar.
Akankah Zulkarnain bisa menemukan Si kembar yang telah dinobatkan sebagai Ahli waris nya??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon L-viie Ann, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sang pewaris bab 6 kemana Aida
Pov Zul-**Sesudah makan malam, aku duduk diruang kerja sambil minum kopi.Mataku menatap layar komputer guna mengecek ulang hasil kerja tadi. Mungkin ada yang perlu diperbaiki karena aku masih baru dibidang ini.
tok tok tok..
Suara pintu diketuk dari luar.
"Masuk!!!! " seruku
pintu terbuka dan muncul lah asisten ku si Riky.
"Ada apa?? "
"Anu tuan muda... "
Riky nampak Kalut
"bicara yang jelas dong... "
"Nona Aida hilang... "
"hah?!! " sontak aku kaget"yang benar kamu!! ""
"Benar tuan, orang suruhan kita baru saja melapor. Nona, ibunya, juga bibik Tuan semua tidak ada ditempat"
"Sudah ditanyakan kepada para tetangga?? "
"Sudah tuan, mereka bilang tidak tahu"
"Apakah ada tanda tanda kekerasan?? "
"Tidak tuan,, rumah terlihat rapi dan terkunci"
"berarti Aida sengaja pergi" Gumamku "tapi pergi kemana dia??? apa ada yg menyuruhnya pergi" aku bertanya sendiri mencoba menerka nerka.
"apakah ada gerak gerik dari orang orang Ayahku?? "
"Rasanya tidak Tuan,,, "jawab Riky yakin
"Nyonya?? "
"Nyonya tidak tahu mengenai Nona. jika tahu pasti sudah menyerang Tuan Muda"
"Iya bener kata Riky" pikir ku "lalu kenapa Aida pergi, padahal aku sudah menyuruh nya untuk menunggu" aku duduk kembali sembari terus berpikir.
"Bibik juga pergi, berarti bibik sudah pasti tahu situasi ku dan menceritakan kepada Aida. .. apakah Aida merencanakan sesuatu?? "
ahhhh kepala ku sakit memikirkan hal ini.
"bagaimana Tuan??? "
"Sewa seorang detektif, tak mungkin Aida tiba tiba menghilang"
"baik Tuan Muda.. "
Riky pun berlalu keluar.
"Aida... kamu kemana sayang?? " rintih hatiku...
. *""Pagi menjelang, ku jalani rutinitas ku dikantor sebagai CEO baru meskipun belum sepenuhnya dilantik secara resmi.
Ketika sedang fokus dalam kerjaan ku, Tiba-tiba Ayah datang bersama dengan Pak Wira.
"Bagaimana kerjaan mu Zul... apa mengalami kesulitan?? " tanyanya sambil menghampiri ku
"Sedikit"
"Nanti kamu juga akan terbiasa.. " ujarnya
"Apakah Ayah tahu bahwa Aida hilang?? " aku tidak bisa menahan diri untuk tidak bertanya.
"apa?? " nampak dengan jelas kalo Ayahku baru tahu akan kabar ini.Dia menoleh ke arah Pak Wira. "bagaimana ini bisa terjadi Wira?? "
"saya juga tidak tahu Tuan, saya sudah menyerah kan tanggung jawab akan Nona Aida kepada Riky anak saya"
"Tapi kamu tidak boleh lepas tangan juga Wira, kamu kan tahu dia tengah mengandung" seloroh Ayahku. aku terhenyak kaget.
"apa??? Aida hamil?? "
"apakah Tuan Muda tidak tahu?? " Pak Wira balik bertanya.
"oh Tuhan.. aku harus pergi mencari nya.. " perasaan ku jadi kacau balau.
"Tunggu Zul" seru Ayahku menghalangi jalan ku.
"apalagi Ayah??? "
"kamu jangan gegabah! "
"tapi Aida hilang ayah.. "
"Aku tahu... biar nanti akan aku utus orang untuk mencari nya"
"Terlalu lama"
"Kalo kamu pergi tanpa ada alasan yg tepat mereka akan curiga"
"aku tidak perduli Ayah!! "
"itu malah bisa membahayakan Aida dan calon cucuku"
aku terdiam. apa yg Ayah ucapkan sedikit banyak ada benar nya.
Tiba-tiba daun pintu terbuka tanpa terdengar ketukan pintu. Semua mata langsung tertuju ke arah pintu.Ternyata Niken Ayu muncul dibalik daun pintu. dia tersenyum sumringah
"bisa nggak kalo mau masuk ketuk pintu dulu!! " hardik ku. senyum Niken langsung hilang. Hatiku tambah dongkol, akhirnya aku memilih keluar ruangan.Ku banting pintu dengan kasar.
. "Riky.. gimana?? apa kamu udah dapat detektif nya?? " tanya ku ketika kami hanya berdua didalam lift.
"sudah Tuan Muda! "
"bagus!! "
lift berhenti, dan pintu terbuka. Aku pun langsung melangkah keluar diikuti oleh Riky. ketika keluar aku berpapasan dengan OB cewek yang tengah mendorong Tong sampah dengan ukuran besar. wanita itu memakai masker untuk menutupi sebagian wajahnya. Aku merasa mengenalnya, langkah kaki ku seketika tertahan dan langsung menoleh. Tapi sayang pintu lift sudah tertutup lagi dan lift naik perlahan ke lantai atas.
"ada apa Tuan Muda" tanya Riky merasa heran.
"aku seperti melihat Aida... " jawabku tak begitu yakin.
"ahh masak Tuan Muda... kalo benar itu Nona pastikan menyapa Tuan" seloroh Riky
yah benar!!!!
"Mungkin karena aku terlalu memikirkan nya Riky"
"sabar Tuan muda, kita pasti akan menemukan Nona" Riky berusaha menghibur ku.
"semoga!! " harapku.
aku pun berbalik melanjutkan langkah yang tertunda tadi untuk menuju tempat parkir.ketika aku sudah masuk ke dalam perut mobil, HP Riky berbunyi.
"ya Tuan.. oh iya ada Tuan.. oh baiklah.. ok baik Tuan" lalu dia mematikan telfonnya
"siapa ky?? " tanyaku walau ku tahu itu pasti dari Ayah.
"Tuan besar"
"ada apa ❓"
"Nona Niken sekarang tengah menangis katanya tadi habis dibentak oleh Tuan muda"
"alah manjanya... segitu aja udah nangis"
Riky diam
"terus apa kata Ayah lagi?? "
"Tuan muda diminta datang ke ruangan"
"ah malas... masak uda turun ke Lantai G malah disuruh naik lagi ke lantai atas.. Capek tawuk!!! "
"kan naik lift Tuan muda" bantah Riky
"ya meskipun naik lift capek juga ky... udah kita ngak usah naik lagi cepat setir mobil!! "
"Kita mau kemana Tuan??? "
"kemana aja asal tempat nya enak buat orang yang pengen menyendiri""
"tapi gimana dengan perintah Tuan besar?? "
"udah cuekin aja... "
"baik Tuan... "
akhirnya Riiky mengikuti kemauan ku. dia langsung menyetir mobil keluar dari halaman kantor yang luas.
mata memandang ke arah luar mobil tapi pikiran ku kenapa malah terngiang-ngiang dengan gadis tadi yg terserempak di luar lift.
hatiku bergetar sama seperti ketika aku baru bertemu dengan Aida. yah hanya Aida yang mampu menggetarkan jiwaku. gadis sederhana yg cerdas dan cerdik menurut ku. sayang nya dia tidak mampu melanjutkan ke bangku kuliah karena faktor ekonomi. kalau saja dia mampu pasti dia akan jadi wanita yang hebat.
aku membuang nafas berat, hatiku terasa sakit bila mengenang Aida.. ada dimana dia sekarang?? tak bisa kah dia memberi petunjuk???
kalo saja aku bukan anak dari Hans Prasetyo Aji, mungkin saat ini aku sangat bahagia bersama nya. Tanpa gangguan dari siapa pun. apalagi aku akan segera menjadi seorang ayah... Hhhhh pasti akulah orang yang paling bahagia didunia. aku tersenyum..
tapi mendadak senyum ku hilang karena terbayang bagaimana dengan Aida tanpa aku disamping nya. pasti dia akan tersiksa.. oh Aida. tanpa terasa air mataku menetes pelan. segera aku menyekanya.
"kita mau kemana Tuan Muda??? "suara Riky membuyarkan semua pikiran ku.
" pulang! "jawab ku singkat karena sangat malas untuk bicara banyak.
" baik Tuan muda "Riky langsung memutar stering ke kiri menuju jalan ke arah villa.
aku berusaha menahan gejolak di dada dengan mengambil nafas panjang lalu menghembuskan nya pelan. kalo begini terus aku bisa mati pelan pelan. tidak!!! aku tidak boleh begini terus. anakku tidak boleh bernasib seperti diriku sekarang. aku harus bertindak tanpa harus membahayakan orang orang yang aku sayang. yah!!! HARUS!!!