NovelToon NovelToon
Pelabuhan Terakhir

Pelabuhan Terakhir

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:487.7k
Nilai: 4.5
Nama Author: VirentaNita

Aila. Seorang gadis muda yatim piatu ... Yang harus menghadapi dilema dengan dua pilihan sulit dalam hidupnya.

Aila di hadapkan dengan sebuah perjodohan dengan CEO muda kaya raya, Fakhri ... Putra sahabat karib Almarhumah Ibunya. Namun sebuah rintangan besar ada di depan Aila, jika Ia memilih Fakhri, lantaran sudah ada sosok Naira yang telah menempati lebih dulu ruang di hati Fakhri.

Sementara di sisi lain ada Ardan, seorang sahabat yang diam-diam menaruh rasa pada Aila.

Siapa kiranya yang akan dipilih Aila sebagai jodohnya?

Siapa yang akan dijadikan Aila sebagai pelabuhan terakhirnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon VirentaNita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sahabat dan Cinta

"Aila apa-apaan ini?"

Aila mengerutkan dahinya. Tak mengerti dengan maksud ucapan Ardan.

"Kamu memilih resign tanpa memberitahuku terlebih dulu?"

"Aku benar-benar kecewa padamu Ai,"

"Kamu bahkan tak berniat membicarakannya denganku dulu,"

Resign?

Mata Aila sontak terbelalak lebar setelah mendengar penuturan Ardan.

Bagaimana mungkin Ia resign?

Sementara Ia sama sekali tak pernah mengajukan pengunduran diri?

"Apa ini Ai?"

"Apa ada perusahaan lain yang menawarkan gaji lebih tinggi padamu?"

"Sehingga membuatmu tergiur sampai melupakan sahabatmu ini?"

Aila masih terdiam. Bingung. Sedangkan Ardan tiada henti mengoceh. Kesal.

Sesaat ingatan Aila tertuju pada Erna. Ya, Aila ingat. Erna beberapa waktu lalu mengatakan tentang pengunduran dirinya dan akan mengatur pekerjaan baru di perusahaan keluarganya.

"Aila?"

"Kamu mau kemana?"

"Aila?"

Aila terus melangkah kaki keluar dari ruangannya. Tak dihiraukannya Ardan yang meneriakkan namanya berulang kali.

Langkah kaki Aila berhenti ketika sampai di depan sebuah ruangan.

Ruangan bosnya!

Perlahan Aila mulai menjulurkan sebelah tangannya. Lalu mengetuk pelan sebuah pintu yang berdiri kokoh di hadapannya.

Berniat untuk memastikan sesuatu.

"Masuk!"

Aila membuka perlahan pintu di hadapannya ketika telah mendengar sahutan dari dalam ruangan.

"Aila ...?"

"Duduklah ... Kebetulan sekali karna Saya berniat memanggilmu kemari,"

Dengan perasaan campur aduk Aila mengambil posisi. Duduk berhadapan dengan atasannya itu.

"Ini adalah uang pesangon selama kamu bekerja di sini,"

Aila hanya menatap dengan perasaan campur aduk, amplop coklat berisi uang di atas meja yang baru saja disodorkan atasannya.

"Oh ya, Ai ... Saya baru tahu kalau ternyata kamu memiliki chanel dengan perusahaan besar di kota sebelah,"

"Tapi bagaimanapun selamat atas keberhasilanmu,"

"Kamu akan langsung mendapatkan posisi penting di sana nanti,"

"Tapi ingat ... Bu Erna bilang kamu tidak boleh menolak keputusan ini, karena perusahaan inilah nanti yang akan menanggung resikonya,"

"Saya ditugaskan untuk memastikan kamu akan benar-benar pindah kesana,"

"Saya mohon jangan menolaknya Aila ... Perusahaan kecil ini tak akan bisa bertahan jika diserang perusahaan raksasa seperti perusahaan besar milik keluarga Bu Erna,"

Aila terdiam. Tanpa tahu harus menjawab apa akan setiap kalimat yang meluncur dari mulut atasannya itu.

Aila tak menyangka jika Erna akan melakukan semuanya dengan begitu cepat.

Bahkan untuk urusan pekerjaannya!

Usai mendengar penuturan bosnya. Aila melangkah keluar dengan wajah sayu. Tak ada sedikitpun kebahagiaan yang terpancar di wajahnya meski diiming-imingi posisi yang lebih tinggi.

Baginya jauh lebih menyenangkan hidup sederhana namun tenang. Daripada harus bergelimang harta namun merasa tak nyaman.

Aila menghela nafas berat. Merasa hidupnya nanti tak akan mudah. Beban berat harus dipikulnya ketika Ia telah pindah berada satu kota dengan keluarga Erna.

Karena itu berarti ... Pernikahannya dengan Fakhri telah berada di depan mata.

Sebuah hal yang sebenarnya tak pernah Ia inginkan sama sekali.

"Aila!"

Ardan mengernyitkan dahinya melihat ekspresi terkejut Aila ketika dipanggilnya. Jadi sedari tadi Aila tak tahu jika Ardan telah berada di sampingnya.

Diam!

Aila menatap Ardan dengan raut muka sayu. Tak sepatah katapun meluncur dari bibirnya.

Perlahan raut muka Aila justru berubah memerah dengan mata yang telah dipenuhi kabut. Berkaca-kaca. Siap untuk menumpahkan tangisnya.

"Aila?"

"Kamu baik-baik saja kan, Ai?"

Ardan meraih pergelangan tangan Aila lembut. Menuntun gadis itu ke tempat yang sunyi.

"Berceritalah padaku, tak ada orang lain di sini,"

"Katakanlah Ai, ada apa?"

Ardan bertanya khawatir. Tak biasanya Aila berubah mellow seperti ini. Lantaran selama ini Aila adalah seorang gadis periang dengan senyuman yang tak pernah lekang menghiasai bibir mungilnya.

"Aku ... Aku ...."

Belum usai berbicara, Aila kembali menangis. Digigitnya sendiri bibir bagian bawahnya untuk menahan isakan yang mulai muncul.

Tak tahu harus memulai darimana untuk bercerita terus terang pada Ardan.

Ardan yang mengerti kondisi Aila, lantas tak ingin memaksa sahabat yang secara diam-diam dicintainya itu untuk bercerita.

Diraihnya tubuh Aila untuk direngkuhnya, membiarkan Aila menangis sepuasnya di dada bidang miliknya.

"Menangislah Ai, tumpahkan segala resahmu ...."

Ardan membelai lembut rambut panjang Aila. Sembari terus berusaha menenangkan Aila yang tengah menangis terisak.

"Aku harus bagaimana Ardan?"

"Aku bingung ...." ucap Aila di sela tangisnya. Masih berada dalam pelukan Ardan.

"Apa yang membuatmu resah Ai?"

"Katakan ... Mungkin saja Aku bisa membantumu ...."

Aila mengurai pelukannya dengan Ardan. Lalu menggeleng lemah dengan tangis yang mulai reda.

"Aku tidak tahu harus memulai dari mana ...." lirih Aila dengan kepala tertunduk.

"Langsung saja ke inti permasalahannya Aila," jawab Ardan. Penuh kesabaran.

"Tante Erna memintaku untuk menjadi istri kedua Mas Fakhri ... Dan karena itu pula Aku akan bekerja di perusahaan Mas Fakhri mulai besok,"

Ardan termangu. Ucapan Aila bagai petir yang menyambar di siang hari yang terik baginya.

"Bagaimana mungkin?" lirih Ardan. Seakan tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.

"Naira istri Mas Fakhri tak bisa memiliki anak karena kehilangan rahim setelah sebuah insiden kecelakaan yang dialaminya,"

"Jadi sebagai gantinya kamu menikah dengan Mas Fakhri untuk memberikannya anak? Begitu?" sela Ardan. Memotong ucapan Aila.

Aila hanya mengangguk lemah dengan kepala masih tertunduk. Menatap ujung sepatunya.

"Kenapa tidak menolak?"

"Kamu kan bisa menolak ... Aila ... Tolak, jika kamu tidak bersedia!"

Aila mendongakkan kepalanya. Menatap raut muka serius Ardan. Sebuah hal yang sangat jarang dilihatnya pada sosok sahabat karibnya itu.

"Aku tidak bisa Ardan ... Aku tidak bisa,"

"Seandainya saja Aku bisa, Aku pasti sudah melakukannya sejak awal,"

"Kamu ingatkan ... Dulu Aku pernah bercerita padamu semasa masih kuliah,"

"Aku bisa sampai pada detik ini, semua itu berkat kebaikan sahabat Ibuku dulu,"

"Dan orang itu adalah Tante Erna ...."

"Aku takkan sampai di posisi sekarang ini tanpa kebaikan Tante Erna dan keluarganya,"

"Jadi bagaimana mungkin Aku sanggup menolak ketika untuk pertama kalinya Tante Erna memohon padaku untuk membantunya,"

"Ini memang tidak mudah untukku ... Tapi inilah kesempatan bagiku untuk membalas budi baik mereka selama ini."

Air mata Aila kembali luruh. Namun ada sedikit perasaan lega di hatinya setelah mengeluarkan semua keluh kesahnya.

"Membalas budi dengan mengorbankan hidupmu, hah!"

"Pengorbanan macam apa ini Ai!"

"Ini tidak masuk akal Aila!"

"Biarkan Aku yang berbicara hal ini pada Tante Erna atau Mas Fakhri!"

Aila menggeleng keras. Melarang Ardan berbicara untuknya pada Erna atau pun Fakhri.

"Aku menerima nasibku Ardan,"

"Aku tak ingin menjadi kacang yang lupa akan kulitnya dan membalas semua kebaikan Tante Erna dengan sebuah penolakan yang nantinya akan menyakiti hatinya,"

"Aku tak ingin membuatnya menyesal karena telah membantuku selama ini."

Ardan meraup wajahnya kasar. Frustasi. Mendengar keputusan bulat Aila.

1
Hera sasuwe
👍🏻👍🏻
Nova Yuliati
😭😭😭😭😭😭
Nelli Susilawati
bahhh..lanjutannya mana thorr..gantung
Umy Daffa
saya kasih hadiah thor
Titah Novi
ceritanya gk seru,,,awalnya seru tentang poligami itu,,,eh terus diganti,,,bikin penasaran az,,,lg seru2nya malah diganti,,,
Irma Saja
masak ceritanya segitu aja.. gak seru..
seru pas diawal aja cerita dipologami, ini kan ganti cerita masak cuma dikit doank episodenya...
uda lama nggu akhirnya cm gini doank
Dina Purwasih
😲😲😲😲 end??????????????
Dina Purwasih
ah ada lanjutan ny tapi ak lupa alurnya cz udah lama banget mesti baca d bab awal
Lara Sartika: betul kk, udah lupa
awalnya bacanya enak, udak kelamaan ga up jadi gaenak deh🥴
total 1 replies
J. Marta
Sudah mendarat thor,,,,

Udh q boom like juga,

Jangan lupa mampir novelku yang lain

Love revenge, Obsesi

Tinggalin jejak juga 👍👍

Nuhun 🙏
Dina Purwasih
kapan lanjut lagi nya Thor
Berna Dheta
ini tamat ya koq lanjut
Tika Sartika
kpn up lg
Bunny🥨: Izin promo y thor^^

Yuk mampir juga diceritaku
"Terpaksa menikahi dokter dingin."
Siapa tau bisa menjadi novel favmu, yuk mampir!
Terimakasih❤
total 1 replies
Halimatus Sadiah
lnjut
Bunny🥨: Izin promo y thor^^

Yuk mampir juga diceritaku
"Terpaksa menikahi dokter dingin."
Siapa tau bisa menjadi novel favmu, yuk mampir!
Terimakasih❤
total 1 replies
Sasa Sun
aq mampir baca ka
mampir juga donk ke crt aku..

WHEN KAMA MEET SUTRA

aq tgg ya ka 🤗
Attin Nurhuda
author kemana gerangan dirimu
cegilnya_minyoongi
kapan up lg thorr??
ngk sabar nungguin kelanjutann kisah fahri dan aila
Dina Purwasih
kapan up lagi thor??
Nona Gladdys
"PERNIKAHAN LUAR BIASA" Recomend juga kak
Siti Mulyanah Ami Yusuf
lama juga up nya thor
Ira Sain
lanjut min
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!