NovelToon NovelToon
Sistem Mata Dewa Raja Fengshui

Sistem Mata Dewa Raja Fengshui

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Mengubah Takdir / Sistem
Popularitas:11.1k
Nilai: 5
Nama Author: Cherlly

Di mata teman-temannya yang sombong, Saka hanyalah "si beban" yang lamban, miskin, dan tak punya masa depan, sering kali menjadi bahan rongsokan ejekan dan perundungan. Namun, di balik senyum polos dan sikapnya yang kelihatannya bodoh itu, Saka menyembunyikan rahasia besar: dia adalah pewaris tunggal kemampuan mistis Raja Fengshui yang mampu melihat aliran Qi, pendar aura barang antik tak ternilai, hingga nasib malang-mujur seseorang hanya dalam sekali tatap. Sambil membiarkan musuh-musuhnya tertawa di atas ketidaktahuan mereka, Saka diam-diam meraup keberuntungan dari barang-barang pusaka yang dianggap remeh, menunggu momen paling tepat di sebuah pelelangan elit untuk membongkar kedoknya, menghancurkan harga diri mereka, dan memaksa dunia berlutut di hadapan sang Raja Fengshui yang sesungguhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cherlly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30

Sinar matahari pagi menyengat pelan melalui celah jendela kamar VVIP membangunkan Saka dari tidurnya. Tubuhnya terasa sangat kaku dan pegal seperti baru saja dipukuli oleh puluhan orang tanpa ampun.

Saka mengucek matanya dan langsung terbelalak kaget melihat pemandangan indah di depannya. Ibunya sedang duduk bersandar di bantal sambil memakan bubur ayam yang disediakan oleh pihak rumah sakit.

"Ibu sudah bisa makan sendiri." Tanya Saka dengan suara serak khas orang yang baru saja bangun tidur.

Ibunya menoleh dan tersenyum sangat cerah ke arah putranya yang masih terduduk di lantai. "Iya Nak, badan ibu tiba-tiba terasa sangat ringan dan lapar sekali pagi ini."

Ceklek.

Pintu kamar terbuka dan rombongan dokter spesialis masuk untuk melakukan pemeriksaan rutin pagi hari.

Dokter kepala yang memimpin rombongan itu menjatuhkan papan catatannya ke lantai saking kagetnya.

Brak.

"Nyonya, Anda sudah sadar dan bisa duduk tegak." Teriak dokter paruh baya itu dengan mata melotot seolah sedang melihat hantu.

Beberapa perawat di belakangnya langsung menutup mulut mereka dengan tangan menahan jeritan kaget. Mereka buru-buru memeriksa monitor detak jantung dan tekanan darah ibunda Saka yang secara ajaib semuanya menunjukkan angka normal.

"Ini tidak mungkin, secara medis kerusakan saraf Nyonya sangat parah dan butuh waktu bertahun-tahun untuk bisa pulih." Gumam dokter itu sambil memeriksa pupil mata ibu Saka menggunakan senter kecil yang menyilaukan.

"Mungkin ini yang namanya keajaiban Tuhan Dok." Jawab Saka santai sambil memaksakan senyum polos andalannya.

Dokter itu hanya bisa menggelengkan kepalanya masih tidak percaya dengan apa yang terjadi di depan matanya hari ini. "Kami harus melakukan rontgen ulang dan pemeriksaan MRI siang ini juga untuk memastikan semuanya benar-benar pulih tanpa efek samping."

Saka hanya mengangguk setuju membiarkan para dokter itu sibuk dengan rasa penasaran medis mereka sendiri. Yang paling penting baginya sekarang adalah nyawa ibunya sudah kembali dan bisa tersenyum bahagia lagi.

Setelah rombongan tim medis itu keluar Saka pamit sebentar kepada ibunya dengan alasan ingin mencari sarapan di luar.

"Ibu istirahat saja di sini ya, Saka mau cari makan dulu di sekitar rumah sakit biar badan kembali bugar." Pamit Saka sambil mencium punggung tangan ibunya dengan penuh kasih sayang.

Begitu keluar dari gerbang rumah sakit Saka langsung memeriksa status sistemnya yang terasa sangat kosong melompong.

[Stamina fisik inang mulai pulih kembali secara perlahan, namun kapasitas energi Qi saat ini berada di angka 0/1000.]

"Aku harus segera mengisi ulang energi Qi ini secepatnya sebagai persiapan kalau tiba-tiba ada keadaan darurat lagi." Batin Saka mengepalkan tangannya kuat-kuat.

Saka segera menghentikan sebuah taksi kosong yang lewat di pinggir jalan raya tersebut. "Ke Pasar Antik Kota Lama lagi Pak, tolong agak cepat ya." Perintah Saka kepada supir taksi yang langsung menginjak pedal gas.

Perjalanan pagi ini terasa cukup lancar hingga taksi yang ditumpangi Saka tiba di persimpangan jalan masuk menuju pasar antik. Namun taksi itu tiba-tiba mengerem mendadak karena jalanan di depan mereka macet total dan diblokir dengan sangat rapi.

"Wah ada apa ini di depan Mas, kok banyak preman pakai jas hitam blokir jalan raya begini." Tanya supir taksi itu sambil melongokkan kepalanya ke luar jendela karena penasaran.

Saka ikut menatap ke arah depan dan mengerutkan dahinya sedikit heran melihat kerumunan orang berjas rapi tersebut. Puluhan pria berbadan kekar membarikade setiap pintu masuk pasar dan memeriksa wajah setiap pemuda yang lewat di sana dengan sangat teliti.

Di tangan mereka terdapat selembar foto buram yang terus dicocokkan dengan wajah orang-orang yang melintas tanpa mempedulikan protes warga.

"Itu kan pasukan pengawal keluarga Adijaya dari semalam." Batin Saka langsung mengenali seragam jas hitam mewah milik mereka.

"Sepertinya kondisi tuan putri sombong itu sudah sangat parah sampai ayahnya mengerahkan pasukan besar-besaran seperti ini." Analisis Saka dengan senyum tipis yang penuh perhitungan dan rencana licik.

"Mas turun di sini saja ya, saya tidak berani lewat kalau jalannya diblokir orang-orang seram begitu." Ucap supir taksi itu dengan nada ketakutan yang sangat jelas.

Saka memberikan selembar uang lima puluh ribu lalu langsung turun dari taksi tanpa banyak membuang waktu. Dia merapikan kerah jaket denimnya dan berjalan santai menuju barikade pasukan berjas hitam tersebut tanpa rasa gentar sedikitpun.

Saka berniat masuk ke dalam pasar untuk berburu barang antik meskipun jalanan sedang diblokir secara sepihak oleh keluarga konglomerat itu. Baru saja dia melangkah mendekati gerbang utama pasar dua orang pria berjas langsung menyilangkan tangan mereka menghadang laju Saka.

"Berhenti di sana, pasar ini ditutup sementara untuk umum atas perintah mutlak dari Tuan Besar Adijaya." Bentak salah satu pria berjas itu dengan suara keras dan kasar.

Pria yang satunya lagi langsung mengangkat foto buram di tangannya dan membandingkannya dengan wajah Saka dari jarak dekat.

"Bukan dia, pemuda di foto ini kelihatannya seperti gembel miskin sedangkan anak ini pakai baju mahal bermerek." Ucap pria itu kepada temannya memberi kode aman.

"Silakan putar balik anak muda, cari tempat main lain hari ini sebelum kami bertindak kasar." Usir penjaga gerbang itu sambil mendorong bahu Saka sedikit keras menggunakan telapak tangannya.

Saka sama sekali tidak bergeser satu sentimeter pun dari tempatnya berpijak dan justru menatap tajam langsung ke mata pria berbadan kekar tersebut.

"Bagaimana kalau saya bilang saya kenal dengan orang gembel yang ada di foto buram kalian itu." Ucap Saka dengan nada suara yang sangat tenang namun seketika membekukan pergerakan kedua penjaga tersebut.

Kedua penjaga itu langsung saling berpandangan dengan wajah tegang dan buru-buru meraih alat komunikasi radio di telinga mereka. "Target berpotensi ditemukan, segera panggil Paman Surya ke gerbang utama pasar sekarang juga."

1
pricilia
sangat seru alur certanya
Angel
cerita nya tidak membosan kan😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!