maaf gys Mimin mau mengingatkan saja bagi kawan kawan semuanya kalo mau baca novel ini Mimin sarankan langsung ke chapter setelah info yang Mimin kasih soalnye chapter yang sebelumnya hanya pikiran Mimin saja jadi Mimin salurkan ke novel saat gambut🙏🏻🙏🏻
jadwal up
setiap hari
dan
jamnya tidak menentu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon anak jalanan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
tersiksa nya pangeran !!!
Saat tempat yang di minta oleh Ming hwa sudah siap ming hwa langsung menarik Pangeran dengan kasar dan juga sangat kuat dia menarik dan merobek pakaian yang digunakan oleh pangeran sehingga pangeran sedikit meringis sedikit karena saat ratu Ming hwa melakukan itu dia dengan kasar pada Pangeran.
Ming hwa"sayang apakah kamu sudah siap"tanyanya kepada pangeran
Pangeran hanya mengangguk kan kepala saat ratu Ming hwa bertanya seperti itu.
Setelah mendapatkan jawaban dengan anggukan kepala dari pangeran ratu Ming hwa berseru dengan keras dan langsung membuat pangeran sedikit takut.
Ming hwa"wahai perajurit ku apakah kalian siap menikmati tubuh Pangeran"tanyanya dengan keras dan di jawab oleh semua pasukannya dengan lantang dan keras"siap" pangeran pun langsung di tarik oleh 5 perajurit ke tempat yang sudah di persiapkan oleh mereka tadi lalu ke5 perajurit perempuan itu langsung menatap pangeran dengan buas
Sedang kan di pihak kerajaan ibu pangeran yang melihat putranya diperlakukan budah oleh mereka menjadi sedih dan lamgsung berteriak untuk m nyerang tetapi di hentikan oleh pangeran
Pangeran"ibunda saya mohon jangan ibunda saya tidak mau semua pasukan kerajaan mati dengan sia sia hanya karena seorang budah seperti pangeran jadi pangeran mohon jangan lakukan itu ibu"ucapnya dengan tulus
Saat pangeran sudah menyelesaikan ucapannya kepada sang ibu seorang perajurit langsung menggenjot pangeran dengan kuat hingga pangeran berteriak kesakitan yang membuat hati Lin ma menjadi sedih mendengar jeritan kesakitan dari pangeran setelah puas 5 pasukan tersebut langsung maju 5 pasukan lain tanpa memperhatikan keadaan Pangeran yang sudah lelah mereka langsung menggenjot pangeran lagi dan lagi pangeran berteriak dengan pilus dengan suara yang menyayat hati hati Lin ma tidak sanggup lagi menahan air matanya lagi melihat laki laki yang dia cintai di gilir dengan matanya sendiri.
Pangeran"yang mulia ratu Ming hwa apakah boleh saya beristirahat sebentar"ucapnya dengan suara kecil namun bisa di dengar oleh semua orang
Ming hwa"tidak bisa kamu baru melayani 150 orang masih banyak yang belum kamu layani"ucapnya dengan nada tinggi yang membuat hati ratu Hua ni sakura anaknya yang dia sayangi harus melayani semua pasukan tanpa henti demi warga kerajaan nya selamat dan tidak ada korban dari kerajaan ibunya
Pangeran"maaf kan saya ratu tapi saya tidak kuat lagi ratu tolong berikan waktu saya untuk istirahat sebentar"ucapnya memohon
Lalu jawaban dari ratu Ming hwa membuat pangeran harus tetap melayani semua pasukan kerajaan Ming.
Ming hwa"baik lah tetapi 1 menit kamu istirahat sama saja 1 orang dari kerajaan mu yang mati bagaimana"jawabnya yang di Jawab oleh pangeran dengan gelengan kepala
Pangeran yang tidak mendapatkan jatah untuk istirahat saat melayani semua pasukan kerajaan Ming yang membuat semua pasukan kerajaan ibu dari Pangeran marah dan juga sedih melihat pangeran mereka di perlakukan layaknya budak.
Lalu Pangeran melanjutkan untuk melayani pasukan kerajaan Ming saat melayani ada juga pasukan yang menyodorkan bagian bawa nya untuk di ji*at oleh pangeran dan untuk pangeran dengan beragam gaya yang Di lakukan oleh pasukan kerajaan Ming hanya bisa pasrah.
Saat hampir selesai melayani pasukan kerajaan Ming dalam jangka waktu hampir 2 hari lalu giliran ratu dan juga putri mereka melakukannya dengan kasara bahkan menggunakan cambuk kecil sehingga teriakan piluh dari pangeran menyayat hati semua pasukan dari ibu pangeran lebih dari 8 jam pangeran melayani ratu dan putri Ming hingga mereka puas.
Setelah puas menikmati tubuh Pangeran ratu Ming hwa menarik semua pasukannya dan meninggalkan tubuh pangeran yang penuh dengan cariran dari semua wanita dan juga bekas cambuk kecil dari ratu dan putri Ming.
Setelah pasukan kerajaan Ming pergi ibu dari pangeran menghampiri pangeran yang sudah tertidur dengan air mata yang mengalir dengan sangat banyak.
Ibu dan semua pasukan kerajaan Hua mereka melihat Pangeran yang seperti itu menitihkan air mata sungguh besar pengorbanan Pangeran untuk mencegah korban dari kerajaan ibunya sehingga dia harus melayani semua pasukan kerajaan Ming tanpa henti.
Setelah mereka pergi dari tempat yang menjadi saksi bisu dari pengorbanan Pangeran menujuh kerejaan Hua(kerajaan ibu Pangeran kita ganti dengan kerajaan Hua saja yah biar simpel) untuk pulang dan membersihkan tubuh pangeran dan juga istirahat sedangkan pangeran dia masih tertidur di dalam kereta kudah Lin ma dan tidur di atas pangkuan Lin ma.
Setelah tiba mereka di pintu gerbang kerajaan Hua kereta kuda yang di tempati oleh pangeran langsung menjadi perhatian dan banyak warga yang menangis karena mendengar pengorbanan seorang pangeran untuk rakyatnya.
Saat ada anak kecil menangis keras pangeran yang lagi istirahat pun terbangun mendengar tangisan anak kecil tersebut saat bangun dia merasa badannya serasa remuk lalu dia bangun dengan bantuan Lin ma dan dia meminta kain untuk menutupi bagian bawahnya lalu dia keluar kereta kuda dengan pelan karena dia masih merasa sakit pada badannya setelah keluar kereta kuda dia melihat anak kecil yang menangis lalu dia mendekatinya dan dia bertanya.
Pangeran"adik kecil kenapa kamu menangis"tanya pangeran dengan memaksakan senyuman di bibirnya walaupun dia merasakan sakit di sekujur tubuhnya dan dia menggendong anak kecil itu
Adik kecil"kak kenapa tubuh kak baunya amis dan juga kenapa ada tanda cambukan dan tansah merah di tubuh kak Pangeran"tanya adik kecil tersebut
Pangeran"tidak apa apa ini karena kak habis kerja demi kalian, jangan nangis lagi yah kalo adik kecil nangis nanti kerja kak sia sia dong untuk menjaga senyuman di wajah adik kecil jadi syum dong umtuk kak biar kak semangat"hibur pangeran dan parah warga yang mendengar itu hanya bisa menitihkan air mata bagaimana hal yang begitu mengerika terjadi kepada anak laki laki yang belum genap 10 tahun dan harus melayani semua pasukan kerajaan Ming
Adik kecil"baik lah aku akan senyum tapi kak harus cium aku dulu yah"ucapnya seraya meredahkan tangisannya
Pangeran"baik lah tapi kamu harus janji yah kamu gak boleh nangis lagi yah"ucapnya dengan senyum dan menyodorkan jari kelingking nya untuk melakukan janji kelingking dengan adik kecil dan adik kecil itu menerimanya dan pangeran menghapus air mata adik kecil dan mencium pipi anak kecil itu dan stelah itu dia pergi masuk ke dalam kereta kuda lagi dan berbaring lagi karena dia harus istirahat lagi supaya tenaganya pulih kembali dan dia langsung tertidur seperti anak kecil lalu Lin ma mengangkat kepalanya dan memindahkan ke pangkuannya.