Angga dijodohkan orang tuanya dengan Jesica tapi tepat pada hari pernikahan mereka Jesica mengetahui bahwa Vivi sahabatnya adalah kekasih Angga calon suaminya.
Apakah Jesica akan tetap menikah dengan Angga?? atau mengikhlaskan Vivi untuk menggantikannya?
yuk baca novelnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lidya20, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 6
Jesica sedang duduk berdua dengan mamanya, Ibu Farah.
"Ma, apa aku sungguh akan menikah dengan Angga?" tanya Jesica
"Iya, sayang. Kenapa? Apa kamu memang menyukai Angga?" tanya Mama Farah
"Hmmm" Jesica mengangguk dan memeluk mama Farah
"Kamu belum bertemu dengan Angga? Atau sudah membicarakan soal pernikahan kalian?" tanya Mama Farah
"Belum ma. Aku malu" jawab Jesica
"Loh kenapa?? Dia juga pasti menyukai mu. Buktinya dia menerima perjodohan kalian" ucap Mama Farah
"Mmmm mungkin aja ma" ucap Jesica malu
"Kenapa kamu malu gitu sih sayang. Apa selama ini kamu tidak pacaran karena Angga??" tebak Mama Farah
"Iya ma. Aku hanya menyukai Angga" membenarkan tebakan mama Farah
"Sebentar lagi pria yang kamu sukai akan menjadi milik kamu seutuhnya" ucap Mama Farah
"Makasih ya ma. Oh iya aku keluar dulu ya ma" ucap Jesica
"Mau kemana? Ketemu Angga?" tanya Mama Farah
"Ketemu Vivi ma." jawab Jesica
"Oooh. Hati-hati ya. Atau kamu butuh supir? Ma...."
"Nggak usah ma. Aku bawa mobil sendiri aja. Bye ma" potong Jesica
"Baiklah. Hati-hati ya" ucap Mama Farah
🤍❤🤍❤🤍❤🤍
Jesica sudah sampai di Toko tempat Vivi bekerja.
"Jesica...." ucap Vivi melihat kedatangan Jesica
"Hai....Vi ada yang ingin katakan padamu" ucap Jesica dengan semangat
"Apa??" tanya Vivi
"Aku dan Ang...."
"Mohon maaf saya mau beli yang ini."Potong pembeli
"Oh bentar ya pak.......terimakasih pak" ucap Vivi setelah pembeli membayar
"Yaaaah kamu sibuk ya. Padahal aku ingin sekali ngobrol dengan mu. Ada yang ingin Aku katakan Vi. Penting" ucap Jesica
"Maaf ya Jes" ucap Vivi
"Okay, tunggu ya...." ucap Jesica lalu keluar menelpon seseorang. Setelah beberapa menit kemudian Jesica kembali dengan membawa seseorang
"Vivi ayo, kita ngobrol di luar aja. Dia akan menggantikan mu" ucap Jesica
"Ha?? Jes.....kamu nggak usah seperti ini juga kali." ucap Vivi
"Hehehe. Ya ya ya. Mau ya" bujuk Jesica
"Iya-iya, tapi ngobrol nya di sini aja ya. Takutnya pemilik Toko datang" ucap Vivi
"It's Okay" ucap Jesica
Orang yang dibawa Jesica pun mengganti posisi Vivi. Sementara Vivi dan Jesica duduk tidak jauh dari kasir.
"Jesica sebenarnya apa sih yang ingin kamu katakan? Sepertinya sangat penting" tanya Vivi
"Hehehe yang ingin aku katakan ituuuuuu akuuuuu akan menikah dengan Angga" jawab Jesica lalu memeluk Vivi
Deg......Vivi seperti mendengar petir di siang bolong
"Aku senang bangat Vi. Senang senang senang senang bangat bangat...." ucap Jesica lalu menguraikan pelukannya
"Vi....Vivi kamu dengar aku ngomong kan??" ucap Jesica
"Hm?? Eh i..iya aku dengar kok" ucap Vivi yang menahan air matanya jatuh
"Kamu tahu nggak, pertama kali aku dengar Tante Sonya meminta aku jadi menantunya, aku kaget bangat sumpah. Aku pikir itu cuma bercanda dan ternyata kedua orang tua kami menjodohkan kami." ucap Jesica
"Mmm trus Angga....bagaimana?"Vivi memberanikan diri bertanya
"Coba kamu tebak dia nolak ata tidak??" ucap Jesica
"Yaaa mana aku tahu Jes" ucap Vivi
"Angga menerima perjodohan itu Vi. Aku senang bangat ternyata Angga menyukai ku sama seperti perasaanku selama ini padanya" ucap Jesica
"Maksud kamu?? Selama ini kamu suka sama Angga?" tanya Vivi memastikan
"Hmmm. Aku menyukainya. Aku sangat menyukainya. Yang tahu perasaanku hanya Alex. Teman Angga, teman ku juga. Kamu tahu kan, siapa aja teman Angga pasti teman ku juga dan begitu pun sebaliknya" jawab Jesica
"Ooooh selamat ya" ucap Vivi dan langsung memeluk Jesica untuk mengahapus air mata yang tidak bisa ditahannya.
"Iya Vi. Makasih ya, kamu selalu mendengarkan cerita ku" ucap Jesica
Kring....kring....kring....
Ponsel Jesica berdering.
"Vi, lihat. Sekarang Angga menelpon ku" ucap Jesica memperlihatkan nama Angga dengan emot hati di layar ponselnya.
"Hallo..." ucap Jesica
"Jes, kamu sibuk nggak?? Boleh kita ketemuan?" tanya Angga
"Oh nggak sibuk sih. Boleh-boleh" jawab Jesica
"Mmm kamu datang ke kantor aku aja ya, soalnya 30 menit lagi aku ada meeting. Jika ketemu di luar takutnya aku akan telat" ucap Angga
"Oh oke-oke. Aku on the way ke kantor kamu sekarang" ucap Jesica lalu memutuskan sambungan telepon
"Vi, aku pergi dulu ya. Sepertinya Angga mau membahas tentang pernikahan aku dan dia. Bye Vi..." ucap Jesica lalu buru-buru keluar
"Mmm anda bisa pergi sekarang" ucap Vivi kepada orang yang menggantikannya.
Orang itu pun pergi.
"Apa aku hubungi Angga?? Angga kamu keterlaluan. Apa karena Jesica di luar negeri kamu menjalin hubungan dengan ku?? Apa aku hanyaaaaa...... Okay aku telepon saja dia" ucap Vivi lalu menelpon Angga
Tut.....tut....tut....
"Hallo sayang, kebetulan kamu telepon ada yang ingin aku katakan padamu" ucap Angga
"Hmm. Aku sudah tahu apa yang ingin kamu katakan. Bukankah lebih baik kamu katakan langsung padaku?? Bukan melalui telepon seperti seorang pengecut?" ucap Vivi
"Sa...sayang, pengecut? Kok kamu ngomong gitu. Aku hanya ingin katakan kalau aku akan bilang ke Jesika tentang hubungan kita. Karena aku...ak..."
"Aku sudah tahu semuanya. Dan kamu jangan berani bilang padanya soal hubungan kita atau aku tidak akan pernah maafkan kamu" potong Vivi memutuskan sambungan telepon
Tit...tit...
"Ha...Sayang...sa...." kok dimatiin sih. Apa yang sudah Vivi ketahui?? Apa soal pernikahan aku dan Jesica?? Astgaaaaaa aku harus secepatnya menjelaskan padanya" ucap Angga
Angga dengan buru-buru mengirim pesan pada Jesica untuk membatalkan pertemuan mereka karena dia ada urusan mendadak. Angga pun langsung pergi ke Toko tempat Vivi bekerja.
Sementara Jesica yang sudah membaca pesan dari Angga kecewa.
"Hmmm padahal aku tidak sabar bertemu dengan mu. Hmm sudahlah dia kan memang sibuk. Apa aku harus membiasakan dari sekarang ya kalau dia tidak punya banyak waktu untuk istrinya. Aaaa istri?? Hahahha Jesica Jesica kamu sepertinya sudah tergila-gila dengan Angga" ucap Jesica
Angga sudah sampai di tempat Vivi dan langsung masuk ke dalam Toko.
"Angga......bukankah kamu mau bertemu Jesica?? Kamu ngapain di sini?" tanya Vivi
"Sayang aku mau ketemu kamu dan menjelaskan semuanya" jawab Angga mau menggenggam tangan Vivo tapi Vivi menghindar
"Jelaskan apa?? Bahwa kamu akan menikah dengan Jesica?? sementara kamu punya pacar?? Iya?? Angga kamu benar-benar jahat, kamu jahat bangat padaku. Hiks...hiks..." ucap Vivi sambil memukul dada bidang Angga
Angga pun membiarkan Vivi memukulnya setelah Vivi sudah tidak memukul lagi lalu Angga memeluknya.
"Sayang aku dijodohkan dengan Jesica. Aku sudah menolak tapi orang tuaku sudah bilang ke orang tua Jesica dan Jesica kalau aku setuju dengan perjodohan itu. Makanya aku mau bertemu dengan Jesica untuk mengatakan semuanya. Akan aku katakan aku menolak perjodohan itu karena aku pacaran dengan mu, dengan begitu Jesica akan membatalkan perjodohan itu. Karena kalau aku menolak, orang tua ku tidak akan mendengarkan ku" jelas Angga
Vivi menguraikan pelukannya.
"Jesica baru saja dari sini, Jesica ada dengan ku saat kamu menelponnya. Dan aku mau jangan katakan hubungan kita padanya. Aku tidak mau membuatnya kecewa" ucap Vivi
"Kenapa?? Kalau aku tidak mengatakan soal hubungan kita pasti perjodohan ini akan tetap berjalan. Ak...."
"Aku tidak mau Jesica kecewa. Dia menyukaimu dari dulu, dan sangat senang kalau kalian akan menikah. Aku tidak mau menyikitinya apalagi kalau tahu aku dan kamu pacaran." potong Vivi
"Trus?? Apa kamu tidak mengerti dengan perasaan ku?? Vi, aku mencintai mu, aku tidak mungkin menikahi wanita yang tidak aku cintai" ucap Angga
"Tapi Jesica mencintai mu." ucap Vivi
"Tapi aku mencintaimu. Vi, kamu kenapa seperti ini. Apa kamu tidak mencintai ku lagi??" ucap Angga
"Belajarlah mencintainya. Ya, aku sudah tidak mencintaimu lagi" ucap Vivi tidak menatap Angga
"Apa? Vi kamu bohong kan?? Kamu seperti ini karena tahu tentang perjodohan aku dari Jesica kan?? Vi, aku mohon jangan sakiti aku seperti ini. Aku mencintaimu" ucap Angga memegang bahu Vivi
"Mulai hari ini kita putus, aku tidak mencintaimu lagi. Pergilah aku sibuk" ucap Vivi hendak menghempaskan tangan Angga dari bahunya tapi dengan cepat Angga mencium bibir Vivi.
Vivi menolak, tapi dengan postur tubuh Angga yang tinggi lalu mengunci tubuh Vivi membuat Vivi tidak bisa lepas.
Vivi pun perlahan membalas ciuman Angga. Semakin dalam, Angga menggendong Vivi di ruang ganti karyawan dengan ciuman tidak terlepas dari bibir mereka. Terus bertaut sampai mereka melepaskannya karena hampir kehabisan nafas.
"Aku mencintai mu Vi. Aku sangat mencintai mu" ucap Angga lalu mencium Vivi kembali.
Ciuman mereka semakin panas, lalu Vivi menyudahi ciuman panas mereka.
"Kenapa??" tanya Angga sambil mengusap bibir Vivi
"Ini terakhir kali untuk kita. Anggap ciuman ini perpisahan. Kita tidak bisa bersama" ucap Vivi
"Vi, ka....."
Kring....kring....ponsel Angga berdering
"Ada apa?" tanya Angga
"Meeting akan segera di mulai pak, klien sudah datang tidak enak membuat mereka menunggu"
"Aku segera ke sana" ucap Angga lalu memutuskan sambungan telepon
"Kita bicara lagi nanti. Ingat aku akan ke rumah kamu setelah urusan ku selesai. Okay. CUP..." ucap Angga lalu mengecup bibir Vivi.
Vivi hanya bisa menangis karena masalah ini.
"Apa yang harus aku lakukan?? Aku mencintai mu Angga, tapi aku tidak bisa bersama mu. Tidak akan pernah bisa" ucap Vivi
❤🤍❤🤍❤🤍
Jangan lupa dukung aku dengan like, comment, beri hadiah dan Vote ya.
jangan lupa mampir di novelku yang lain berjudul:
Hamil di Luar Nikah
Rahasia Cinta (Lanjutan Hamil di Luar Nikah)
Aku bukan Pelacur
Rasain semua org pergi meninggalkanmu