NovelToon NovelToon
One Piece : Sistem In The Shinobi World

One Piece : Sistem In The Shinobi World

Status: sedang berlangsung
Genre:Anime / Sistem / Naruto
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: RabilMuhammadTahir

Seorang penggemar anime tiba-tiba terbangun di sebuah pulau terpencil di dunia Naruto. Saat kebingungan mencari jalan keluar, sebuah sistem misterius muncul.

One Piece System.

Dengan sistem ini, ia dapat memperoleh karakter-karakter dari dunia One Piece sebagai bawahannya. Namun, untuk mendapatkan mereka, ia harus membangun reputasi dan pengaruh.

Bajak laut, Angkatan Laut, hingga tokoh-tokoh besar One Piece—semuanya bisa menjadi bagian dari kekuatannya.

Di dunia Naruto yang penuh konflik, ia harus menentukan jalannya sendiri.

Membangun kekuatan dari balik bayangan, atau menjadi legenda yang dikenal seluruh dunia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RabilMuhammadTahir, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6: Tunduknya Tebing Barat

Pintu kayu tebal markas Dogo berdiri kokoh di depannya, tertutup rapat untuk menahan hembusan angin laut malam yang dingin.

Rian meletakkan telapak tangan kirinya secara perlahan pada permukaan pintu kayu yang basah, mengaktifkan persepsi Kenbunshoku Haki (Basic)-nya.

Dalam jangkauan radar indra kepalanya, sebelas percikan aura kehidupan terpeta jelas di dalam gua. Sebelas penyamun sedang berkumpul mengelilingi meja kayu panjang, meminum arak dan tertawa gelak. Di bagian paling dalam gua, aura Dogo terasa paling padat dan kental—menandakan fluktuasi chakra seorang mantan ninja, meskipun auranya tampak lambat dan tidak stabil akibat pengaruh alkohol.

"Sebelas orang di ruangan tertutup..." Rian menghitung cepat.

Menyerbu langsung ke dalam ruangan sempit berisi belasan pria bersenjata adalah tindakan bunuh diri bagi seseorang dengan Strength 8. Namun, lokasi gua ini memiliki satu kelemahan fatal: ventilasi udara yang terbatas.

Pandangan Rian tertuju pada dua obor minyak yang menyala di luar pintu, serta tumpukan jerami kering dan peti kayu pasokan yang menumpuk di sisi celah karang.

Rian bergerak cepat tanpa suara. Ia memadamkan satu obor dan menuangkan sisa minyak hitam kentalnya ke tumpukan jerami serta kayu basah di depan pintu kayu. Menggunakan obor kedua, ia membakar tumpukan tersebut.

Asap hitam tebal bercampur bau minyak terbakar yang menyengat langsung membumbung tinggi.

Rian menggunakan pisau berburunya untuk merusak selak pintu luar, menyumbat celah pintu dengan tumpukan jerami terbakar, lalu mendorong asap tebal itu masuk melalui celah-celah papan pintu yang longgar.

Hanya butuh waktu kurang dari dua menit sampai reaksi dari dalam gua meledak.

"Batuk! Ugh! Asap apa ini?!"

"Kebakaran! Pintu tersumbat!"

"Buka pintunya! Cepat!"

Suara kepanikan dan batuk hebat bergema dari balik pintu kayu. Para penyamun yang tadinya mabuk kini saling dorong berusaha meloloskan diri dari asap kental yang memenuhi ruangan gua tanpa ventilasi tersebut.

Brak!

Pintu kayu tebal itu ditendang dari dalam hingga engselnya terlepas.

Tiga orang penyamun pertama berlari keluar sambil terbatuk-batuk hebat, mata mereka memerah dan pernapasan mereka terganggu parah oleh asap minyak. Mereka sama sekali tidak menyadari Rian yang sudah berdiri bersiap di balik bayangan dinding karang sebelah kanan.

Rian memegang parang biasa di tangan kanannya. Saat penyamun pertama melintas dengan kondisi pandangan kabur, Rian mendaratkan pukulan telak gagang parang ke belakang lehernya.

Bugh!

Pria itu langsung pingsan tersungkur. Rian melangkah menyamping, memanfaatkan Kami-e untuk meliuk di antara dua penyamun lainnya yang panik, menghantamkan siku dan tendangan presisi ke titik vital dada mereka sampai keduanya tumbang ke tanah pasir.

Satu per satu penyamun yang keluar dari dalam gua diatasi oleh Rian di celah sempit entrance. Efek kejut, asap tebal, dan persepsi presisi dari Kenbunshoku Haki membuat Rian mampu menumbangkan delapan anak buah Dogo tanpa harus menguras banyak stamina.

"Siapa yang berani membuat kekacauan di tempatku?!"

Sebuah raungan keras bergema dari dalam gua, diikuti oleh gejolak chakra air yang cukup kuat.

Wush!

Semburan air bertekanan tinggi meluncur keluar dari celah pintu yang rusak, menghantam tumpukan kayu terbakar hingga padam seketika dan melontarkan serpihan karang ke udara.

Teknik Suiton: Mizurappa (Pancuran Air).

Dari balik uap air dan sisa asap, sesosok pria bertubuh besar dengan rambut acak-acakan keluar melangkah membanting pintu. Pria itu memegang sebilah pedang besar pemotong kayu di tangan kanannya. Matanya yang merah menatap liar ke sekeliling celah karang yang dipenuhi anak buahnya yang sudah tergeletak pingsan.

Dogo.

"Bocah tengik..." Dogo menggeram, matanya terkunci pada Rian yang berdiri tenang mengenakan mantel hitam bertudung. "Kau yang melakukan ini?!"

Dogo mengayunkan pedang besarnya, melangkah maju dengan pijakan kaki yang sedikit limbung akibat pengaruh arak.

Rian tidak menjawab. Tangan kirinya sengaja merogoh balik mantelnya dan memegang pelindung dahi Kirigakure yang tergores, membiarkan kilatan plat logamnya tertangkap oleh mata Dogo.

Mata Dogo membelalak seketika. Pengaruh alkohol di otaknya mendadak menguap digantikan oleh rasa ketakutan yang teramat sangat.

"P-Pelindung dahi itu... Pemburu Kiri (Oin-nin)?!" pekik Dogo dengan suara bergetar. "Mizukage masih mengirim orang untuk memburu ninja pelarian tingkat C sepertiku?!"

Ketakutan mental Dogo membuat pergerakannya makin tidak teratur.

"Mati kau!" Dogo berteriak histeris, menerjang maju dan mengayunkan pedang besarnya secara vertikal ke arah kepala Rian dengan seluruh tenaga yang tersisa.

Ayunannya cepat dan penuh daya hancur, sanggup membelah batu karang.

Namun, bagi Rian yang memprediksi arah tebasan menggunakan Kenbunshoku Haki, pergerakan Dogo terasa sangat linier.

Saat mata pedang besar itu meluncur turun, Rian mengaktifkan Kami-e. Tubuhnya meliuk halus ke arah kiri seperti helai daun yang tertiup angin, membiarkan mata pedang Dogo membelah angin hanya beberapa milimeter dari bahunya dan menghantam tanah karang dengan keras.

Brak!

Pedang besar Dogo tertancap di celah batu karang, menciptakan celah pertahanan yang sangat besar.

Rian tidak menyia-nyiakan momen tersebut. Ia melangkah maju menembus pertahanan dalam Dogo, menghantamkan jakun Dogo menggunakan ujung gagang pisau berburunya secara presisi.

Thak!

Dogo tersedak hebat, napasnya terhenti seketika. Sebelum mantan ninja Kiri itu sempat membalas, Rian memutar tubuhnya dan menendang bagian belakang lutut Dogo sekuat tenaga, memaksanya berlutut di atas pasir basah.

Rian menyisipkan bilah tajam Basic Hunting Knife-nya tepat di arteri leher kanan Dogo.

"Satu pergerakan chakra," ujar Rian dengan suara dingin tepat di samping telinga Dogo, "dan pendarahan ini tidak akan bisa dihentikan oleh ninjutsu medis mana pun."

Dogo membeku total. Keringat dingin mengucur deras dari dahinya, merasakan dinginnya bilah baja pisau berburu Rian yang menempel di kulit lehernya.

"A-Ampun..." bisik Dogo parau, mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi. "Jangan bunuh aku... Aku menyerah... Markas ini, uangku, semuanya milikmu!"

Denting suara sistem bergema sangat nyaring di dalam kepala Rian.

[MISSION COMPLETED: Langkah Pertama Sang Penguasa]

Tujuan Misi: Mengeliminasi atau menundukkan Kelompok Penyamun Laut Dogo (Berhasil).

Hadiah Diterima:

+300 System Point

+100 Public Reputation (Pulau Ren)

Unlocked: Character Recruitment Ticket (Common/Uncommon) (1)

[SISTEM NOTIFIKASI: Reputasi Publik Terbentuk]

Reputasi Publik Host di Pulau Ren kini mencapai 100. Peningkatan reputasi akan mulai memengaruhi sikap penduduk dan faksi lokal.

[SISTEM NOTIFIKASI: Penguasaan Wilayah]

Markas Tebing Barat Pulau Ren resmi berada di bawah kendali Host.

Rian menarik pisaunya beberapa sentimeter, namun tetap menjaga jarak aman. "Ikat dirimu dan seluruh anak buahmu di dalam gua. Jika ada satu orang yang mencoba melarikan diri sebelum besok pagi, aku tidak akan segan menyelesaikan pekerjaan ini."

"B-Baik! Siap, Ninja-sama!" jawab Dogo dengan tubuh gemetaran, langsung merangkak masuk ke dalam gua untuk menjalankan perintah Rian tanpa berani membantah.

Rian melangkah keluar dari celah gua, berjalan menuju tempat yang lebih terbuka di atas tebing karang untuk mengamati seluruh area.

Dari dalam peti penyimpanan pribadi Dogo di dalam gua yang sempat disapunya, Rian menemukan peti kayu berisi simpanan uang hasil perasan kelompok penyamun tersebut selama berbulan-bulan.

[Loot Diperoleh:]

Uang Tunai Tambahan: 25.000 Ryo.

Rian menarik napas dalam-dalam, merasakan hembusan angin laut malam yang dingin. Ia akhirnya memiliki markas awal, simpanan uang yang mencukupi, reputasi lokal pertama, dan yang paling penting: tiket perekrutan karakter One Piece pertamanya.

Ia memanggil antarmuka sistem di pandangannya.

━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━

SYSTEM STATUS

Nama: Rian Usia: 20 Level: 1

Strength: 8 Speed: 7 Vitality: 8 Stamina: 4 (Tercetus akibat penggunaan Kami-e dan Haki) Intelligence: 14

System Point: 300 SP (0 + 300) Reputation: 100 (Public - Pulau Ren)

Skills:

Rokushiki: Kami-e (Basic)

Navigation (Basic)

Kenbunshoku Haki (Basic)

Characters: -

Inventory:

Basic Hunting Knife (1)

Kapak Besi Kecil (1)

Kompas Kuningan (1)

Tali Tambang Rami (Sisa 3 meter)

Pelindung Dahi Kirigakure Tergores (1)

Jurnal Pelayaran Kuno (1)

Kantong Air Kulit (2 Liter)

Roti Gandum Kering (2)

Uang Tunai: 36.200 Ryo (10.700 + 25.000)

Perahu Layar Kayu Kecil (1 - Terikat di Dermaga Timur)

Plat Nomor Tambat Dermaga #14 (1)

Character Recruitment Ticket (Common/Uncommon) (1)

Achievement:

First Survival

World Discovery

Tactical Advantage

Civilized Footprint

Organization: - Territory: Markas Tebing Barat (Pulau Ren)

━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━

Rian menatap item Character Recruitment Ticket yang mengapung di kolom Inventory-nya.

"Sistem," bisik Rian dalam hati. "Gunakan Character Recruitment Ticket (Common/Uncommon)."

Layar transparan biru bergetar hebat, memancarkan cahaya keemasan redup yang mulai membiaskan garis-garis siluet karakter di depan matanya.

1
SR07
kebetulan sekali ygy🗿
SR07
anak buah dogo🗿,itu udh jadi bawahan lu, panggilan yang cocok harusnya anggota fraksi atau apapun itu asal cocok🗿
SR07
masih heran kenapa MC nya malah summon karakter di kapal dah, kan seharusnya itu rahasia yang tidak boleh diketahui 🗿
SR07
langsung Balik modal😅
SR07
iya lah jir, lu dipantai brok bukan kamar, pertanyaan macam apa itu, kalau lu bangun di kamar yang beda baru pertanyaan gitu🗿
Tahir Muhammad
upp terus
Rem Suzuki
upp terus thor
Sub Zero
lanjut bagus banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!