Ilham Maulana merupakan mahasiswa ekonomi yang tinggal disebuah rumah susun. Ia tumbuh sebagai anak indigo, karena kebutuhan ekonomi yang menghimpitnya, ia pun menggunakan kelebihannya itu untuk bekerja sebagai pengusir hantu.
Cerita Ilham semakin seru ketika Ilham bertemu dengan sesosok hantu cantik yang gentayangan. Pertemuan Ilham dan si hantu cantik membuat babak baru dalam kehidupan keduanya. Si hantu cantik bekerjasama dengan Ilham sembari berusaha mencari akal supaya arwahnya berhenti gentayangan.
Hingga lama-kelamaan keduanya saling jatuh cinta. Bagaimanakah kelanjutan kisah cinta pasangan beda dimensi ini, akankah berakhir bahagia ataukah malah sebaliknya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hantu Genit
👻
👻
👻
👻
👻
Ilham mendorong tubuh Bunga...
Tuuunnngggg...
Ilham memukul kepala Bunga sehingga Bunga meringis kesakitan.
"Woi, ngapain kamu cium-cium aku. ganjen banget jadi hantu," seru Ilham.
"Diam deh, aku mau memastikan sesuatu."
"Dasar bocah tengik, bahkan kamu berbicara tidak sopan kepadaku," ketus Ilham.
"Hei, aku itu meninggal lima tahun lalu berarti umur aku justru lebih tua daripada kamu," kerus Bunga.
Ilham tidak mau menanggapi hantu itu, dia kemudian menyalakan motor vesvanya dan langsung melajukannya meninggalkan Bunga. Ilham kembali terkejut saat sebuah tangan melingkar diperutnya, ternyata Bunga sudah nemplok dibelakang Ilham dengan senyuman manisnya.
"Allohuakbar, nih hantu ngapain pakai ikutin aku terus?" kesal Ilham dengan terus melajukan motornya.
Bunga tidak menanggapi ocehan Ilham, dia teus saja memeluk Ilham. Sesampainya di kampus, Ilham langsung masuk menuju kelasnya sedangkan Bunga terus saja mengikuti kemana pun Ilham pergi.
Selama mengikuti mata pelajaran, Ilham mengikutinya dengan serius sedangkan Bunga yang duduk di samping Ilham tampak serius memperhatikan wajah tampan Ilham dengan menopang wajahnya dengan kedua tangannya.
Ilham yang menyadari itu langsung menoleh dan melotot ke arah Bunga.
"Pergi sana jangan gangguin aku terus," seru Ilham yang tidak sadar dengan suaranya keras.
Ilham melihat kesekelilingnya dan benar saja semua teman-temannya sudah menatap Ilham dengan tatapan aneh.
"Ilham Maulana, ada apa denganmu? siapa yang suruh kamu pergi? kamu menyuruh saya pergi?" seru Dosen killer yang bernama Didin itu.
"Ah, bu--bukan Pak tadi ada lalat yang gangguin makannya aku reflek menyuruh lalat itu pergi," sahut Ilham absurd.
"Dasar, jangan berisik lagi lanjutkan pelajarannya."
"Iya Pak maaf."
Ilham menatap tajam ke arah Bunga, sementara itu Bunga hanya tersenyum manis kepada Ilham.
Akhirnya mata pelajaran kuliah pun sudah selesai, karena Ilham merasa lapar, Ilham pun memutuskan untuk duduk dulu di taman sembari makan bekal buatannya.
Bunga tampak menelan air liurnya sendiri saat melihat Ilham membuka kotak bekalnya yang bersisi martabak telor buatan Ilham sendiri. Tangan Bunga terulur hendak mengambil potongan martabak telor itu.
Plaaakkk...
Ilham memukul tangan Bunga dengan gemasnya...
"Am, minta dong sepertinya itu sangat enak," rengek Bunga.
"Enak saja, beli sana."
"Mana bisa hantu beli martabak, dasar pelit."
Bunga mengerucutkan bibirnya, sementara itu Ilham terlihat makan dengan lahapnya membuat Bunga semakin menelan air liurnya sendiri.
***
Sementara itu di kantin kampus, Joko sedang asyik melihat rekaman video tentang kejadian tadi malam. Tiba-tiba mata Joko terbelalak saat melihat Ilham yang tertangkap kamera sedang berkelahi tapi disana Jok hanya melihat Ilham berkelahi seorang diri.
"Wil, sini..." panggil Joko.
"Ada apaan sih?"
"Coba kamu lihat, si Ilham lagi berkelahi dan aku yakin kalau dia lagi berkelahi sama hantu, aku yakin selama ini dia bisa melihat hantu tapi dia menyembunyikannya," seru Joko.
"Wah si Ilham benar-benar ya tuh anak, punya kelebihan malah menyembunyikannya. Ayo kita cari si Ilham, kita ajak dia untuk bergabung dengan kita," ajak Kiwil.
Joko dan Kiwil mencari-cari keberadaan Ilham, hingga akhirnya mereka menemukan Ilham sedang duduk di taman.
"Hai Ilham," sapa Joko dan Kiwil.
"Aduh, dua ulet bulu datang," batin Ilham.
Ilham dengan cepat beranjak dari duduknya tapi Kiwil langsung menahan pundak Ilham sehingga Ilham kembali terduduk.
"Apaan sih kalian, ga ada kerjaan ya gangguin mulu," kesal Ilham.
"Calm down Am, jangan marah dong kita kan cuma mau ngajak kamu ikut gabung dengan tim ghost buster kita," seru Kiwil.
"Ogah, aku males ikut-ikutan kaya gitu."
"Ayolah Am, kita tahu kamu bisa lihat hantu kan?" tanya Joko.
"Siapa bilang?"
"Ini buktinya tadi malam, kamu kaya sedang berkelahi pasti kamu sedang berkelahi sama hantu kan?" seru Kiwil.
"Sotoy kalian, tadi malam aku lagi latihan beladiri, aku memang biasa latihan di tempat sepi," dusta Ilham.
"Serius cuma latihan?" goda Joko.
"Iyaaaa..." teriak Ilham didepan wajah Joko.
"Busyet dah, muncrat banget."
Ilham pun langsung pergi disusul oleh Bunga yang terus saja ngintilin Ilham. Ilham sudah tidak peduli dengan Bunga yang langsung nemplok diatas motornya.
Sesampainya di rumah, Wahid yang sedang nonton tv menoleh kearah pintu.
"Mana pesenan sosis aku."
Ilham melempar kantong kresek yang dia bawa dan tepat mendarat diwajah Wahid.
"Wah parah, kamu ikhlas ga beliin aku sosis."
"Iye..."
Bulu kuduk Wahid tiba-tiba berdiri saat Bunga duduk disamping Wahid.
"Am, kamu bawa hantu ya kesini?"
"Kok tahu?"
"Bulu kuduk aku berdiri."
"Ya iyalah berdiri, noh hantunya ada disamping kamu."
"Astagfirullahaladzim...pait...pait..pait, sana jangan deketin aku," seru Wahid dengan mengibas-ngibaskan tangannya.
"Memangnya kamu bisa lihat hantu?" tanya Ilham.
"Enggak, kan kamu bilang hantunya ada disamping aku lagi pula bulu kuduk aku suka berdiri kalau ada hantu didekat aku."
Ilham mengambil handuk dan melangkahkan kakinya menuju kamar mandi, Bunga dengan cepat mengikuti Ilham dari belakang. Ilham menghentikan langkahnya sehingga Bunga pun menabrak punggung Ilham yang kokoh itu.
Ilham membalikkan tubuhnya dan dengan gemasnya mendorong wajah Bunga dengan telapak tangannya yang besar sehingga wajah Bunga yang mungil tertutup semua.
"Mau kemana kamu?"
"Mau ikut masuk," sahut Bunga dengan polosnya.
"Astaga, kamu itu polos apa kelewatan polos sih? pantesan saja umur kamu ga panjang soalnya kalau kamu masih hidup, sudah pasti hidup kamu hancur."
Bunga mengerucutkan bibirnya...
"Kamu tahu aku itu mau mandi, mata kamu bisa bintitan memangnya kamu sudah siap kalau lihat aku telanjang bulat?"
Wajah Bunga seketika memerah dan menundukkan kepalanya.
"Sudah pergi sana."
Akhirnya Bunga membalikkan tubuhnya dan pergi keluar.
"Dasar hantu genit..."
"Am, sumpah aku ngeri tahu lihat kamu bicara sendiri kaya gitu, kaya orang gila."
Ilham tidak memperdulikan ocehan Wahid, dia melanjutkan langkahnya masuk ke dalam kamar mandi karena dia sudah benar-benar gerah.
Waktu pun berjalan dengan sangat cepat, malam pun tiba. Ilham saat ini sedang memasak makan malam untuk dirinya dan Wahid.
"Hid, memangnya kamu ga ada niatan untuk cari kerja?" tanya Ilham disela-sela kegiatan masaknya.
"Mau sih, tapi aku bingung mau cari dimana? kamu cariinlah, aku mau kok kerja apapun."
"Hmmm...ok lah nanti aku tanya-tanya."
Brrruuuukkkk...
Bunga berlari menembus pintu sampai terjungkal jatuh menabrak kursi, membuat Ilham dan Wahid terkejut bersamaan.
"Suara apaan tuh Am?" tanya Wahid.
"Suara hantu nyuksruk," sahut Ilham dengan tawanya.
"Hah..kok bisa?"
"Bisalah."
Bunga mendekati Ilham dengan langkah yang terpincang-pincang sembari memegang pinggangnya
"Astaga pinggang aku bisa encok ini," keluh Bunga.
"Lagian ngapain kamu lari-lari kaya gitu, mana mulut kamu blepotan kaya gitu?" seru Ilham.
"Barusan aku lapar banget, terus aku nemuin tukang sate di jalanan dan aku nyuri beberapa satenya habis itu aku lari karena takut ketahuan, kalau ketahuan aku kan bisa bonyok di hajar masa," sahut Bunga dengan polosnya.
Pletttaaaakkkk...
Dengan gemasnya Ilham memukul kepala Bunga dengan spatula.
"Kamu itu hantu Markonah, mana ada yang lihat kamu kecuali tukang satenya indigo juga kaya aku. Ah, ternyata lemot juga otak kamu."
Bunga mulai berpikir keras, membuat Ilham tampak tersenyum karena merasa gemas melihat tingkah hantu cantik itu.
"Iya juga sih, ngapain tadi aku capek-capek lari toh si tukang satenya ga lihat aku juga," gumam Bunga.
"Baru sadar? dasar Markonah...Markonah."
Bunga kembali menekuk wajahnya, sedangkan Ilham diam-diam mengulum senyumnya.
👻
👻
👻
👻
👻
Jangan lupa
like
gift
vote n
komen
TERIMA KASIH
LOVE YOU