NovelToon NovelToon
Cinta Diam-diam

Cinta Diam-diam

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Cintamanis / Badboy / Romansa-Teen school / Cintapertama / Percintaan Konglomerat / Diam-Diam Cinta / Cinta Murni / Tamat
Popularitas:145.1k
Nilai: 5
Nama Author: Za L Lucifer

Ini adalah Kisah seorang Tuan Muda Kaya yang sombong dan arogan dengan seorang gadis yang terlihat biasa yang merupakan Ketua Kelas dikelasnya.

Ini adalah kisah cinta diam-diam antara dua orang, yang selalu berada di kelas yang sama sejak kelas satu.

Salah satunya adalah pemuda kaya yang suka bolos sekolah, dengan nilai buruk, tukang bully, sosok Sang Tiran Sekolah yang tidak tersentuh, yang ditakuti sekaligus dikagumi semua orang karena ketampanannya.

Satunya lagi, adalah seorang gadis penyendiri yang rajin, kesayangan para guru dan suka belajar. Seorang gadis patuh yang biasa ditunjuk sebagai perwakilan kelas, namun sebenarnya nilai dia biasa-biasa saja. Dia sebenarnya cukup populer namun terkesan dingin dan tidak tersentuh karena sikapnya yang seakan menjaga jarak dengan orang lain.

Tiga tahun berlalu, namun tidak ada perkembangan dalam hubungan mereka.

Kelas Tiga adalah saat-saat yang penting untuk memikirkan Belajar untuk Ujian Kelulusan....

Disaat-saat penting ini, hubungan mereka semakin dekat....

Namun ketika sebuah janji untuk bersama selamanya dibuat..

Keduanya harus dipisahkan dengan kejam oleh Konflik Keluarga mereka yang rumit...

Season 2 Di Mulai!!

Tujuh Tahun Berlalu...

Kini mereka kembali dipertemukan dengan sosok mereka yang berbeda dari yang dulu.

CEO Tampan, Pintar, Lembut dan Baik Hati x CEO Cantik, Dingin, dan tidak pernah tersenyum!!

Diiringi dengan berbagai konflik Keluarga, tentang Perjodohan, dan Perebutan Perusahaan.

Apakah cinta mereka bersatu lagi atau hati mereka berpaling?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Za L Lucifer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 6: Sebuah Tekat

Malam ini, cuaca cukup cerah, dengan bulan yang kebetulan tengah menunjukkan bentuk penuhnya, membuat malam ini terlihat terang.

Di suatu dermaga tertentu, disana ada sebuah Kapal Mewah, didalamnya sepertinya terdapat sebuah pesta yang megah.

Namun, mengesampingkan kapal pesiar mewah tersebut, di pinggiran pantai tampak sosok seorang gadis dan pemuda tertentu.

Gadis bergaun hitam itu menyusuri pantai dengan kaki telanjang, seolah begitu bebas menikmati berjalan dipantai dan merasakan dinginnya air laut.

"Kupikir kamu marah," tanya gadis itu.

"Aku memang marah padamu," kata pemuda itu dengan santai, sambil mengikuti gadis itu terus berjalan.

"Reno, kanapa kamu begitu lucu, hmm?" Tanya gadis itu heran, lalu mulai duduk ditepi pantai, tanpa memperdulikan gaun yang dia pakai jadi berantakan.

"Kamu tahu, aku tidak bisa marah padamu, kupikir malah kamu yang akan marah padaku," kata Reno, lalu mengikuti gadis itu duduk.

"Aku tahu itu semua salahku, kenapa semua jadi seperti itu bukan? Aku tahu itu bukan sesuatu yang kamu maksudkan,"

"Hmm."

"Langit begitu indah malam ini, rasanya sangat nyaman menikmati pantai di malam yang begitu indah ini, menyusuri indahnya pantai dengan bebas."

"Kamu bosan didalam?"

"Ya, disana begitu ramai yang bising, dengan semua peraturan yang ada, kamu harus seperti ini, memakai baju model ini, minum dengan cara ini, menyapa orang dengan cara ini dan itu, seperti kegiatan bisnis kelas atas bukan? Seperti acara-acara formal lainnya, dimasa depan yang mungkin akan lebih sering aku hadiri."

"Kamu tidak suka?"

Namun gadis itu tidak menjawab, namun hanya menatap kearah gelapnya langit.

Lalu mulai berkata,

"Ah, aku pikir hidup bisa begitu bebas jika aku bisa seperti Merry atau Nana yang bebas melakukan apa yang mereka suka, bisa jatuh cinta pada siapapun yang mereka inginkan. Sedangkan aku, harus melakukan ini dan itu, hidup dengan penuh peraturan, bahkan aku tidak di izinkan untuk jatuh cinta, pernikahan ku bahkan akan diatur nantinya."

"Kamu akan dijodohkan?" Tanya Reno, ada sedikit amarah dalam nada suaranya.

"Begitulah, keluarga ku begitu ketat,"

Wajah gadis itu begitu murung saat mengatakan itu.

"Dengan siapa?"

"Siapa yang tahu?" Katanya lagi sambil memandang kearah langit.

"Serra Lee...."

Gadis itu mengalihkan pandangannya pada Reno setelah mendengar namanya dipanggil.

Sebelum sempat gadis itu bereaksi, bibir gadis itu sudah ditutup oleh bibir pemuda yang ada dihadapannya.

Itu adalah ciuman yang singkat, setelah melepaskan ciuman singkat nya, tatapan mereka saling bertemu.

Seolah semua kata yang tidak terucapkan terpancar dari tatapan masing-masing.

"Kamu begitu berani Reno," kata gadis itu, namun sebelum sempat Reno bisa bicara, bibirnya sekali lagi, bertemu dengan bibir gadis itu.

Itu adalah ciuman yang awalnya lembut, namun berlanjut dengan lebih provokatif. Gadis itu menarik kepala Reno lebih dekat kearahnya, membiarkan kedua tangannya ada dileher belakang Reno, menahan jarak antara mereka, dan mulai memainkan lidahnya dibibir Reno.

Reno mengikuti arah permainan gadis itu, dan mulai hanyut dalam ciuman panas itu. Seolah sebuah ciuman yang tidak akan berakhir, ciuman saling merindukan begitu banyak, ciuman yang sudah lama di inginkan namun ditahan begitu banyak.

Setelah melakukannya beberapa kali, ahirnya gadis itu mulai melepaskan pelukannya.

Tiba-tiba muka Reno memerah memikirkan kembali tindakan barusan.

Sungguh, gadis dihadapannya itu begitu berani, awalnya dirinya hanya mencium gadis itu karena tindakan sepontan yang terburu-buru setelah mendengar gadis itu akan di jodohkan dengan pria lain, namun gadis itu malah mulai melanjutkan ciuman itu begitu dalam.

"Reno, kalau kamu begitu berani jangan tanggung-tanggung, jangan setengah-setengah! Kamu tahu? Aku sudah menyerahkan diriku, bagaimana kalau kita mulai memesan kamar disebuah hotel atau pergi ke Apartemenmu?" Bisik gadis itu ditelinga Reno, membuat Reno tidak bisa berkata-kata, jantung nya hampir mau copot dan mukanya menjadi lebih merah dari sebelumnya.

"Ah~ Reno, kamu begitu manis~ Aku hanya bercanda," kata gadis itu lalu diam-diam tertawa kecil.

"Serra, kamu begitu jahat," kata Reno dengan muka cemberut.

"Kamu tahu, Reno? Sebenarnya aku sangat cemburu melihat kamu dengan gadis lain, memeluk mereka seperti itu, aku marah dan kesal kamu tahu? Namun aku tidak dalam posisi bisa mengatakan aku marah dan cemburu dengan bebas,"

"Kamu bisa marah?"

"Kamu tahu, Keluarga kita tidak dalam hubungan yang baik,"

"Ya, aku paham dengan jelas masalah ini,"

"Ini tidak seperti mereka benar-benar bermusuhan tapi....."

"Ya, itu masalah persaingan bisnis bukan?"

"Dunia orang dewasa begitu rumit, terkadang aku tidak ingin tahu tentang masalah mereka, ingin tetap bersekolah dan menjadi siswa yang masih bisa bebas bermain,"

"Tapi sebentar lagi kita akan, Lulus,"

"Ya, kita harus menghadapi dunia dan masalah orang dewasa. Sampai tahun lalu kupikir kamu masih suka bermain-main dengan bebas?"

"Suatu saat aku sadar, didunia ini ada yang perlu untuk dilindungi dan sesuatu yang harus diusahakan untuk dimiliki. Kamu berusaha begitu keras? Apakah ini untuk mendapatkan kebebasan yang kamu inginkan?"

"Benar, untuk mendapatkan pengakuan Keluarga ku, jadi setidaknya aku bisa menikah dengan seseorang yang aku suka,"

"Keinginan mu benar-benar begitu sederhana,"

"Ini tidak seperti itu, kamu tahu? Aku bukanlah seseorang yang hebat atau berbakat, selama aku hidup aku bisa melihat seberapa biasanya aku, seberapa rata-ratanya aku seperti kebanyakan orang diluar sana,"

"Tapi kami begitu spesial dimataku,"

"Kamu sekarang sudah pintar merayu bukan, Reno?"

"Aku juga akan berusaha mengejar apa yang ingin aku miliki. Seperti kamu, setidaknya aku ingin bisa menikah dengan seseorang yang aku suka."

"Jalan masih begitu panjang, Ujian Masuk Universitas masih jauh."

"Itu benar, masih begitu jauh dan panjang untuk dipikirkan sekarang. Jadi mari kita kembali ke kapal? Bukankah ini begitu dingin? Atau kamu ingin pulang?"

Gadis itu mulai berdiri lalu sekali lagi berbisik di telinga Reno.

"Ke hotel....." katanya ringan lalu berjalan menjauh kembali menuju kapal, mencari sepatunya di antara pasir pantai, sambil sedikit menahan senyumanya.

Ah~ Reno begitu manis untuk di goda,

Ya benar, muka Reno sudah merah seperti kepiting rebus sekarang.

"Serra!!" Panggil Reno sedikit marah mendengar candaan itu.

...####...

Lagi-lagi hari cepat berlalu, dan pekan Ujian dimulai.

Sebenarnya siswa-siswi terutama murid kelas 3 A1 ingin segera bergosip begitu hari Senin datang, gosip seputar kejadian hari Jumat lalu. Namun pada akhir nya mereka menahan diri karena ada Tryout untuk tiga hari ini.

Dan sekali lagi dari pada membicarakan gosip, karena ujian benar-benar didepan mata, mereka barulah sibuk membuka buku materi pelajaran.

Beberapa siswa sempat menghela nafas panjang, karena belum sempat belajar diakhir pekan, baru semalam mulai belajar dan pagi ini merasa belum cukup.

Namun siap tidak siap, ujian sudah mau dimulai, jadi mau tidak mau mereka harus mulai mengerjakan soal Ujian.

Setelah bergelut panjang dengan Ujian selama seharian ini, siswa siswi mulai keluar dari ruangan ujian, ada yang keluar dengan muka berseri-seri, ada juga yang keluar dengan muka setengah mati.

"Mati aku! Mati!! Sial aku tidak tahu soal macam apa yang keluar barusan!" Kata salah seorang siswa yang mengeluh pada temannya.

"Sudahlah, Sobat jangan terlalu dipikirkan, sia-sia kamu memikirkan Ujian yang telah berlalu, seberapa ingin nya kamu agar bisa mengulang ujian ini, percuma, sudah lewat, lagipula walaupun kamu mengulang, kamu tetap akan tidak mengerti itu soal macam apa," kata salah seorang siswa lainnya.

"Owh benar juga, yang berlalu biarlah. Hai apa maksud mu aku tetap tidak mengerti itu soal macam apa?" Kata siswa itu kesal ada temannya.

"Kenapa tidak membahas yang lain selain Ujian? Tidakkah gosip dipesta pekan lalu terlihat lebih asik?"

"Owh, benar juga. Bukankah yang berdansa dengan, Tiran Sekolah itu si Murid pindahan? Itu jelas, saat pesta kemarin topeng dia sempat di rampas oleh Merry, kemudian keduanya bertengkar,"

"Dan, Wusss, semuanya menjadi kacau balau karena ulah mereka,"

"Tapi kamu lihat gaun yang anak pindahan itu pakai? Itu Gaun mewah, mana mungkin gadis miskin itu bisa membelinya!! Ini jelas dibelikan Khusus oleh Reno bukan?"

"Apakah ini merupakan konfirmasi hubungan mereka? Astaga, ini benar-benar konfirmasi kalau mereka berkencan bukan?"

"Benar, apa lagi lihat bagaimana Reno berdansa dan memeluk gadis itu kemarin, aku bahkan sangat iri dengan gadis itu, Ah~"

"Dan kemarin, mereka sempat menghilang saat, Pesta. Siapa yang tahu apa yang mereka lakukan?"

"Ah benar? Apakah kamu tidak lihat, ada bekas lipstik di bibir Reno setelah dia kembali?"

"Ah, mereka pasti berciuman, sungguh terlalu,"

Ketika mereka sedang bergosip, ada seorang gadis tertentu yang ikut nimbrung karena rasa ingin tahu, dan rasa kesal, dia adalah Merry.

"Ciuman apa? Siapa yang berciuman?"

"Ah, kamu kemarin pulang duluan bukan? Kamu mungkin tidak tahu, tapi Reno kemarin sempat menghilang dengan Nana setelah Pesta, dan yang kembali hanya Reno. Dan apa kamu tahu? Baju dia terlihat berantakan! Belum lagi di bibirnya bengkak dan ada bekas lipstik!! Serius, itu benar-benar habis berciuman dengan Nana!" Kata siswa itu terlihat percaya diri dengan kesimpulannya.

"Eh tidak mungkin!!! Bagaimana bisa??" Kata Merry heran, jelas dirinya dan Nana bertengkar di kamar mandi kemarin, jambak-jambakan rambut sampai rambut mereka berantakan, dan Merry jelas melihat Nama yang malu itu pergi dari sana setelah itu, dan dirinya sendiri juga pergi pulang karena dandanan dirinya sudah hancur tidak punya muka lagi untuk masuk ke pesta.

Kapan mereka berciuman???

Kapan????

Kapan???

Merry tidak bisa berhenti bertanya-tanya, apa mungkin di sela Merry tidak melihatnya?

Akhhhhh......

...####...

Gosip yang begitu liar di sekolah, sampai pada seseorang yang tidak tepat.

Saat ini di ruangan kantor tertentu, terlihat seorang wanita berumur sekitar 30an lebih, tengah memegang beberapa foto tentang seorang pemuda bergandengan tangan dengan gadis tertentu, dan dokumen seputar foto itu.

Dihadapannya ada seorang pemuda tertentu tengah berdiri dihadapannya, dia lalu dilempar dengan beberapa foto yang ada dihadapan wanita itu tadi.

"Apa-apa ini, Reno? Kamu berkencan dengan Siswi pindahan ini? Kamu jelaskan apa ini benar? Bukankan, Mama sudah bilang? Kamu jangan dekat-dekat dengan sembarang orang, apalagi orang biasa seperti dia? Coba lihat, bukankah Merry adalah gadis yang baik? Apa yang kurang dari Merry Hah?? Dan kamu memilih berkencan dengan gadis miskin itu, Hah???"

Reno sungguh tidak mengerti tentang omong kosong apa yang dibicarakan oleh wanita yang ada didepannya ini.

"Mama, aku sudah berulangkali bilang, jangan jodoh-jodohkan aku dengan Merry atau siapapun, aku ingin memilih calon istri ku sendiri," kata Reno dengan tenang.

"Aku tahu, laki-laki biasanya dibutakaan oleh cinta!! Dan kamu juga termasuk bukan? Dan akan bertindak dengan hal-hal bodoh," tuding wanita itu dengan penuh curiga.

"Di Masa depan aku akan belajar dengan baik, masuk Universitas yang bagus dan akan belajar Bisnis untuk meneruskan perusahaan, dan akan patuh dengan apa yang Mama inginkan, tapi jangan pernah memilih dengan siapa aku berkencan,"

"Omong kosong macam apa yang kamu bicarakan, Hah? Demi gadis bernama Nana ini?"

"Mama, ayolah jangan percaya dengan gosip omong kosong ini. Gadis yang aku kejar bukan dia!! Dan gadis ini sangat susah untuk didapatkan! Hanya Kaya dan Tampan tidaklah cukup, jadi sekarang biarkan aku untuk fokus belajar untuk Ujian Kelulusan dan Ujian Masuk Universitas oke? Jangan ganggu aku dengan semua omong kosong ini," kata Reno dengan kesal.

"Kamu benar-benar serius untuk belajar?"

"Aku tidak pernah seserius ini dalam hidupku, jadi berhentilah mulai menjodoh-jodohkan ku dengan Merry atau siapapun. Aku akan fokus belajar,"

"Kalau kamu serius, kamu harus buktikan, kamu bisa ikut beberapa kelas tambahan diluar,"

"Baik,"

"Sebagai laki-laki pegang kata-katamu! Dan siapa gadis ini?"

"Dia adalah seseorang yang layak bahkan sangat layak untuk menjadi, Istriku,"

Wanita itu hanya menggelengkan kepalanya heran, melihat tekat serius putranya.

Dialah yang paling tahu siapa putranya, yang sangat nakal dan bandel dari kecil, dan hanya suka bermain-main, yang bahkan tidak pernah mau disuruh belajar!!

Dan sekarang dia benar-benar bertekad belajar?

Dirinya tahu, bahwa belakang nilai-nilai putranya sudah memiliki kenaikan yang cukup signifikan dan kelakuan dia disekolah cenderung cukup tenang tanpa membuat masalah lagi.

Jadi, dirinya tidak bisa bertanya-tanya, siapa gadis yang bisa meluluhkan hati putranya yang keras kepala ini?

1
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
Tingginya? 😩 ini typo nya ga paham aku
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢: sip kak wkwk diriku baru nemu novel ini di 2024 juga wkwk cuma emang kadang typo nya ku bingung aja kak ini maksudnya typo nya apa🤣 mantap kak ceritanya
total 2 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
Jana?
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
entah ini disebut cerdik atau licik tp yg pasti cupu 😅
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
dikit2 laporan sm kakek 😩
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
seorang gadis X maksudnya gimana?
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
memikirkan batik? ga paham sm typo2 nya ini 😩
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
dengan gaji itu? ga paham
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
banyak kalo aku bilang iya? maksudnya?
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
dengan tenaga?
sekolah?
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
keluar do you?
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
Gratis kecil?
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
membuat merry kelas? maksudnya?
Devi Handayani
kenapa yg laki jadi tuan putri sih.... bilang aja pacarku yg manjahhh🤪🤪
Devi Handayani
direstui dong mak anakmu telah bertekad tuh.... ayo dukung usahanya😌😉
Devi Handayani
lanjutt thorr... mantap ceritanyaa😄
aku cukak😍😍
Devi Handayani
semangat thorrr 😁😁
Haefiantii Adii Supriadii
thor aku mampir di novel mu in
Za_L_Writer (IG): Terimakasih sudah mampir, 😊😊
total 1 replies
Rahmawati
lanjut
mamika
haduhhh pen ikut jambakin tuhh si mak lampir...
mamika
hhhh...saat seorang wanita dihadapkan dg keturunan hancurlah hatinya...pliss serra pergi aj klo mmng dsitu hanya buat dirimu serba salah...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!