Thania, seorang mahasiswi semester akhir harus bekerja keras untuk membiayai kuliahnya yang hampir selesai karena keluarga tengah dilanda Krisis ekonomi.
Thania terpaksa bekerja di sebuah tempat hiburan demi mendapat uang banyak untuk biaya kuliah nya sendiri.
Akankah perjalanan Thania mulus tanpa hambatan? atau malah akan membuat Thania menyesal seumur hidup?
Ikuti kelanjutan nya yahh
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uni Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tidak Suka Bertele-tele!!
Bara sudah mendapatkan informasi dari orang-orang nya terkait gadis semalam yang tidak lain gadis itu adalah Nia. Setelah pertemuan nya bersama klien, Bara langsung menuju ke tempat hiburan itu untuk bertemu dengan Nia.
Bara masuk kedalam dengan mengedarkan pandangannya ke segala arah, tak lama pelayan menghampiri nya dan menyambut kedatangan Bara. Terlihat di tempat itu masih terlihat sepi
"Selamat siang tuan,,,,"
"Siang,,, aku ingin bertemu pemilik tempat ini" ucap Bara
"Pemiliknya belum sampai disini tuan,,, tapi disana ada namanya tuan Gabriel pengelola tempat ini" ucap pelayan menunjuk kearah Gabriel yang sedang berada di meja kasir
Kemudian Bara berjalan menghampiri Gabriel
"Selamat siang tuan,,, ada yang bisa saya bantu?" tanya Gabriel dengan ramah. Dilihat dari tampilan Bara tentu bukanlah orang sembarangan.
"Aku ingin bicara sebentar denganmu, bisa?" tanya Bara
"Bisa,,, mari kita keruangan saya" ucap Gabriel meninggalkan meja kasir.
Kemudian keduanya menuju keruangan Gabriel, keduanya duduk bersama di sofa.
"Apa yang ingin anda bicarakan tuan?" tanya Gabriel
"Aku ingin bertemu dengan Nia" ucap Bara
Deg!
"Apa yang anda katakan tuan?! Nia siapa yang anda maksud?" tanya Gabriel
"Aku tidak suka bertele-tele, Cepat katakan dimana Nia! Aku sedang mencarinya, jika kau menutupi dariku, maka aku tidak akan segan menutup tempat ini!" ucap Bara dengan tegas
"Nia tidak masuk hari ini" jawab Gabriel
"Dimana dia tinggal?!" tanya Bara cepat
"Kenapa anda mencari Nia tuan? ada urusan apa?" tanya Gabriel
"Cukup jawab pertanyaan ku!" ucap Bara dengan nada dingin
"Saya tidak bisa memberikan informasi privasi pegawai kami jika tidak jelas untuk apa! dan satu lagi, pegawai kami yang bernama Nia bukanlah bagian dari wanita-wanita penghibur seperti banyak orang yang datang kemari!" ucap Gabriel
"Aku ada urusan dengan nya, aku tidak butuh wanita penghibur!" Jawab Bara dengan menatap tajam kearah Gabriel
Terlihat Gabriel sedikit menciut saat melihat tatapan bara seakan hendak membunuhnya. Akhirnya Gabriel memberitahu dimana Thania tinggal saat ini. Gabriel hanya bisa berdoa semoga Thania tidak diapa-apa kan oleh Bara. Tidak ingin membuang waktu lagi, Bara langsung pergi menuju ke kosan Thania.
Sepertinya Gabriel tidak tenang, mengingat betapa dinginnya sosok seorang Bara seperti tidak tersentuh. Gabriel takut jika Bara kasar terhadap Thania apalagi jika Bara memiliki niat terselubung. Belum lama Bara pergi, Gabriel menyusul Bara menuju ke kosan Thania.
Sementara itu,,,,
Thania terkulai lemas diatas tempat tidur, dia hanya bisa menangis, menangis dengan semua yang sudah terjadi padanya. Beberapa kali Intan menghampiri nya dan membawa makanan namun Thania tak sedikitpun menyentuhnya.
"Aku pergi dulu sama mas Agung ya Nia, aku janji akan mendapatkan informasi terkait pria yang sudah merenggut semuanya darimu! aku akan membuat dia mempertanggung jawabkan perbuatannya padamu" ucap Intan dan Thania hanya mengangguk perlahan.
Kemudian Intan keluar dari kamar kosan Thania dan pergi bersama kekasihnya. Sementara Thania masih tidak bergerak sedikitpun dari tempatnya.
Tok
Tok
Thania mendengar suara pintu kamarnya ada yang mengetuk, namun dia tidak ada daya untuk membuka pintu kosannya, badannya sudah sangat panas.
Tok
Tok
"Siapa?" ucap Thania dengan nada serak dan sangat lirih, bahkan tidak terdengar dari luar. Pandangan Thania semakin kabur dan akhirnya dia sudah memejamkan mata.
Merasa tidak sabaran, Bara menekan gagang pintu dan ternyata pintu itu tidak dikunci.
"Tidak dikunci?! ceroboh sekali!" ucap Bara yang kemudian memberikan diri masuk kedalam ruangan sempit itu
"Assalamualaikum" ucap bara dengan nada dingin
Bara mengedarkan pandangannya pada ruangan sempit itu, sangat sepi dan seperti tidak ada orang satupun. Bara terus melangkah kedalam dan dia melihat sebuah kasur single dengan seseorang yang tengah berselimut didalamnya.
Bara semakin mendekat dan melihat seorang wanita tengah meringkuk seperti bayi. Kemudian Bara semakin mendekat dan berlutut didepan wanita itu.
"Hei!" ucap Bara namun Thania masih memejamkan matanya
"Hei,,, kamu Nia kan?!" ucap Bara lagi namun Thania tidak bergerak sama sekali
Bara melihat wajah Thania pucat Pasih, dia pun tergerak untuk menyentuh dahinya.
"Dia demam tinggi!" ucap Bara kaget saat merasakan tubuh Thania begitu panas.
Kemudian Bara membuka selimut Thania dan melihat Thania hanya mengenakan kaos pendek longgar dan juga celana selutut . Bara sedikit bergidik saat melihat bagaimana kondisi Thania sekarang, Bara bisa melihat dengan jelas, banyaknya jejak-jejak yang ada pada Thania hampir memenuhi dirinya
"Apa,,,, ini aku yang melakukannya?!" batin Bara saat melihat bekas merah kebiruan pada Thania. Bara tidak menyangka jika dirinya bisa segila itu terhadap wanita. Padahal selama ini, Bara merasa ilfeel jika didekati oleh wanita.
Tidak ingin membuang waktu, Bara berdiri dan membuka lemari pakaian Thania dan mencari pakaian panjang. Setelah itu Bara memakaikannya tanpa melepas pakaian Thania sebelumnya. Setelah itu Bara membopong Thania dan akan membawanya kedalam mobilnya.
Saat bara membuka pintu, didepan sudah ada Gabriel dengan wajah memerah karena menahan marah melihat Bara menggendong Thania yang terkulai lemas.
"Apa yang anda lakukan pada Thania?!" sarkas Gabriel
"Aku baru saja sampai dan Dia pingsan karena demam!" jawab Bara dengan nada tinggi
Amarah Gabriel menguap saat melihat Thania dengan wajah pucat Pasih dan terlihat sudah tidak berdaya.
"MINGGIR! Aku akan membawanya kerumah sakit!" Sarkas Bara, lalu Gabriel memberi jalan kepada Bara untuk membawanya ke mobil nya.
Kemudian Bara menjalankan mobilnya dengan cepat menuju ke rumah sakit terdekat, begitu juga Gabriel juga ikut membuntuti mobil bara dari belakang.
Di tempat lain,,,,
Aryo sampai di tempat Thania bekerja setelah dan dia berkeliling kampus mencari keberadaan Thania namun tidak menemukan nya. Aryo mencoba menghubungi nya namun ponsel Thania tidak bisa dihubungi.
.
.
.
.
Bersambung,,,,,,,,,
...Setelah baca, jangan lupa like yah ( 👍) komentar (📝) dibawah, terus simpan di rak buku kalian(❤️) biar uni makin semangat nulisnya!! Kalian senang, uni juga senang😍......
...❤️ Terima kasih sudah mampir,...
...Semoga Suka❤️...
gila nggak sih 😂