NovelToon NovelToon
The Tale Of Abandoned Dragon

The Tale Of Abandoned Dragon

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Petualangan / Supernatural / Contest / Spiritual / Xianxia / Fantasi Timur
Popularitas:85.1k
Nilai: 5
Nama Author: Zhaoni

Dilarang meniru / Diharapkan untuk tidak memplagiat cerita ini😤

Isi cerita berdasarkan khayalan author yang terlalu tinggi🤭 Maaf jika ada kesamaan karakter, unsur cerita atau penamaan yang sama🙏

Yokk dibaca novelku dijamin 👌 deh. sekalian dengan kritik dan sarannya y jangan lupa😁

Kalau suka novelku jangan lupa rate, like,vote,favorit kan biar dpt notif up nya, coment juga dong🤭🤭

pasti di like balek deh, saling dukung semuanya😄😄😄 HORASSS!!!


(Cerita disertai gambaran, Author membuat gambaran dengan maksud membantu pembaca lebih mendapatkan karakter cerita dan lebih mudah dipahami)

Siapa yang bilang dewa itu abadi? Siapa yang bilang dewa itu murni? semua itu hanya kebohongan

Wei Heng yang dilantarkan dari alam langit ke dunia fana untuk menyelesaikan misi pertaubatan ,tak puas dengan kesalahan yang dilimpahi padanya

Seluk beluk isi desa sampai kota ia telusuri, pertemuan dengan seorang teman sejati begitu indah

hari demi hari, ia lalui dengan kebahagiaan. hingga ia lupa, dengan kejadian masa lampaunya

Suatu peristiwa yang terjadi, membuat kedua pertemanan ini pecah hanya suatu misteri dan asal usul yang dapat mengubah seisinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhaoni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6 - Saya Telah Kembali

...快樂閱讀~~...

...Happy Reading's~~...

...Selamat Membaca~~...

...........

..........

.........

“Haa? Apa kau bilang, Tak mungkin, Tak mungkin kau itu pangeran pertama dari Istana Ru," Gerutu Jie Ru dengan nada tak percaya.

"Bagian mana yang membuat mu meragukan ku," tanya Wei Heng.

“Tidak, hanya saja, bagaimana mungkin kaisar keji itu adalah adikmu," papar Jie Ru yang masih tak percaya.

“Kau juga akan tahu besok apakah saya berbohong atau tidak, Tidurlah… besok kita harus sigap menggali informasi di istana," ujar Wei Heng hendak memulai perjalanan mimpinya.

Perkara kemarin masih tak bisa diabaikan begitu saja oleh pemuda berkuda itu, Ia masih mengamati makhluk tunggangan yang membawanya hingga laju cepat.

“Ketua, ada orang di depan hendak masuk ke istana," ujar seorang prajurit penjaga gerbang utama.

“Siapa dia, Laporkan pada kasim, Jangan memberi tahu ku hal tak penting," papar pemuda berkuda itu yang diketahui adalah kepala prajurit.

“Baik Ketua ,"ucap prajurit itu menundukkan kepala.

“Hormat Da Wang, Hormat Huanguan," ucap prajurit itu.

Da Wang\= Raja/ kaisar

Huanguan\= Kasim

“Apa yang terjadi?" tanya kasim

“Huanguan, Didepan ada orang yang hendak masuk ke istana," jawab prajurit.

Perintah kasim yang sok berkuasa, sebelum Da Wang sendiri yang buka mulut untuk memerintahkan, Bahkan ia dengan berani dengan sendirinya yang mengatur "Siapa dia, Berani sekali dia masuk ke istana, ada masalah apa rupanya".

“Orang itu tidak mengatakan apapun, Hanya berkata ingin bertemu dengan Da Wang ," papar prajurit itu lagi.

"Bawa dia masuk," tutur Ru Di Lang.

Seorang kaisar yang baru menaiki takhtanya, Aura kuat terpancarkan dalam wajah kejinya, Bahkan namanya akan tercatat dalam buku sejarah sebagai kaisar terkeji di masa pemerintahan Ru.

Seketika istana terguncang petir badai, Meluluh lantakkan seisi penghuni istana kekaisaran ini, Garis wajah tercetak jelas tidak adanya kebahagiaan yang abadi hanya kepalsuan yang mewakili raut wajah penghuni dan seisinya.

“Da Ge… Da Ge… kaa muu ma sihh hi dupp," ucap Di lang dengan panik, yang langsung sigap berdiri melangkahkan kaki kearah Wei Heng.

Da Ge\= kakak pertama/ kakak sulung (laki-laki)

“Wang zi, bagaimana anda masih bisa hidup?" tanya kasim dengan buru-buru.

Wang Zi\=pangeran

“Eiiii… Pertanyaan mu terlalu munafik, Seharusnya lontaran yang harus keluar dari mulutmu adalah harus bagaimana supaya saya bisa mati, itu pertanyaan yang lebih tepat," jawab Wei Heng dengan tatapan yang penuh curiga.

Ru Di Lang yang takut akan rahasianya terbongkar akibat mulut dari seorang ceroboh, Segera menyuruh  kasim itu mengundurkan diri dari tempat ia berdiri.

“Da Ge siapa kedua orang ini," tanya Di Lang dengan menunjuk kearah Jie Ru dan Chen Fei.

“Mereka temanku," jawab Wei Heng dengan singkat.

Ru Di Lang yang terpesona dengan kecantikan Chen Fei yang baru memasuki ruang aula, Bagaikan dewi yang turun dari khayangan yang memang dipertemukan untuknya.

Dengan raut malu Di Lang menyuruh pelayan istana untuk membawa kedua manusia itu menghuni di kediamannya “Pelayan, Bawa kedua tamu ini keruang peristirahatan nya".

“Baik Da Wang, Tuan Nona silahkan," ucap pelayan menghantarkan tamunya.

Di Lang memapahkan Wei Heng ke kursi kebesarannya, Begitu megah hanya untuk sebuah kursi, ukiran dan gambaran kursi begitu elok dipandang, goresan cina kuno terpajang jelas, siapapun yang menempati kursi ini pasti akan lupa diri, begitu juga dengan kaisar yang sekarang.

Wei Heng yang masih tak habis pikir, Bagaimana bisa seorang kaisar menempati kursi yang begitu megah sedangkan ia mencuri uang penduduk yang begitu tinggi sebagai hasil dari keringatnya.

“Da Ge, selama ini kamu ada dimana?” tanya Di Lang begitu antusias.

“Saya ada di Sekolah Qi Jing, kebetulan bertemu dengan Jie Ru dan Chen Fei," ucap Wei Heng.

“Chen Fei? Wanita yang tadi?" tanya Di Lang penasaran.

“iya, ada apa?" tanya Wei Heng menimpali.

“Ahh… Tidak tidak," jawab Di Lang gugup.

Di Lang masih penasaran dengan ingataan Wei Heng, Apakah ia masih ingat tragedi pembunuhan beberapa bulan yang lalu "Da Ge, apakah kamu pernah melihat sisi wajah orang yang ingin membunuhmu?”.

”Apa maksudmu? Siapa yang ingin membunuhku? Saya tidak mengetahui ada hal itu,” raut wajah Wei Heng yang pura-pura bingung.

" Haa untunglah," gumam kecil Di Lang dalam hati.

Dari jauh, Terdengar suara teriakan seorang wanita yang begitu anggun dan polos, rambut hitam terurai seakan terbang menyatu dengan angin, garis wajah oval dengan bibir tipis merona.

“Da Ge, Da Ge apakah ini mimpi, saya sedang bermimpi, Da Ge kamu sudah kembali, Da Ge Ayah ayah," ucap Ru San Xiang yang dipotong Di Lang.

“Ru Xiang kembali ke kamar, Da Ge perlu istirahat," perintah Di Lang tegas.

“Baiklah," jawab Ru Xiang menundukkan kepalanya.

“Da Ge, Kamu perlu istirahat, Mari saya bawa ke kamarmu," Di Lang menunjuk jalan.

“Terima Kasih dan sekalian tunjukkan jalan ke kamar Jie Ru," perintah Wei Heng.

Tampak bayangan Jie Ru yang berdiri menunggu dari dalam kamarnya “Wei Di apa yang mereka lakukan padamu, Kamu tak terjadi apa-apa kan?"

“Apa kamu tidak curiga dengan tingkah laku mereka. Maaf bukan bermaksud untuk…" tanya Chen Fei terpotong.

“Iya tak apa… Saya dari awal sudah curiga dengan Di Lang dan Huanguan, aneh jika mereka menanyakan kematianku," ujar Wei Heng menompang dagu dengan telapak tangannya.

“Apa kamu masih belum mengingat siapa yang hendak membunuhmu?” tanya Jie Ru yang menatapnya khawatir.

“Tidak… Saya tidak mengingatnya, jalan satu-satunya adalah mengutusnya untuk membuktikan kepada semua penduduk desa bahwa saya masih hidup."

*

“Sial…. Kenapa dia masih hidup, Apa yang harus kita lakukan, Dia sudah memberi titah pertamanya. Ha? Menyuruhku untuk memberitahu semua penduduk bahwa dia masih hidup, Dia mau mengambil alih singasanaku dan mengapa sikap nya berubah," panik Di Lang yang berjalan mondar-mandir melanturkan berbagai pertanyaan yang merusak konsentrasinya.

“Tenang… Da Wang, kita akan singkirkan dia," senyum licik kasim yang menyeringai.

Istana raja yang begitu ramai, Dengan penduduk desa yang ikut mendiami. Menunggu informasi apakah suatu pertanda baik atau pertanda buruk. Gong dibunyikan dengan keras seakan menguncang seisi dunia beserta makhluknya.

Seorang pria berbadan pendek dan gendut dengan topi hitam menjulang tinggi keatas, Memegang kendali atas berita besar yang terjadi hari ini. Kekuasaanya mutlak membentang nyaris di Istana Ru, dia mengangkat dirinya sebagai perwakilan langit di bumi yang artinya kata-katanya adalah hukum yang harus dipatuhi.

“Perhatian Perhatian, hari ini saya Huanguan memberitahukan kepada semuanya, bahwa Wang Zi telah kembali," teriak kasim dengan suara lantangnya.

“Ha…. Apa yang terjadi? bukankah Wang Zi telah mati, bagaimana bisa dia kembali, pertanda apa ini," pembahasan penduduk yang berkomat-kamit di bawah istana kekaisaran.

Tak lama kemudian, Seorang pemuda keluar dari pintu utama, Rambut putih adalah ciri khas dari pangeran pertama, hiasan kepala antik yang ditancapkan ke ikatan rambutnya yang begitu anggun, Lentik mata yang begitu rupawan penuh kasih sayang.

“Ha.. itu Wang Zi, Kenapa bisa? Apa yang terjadi? Siapa dia?” rancauan penduduk desa yang tidak ada habisnya.

“Ya saya Ru Xin Lang, Saya telah kembali dari maut petaka dan hari ini saya akan ikut andil dalam takhta kerajaan," ucap dengan rantang dan tegas.

“Sikapnya begitu angkuh, Saya dapat memastikan desa kita akan semakin hancur di tangan nya," gosip seorang wanita paruh baya yang mengumbar kata tak layak itu.

Dibalik tingginya tembok istana, Kaisar dan kasim yang sedang memantau dan menyeringai atas pernyataan wanita paruh baya itu.

Kemunculan seorang pak tua yang pernah menolong nya dan berkata “Tidak, anak muda ini tidak jahat. Dia akan membantu desa kita menjadi lebih baik."

Dengan kumis palsunya dan tahi lalat yang menempel di kening atasnya, Pak Tua menyamar dengan sempurna, penampilan yang tidak mencolok membantu pak tua untuk terhindar dari mata-mata atas kejadian penangkapan prajurit setia itu.

“Da Shu Terima Kasih, Terima Kasih atas pertolongan keduamu," gumam Wei Heng dalam hati.

“Apakah omongan mu dapat dipercaya Pak Tua," ucap wanita paruh baya itu.

Dengan penuh keyakinan, Pak tua itu berkata "Ya, saya akan menjamin itu".

“Nakkk takdir desa ada ditanganmu," gumam Pak Tua dalam hati dengan penuh harapan.

“ Yehhh  Yehhhh…. Terima Kasih Wang Zi terima kasih, Bantulah desa kami," ucap seluruh penduduk menimpali hal baik ini.

dibalik itu, musuh penjilat itu sedang melanturkan kata kasar, sebab rencana nya yang sudah gagal total akibat Pak tua itu.

“Keparat… Kenapa jadi begini, Siapa pak tua itu , kenapa dia ikut mengimbali, seberapa dekat dia dengan si dungu itu," pertanyaan bertubi-tubi yang ia lontarkan kepada kasim.

“Maaf Da Wang, Maaf atas kelalaian hamba. Saya akan segera mencari tahu," ujar kasim dengan nurut

“Bunuh Pak Tua itu," ucap kasim sembari mengintruksikan kepala prajurit untuk menjalankan perintahnya.

1
HartOhar
setelah dua abad ceritapun berakhir tanpa akhir,,,,mohon maaf
sitanggang
ahh plagiat sja😁😁😁😂😂😅🤣
🌻Ruby Kejora
Salam kenal & sukses bwt kk ❤️❤️🌼
Duajie
WeiHeng adalah seorang kultivator namun dia dan yang lainnya dak jelas tingkat kultivasinya.
Apakah memang sengaja atau tidak difokuskan prihal tingkatan kultivasi dlm ceritra ini?
Duajie
wuhui ternyata.......siluman gagak???
Duajie
ceritra yg bagus dgn gambaran peristiwa dan tokoh ala komik...namun akan lebih sempurna seandainya pemaparan ditingkatkan karena masih banyak penggunaan kosa kata yg belum pas....!👍🙏
Duajie
pemakaian kata yg kurang tepat al:
# kecoh => mestinya ricuh, kacau
# kenaikan tahta=> kenaikan pangkat
# titah => ucap, bicara, kata
# terkisar => menjadi-jadi
# meloloskan=>memuluskan
# dst
(walaupun ini dinyatakan karya original, tapi sangat kentara seperti terjemahan dari bhs asing)...maaf 🙏🙏
Duajie
banyak kata² kurang tepat shg seperti terjemahan langsung tanpa melalui editing, saya kira klo diperbaiki akan lebih bagus karena alur sudah sangat bagus....🙏
(maafkan saya klo tdk berkenaan, krn bukan penulis tapi cuma mantan guru🙏)
Duajie
sudah bagus ini, cuma ada bbrp penggunaan kata yg kurang tepat misal:
# dari pada = merujuk perbandingan : si A lebih tinggi daripada si B
# pada = merujuk tempat/sasaran : pada gunung bayangan
# pikulan dibenak.....=>lebih baik digunakan "menjadi 'beban' pikiran Shan Shen...dst 🙏
Duajie
gelut = gulat/berkelahi
geliat = menggerakan bgn tubuh utama ditempat 🙏
Suhaeti Dell
yg aq tau dylan wang ini pemeran utama dr film "KEKASIH SANG NAGA".
dr kostum dan tempat sama persis dgn d film "KSN".
要钱💸
keren thorrr wkwk
Hayaku Gaya
Yo kak, ketemu lagi nih hihi. Maap baru bisa mampir ini,, hihi.
Selir baru🤔
Lenkzher Thea
keren thor lanjut 👍❤💪💪
min yo yi
setelah berabad-abad akhirnya autor up juga
술리 야니: iya hehehe krna udh mulai senggang jd udh mulai lanjut deh
total 1 replies
riski iki
Yey...up juga, semangat Kak author 😊
술리 야니: seneng kli nie dpt respon yg sdh lama menghilang
total 1 replies
min yo yi
maaf thor kapan up lagi
술리 야니: akan mulai up lagi y sesudah thor siap sakit
total 1 replies
Eiynn08
hadir kembali kakak thor😍😍
Ana Yulia
hadir lagi membawa dukungan, semangat up 💪 mampir ya...
Ulfa Zahra
lanjut Thor 😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!