NovelToon NovelToon
Pengantin Pengganti Tuan Mafia Lumpuh

Pengantin Pengganti Tuan Mafia Lumpuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Pengantin Pengganti / Anak Genius
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Mami Al

Emily terpaksa menjadi pengantin dari Leon Anderson yang merupakan seorang mafia lumpuh menggantikan sang kakak yang kabur menjelang hari bahagia. Pernikahan mereka juga terjadi karena orang tuanya Emily memiliki utang besar kepada Leon dan Emily juga tak tau jika dirinya hanya seorang anak angkat. Seiring berjalannya waktu, cinta mereka pun tumbuh dan Emily mengandung. Namun, sebuah insiden memisahkan keduanya.

Beberapa tahun kemudian, mereka kembali bertemu tetapi semua telah berubah. Emily tak mengingat kejadian yang lalu. Akankah keduanya bersatu lagi merawat dan membesarkan buah hati mereka? Atau keduanya memilih jalan hidup masing-masing dengan orang berbeda?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mami Al, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1

Braakk...

Suara gebrakan meja yang sangat kuat membuat beberapa orang di sebuah ruang tamu di rumah milik Antonio Cassano tersentak. Wajah sang pemilik rumah, istri dan seorang wanita muda begitu ketakutan kala melihat sosok pria yang menggunakan kursi roda melemparkan tatapan amarah ke arah mereka.

Leon Anderson begitu murka dan marah ketika mendengar calon istrinya kabur menjelang sehari pernikahannya. Leon akan menikahi putri dari Antonio Cassano bernama Belinda namun wanita itu malah pergi dan merusak rencana yang telah ditentukannya.

"Apa kau tau hukumannya jika mempermainkan aku, Tuan Antonio Cassano?" Leon menatap pria berusia 60 tahun itu penuh amarah.

"Maafkan saya, Tuan Leon. Kami tak tau kalau Belinda kabur, dia tadi hanya bilang ingin membagi undangan kepada temannya," Antonio berkata dengan bibir bergetar dan tubuh berkeringat menahan rasa takut.

"Aku tidak terima alasannya. Kau harus bertanggung jawab!" Leon berteriak dengan lantang.

"Saya siap bertanggung jawab, Tuan!" kata Antonio gemetaran.

"Charles, masukkan dia ke ruangan bawah tanah, cambuk dia setiap hari sebanyak seratus kali sampai putrinya datang berlutut meminta maaf padaku!" perintah Leon kepada asistennya.

Pria yang berdiri di samping Leon dan selalu ada kemanapun Leon berada dengan tegas berkata, "Siap, Tuan!"

"Tidak!!" pekik Caroline, istri Antonio. "Tolong, jangan hukum suamiku!!" wanita yang berdiri dihadapan Leon memegang erat lengan suaminya dengan air mata mengalir.

"Kalian sudah melakukan kesalahan besar membiarkan dia kabur dariku!" kata Leon meninggikan suaranya.

"Beri waktu kami untuk mencari Belinda!" pinta Caroline.

Leon tertawa getir.

"Kalian mau mencari kemana? Kenapa bukan dari tadi kalian mulai mencarinya?" Leon merasa jika hilangnya Belinda memang sengaja dibiarkan.

"Kami bingung mencarinya!" kata Caroline beralasan.

"Pergilah. Jika kalian tidak menemukannya maka istrimu Tuan Antonio juga akan merasakan hukumannya!" Leon tersenyum seringai.

Caroline semakin mengeratkan genggaman di lengan suaminya.

"Tuan, apa anda tidak punya solusi lain?" tanya Antonio memberanikan diri.

"Kenapa aku yang harus mencari solusinya? Kalian 'kan yang telah membuat semua rencana pernikahan aku berantakan!" jawab Leon.

"Tuan, kami masih punya satu orang putri lagi. Bagaimana jika Emily yang menjadi penggantinya?" tatapan Antonio ke arah wanita berusia 23 tahun itu dengan tubuh bergetar dan wajah menunduk.

Sontak, Emily mengangkat wajahnya dan menoleh ke arah Antonio. Ia menggelengkan kepalanya pelan sebagai tanda penolakan.

Pandangan Leon pun berpindah ke arah Emily. Ia memperhatikan penampilan Emily dari bawah ke atas. Emily mengenakan dress berwarna biru pudar, rambut dikepang dua dan wajah putih namun tak terawat.

"Kau mencoba menghinaku, Tuan Antonio?" Leon kembali menatap pria paruh baya itu.

"Tidak, Tuan. Saya tak menghina Tuan Leon. Jika Tuan memilih Emily dijamin tak menyesal!" kata Antonio.

Emily mendekati kedua orang tuanya dan berucap lirih, "Pa, aku belum mau menikah."

"Maafkan Papa, Emily. Kami tak punya pilihan lain!" kata Antonio menatap sendu putrinya.

"Aku tidak mau dengannya!" tolak Leon dengan tegas.

"Tuan, Emily belum memiliki kekasih. Dia wanita yang baik dan penurut. Kalau Belinda telah kami temukan, anda boleh menceraikannya!" kata Antonio secara santainya.

"Ciih...Kau sama saja menghinaku, Tuan Antonio. Kau serahkan putri keduamu sebagai penggantinya, setelah putri pertamamu kembali kau menyuruhku menceraikannya. Kau pikir pernikahan adalah permainan?" Leon tak terima ide pria tua itu.

"Lalu apa yang harus kami lakukan, Tuan?" Antonio meminta pendapat.

"Seret dia. Pastikan putrinya kembali sebelum dia mati!" Leon memberikan titah kepada asistennya.

Charles lalu memerintahkan kedua anak buahnya membawa Antonio secara paksa.

Caroline yang tak ingin suaminya mendapatkan hukuman berdiri dihadapan Leon dengan mengangkat kedua telapak tangan saling menempel. "Tuan, tolong jangan bawa suamiku!" mohonnya dengan air mata menetes.

Emily juga tak tega mendekati Leon, ia melakukan sikap yang sama. "Tuan, berikan kesempatan kami mencari Kak Belinda!"

Leon tertawa sinis mendengar permintaan 2 wanita beda usia dihadapannya.

"Biarkan saja saya yang menggantikan hukuman papa!" kata Emily dengan mata berair.

"Baiklah kalau begitu, kau yang harus dihukum!" Leon menatap Emily dengan tatapan emosi.

"Lepaskan pria tua itu dan bawa dia ke ruangan bawah tanah!" Leon lalu memberikan perintah kepada anak buahnya.

Antonio dilepas dan kedua orang pengawal memegang tangan Emily kemudian menyeretnya keluar dan memasukkannya ke mobil.

"Putri keduamu akan menjadi jaminannya. Aku beri waktu kalian dua hari. Jika Belinda belum juga tak ditemukan, maka jangan harap kalian dapat bertemu lagi dengan dia!" ancam Leon.

"Kami jamin segera menemukan Belinda!" ucap Antonio sungguh-sungguh.

"Aku pastikan kau tak mencoba menipuku!" kata Leon tegas.

"Baik, Tuan!" Antonio menundukkan kepalanya.

Leon dan para pengawalnya kemudian berlalu.

Selepas kepergian Leon dan lainnya, Antonio tertawa lebar penuh kemenangan.

"Kenapa kamu tertawa?" Caroline menoleh ke arah suaminya.

"Biarkan saja gadis sial itu yang menggantikan Belinda!" Antonio tersenyum seringai menatap lurus.

"Jadi kamu membatalkan rencana pernikahan putri kita dengan Tuan Leon?" tanya Caroline.

Antonio menoleh ke arah istrinya, "Sayang, aku tidak sebodoh itu melepaskan Belinda untuknya. Memangnya kamu mau putrimu disiksa dan disakiti pria kejam seperti Leon itu?"

"Aku tidak mau," jawab Caroline menggelengkan kepalanya.

"Utang kita lunas dan putri kita bebas," kata Antonio tersenyum senang.

-

Satu jam kemudian, dikediaman Leon Anderson ...

Emily yang baru saja tiba dengan tangan terikat di belakang, didorong secara kasar memasuki sebuah kamar kosong.

Emily tersungkur ke lantai dan seorang pengawal wanita membukakan tali pengikat di tangannya.

"Nona, nanti ada pelayan yang membawakan makanan dan pakaian baru!"

Emily mengangguk mengiyakan.

Si pengawal wanita meninggalkan kamar dan menutup pintu lalu menguncinya dari luar.

Emily duduk sembari memeluk lututnya, ia tak menyangka hidupnya kini berada di tangan seorang pria yang dikenal sangat kejam. Ia berharap Belinda kembali dan bersedia menikah dengan Leon.

Sementara itu Leon di kamar pribadinya dan masih duduk di kursi roda berkata kepada Charles, "Cari keberadaan putri pertama pria tua itu dan pastikan dia memohon dan mengiba padaku!"

"Jika kita sudah berhasil menemukannya apa yang akan Tuan lakukan selanjutnya?" tanya Charles.

"Hukum dia sesuai kesalahannya," jawab Leon.

"Bagaimana dengan pernikahan anda? Undangan telah tersebar dan besok pagi kedua orang tua Tuan datang menyaksikan pernikahan."

"Aku akan jadikan gadis itu menjadi pengantin pengganti!"

"Tuan, serius?" Charles memastikannya.

"Ya. Kau pikir aku mau menikah dengan wanita yang sudah mempermainkan aku?" Leon mengepalkan kedua tangannya, ia sangat marah dengan keluarganya Antonio.

"Tapi, Tuan bagaimana dengan tanggapan orang-orang?" tanya Charles.

"Selesaikan dengan caramu sendiri!" jawab Leon menatap dingin asistennya.

"Baiklah, Tuan."

"Berikan aku informasi lengkap tentang gadis itu. Aku curiga kalau dia bukan anak kandungnya Antonio Cassano!" titah Leon.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!