Mita tidak pernah meminta takdir ini. Baginya, Sam adalah kakak, pelindung, dan satu-satunya tempat bersandar setelah kedua orang tuanya tewas demi menyelamatkan keluarga Sam. Namun, sebuah pernikahan atas dasar utang budi mengubah segalanya dalam semalam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eleanor kici kici, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 5: Rahasia yang Terbongkar
Malam itu, ketegangan di kediaman keluarga Kusuma bukannya menyurut, melainkan kian memuncak. Suasana makan malam yang semula hening mendadak pecah menjadi medan pertempuran baru yang jauh lebih sengit daripada siang tadi.
Di ruang tengah, suara Baskoro menggelegar, meruntuhkan keheningan malam.
"Jadi ini alasan kamu menolak keras keputusan Ayah, Samudra?!"
Baskoro melemparkan beberapa lembar foto ke atas meja kaca hingga menimbulkan suara benturan yang keras. Foto-foto itu menampilkan sosok Sam yang sedang berjalan berdua, tampak begitu intim dan bahagia bersama seorang wanita di sebuah kafe.
Sam yang berdiri di hadapan ayahnya mengepalkan tinju kuat-kuat. Rahangnya mengeras. Dia tidak menyangka bahwa sang ayah sampai hati menyewa orang untuk memata-matai kehidupan pribadinya.
"Ayah memata-matai Sam?" tanya Sam dengan suara bergetar menahan amarah yang buncah. "Sejak awal Ayah memang sudah melarang Sam untuk berpacaran, tapi Sam punya hak untuk menentukan pilihan hidup Sam sendiri, Yah! Sam mencintainya!"
"Cinta tidak bisa memberi makan harga diri keluarga ini, Sam!" bentak Baskoro, berdiri dari sofanya dengan napas memburu. Sorot matanya berkilat murka. "Ayah sudah menegaskan berkali-kali sejak kamu memegang kendali di perusahaan, fokusmu hanya untuk Kusuma Group dan masa depanmu bersama Mita! Siapa wanita ini? Dari keluarga mana dia berasal? Dia tidak akan pernah bisa menaikkan martabat keluarga kita!"
"Ini tidak ada hubungannya dengan martabat atau perusahaan, Yah! Ini tentang masa depan Sam!" Sam berteriak frustrasi, matanya memerah sempurna. "Ayah tidak bisa terus-menerus mengontrol hidup Sam seperti boneka! Sam tidak mencintai Mita, dan Sam tidak akan pernah melepaskan kekasih Sam!"
Baskoro melangkah mendekat, menatap lurus ke dalam manik mata putra tunggalnya dengan pandangan yang teramat dingin dan mengancam.
"Jangan pernah menantang kekuasaan Ayah, Samudra," desis Baskoro, suaranya mendadak merendah namun sarat akan racun yang mematikan.
Hingga akhirnya Baskoro berkata, "Jika kamu tetap memilih wanita itu, maka semua aset hartaku akan kuberikan langsung kepada Mita tanpa perantara. Kamu akan keluar dari rumah dan perusahaan ini tanpa membawa satu sen pun."
Ancaman itu telak membuat Sam tertegun di tempatnya. Kalimat sang ayah barusan bukan sekadar gertakan sambal. Baskoro benar-benar bisa melakukannya.
Seketika itu juga, isi kepala Sam mendadak berputar hebat. Sebuah kenyataan pahit menghantam logikanya dan membawanya pada jalan buntu yang teramat gelap. Sam tahu betul watak kekasihnya. Wanita yang teramat dicintainya itu jelas-jelas mau menerimanya dan bertahan selama ini karena silau akan harta serta posisinya sebagai calon CEO Kusuma Group. Wanita itu menginginkan kekayaannya.
Jika Sam nekat melawan Baskoro lalu ditendang dari rumah ini tanpa membawa satu sen pun harta, dia tahu kekasihnya pasti tidak akan sudi hidup susah bersamanya dan akan langsung meninggalkannya.
Merasa tidak memiliki pilihan lain dan terdesak di ujung tanduk, Sam akhirnya memantapkan sebuah niat. Dia terpaksa menyetujui dan menerima pernikahan dengan Mita.
Namun, persetujuan itu datang bersama sebuah rencana terselubung di kepalanya. Sam berniat menjalani pernikahan paksa ini hanya untuk sementara waktu demi mengamankan aset hartanya terlebih dahulu. Di masa depan, dia berencana untuk menceraikan Mita. Bagaimanapun caranya nanti, setelah posisinya aman, Sam tetap bertekad untuk kembali dan menikah dengan kekasih yang sangat dicintainya itu.(Jangan lupa klik tombol like di bawah ya, Kak!)