NovelToon NovelToon
Menjadi Ibu Tirimu Adalah Balas Dendamku

Menjadi Ibu Tirimu Adalah Balas Dendamku

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / CEO
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: mejiku

Valencia Adelia atau Cia selalu menjadi korban perundungan Amora Luca Alessandro, ratu sekolah sekaligus putri keluarga terkaya di kota. Bertahun-tahun dihina dan disakiti membuat Cia menyimpan dendam yang mendalam.
Sadar tak akan pernah bisa mengalahkan Amora secara langsung, Cia memilih cara yang tak terduga. Ia mendekati Dixon Luca Alessandro, ayah Amora yang kaya dan berkuasa, hingga berhasil menjadi istrinya.
Kini, Cia bukan lagi gadis lemah yang bisa diinjak sesuka hati. Ia telah menjadi ibu tiri Amora. Dari dalam rumah yang sama, Cia mulai menjalankan balas dendamnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

5

​Cia mulai merasa pasokan oksigennya menipis. Paru-parunya mendidih akibat lumatan Dixon yang begitu dalam dan tanpa ampun. Dengan sisa tenaganya, ia memukul-mukul dada bidang pria itu, memberi isyarat bahwa ia butuh udara.

​Dixon perlahan mengurai tautan bibir mereka, meski sepasang matanya yang menggelap masih menatap lekat pada bibir Cia yang kini membengkak merah dan basah. Napas keduanya berkejaran di udara yang terasa semakin panas.

​Cia menyandarkan keningnya di dada Dixon, lalu berjinjit sedikit untuk membisikkan sesuatu tepat di daun telinga pria itu. Suaranya sensual, bergetar halus oleh sensasi asing yang menjalar di tubuhnya.

​"Bagaimana... kalau kita ke hotel?" bisik Cia sembari memberikan satu kecupan seringan bulu di cuping telinga Dixon.

​Dixon mempererat cengkeramannya di pinggang Cia. Rahangnya mengeras, menahan desakan gairah yang sudah di ujung tanduk. Dengan suara baritonnya yang kini terdengar sangat parau dan rendah, ia membalas, "Jangan menyesal, gadis kecil."

​Tanpa menunggu jawaban, Dixon langsung menyusupkan satu lengannya di bawah lutut Cia dan satu lagi di punggungnya, mengangkat tubuh ramping itu dalam satu gerakan bridal style. Kamar hotel mewah bertaraf internasional memang berada di lantai atas gedung yang sama dengan bar eksklusif ini. Dixon melangkah lebar menuju lift privat khusus VIP dengan Cia yang menyembunyikan wajahnya di ceruk leher sang miliarder.

​Begitu pintu kamar presidential suite terbuka, Dixon menendang pintu hingga tertutup rapat. Mereka bahkan tidak sampai ke ranjang sebelum Dixon kembali mengunci bibir Cia. Sembari berjalan mundur ke arah tempat tidur, Dixon melepaskan jas mahalnya dengan satu tangan dan membiarkannya jatuh begitu saja ke lantai. Jari-jarinya yang kekar bergerak cepat menanggalkan kancing kemeja hitamnya satu per satu, memperlihatkan dada bidangnya yang atletis dan kokoh.

​Sebenarnya, di balik ekspresi menggoda yang ia tampilkan, hati Cia bergetar hebat. Rasa takut yang teramat sangat mendadak merayap di benaknya. Bagaimanapun, ini adalah kali pertama seumur hidupnya menyerahkan tubuhnya pada seorang pria. Logikanya berteriak untuk lari, namun bayangan wajah sombong Amora di layar kaca seketika melintas. Demi dendam ini... aku rela melakukan apa saja, batin Cia menguatkan diri. Ia memejamkan mata, membuang jauh rasa takutnya, dan memilih untuk pasrah pada takdir yang ia rakit sendiri.

​Dixon mengempaskan tubuh Cia dengan lembut ke atas kasur berseprai sutra yang empuk, langsung mengungkung tubuh indah itu di bawah dominasinya. Ciuman Dixon turun ke leher dan tulang selangka Cia, sementara tangannya yang bergerak lihai mulai melucuti pakaian Cia.

​Ketika atasan crop top dan bra Cia terlepas, keindahan sepasang gunung kembar Cia yang padat dan membusung indah terekspos sempurna di bawah temaram lampu tidur. Pandangan Dixon menajam, gairah pria matangnya semakin teruji. Tanpa membuang waktu, mulut Dixon langsung menerobos maju, mengulum dan menyesap salah satu puncak kembar itu dengan rakus, sementara jemari tangannya yang bebas memainkan puncak yang satunya lagi, memilinnya dengan kelembutan yang menuntut.

​"Ahnn...hh..."

​Satu desahan sensual yang lolos dari bibir Cia membuat kubah kamar itu terasa makin panas. Tubuh Cia melengkung refleks, tangannya meremas rambut tebal Dixon saat sensasi nikmat yang berbaur dengan rasa gugup menyergap seluruh kesadarannya.

​Dalam hitungan menit, keduanya sudah tidak mengenakan selembar benang pun. Lembar demi lembar pertahanan Cia telah runtuh. Tangan kekar Dixon perlahan bergerak turun, menyusup ke area paling sensitif di antara pangkal paha Cia yang sudah berair. Namun, saat jari-jarinya mencoba menjelajah lebih dalam, Dixon merasakan sebuah penghalang alami yang sangat ketat di sana.

​Dixon menghentikan gerakannya sejenak. Alisnya bertaut. Apa perempuan ini masih virgin? pikirnya sangsi. Namun mengingat bagaimana kelakuan berani dan cara menggoda gadis ini di bar tadi, rasanya sangat tidak mungkin jika ia belum pernah disentuh pria mana pun. Dixon mengira itu hanyalah reaksi tubuh yang menegang.

​Tak lama kemudian, saat Cia membuka matanya dan melihat apa yang ada di balik celana Dixon, mata gadis itu langsung melongo. Ukuran milik Dixon yang sudah menegang sempurna tampak begitu besar, kekar, dan mengintimidasi, jauh dari apa yang pernah ia bayangkan. Rasa takut Cia kembali mencuat, membuat tubuhnya mendadak kaku.

​"Rileks..." bisik Dixon rendah, mengecup bibir Cia untuk mengalihkan perhatiannya.

​Dixon memosisikan dirinya di atas Cia. Pria itu menahan pinggul Cia dengan erat, lalu dalam satu sentakan yang dalam, ia memulai momen penyatuan mereka.

​Slirp... Jleb!

​"AAHHH! SAKITHH...!"

​Cia menjerit histeris, air matanya langsung luruh membasahi bantal. Rasa sakit yang luar biasa dahsyat bagai dikoyak paksa membuat seluruh tubuhnya gemetar hebat. Ia mencengkeram bahu kekar Dixon hingga kuku-kukunya memutih, menahan perih yang menyiksa ulu hatinya.

​Dixon seketika menghentikan pergerakannya. Tubuhnya membeku di atas Cia saat matanya menangkap bercak darah segar yang mengalir keluar, menodai seprai putih di bawah pinggul Cia.

​Kekagetan yang luar biasa menghantam benak sang miliarder. Sorot matanya yang tajam menatap wajah Cia yang kini memucat dengan sisa air mata.

​"Kamu... ini yang pertama bagimu?" tanya Dixon dengan nada suara yang campur aduk antara tidak percaya, syok, sekaligus rasa bersalah yang mendalam.

​Cia tidak sanggup mengeluarkan kata-kata karena rasa perih yang masih mendera. Dalam rengkuhan pria yang merupakan ayah dari musuh besarnya, Cia hanya bisa memberikan anggukan lemah dengan mata yang terpejam.

​Melihat anggukan itu, dada Dixon berdesir aneh. Pria sedingin es itu mendadak merasakan sebuah kepemilikan mutlak yang tak kasat mata telah mengikat dirinya pada gadis di bawah kuasanya ini.

​Melihat air mata Cia yang masih mengalir, sorot mata elang Dixon melunak—sebuah pemandangan yang mustahil dilihat oleh rekan bisnisnya di dunia luar. Pria matang itu menahan bobot tubuhnya dengan kedua lengan kekarnya agar tidak terlalu menekan Cia.

​"Saya akan pelan-pelan," bisik Dixon dengan suara baritonnya yang sangat parau, berembus hangat di ceruk leher Cia. Kata 'saya' yang keluar dari bibirnya terdengar begitu intim, menggantikan kesan dingin yang biasanya ia tunjukkan.

​Dixon tidak langsung bergerak. Ia mengecup kening, kelopak mata, hingga turun ke bibir Cia, memanjakan gadis itu dengan ciuman-ciuman lembut untuk mengalihkan rasa perihnya. Tangannya yang besar mengusap pinggang Cia dengan ritme yang menenangkan, memberikan waktu bagi tubuh Cia untuk menyesuaikan diri dengan ukurannya yang besar.

​Setelah beberapa saat, Dixon menjauhkan wajahnya sedikit, menatap lurus ke dalam manik mata Cia yang masih berkaca-kaca. "Bagaimana? Apa sudah baikan?" tanyanya lembut, memastikan.

​Cia tidak bersuara. Rasa sakit yang tajam perlahan mulai berbaur dengan sensasi hangat yang menggelitik di perut bawahnya. Ia hanya memberikan anggukan lemah, mencengkeram erat bahu kokoh Dixon sebagai tanda bahwa ia sudah siap.

​Mendapat lampu hijau, Dixon mengembuskan napas berat. Ia mulai menggerakkan pinggulnya ke depan dan ke belakang. Gerakan awalnya sangat lambat dan hati-hati, namun setiap sentakan dalam yang ia berikan terasa begitu padat mengisi kekosongan di dalam diri Cia.

​Plak... plak...

​Suara benturan kulit yang halus mulai memecah keheningan kamar suite mewah itu, berpadu dengan gesekan seprai sutra yang berantakan. Ritme yang perlahan itu lama-kelamaan memicu rasa nikmat yang membuat akal sehat Cia semakin kabur.

​"Ahhn... hhg... shh..." Cia mulai mendesah pasrah. Kedua kaki jenjangnya refleks terangkat, melingkari pinggang kekar Dixon untuk mencari tumpuan.

​Mendengar desahan manis yang lolos dari bibir ranum Cia, gairah Dixon semakin terpompa. Gerakannya yang semula pelan berangsur-angsur berubah menjadi lebih cepat, tegas, dan menuntut. Setiap kali tubuh mereka menyatu, Dixon tidak bisa menahan kekagumannya pada kehangatan dinding bagian dalam Cia yang menjepit miliknya dengan sangat ketat.

​"Kamu... luar biasa sempit," puji Dixon dengan suara serak yang seksi, menatap wajah Cia yang mendongak dengan ekspresi erotis. "Rasanya sangat nikmat, gadis kecil. Milikmu benar-benar membuat saya gila."

​Pujian blak-blakan dari pria sedingin Dixon justru membuat Cia semakin kehilangan kendali atas suaranya. Cia hanya bisa mendesah dan meracau tak jelas. Di tengah badai gairah itu, Cia tetap mempertahankan sandiwaranya; ia sama sekali tidak menyebut nama Dixon ataupun memanggilnya dengan sebutan apa pun, membiarkan dirinya tenggelam dalam peran sebagai wanita malam yang mabuk oleh pesona sang miliarder.

​Dixon benar-benar merasa ketagihan. Keperawanan Cia yang ia renggut seolah menjadi candu baru yang langsung merusak sistem pertahanan dirinya. Sentakan-sentakan Dixon menjadi semakin dalam dan bertenaga, memburu puncak pelepasannya yang pertama.

​Splash... jleb... ahn!

​Dengan satu erangan berat yang panjang, Dixon memperdalam sentakan terakhirnya saat cairan hangat miliknya menyembur penuh di dalam diri Cia. Tubuh keduanya bergetar hebat, menikmati gelombang kepuasan yang menyengat seluruh tubuh mereka. Dixon menjatuhkan tubuhnya di atas Cia, menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Cia yang basah oleh keringat dengan napas yang terengah-engah.

​Namun, permainan ini belum usai bagi sang singa yang baru saja terbangun dari tidur panjangnya.

​Hanya butuh beberapa menit bagi Dixon untuk kembali menegang di dalam kehangatan tubuh Cia. Hasrat pria matangnya justru semakin membara setelah pelepasan pertama. Pria itu mendongak, menatap Cia yang mengira semuanya sudah selesai dengan tatapan lapar yang mendominasi.

​"Ganti gaya," perintah Dixon dengan nada mutlak, membalikkan tubuh Cia tanpa menunggu persetujuan. "Saya belum selesai denganmu."

​Cia hanya bisa mendesah pasrah saat tubuhnya dituntun untuk mengikuti permainan sang miliarder, membiarkan malam yang panas itu terus berlanjut di bawah kendali penuh Dixon.

1
Hasti Asti
semangat terus kak berkata, cerita kamu bagus
sryharty
sebelum pembalasan kamu terendus Amora,,kamu harus bikin duda karatan bertekuk lutut sama kamu cia,,biar si duda ga bisa jauh2 dari kamu,,kalo jauh dari kamu langsung gila,,jadi nanti si Amora tidak bisa banyak tingkah
aku
kudukung pembalasanmu dg 🌹 go cia go!!
aku
aduh aq juga tercia cia nih 😁 gasss ciaaaa 😃
Hasti Asti
lanjut kak😍
sryharty
kenapa seh ka up nya irit banget
Shion Hin
hohoho mulai seru 🔥🔥🔥
Marsya
wah mw nambah bacanya lagi,klanjutannya pasti lbih seru🤭🤭🤭🤭
Shion Hin
ayo kak semangat... 🔥🔥🔥🙏
sryharty
kenapa up nya cuma satu2 yah
Yuyun Suprapti
crazy up dong kk thor🤭💪
Shion Hin
😍
Rahman Hayati
wow
selanjutnya rencana lebih menantang lagi Thor, mungkin buat dia belajar beladiri dikit lah
saran thor
sryharty
ka doubel up lah
sryharty
😁 pokonya kamu harus jual mahal cia,,jangan kejar2 duda karatan
biar dia yg tercia dan ga bisa jauh sama kamu
Rahman Hayati
jgn terlalu tua lah Thor yg sedang sedang saja umurnya
sryharty
semoga sampai selesai alurnya masih bagus
sryharty
si duda karatan udah mulai Ter cia2 neh
ayo cia kamu harus kuat
balas semua rasa sakitmu ke Mora..
kamu jangan gegabah tarik ulur si duda karatan biar dia penasaran sama kamu
lanjut yu ka up nya bagus loh cerita kamu
Shion Hin
huaaaa.... gk sabar deh ... 🥺
sryharty
pasti nanti cia hamil,,bawa kabur nanti anaknya cia
biar si duda karatan kelabakan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!