Qiarra dan Queen Gallagher adalah kembar identik yang sangat dekat satu sama lain. Hingga mereka berusia 25 tahun, dan sudah menjadi dokter, salah satu rekan bisnis opanya ingin menjodohkan cucunya dengan salah satu dari si kembar. Sang cucu bernama Jupiter Samudra Prawira jatuh cinta dengan Qiarra tapi Queen lah yang jatuh cinta pada Samudra. Saat menikah, Queen menggantikan Qiarra yg tidak mencintai Samudra. Usai pernikahan, Qiarra terbang ke Hokkaido dan menjadi dokter di desa nelayan disana. Qiarra tidak mau Samudra mencarinya dan memakai nama depannya, Nabila. Di desa itu Qiarra bertemu dengan nelayan bernama Kaito Yamada yang tidak suka melihat gadis bule tapi jago bahasa Jepang itu menjadi dokter disana. Dua orang keras kepala itu akhirnya jatuh cinta.
Sementara Samudra merasa dibohongi karena bukan Qiarra yang menikah dengannya, marah besar. Samudra hendak menceraikan Queen tapi gadis itu meminta agar mereka menikah selama enam bulan dulu.
Bagaimana kisah mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kencan
Keesokan paginya, Qiarra dan Queen datang ke rumah sakit seperti biasa bersama dengan Billy. Mereka lebih suka nebeng ayahnya daripada naik kendaraan sendiri jika memang tidak ada pasien urgensi. Kalau ada pasien urgensi, baru Qiarra memilih naik Vespanya.
"Kamu ada jadwal ops, Qia?" tanya Billy saat mereka turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam rumah sakit.
"Ada. Tubektomi....lagi," jawab Qiarra sambil manyun.
Billy melongo. "Lagi?"
"Lagi, Daddy. Apa aku salah jurusan ya? Harusnya masuk obgyn?" Qiarra menatap wajah ayahnya.
Billy tampak menggaruk kepalanya. "Bisa jadi sih!"
Qiarra mendelik. "Daddy!" Sementara Queen cekikikan di sebelah.
"Lha gimana. Rekor lho kamu Qia, belum ada setahun jadi dokter bedah, sudah berapa kali kamu menangani kasus tubektomi," senyum Billy membuat Qiarra semakin manyun.
"Daddy gitu!" sungut Qiarra dan Billy memeluk putri sulungnya sambil mencium keningnya.
"Namanya dokter bedah itu ya gitu. Coba kamu tanya Hanabi, Ji-woo, Ambar atau Amisha. Misha juga mau ambil bedah kan?" ucap Billy.
"Iya. Tapi Amisha katanya nanti tidak mau praktek di sini. Kepenuhan klan Pratomo katanya," ujar Queen.
"Iya .. memang sih," cengir Billy.
Ayah dan anak itu pun masuk ke dalam rumah sakit. Mereka pun segera ke ruangan masing-masing.
***
Sementara itu di apartemen milik keluarga Prawira
"Thank you Charles. Semoga kita bisa menjadi rekan yang awet. Oh, Charles ... Bagaimana jika kita menjodohkan para cucu kita? Sepertinya Samudra naksir salah satu cucu kamu," ucap Yunus saat melihat Samudra bersiap untuk pergi.
Pria muda itu terdiam saat sedang memakai sepatu. Eyang mau menjodohkan aku? Sama Qiarra?
"Iya Charles, bibit bebet bobot juga kelihatan dan sudah tahu. Jadi, why not? Samudra memang sendirian. Kedua orang tuanya sudah berpisah waktu dia kecil dan tinggal bersama aku dan almarhum eyang putrinya," ucap Yunus.
"Dimana ayahnya?" tanya Charles.
"Dia sudah meninggal, Charles. Saat Samudra baru masuk ETH. Aku tahu ini seperti aib tapi yah, memang itu kenyataannya. Putraku, Izhar, meninggal karena tertular HIV dari pacarnya yang juga sudah meninggal. Ibunya Samudra... Aku tidak tahu dia dimana sejak perpisahan itu. Mereka bukan tipe orang tua yang baik, Charles. Tapi aku bisa jamin, Samudra tidak seperti mereka," jawab Yunus dengan nada tidak enak.
"Yunus, aku sendiri bukan tipe suka menjodohkan anak maupun cucu. Biarkan mereka mengenal secara natural. Jika memang salah satu cucuku cocok dengan cucumu, ya kita dukung saja. Setidaknya aku tahu bagaimana latar belakang Samudra," jawab Charles.
"Aku yakin, kamu pasti sudah cari tahu kan?" kekeh Yunus.
Charles tertawa. "Tahu saja! Aku memang menunggu kamu yang bilang sendiri padaku."
"Memang keluarga klan Pratomo sangat blak-blakan," senyum Yunus.
Samudra menggelengkan kepalanya. Ampun deh Eyang tuh.
***
Royal Carolina Hospital London
Queen hampir tidak konsentrasi karena tidak sabar untuk segera pergi bersama Samudra. Tanpa disadari, sedikit-sedikit dia melihat jam tangan dan jam dinding rumah sakit.
"Anda ada janji, Dokter Gallagher?" tanya Suster Anne, asistennya.
"Iyaaa. Aku mau pergi makan siang!" senyum Queen.
"Apakah seorang ...pria?" goda Suster Anne.
Queen hanya mengerling genit. "YTTA." .
"Excuse me?" tanya Suster Anne bingung.
"Yang Tahu Tahu Aja. If You Know, You Know. Tapi dalam bahasa Indonesia," senyum Queen.
"Oh I see." Suster Anne hanya tertawa karena bahasa Queen sering amburadul. "Dok, lebih baik kita fokus bekerja dulu. Biar nggak ada yang salah."
"Ah, kamu benar."
Queen dan Suster Anne kembali fokus bekerja hingga bisa selesai sebelum jam makan siang.
***
Menjelang jam makan siang, Samudra menghubungi Queen dan gadis itu pun bergegas keluar dari rumah sakit menuju parkiran. Tampak mobil milik keluarga Prawira sudah ada di halaman. Queen pun masuk ke dalam mobil Samudra yang tersenyum manis.
"Jadinya kita makan siang dimana? Kan semalam kamu sudah makan pizza," tanya Samudra. "Jujur aku tidak hapal makanan halal di London."
"Aku ajak ke restauran Melayu. Mau?" tawar Queen.
"Ada nasi kandar? Enak nggak?" tanya Samudra. "Aku cobain yang di Glasgow, agak kurang."
"Aku makan di sini cukup mirip sama yang di KL," jawab Queen dengan gaya Qiarra.
"Begitu. Ya sudah, gas! Kasih tahu jalannya ya?"
Queen mengetikkan alamat rumah makan itu di layar GPS dan Samudra menjalankan mobilnya.
***
"Suster Anne."
Suster Anne menoleh. "Dokter Gallagher Dua."
"Dimana Queen?" tanya Qiarra.
"Oh, pergi makan siang. Katanya sama cowok."
"Sama cowok?" Qiarra menaikkan sebelah alisnya. Apa pergi sama Samudra ya?
"Iya. Sepertinya mau kencan," jawab Suster Anne.
"Begitu. Ya sudah ... Padahal mau aku ajak makan siang." Qiarra mengedikkan bahunya. "Thanks Suster Anne."
"Sama-sama Dok."
***
Restauran Melayu di London
Samudra dan Queen tiba di restauran itu dan segera mengambil tempat yang agak sudut. Mereka langsung memesan nasi kandar kuah banjir dan dua es teh tarik.
"Tempatnya seperti di Jakarta ya?" senyum Samudra.
"Vibesnya mirip di KL sih." Queen menyesap es teh tariknya.
"Qiarra, apa kamu tahu ... Eyangku pengen jodohin kita," ucap Samudra.
Queen menatap sok cool. "Iya kah?" Serius? Mau dijodohkan?
"Cuma kita kan baru ketemu ... Jadi, kita jalani saja dulu ya?" senyum Samudra.
"Baik Mas."
Samudra dan Queen mengobrol banyak hal. Queen baru tahu jika Samudra adalah sarjana bio teknologi yang sekarang mengambil studi farmasi.
"Pantas diajak ngobrol soal obat, dia paham," batin Queen.
***
Royal Carolina Hospital
"Lho Qiarra? Tidak bersama Queen?" tanya Galena Darling saat melihat keponakannya makan siang sendirian di cafetaria.
"Nggak Tante. Queen sedang pergi makan siang sama temannya," jawab Qiarra santai.
"Kamu nanti operasi sama Tante kan?" Galena duduk di depan Qiarra sambil meletakkan nampannya.
"Iya. Kita nggak tubektomi lagi kan Tante?" tanya Qiarra.
"Kenapa memang?"
"Aku sudah ops tubektomi pagi tadi." Qiarra tampak manyun.
Galena terbahak. "Kamu rekor deh! Dapatnya tubektomi terus."
Qiarra hanya menghela napas panjang. "Begitulah."
***
Menjelang malam, Qiarra masuk ke kamar Queen dan melihat saudara kembarnya sedang asyik berbalas pesan dengan Samudra.
"Gimana tadi acara makan siangnya?" tanya Qiarra.
"Seru. Senang aku," senyum Queen.
"Bagus deh! Nikmatilah," balas Qiarra.
"Thanks Qia."
Qiarra mengangguk.
"Qia, kalau aku dapat jodoh duluan, kamu nggak papa?" tanya Queen.
Qiarra menatap adiknya bingung. "Sejak kapan jodoh jadi ajang balapan? Kalau kamu dapat duluan, aku senang. Alhamdulillah dapat jodoh yang baik. Aku masih suka hidup sendiri."
Queen tersenyum lebar. "Baiklah!"
Qiarra berjalan keluar dari kamar Queen. "Apa mereka sudah jadian?" gumamnya bingung.
***
Yuhuuu up Siang yaaaaaa gaeeesss
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu
kamu pasti akan sangat menyesal Sam
Alhamdulillah semua keluarga mendukungmu queen
cepat sembuh ya queen, gapai bahagiamu lagi dengan laki-laki yang tulus menyayangimu
dukungan keluarga ke Queen smg bs menjadi penyemangat utk sembuh dan ingat hati yg gembira adalah obat
dan akhirnya keluarga pun tau Qia ada di furubira yg amaze nya mlh pada gatau itu ada di mana, sama nek aku 🤭 soale kalo di Osaka ntar gampang cepet ketahuannya 😆😆
untung aku bacanya pagi habis sarapan
coba kalo belum, bisa nggak jadi sarapan aku😭😭😭😭
kamu kuat queeny😓😓
kira kira Jodoh Queen ada yang baru atau masih Samudera yang pikirannya cupet , Mbak Hana ?