Lin Yuan hanyalah seorang satpam biasa yang ingin menikmati hidup tenang setelah meninggalkan gelarnya sebagai Raja Tentara Bayaran paling mematikan.
Namun, hari-harinya berubah menjadi kacau ketika ia terjebak kesepakatan menjadi pacar palsu seorang CEO wanita sedingin es bernama Shen Yuxuan demi menggagalkan pertunangannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28
Lobi kantor Grup Shen pagi itu dikejutkan oleh kedatangan CEO mereka yang tampak pucat dan sedikit gemetar.
Shen Yuxuan berjalan cepat melintasi lobi dengan Lin Yuan yang mengikuti tepat di belakangnya.
Para karyawan saling berbisik melihat bos es mereka tidak terlihat seperti biasanya.
"Bawa mobil itu ke bengkel khusus, dan pastikan Nona Mengting menjemputku di ruang kerja."
Shen Yuxuan memberikan instruksi singkat kepada kepala keamanan baru yang menggantikan Wang.
Setibanya di ruang kerja CEO, Shen Yuxuan langsung menjatuhkan dirinya ke sofa.
Napasnya masih sedikit terengah engah mengingat aksi kejar kejaran maut tadi.
Lin Yuan menuangkan segelas air hangat dan memberikannya kepada bosnya.
"Minumlah, itu akan membuatmu merasa lebih baik."
Lin Yuan duduk di kursi seberang meja dengan santai, seolah kecelakaan tadi hanyalah sebuah permainan bom bom car di taman hiburan.
Shen Yuxuan menerima gelas itu dan meminum isinya perlahan.
Tangannya masih sedikit gemetar saat meletakkan gelas kosong itu ke atas meja.
"Kau berutang nyawa padaku lagi, Bos cantik."
Lin Yuan tersenyum nakal, mencoba mencairkan suasana tegang tersebut.
"Tadi kau memanggilku 'pacar', kan? Apa itu artinya aku sudah resmi lulus dari status pacar palsu?"
Wajah Shen Yuxuan seketika memerah padam, rona merahnya terlihat sangat jelas di kulit putih pucatnya.
"J-ja-jangan bermimpi, aku hanya salah bicara karena terlalu panik."
Sifat tsundere Shen Yuxuan kembali muncul sebagai mekanisme pertahanannya.
"Lagipula, kau yang membuat situasi semakin berbahaya dengan manuver gilamu itu."
Lin Yuan tertawa pelan dan berdiri dari kursinya.
"Baiklah, anggap saja begitu. Nona Su Mengting sebentar lagi akan datang menemanimu."
Lin Yuan merapikan kerah seragamnya dan bersiap menuju pintu keluar.
"Aku akan kembali ke posku di lobi bawah."
Shen Yuxuan menatap punggung Lin Yuan dengan perasaan campur aduk.
Tiba tiba ada rasa enggan yang aneh di hatinya untuk membiarkan pria itu pergi dari pandangannya.
"Tunggu, Lin Yuan."
Suara panggilan dari Shen Yuxuan menghentikan langkah Lin Yuan di depan pintu.
"Ada apa lagi, Bos? Apa kau berubah pikiran dan ingin memberiku ciuman sebagai hadiah?"
Lin Yuan menoleh dengan godaan mautnya yang khas.
Shen Yuxuan menggigit bibir bawahnya, menahan rasa gengsi yang luar biasa.
"Berhati hatilah, keluarga Zhao pasti akan merencanakan hal yang lebih buruk."
Ucapan pelan yang penuh kekhawatiran itu meluncur dari bibir sang CEO es.
Lin Yuan tertegun sejenak, namun kemudian dia memberikan senyum yang sangat tulus.
"Jangan khawatir, mereka tidak akan punya kesempatan untuk merencanakan apa pun lagi."
Lin Yuan membuka pintu dan melangkah keluar, meninggalkan Shen Yuxuan yang terdiam memikirkan arti kalimat terakhir pria itu.
Setelah memastikan Su Mengting telah tiba di ruang CEO, Lin Yuan segera meninggalkan gedung Grup Shen.
Dia tidak turun ke lobi seperti yang dia katakan, melainkan berjalan menuju tempat parkir dan mengambil sebuah sepeda motor biasa.
Lin Yuan memacu sepeda motor itu menuju kawasan perumahan elite tempat kediaman utama keluarga Zhao berada.
Kawasan itu dijaga ketat oleh puluhan satuan pengamanan bersenjata lengkap.
Keluarga Zhao sepertinya benar benar panik setelah kejadian semalam.
Namun bagi mantan Raja Tentara Bayaran, sistem keamanan tingkat perumahan ini sama saja dengan tidak ada penjagaan sama sekali.
Lin Yuan memarkirkan motornya di sebuah gang kecil yang agak jauh dari pintu gerbang utama.
Dia melompati tembok setinggi tiga meter dengan sangat mudah tanpa menimbulkan suara sedikit pun.
Gerakannya bagaikan hantu yang menyusup ke dalam bayang bayang siang bolong.
Lin Yuan melumpuhkan tiga orang pengawal yang sedang berpatroli di taman belakang hanya dengan sentuhan lembut di titik saraf leher mereka.
Dia masuk ke dalam rumah mewah itu melalui jendela lantai dua yang sedikit terbuka.
Suasana di dalam rumah cukup sepi, para pelayan sepertinya sedang berkumpul di dapur lantai satu.
Lin Yuan berjalan menyusuri lorong berkarpet tebal hingga dia mendengar suara rintihan ketakutan dari salah satu ruangan.
Dia membuka pintu kayu berukir itu perlahan dan melangkah masuk.
Di dalam ruangan tersebut, Zhao Tian sedang duduk meringkuk di atas ranjang dengan tubuh gemetar.
Tuan muda arogan itu terlihat seperti orang gila, kantung matanya menghitam karena tidak tidur semalaman.
Dia memegang sebuah pistol di tangannya dengan sangat erat.
"Si... siapa di sana?"
Zhao Tian mengarahkan pistolnya ke arah pintu dengan panik saat melihat bayangan Lin Yuan.
Lin Yuan melangkah maju menembus cahaya redup dari tirai jendela yang tertutup.
Dia menatap Zhao Tian dengan pandangan sedingin es kutub.
"Kudengar kau menyewa pengemudi amatir untuk bermain tabrak tabrakan di jalan layang pagi ini."