NovelToon NovelToon
Naruto : Reinkarnasi Saudara Kembar Uchiha Itachi

Naruto : Reinkarnasi Saudara Kembar Uchiha Itachi

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Anime
Popularitas:11.7k
Nilai: 5
Nama Author: Wawan wan

“Di kehidupan ini, Akulah yang memegang kendali takdir.”

"Reinkarnasi sebagai saudara kembar Itachi dengan Supreme System."

"Aku akan mengubah takdir klan uchiha."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wawan wan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 5: Panel Status dan Langkah Awal Si Kembar

Bab 5: Panel Status dan Langkah Awal Si Kembar

Setelah kunjungan berharga dari Minato Namikaze dan Uzumaki Kushina malam itu, ketegangan sisa-sisa perang di dalam kediaman Uchiha seolah sedikit mencair. Namun bagi Veil, janji lisan seorang pahlawan tidaklah cukup untuk menjamin masa depan klan. Di dunia shinobi yang kejam ini, satu-satunya jaminan keselamatan yang mutlak adalah kekuatan yang berada di tangannya sendiri.

Di dalam kamarnya yang sunyi, Veil menghentikan meditasinya sejenak. Di sampingnya, Itachi tertidur pulas dengan napas yang teratur. Karena mereka adalah saudara kembar yang tak terpisahkan, Itachi selalu menolak tidur di kamar terpisah; dia memilih untuk tetap berada di dekat Veil, menyerap sisa-sisa ketenangan dari aura kembarannya.

Sistem, tampilkan bilah statusku, perintah Veil dalam hati.

Ding! Sebuah layar holografis transparan yang hanya bisa dilihat oleh mata Veil muncul di hadapannya, menampilkan data kekuatannya saat ini:

[ STATUS SUPREME SYSTEM ]

Nama: Uchiha Veil (Nox)

• Umur: 3 Tahun

• Garis Keturunan: Uchiha Murni (Kepadatan Chakra Sempurna - Bebas Efek Samping Kebutaan)

• Atribut Elemen: Katon (Api Biru Mutasi), Raiton (Petir), Inton (Yin)

• Kapasitas Chakra: Level Chunin Tinggi (Berkat Asura Soul Refining)

• Batas Darah (Kekkei Genkai): Sharingan (1 Tomoe - Kiri & Kanan)

• Eternal Mangekyou Sharingan (Terbuka 100% pada usia 5 tahun)

• Kemampuan Pasif: Asura Soul Refining (Kultivasi Jiwa & Energi Alami), Pendidikan & Logika Bumi (Sempurna)

• Kemampuan Aktif: Ninjutsu Medis Tingkat Dewa: Penyembuhan Selular Instan

• Poin Sistem: 5.000 Poin

Veil menatap panel tersebut dengan puas. Di usia tiga tahun, memiliki kapasitas chakra setingkat Chunin tinggi dan pemulihan selular instan sudah menjadikannya fondasi yang kokoh. Namun, Veil sangat rasional. Berbekal pengetahuan medis modern dari Bumi dan sistem, dia tahu betul bahwa struktur tulang dan otot anak berusia tiga tahun masih terlalu rapuh. Tubuh balita belum siap untuk disiksa dengan latihan fisik ekstrem ala ninja dewasa, seperti memukul pohon hingga berdarah atau membawa beban besi.

Jika dia memaksakan latihan gila sekarang, itu justru akan merusak masa depan fisiknya sendiri. Oleh karena itu, latihan Veil saat ini hanyalah latihan-latihan kecil yang terukur—seperti meditasi pernapasan untuk melatih sirkulasi chakra, latihan peregangan statis, serta berjalan santai melatih keseimbangan di halaman belakang.

Veil menoleh ke samping, menatap wajah tidur Itachi. Hanya di saat-saat seperti inilah, ketika tidak ada orang luar yang melihat, hawa dingin sedingin es di tubuh Veil mengendur.

Bagi orang lain di Konoha, Veil adalah bocah ajaib yang kejam, dingin, dan bicaranya setajam silet. Namun, di hadapan keluarganya, dia bisa bersikap sedikit hangat. Berkat ingatan kehidupan lalunya yang berharga di Bumi tentang arti sebuah keluarga, Veil tahu betapa berharganya kasih sayang Mikoto dan kesetiaan polos Itachi.

Veil menarik selimut hangat dan menyelimuti tubuh Itachi yang sedikit menggigil karena angin malam. "Tidurlah yang nyenyak, Kakak," bisik Veil lirih dengan nada yang lembut. "Saat tubuh kita siap nanti, aku akan menempamu menjadi yang terkuat."

Itachi yang setengah terbangun hanya bergumam pelan, lalu meringkuk lebih dekat ke arah Veil, merasa aman di dekat kembarannya.

Keesokan paginya, di halaman belakang kediaman utama Uchiha, Veil sedang duduk bersila melakukan meditasi Asura Soul Refining. Sesekali dia berdiri, melakukan gerakan peregangan dan berjalan pelan di atas pagar kayu untuk melatih titik tumpu keseimbangan tubuhnya. Latihannya sangat ringan, namun dilakukan dengan kedisiplinan dan fokus yang luar biasa.

Di balik pintu geser, Itachi memperhatikan setiap gerakan kecil Veil dengan mata hitamnya yang bulat.

Dalam plot aslinya, Itachi baru akan mulai menyentuh latihan ninja pada usia lima tahun di bawah bimbingan Shisui. Namun, karena keberadaan Veil yang bereinkarnasi, alur itu mulai bergeser. Melihat kembarannya yang baru berusia tiga tahun sudah begitu konsisten melakukan latihan kecil setiap hari tanpa mengeluh, rasa penasaran dan insting kompetitif di dalam diri Itachi mulai terusik.

Itachi berjalan keluar ke halaman, mendekati Veil yang baru saja menyelesaikan satu sesi peregangan.

"Veil... apa yang sedang kamu lakukan?" tanya Itachi dengan suara kekanak-kanakan yang polos.

Veil menoleh, menatap kakak kembarannya. Hawa dingin di matanya mencair, menyisakan ketenangan yang hangat. "Aku sedang menyelaraskan energi di dalam tubuhku, Itachi. Dan melatih keseimbangan agar ototku terbiasa bergerak efisien."

"Apakah aku... boleh ikut?" Itachi meremas ujung bajunya, sedikit ragu namun matanya memancarkan binar tekad yang kuat. "Aku ingin menjadi kuat sepertimu. Aku tidak mau tertinggal di belakangmu, Veil."

Veil menatap Itachi dalam-dalam. Dia tahu fisik mereka berdua belum siap untuk latihan bertarung yang sesungguhnya. Namun, melihat motivasi Itachi yang membara sejak dini, Veil tersenyum tipis—sebuah senyuman hangat yang jarang dia tunjukkan pada dunia luar.

"Tubuh kita masih terlalu kecil untuk latihan melompat tebing atau melempar shuriken, Itachi," ucap Veil lembut, menepuk pundak kembarannya. "Tapi, kita bisa mulai dari hal kecil. Aku akan mengajarimu cara bermeditasi untuk merasakan aliran chakra dan melatih kelenturan tubuhmu. Anggap saja ini persiapan. Tahun depan, saat kita genap berusia empat tahun dan fisik kita sedikit lebih siap, kita akan mulai latihan ninja yang sesungguhnya bersama-sama."

Mata Itachi seketika berbinar gembira. "Benarkah? Janji ya, Veil!"

"Janji," jawab Veil.

Hari itu, di bawah hangatnya sinar matahari di pusat Konoha, dua bocah kembar berusia tiga tahun itu duduk bersila berdampingan. Veil membimbing Itachi dengan sabar, mengajarinya teori dasar manipulasi energi dengan bahasa yang mudah dipahami anak-anak.

Meskipun latihannya masih kecil dan sederhana, benih-benih kejeniusan Itachi telah dipicu satu tahun lebih awal dari sejarah aslinya, semuanya karena pengaruh magnetis dari sang adik kembar, Uchiha Veil.

1
Klarasya
lanjutt thorr 😻
Fardhanan 12
lanjutt lanjuttt panjutttt
Fardhanan 12
😭😭😭😭😭
Klarasya
lanjuttt thorrr 🤧
Nawadipta
gak nyaman. klise, kaku, kurang emosional. terlalu cepat.
Zabibiex
ini buat nya pakai ai ya kek alay gitu soal-nya
aldo
lanjut author 🙏🙏🙏
Aisyah Suyuti
good
aldo
semangat terus author 🙏🙏🙏
aldo
wah seru sekali author
aldo
lanjut kan author
aldo
wah bagus sekali author
Hadi Hadi
is good 😍😍
Hadi Hadi
mantap 💪💪
Hadi Hadi
sikat 💪💪😍😍
Hadi Hadi
bantai
Hadi Hadi
sikat
Hadi Hadi
semangat 😍😍
Hadi Hadi
😍😍😍
Hadi Hadi
bantai 💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!