"Maaf nyonya, tapi bayi anda tidak bisa diselamatkan." Kata-kata itu seperti pisau yang menancap tepat di jantung nya membuat dia mati rasa.
Namun, tampaknya kematian memang mengikuti nya. "Mommy, pergilah bersama dengan bayimu. kau tidak pantas jadi mommy ku." Kata-kata itu dari bibir kecil dengan wajah yang polos namun senyuman licik terbit seiring dengan mobil yang meledak.
"Jika aku hidup kembali, aku tidak akan melakukan kesalahan yang sama."
Mata itu terbuka dengan napas yang memburu. Dia melihat keseluruh tubuhnya dan sepasang tangannya yang terbuka.
"Baguslah kau sudah bangun. bersiaplah! Pernikahan mu menghitung jam!"
"Aku? hidup kembali?"
Bagaimana kelanjutannya? Apakah akhirnya akan tetap sama atau berubah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Nilam Sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ucapan ku adalah mutlak!
Tangan kecil Aurora menarik gaun pesta Neneknya dengan erat. Meninggalkan nuansa kusut yang tercetak jelas seiring dengan tatapannya yang beralih pada sosok tak jauh dari posisinya. Miranda yang melihat reaksi ketakutan Aurora langsung berlari kecil dan memasang wajah khawatir.
"Rora, sayang... Ada apa? Kenapa berlari? Nanti kau terjatuh." Nada bicara Miranda penuh dengan kekhawatiran dan kelembutan.
"Ada apa rora?" Tanya Jennifer pada sang cucu. Namun bibir Aurora tidak bicara, dia menggeleng dengan tatapan tertuju pada Athena.
"Bibi, Aurora sepertinya masih belum terbiasa dengan orang baru. Apalagi, dengan Athena." Jelas Miranda pelan.
"Apa yang dilakukan nya? Dia melakukan sesuatu?" Jennifer langsung menunduk, mensejajarkan diri nya dengan tinggi Aurora.
"Kenapa cucuku? Ada masalah?" Athena melihat itu dari tempatnya.
"Kau tidak ingin kesana suamiku? Sepertinya putrimu itu sedang tidak baik."
"Diam! Kau penyebabnya!" Tuduh Logan.
"Aku? Astaga." Ujar Athena tak percaya dengan tersenyum kecil.
"Daripada menebak lebih baik kau kesana dan lepaskan pinggang ku yang ramping dan b0kong ku yang kencang ini!" Sontak, Logan langsung menjauhkan tangannya.
"Atau? Mau bersama kesana? Hmmm?" Goda Athena.
"Kau!"
"Logan, sebaiknya kita pulang. Aurora sudah tidak nyaman." Jennifer datang menghentikan pembicaraan itu.
"Mommy. Aku ucapkan salam untuk mommy dan Daddy ku dari menantu kalian yang baru." Pria yang mirip dengan Logan mengangguk kecil dan membalas sapaan Athena. "Selamat datang Athena. Di keluarga kami."
"Ayo Logan!" Desak Jennifer, Miranda yang melihat sikap acuh Jennifer pada Athena merasa senang. Seolah menunjukkan posisi wanita itu yang tidak akan mendapatkan hati Jennifer.
"Peduli apa aku."
"Kau bilang apa?" Tanya Logan cepat saat mendengar kata yang keluar dari bibir Athena meskipun samar. " Aku bilang, ayo kita pulang. Lagipula, sudah cukup acaranya." Jawab Athena.
Logan mengambil langkah besar, dan perlahan meninggalkan Athena. Athena melihat punggung lebar itu mulai menjauh darinya. Kerumunan orang-orang mungkin ada yang memperhatikan dan juga tidak.
"Aku hanya perlu menghitung. Dia akan kembali dan menjemput ku. Menggenggam tangan ku dengan perasaan menahan diri dan kesal yang membuncah. Dulu aku yang berlari mengejarnya dengan gaun pengantin dan tidak ada kepedulian siapapun. Ha.... Betapa b0doh nya aku." Athena masih merutuki kebodohannya di kehidupan pertamanya.
Segelas jus itu bergoyang-goyang di jari-jari lentik Athena. "Athena, kemana suami dan mertua mu?" Oh, mommy nya langsung datang mengacaukan waktu santainya.
"Tidak tau." Jawab Athena.
"Dan kau tidak pergi mengikuti mereka? Kau duduk manis disini?" Sekarang giliran Daddy nya yang bicara.
Athena kembali meny3sap jus ditangannya sebelum menjawab pertanyaan Daddy nya. "Apa salahnya? Aku duduk menikmati pesta pernikahan ku sendiri. Lagipula, untuk apa aku mengikuti nya?"
"Kau sudah menjadi menantu mereka! Jangan membuat ulah!" Jus itu tumpah karena cengkraman kuat di lengan kanannya.
"Ya, aku sudah jadi menantu dan bukan putri kalian lagi. Jadi, sebagai nyonya dari Logan Alistair Vance ucapan ku adalah mutlak!"
"Kau!"
"Mmmh." Athena menggelengkan kepalanya dan menggoyangkan telunjuknya pada wajah dengan rahang mengeta@t itu. "Tahan Daddy, tidak perlu marah. Santai... Santai, aku pastikan dalam hitungan mundur, suamiku Logan akan kesini dan membawa ku. Menggenggam tangan ku didepan kalian!"
"Kau yang harus mengambil hatinya bukan sebaliknya. Dia itu masih cinta mati pada istrinya." Bisik Daddy nya dengan gigi menggerutuk.
"Oh ya? Kalau begitu lihat saja."
"Aku yang benar? Atau Daddy mommy yang benar."
"Athena, nak....." Athena langsung mengangkat telapak tangannya.
"Cukup mommy. Aku sudah muak dan selesai dengan kata-kata mu. Sekarang kata-kata ku. Aku akan berhitung dan dalam hitungan kelima... Logan akan kembali kesini.
"Lima... Empat....."
"Dia sudah gila!" Kesal pria itu pada istrinya.
"Tiga.... Dua.... "
"Athena, ayo mommy antarkan dirimu. Kau..."
"Satu!"
"Athena!" Panggilan itu membuat Athena tersenyum.
Bersambung.....
Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak 🥰🙏🙏