NovelToon NovelToon
Restu Yang Ditarik Kembali

Restu Yang Ditarik Kembali

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Mengubah Takdir / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:321.6k
Nilai: 5
Nama Author: blcak areng

Sepuluh tahun membina rumah tangga, Adila mengira restu mertua adalah pelindung abadi bagi cintanya dan Revan. Namun, segalanya runtuh saat Meisya sahabat masa lalu Revan hadir membawa janin di rahimnya karena suaminya meninggal.

​Tiba-tiba, pengorbanan Adila sebagai istri sekaligus calon dokter yang mandiri justru menjadi senjata untuk memojokkannya. Karena dianggap mampu berdiri sendiri, Adila dipaksa mengalah. Revan mulai membagi perhatian, waktu, hingga nafkah bulanan demi menjaga Meisya yang dianggap lebih rapuh.

​Hati Adila hancur saat melihat Revan membelai perut wanita lain dengan kasih sayang yang seharusnya menjadi miliknya. Ketika restu itu ditarik kembali dan posisinya sebagai istri perlahan dijandakan di rumah sendiri, masihkah ada alasan bagi Adila untuk bertahan? Ataukah gelar dokter yang ia kejar akan menjadi jalan baginya untuk melangkah pergi dan meninggalkan pengkhianatan ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blcak areng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Restu Yang Ditarik Kembali

​Lampu-lampu jalanan mulai menyala, membiaskan cahaya jingga di atas aspal yang masih basah. Adila mengendarai mobilnya dengan perlahan memasuki kompleks perumahan elite tempat ia tinggal. Kepalanya berdenyut, efek dari tekanan pekerjaan di rumah sakit dan beban pikiran yang tak kunjung usai. Ia sempat ragu untuk pulang, namun ia sadar, melarikan diri bukanlah gaya seorang Adila. Ia harus menghadapi Revan, ia harus menegaskan posisinya.

​Namun, begitu mobilnya berbelok memasuki pekarangan rumah, jantung Adila seolah berhenti berdetak. Ada tiga mobil tambahan terparkir rapi di sana. Mobil mertuanya, dan satu mobil yang sangat ia kenal sebagai milik adik iparnya.

​"Ada acara apa?" bisik Adila pada kemudi yang ia genggam erat.

​Adila turun dari mobil dengan langkah yang terasa berat. Suara tawa dan obrolan hangat terdengar hingga ke teras depan. Begitu ia membuka pintu utama, sebuah pemandangan yang menghancurkan hatinya tersaji tepat di depan mata.

​Di ruang tamu yang biasanya tenang, kini ramai. Ada Mama dan Papa mertuanya, juga adik Revan, sedang duduk melingkar di sofa. Dan di tengah-tengah mereka, duduk seorang wanita dengan daster hamil yang nampak sangat nyaman, sedang memegang segelas susu hangat. Meisya.

​Adik Revan sedang tertawa sambil mengelus perut Meisya yang mulai membuncit, sementara Mama mertuanya sibuk menata bantal di belakang punggung wanita itu agar lebih nyaman. Revan berdiri di samping mereka, wajahnya tampak begitu cerah, jauh berbeda dengan wajah penuh amarah yang ia tunjukkan saat sarapan tadi.

​Kehadiran Adila membuat suasana yang tadinya hangat seketika membeku. Tawa itu lenyap, digantikan oleh ketegangan yang menyesakkan.

​"Oh, kamu sudah pulang, Dila?" tanya Papa mertuanya dengan nada yang dipaksakan biasa saja.

​Adila tetap berdiri di ambang pintu, masih mengenakan jas putihnya kontras dengan suasana domestik yang sedang berlangsung. Ia menatap mereka satu per satu, lalu matanya tertuju pada tas-tas besar yang tergeletak di sudut ruangan. Tas milik Meisya.

​"Ada acara apa ini, Mas? Kenapa semua orang berkumpul di sini? Dan kenapa... barang-barang Meisya ada di sini?" suara Adila terdengar rendah, namun bergetar hebat saat melihat koper milik Meisya karena Adila masih ingat dengan koper-koper itu.

​Revan berdeham, ia melirik ibunya sejenak sebelum berjalan mendekati Adila. Ia memegang lengan Adila, mencoba menariknya menjauh dari kerumunan itu.

"Dila, ayo ke kamar sebentar. Aku perlu bicara dengan kamu nanti Mas jelasin ya."

​Adila menepis tangan Revan. "Bicara di sini saja, Mas. Kenapa harus sembunyi-sembunyi? Apa yang sedang terjadi di rumahku sendiri?"

​"Adila, jangan mulai. Ayo!" Revan mencengkeram lengan Adila lebih kuat dan setengah menyeretnya menuju kamar utama di lantai atas. Di belakang, Adila sempat menangkap lirikan sinis dari ibu mertuanya dan wajah sok polos Meisya.

​Begitu pintu kamar tertutup rapat, Adila langsung berbalik menghadap Revan.

"Jelaskan, Mas! Jelaskan sekarang juga!"

​Revan menghela napas, mencoba mengatur napasnya yang memburu. "Dila, kondisi Meisya memburuk. Dia tidak bisa tinggal sendirian di kontrakan. Tadi dokter bilang dia harus banyak istirahat total dan tidak boleh stres. Mama dan Papa juga setuju. Jadi, untuk sementara waktu hanya sementara sampai dia melahirkan Meisya akan tinggal di sini. Di rumah ini."

​Dunia Adila seolah meledak. "Apa kamu bilang? Tinggal di sini? Di rumahku? Di istanaku?"

​"Ini juga rumahku, Adila!" bentak Revan. "Dan ini adalah keputusan keluarga. Mama merasa Meisya akan lebih terjamin kesehatannya kalau ada di bawah pengawasan kita. Ada Bi Ijah yang bisa membantunya masak, dan ada kamu... kamu calon dokter, kan? Kamu bisa memantau kondisinya setiap hari."

​Tawa pahit keluar dari bibir Adila. "Kamu gila, Mas. Kamu benar-benar sudah gila! Kamu membawa wanita lain ke dalam rumah kita, wanita yang sudah merampas nafkahku dan sekarang kamu memintaku untuk menjadi perawat pribadinya?"

​"Ini demi kemanusiaan, Adila! Kenapa hatimu begitu busuk? Dia sedang mengandung nyawa!"

​"Nyawa yang bahkan bukan darah dagingmu!" teriak Adila, suaranya pecah oleh amarah yang sudah mencapai ubun-ubun. "Kamu menghancurkan privasiku, kamu menghancurkan harga diriku sebagai istri! Kamu membiarkan ibumu membawa penyusup masuk ke dalam ruang pribadiku! Apa kamu pernah memikirkan perasaanku sedikit saja?"

​Adila mulai melemparkan bantal dari atas tempat tidur ke arah Revan. "Keluar! Suruh mereka keluar! Suruh wanita itu pergi dari sini sekarang juga!"

​"Cukup, Adila! Jaga bicaramu! Kamu memalukan kalau terdengar orang tua di bawah!" Revan mencoba menahan tangan Adila.

​"Aku memalukan? Kamu yang memalukan, Mas! Kamu membawa selingkuhan terselubungmu masuk ke rumah! Apa kamu pikir aku bodoh? Apa kamu pikir aku akan diam saja melihat kalian bermain keluarga bahagia di bawah sana sementara aku dianggap pengganggu?"

​Adila murka luar biasa. Ia menyapu semua barang di atas meja riasnya hingga jatuh berantakan ke lantai. Suara kaca pecah menggema di seluruh ruangan, sama seperti hatinya yang kini sudah hancur tak bersisa. "Jika wanita itu tidak pergi malam ini, maka aku yang akan pergi dan tidak akan pernah kembali lagi!"

​Revan menatap Adila dengan pandangan dingin yang mematikan. "Silakan jika itu maumu. Tapi Meisya tetap akan tinggal di sini karena dia punya restu dari orang tuaku. Jika kamu tidak bisa menerima itu, mungkin benar kata Mama... kamu memang tidak pernah pantas menjadi bagian dari keluarga ini."

​Kalimat itu menjadi paku terakhir di peti mati pernikahan mereka. Adila berhenti mengamuk. Ia terdiam, napasnya tersengal, menatap laki-laki yang sepuluh tahun ini ia puja seolah dia adalah orang asing yang paling mengerikan. Di luar kamar, suara tawa riang keluarga Revan kembali terdengar, seolah-olah kehancuran Adila di dalam kamar ini hanyalah gangguan kecil yang tak berarti bagi kebahagiaan baru mereka bersama Meisya.

1
Kaifstoryy
nama suaminya ganti2 mulu🤭

terus dibilang kerangka. berarti meninggalnya udah bertahun kan? jadi Meisya hamil anak siapa? 🤭
Ida Sriwidodo
Lohh.. katanya Revan ngga tau status Dila sebagai putri bungsu keluarag Wijaya.. piye ki thor? 😭😭🤔🤔
Ida Sriwidodo
Ini aneh lagi..
Meisya pergi kan diusir sama Revan sendiri.. dibeliin tiket pulkam one way.. bukan Meisya yang mencampakkan Revan karena dah jatoh misqueen...🤔🤔🤔
Sarifah_Aini97
Sumpah, bau-bau ada rahasia atau konflik besar yang bakal meledak nih🙂‍↕️
Sarifah_Aini97
Aduh, Adila kenapa nih? Pasti abis lihat atau baca sesuatu di HP-nya sampai tangannya gemeteran gitu.
Ida Sriwidodo
Lhah.. di bab terdahulu katanya mau ambil obgyn karena Dila mo fokus sama kesehatan reproduksi wanita 🤔😬
Ida Sriwidodo
Sampai sini jadi pen komen.. Hadi suaminya Meisya di bab ini katanya dah meninggal bertahun lalu.. tapi koq Meisya nya hamilnya baru sekarang yaa..? 🤔
Wulan Azka: apa saya salah ingat ya, yang saya ingat nama suami di Meisya itu Bayu 🤔
total 2 replies
Yuli Yuliawati
suami nggak dan keluarga g d otak tinggalin aja
Yuli Yuliawati
isteri sah tersakiti
awas aja pelakor dan suami durjana nggak dapat balasan nya
Yuli Yuliawati
Tinggalin aja suami durjana mu
Mama lilik Lilik
nama suami meysa, dari Bayu, Hadi,Danang,orang meninggal bisa ganti nama sampai 3x🤣
Wulan Azka: nah kan barusan di bab sebelumnya saya ikut komen soal nama suami Mesya, seingat saya namanya Bayu, kenapa jadi si Hadi
total 2 replies
Bunda
awal yang menarik,ijin baca kak🙏
Nay Chan
sebagai wanita aq suka sikap Adila💪🤣 buang yg lama cari yg baru🤭
Eric ardy Yahya
the punishment has begun Tiara . waktunya mendapatkan siksaan sesuai Peringatan Adila
Eric ardy Yahya
enak rasanya Tiara ? makanya kamu jadi orang gak usah kayak MONYET yang suka mengumpat
Eric ardy Yahya
gimana ya Rasanya Revan ? udah tersiksa ? semua tidak akan terjadi kalau otak kamu bukan Otak' Taik
Eric ardy Yahya
makanya Meisya , kalau punya otak dipakai , jangan malah kamu orang baik jadi wanita malam . gini kan rasanya dihina?
Eric ardy Yahya
makanya Revan , kalian enak ancam Adila bilang kamu akan menyesal blah blah blah dan seterusnya , sekarang ? kamu sendiri menyesal kan ? emak kamu udah tutup usia , Tiara jadi sole survivor alias ngekost , kamu dipecat , rumah kamu disita dan apa lagi yang mau dibanggakan? gak ada sama sekali
Eric ardy Yahya
makanya Revan , Adila udah kasih peringatan aja udah tepat sasaran , namun kamu sendiri yang tidak tau diri berlagak udah hebat , sekarang terima nasib kamu
Eric ardy Yahya
MAMPUS KAU REVAN , makanya jadi orang jangan kayak MONYET
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!