NovelToon NovelToon
Penjelajah Waktu, Hidup Dizaman Ajaib

Penjelajah Waktu, Hidup Dizaman Ajaib

Status: tamat
Genre:Manusia Serigala / Dunia Lain / Spiritual / Matabatin / Time Travel / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:26.7k
Nilai: 5
Nama Author: ara putri

Saat ia terbangun pertama kali ia mendapati dirinya telah melakukan perjalanan waktu kezaman kuno. Yang lebih membuat dirinya terkejut ia tidak hanya terlempar kezaman biasa, tapi zaman Ajaib yang membuat dia sangat takjub.


"Mereka bukanlah manusia biasa, tapi manusia serigala?"


Saat ia masih belum terbiasa untuk hidup dizaman ini cobaan malah datang silih berganti. Abella tidak hanya harus membatu kakaknya yang tiba-tiba kehilangan kekuatannya, tapi dia juga harus menghadapi kegilaan pangeran dari bangsa jin. Belum lagi para siluman dan Iblis yang selalu memburunya.

Gadis yang dulu dianggap lemah entah sejak kapan menjadi keinginan semua orang.


Mampukah ia menjalani hidup barunya?

Simak terus cerita author ya, semoga membantu pembaca terhibur 🙏😍

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ara putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kekuatan tanpa cahaya bulan

Malam semakin terasa dingin, kabut tebal juga mulai menyelimuti seluruh desa membuat suasana terasa hening meskipun tengah banyak orang.

Tuan Dario berpaku dingin, matanya menatap tajam dibalik-balik kabut yang menghambat pemandangan. Seakan tahu dengan apa yang terjadi dia meminta para wanita untuk masuk kedalam rumahnya masing-masing.

"Semuanya!!! Malam telah larut, untuk para tamu terima kasih telah datang, tapi sekarang kalian telah boleh kembali. Dan untuk para wanita segeralah masuk kedalam gubuk kalian!"suara tuan Dario mengema membuat suasana terasa semakin mencekam.

Para wanita di suku segera mengikuti perintah pemimpin mereka. Sedangkan yang pria sama seperti tuan Dario, mereka menyadari bahaya yang tengah mengintai.

"Sepertinya malam ini akan menjadi malam yang panjang." senyum culas Tuan dari terpatri di bibir tipisnya, seakan siap menerima apapun yang datang.

Dalam sekejap mata semua orang telah menghilang. Bangsa siluman ataupun suku lain yang datang tentu saja mengerti mengapa malam ini mereka diusir dari peserta yang seharusnya belum selesai. Mereka juga tak ingin melibatkan diri pada pertempuran suku lain, jadi setelah mendapat perintah mereka menghilang secepat mungkin dengan kekuatan spiritualnya.

Asap hitam semakin tebal, seakan ingin membutakan pandangan mereka. Tuan Dario mengeram marah, cakar tajam menyembul dari kuku-kukunya, berlahan tubuhnya yang tegap dan kuat berubah menjadi seekor Serigala yang sangat besar.

....

Dibalik rumah gubuk yang terbuat dari tanah liat Abella gemetar ketakutan. Matanya terbelalak, seakan tak percaya apa yang tengah ia saksikan di luar sana.

Suara lolongan silih berganti, begitu juga suara Auman penuh penindasan juga mengema memekakkan telinganya. Jelas puluhan harimau sedang bertarung melawan kawanan serigala, suara cakar yang mencabik-cabik kulit terdengar nyaring di telinga.

'Mereka bukan manusia.'

Abella merasa jiwanya tak bisa menerima kenyataannya di depan mata. Rasa takut yang melanda membuat ia jatuh pingsan seketika.

"Putriku!!!" suara pekik sang Ibunda menjadi hal terakhir yang Abella dengar sebelum ia benar-benar tak sadarkan diri.

*****

Sedangkan di tengah hutan yang gelap gulita, Oscar terjatuh lemah disebuah parit. Tubuhnya terluka parah karena tusukan ranting yang tertancap di dalam parit itu.

Nafasnya berhembus lemah, jangankan untuk bangun, untuk mengerjakan tubuhnya ia tak lagi mampu.

"Tuan Muda!!"

Peter datang bersama dengan beberapa kawanan serigala yang masih selamat dari serangan Siluman. Saat ia melihat kondisi tuan mereka semuanya terdiam kaku penuh ketakutan.

"Bagaimana bisa... Siluman gila itu mengalahkan tuan muda Oscar." gumam Rey tak percaya.

Serigala seperti mereka sebenarnya tidak mudah di kalahkan. Meskipun tidak memiliki ilmu spiritual tinggi, tapi kekuatan cakar dan gigitan mereka mampu mengalahkan banyak musuh.

Melihat tuan muda mereka yang hebat dan terkenal kuat bisa dikalahkan dengan mudah, mereka menjadi bingung. Bagaimana bisa?

"Jangan pikirkan itu." Peter menegur yang lain mulai heboh, "cepat bawa tuan muda kembali, kita tidak bisa lebih lama di sini atau mereka akan membunuh kita semua."

"Bukankah mereka sudah kalah, mereka mundur dan menghilang semuanya setelah kita cabik-cabik."

Peter mendengus kesal. "Apa kalian bodoh. Mereka adalah siluman yang penuh tipu daya, sepertinya target utama mereka tuan muda, setelah melukai tuan Oscar mereka menghilang semuanya. Mungkin raja Siluman kera itu pikir tuan muda telah tiada makanya mereka tinggalkan."

Semuanya terdiam kaku. Benar saja, seakan tersadarkan dengan ucapan Peter mereka menjadi gemetar ketakutan. Bangsa siluman hidupnya penuh tipu daya, mereka bisa menyesatkan siapa saja dengan kekuatan ilustrasi.

"Lalu bagaimana dengan tuan Oscar?"

Peter memeriksa denyut nadi tuanya, menyadari detak itu terasa lemah tapi masih ada ia bernafas lega. setidaknya masih ada harapan.

"Tidak apa-apa, jika kita mampu membawanya pulang sebelum mata hari terbit sepertinya tuan muda masih bisa di selamatkan."

Tak punya waktu untuk berpikir lagi, mereka lekas membawa sang tuan kembali ke perkampungan. Sepanjang perjalanan kembali suasana hutan semakin terasa mencekam, cahaya bulan tak kunjung muncul meskipun hari sudah pertengahan malam.

"Lebih cepat lagi!" Peter memberi perintah pada yang lainnya agar berlari lebih cepat lagi.

Mereka yang kembali tidak hanya membawa Oscar yang terluka, tapi juga tiga orang lainnya yang ikut di bawa kembali penuh luka setelah bertarung dengan siluman laba-laba.

Oscar diletakkan di atas tubuh serigala besar berwarna kelabu, itu adalah jelmaan Peter. Darah yang terus menetes membuat bulu-bulu ditubuh Peter basah, melihat anak pemimpin mereka yang semakin sekarat kekhawatiran mereka semakin menjadi.

Perjalanan masih sangat jauh, masih butuh beberapa jam agar bisa sampai di perkampungan. Namun di perjalanan kembali ia kembali di hadang oleh beberapa musuh membuat perjalanan kembali terhenti.

 waktu semakin menipis Peter tak bisa mengulur waktu, ia menurunkan tuan muda Oscar dan meminta salah satu kawanan yang lain memikulnya.

"Bawa tuan muda dan yang lain kembali secepat mungkin. Untuk musuh-musuh biar aku yang hadapi!" perintahnya pada Rey.

"Sendirian? Tidak Peter, kau bisa mati." Rey ingin menolak dan ingin ikut tinggal membatu tapi lekas di cegah Peter.

"Keselamatan tuan muda lebih penting. Aku percayakan Tuan muda Oscar padamu dan yang lainnya, jangan buat aku kecewa." Peter mengangguk sekali, lalu kembali melompat berubah wujud menjadi serigala besar berlari menghadang musuh yang datang menyerang.

Mereka tak diberi kesempatan untuk membatah, jadi semuanya terpaksa mengikuti perintah meninggalkan Peter yang bertarung sendirian dengan para siluman.

...

..

.

Cahaya lentera tertiup angin, menyinari ruang gelap yang berlantai tanah kuning.

Abella membuka matanya, menatap sekeliling ruangan yang masih sama seperti sebelumnya.

Ia masih disini? Di desa yang aneh ini, terbaring di atas ranjang Batu yang keras. Tidak ada yang berubah, ia pikir setelah pingsan ia bisa kembali ke dunianya yang dulu.

Jiwa yang telah melewati ruang waktu,, hal yang tidak masuk akal ini terjadi padanya, ia masih bisa terima. Tapi apa yang ia lihat sebelum pingsan benar-benar membuat jiwanya terguncang.

Tidak tahu sudah terlewat berapa lama, diluar masih terdengar suara keras disertai dengan jeritan kesakitan yang tragis. Itu adalah suara pertempuran yang saling mencabik antara Serigala dan Harimau.

Perkelahian itu belum berakhir, berarti ia tidak lama pingsannya, pikir Abella.

Saat ia masih bergelut dengan pikirannya suara doprakan membuat Abella panik seketika. ia menatap sekeliling, tapi tak menemukan keberadaan ibunya.

"Sial! mereka meninggalkan ku sendirian."

Bau Amis darah tercium dari balik pintu kayu, tak lama muncul seorang pria mengunakan jubah harimau.

"Haha.... Akhirnya, aku punya kesempatan menghabisi anak keturunan pemimpin serigala. Dario... akan ku buat kau menangis darah malam ini, Hahaha...."

Abella gemetar ketakutan.

Apakah ia akan mati sekali lagi?

Tidak, ia tidak boleh kalah dengan manusia jadi-jadian di depannya.

abella teringat di kehidupan sebelumnya orang-orang seringkali berkata harimau sangat takut dengan Api. Ia melihat lentera yang tergantung di sisinya, seketika ia menemukan cara untuk menyelamatkan diri.

"Harimau jelek! jangan harap kamu bisa membunuhku!"

tak ada waktu, ia lekas menyyyaabar lentera itu, lalu menarik kulit hewan yang menjadi alas ranjang Batu miliknya.

"Mmm, gadis kecil yang sombong, sama seperti ayahnya, hahahaha...." pria besar itu tertawa keras, "Membunuh gadis lemah sepertimu aku hanya butuh satu cakar saja. Apa kau mau mencobanya?"

Mencobanya?

Abella mendengus kecil. Apa pria ini sedang mencoba menipunya, siapa juga yang mau mencoba untuk mati.

Abella tak peduli dengan ocehan bodoh itu, ia lebih baik memikirkan bagaimana cara agar dia bisa melempar api ini tanpa harus gagal.

Saat Pemimpin suku harimau semakin mendekat, Abella semakin tersudutkan. Dengan jarak selangkah lagi cakar yang besar itu akan menyentuh kulitnya.

"Bagaimana, sekarang kau takut gadis kecil?"

"Tidak! Aku tidak takut padamu." meskipun berkata tak takut tapi kakinya telah bergetar hebat.

Jarak semakin dekat, bahkan Ia bisa merasakan hembusan nafas dari pria besar itu. Saat cakar itu hampir mengenai kulitnya Abella mengayun lentera di tangannya bersamaan dengan kulit hewan yang langsung tersambar oleh api.

ia hanya punya kesempatan waktu lima detik untuk melempar kain itu kepada pria itu, jika ia gagal maka bayarannya adalah nyawanya.

"Matilah kau Siluman jelek!!" Abella berteriak sembari mengayunkan kain itu yang langsung membukus kepala dan tubuh pemimpin Suku harimau.

"Abella!!!

"Abella!!!

"Nona Abella!!"

1
Wiji Lestari
waduh
Fahreziy
nexk
Ara putri: siap kak fahreziy
total 1 replies
Maria Lina
wkwj ngakak
Maria Lina
kok 1 thor lgi donk thor ya ya
Maria Lina
sbr bruno hehe
Maria Lina
moga tiap hari up n double ya thor ni hadia untuk mu💪💪🙏🙏😍😍
Ara putri: terimakasih kakak. insyaallah ya
total 1 replies
Fahreziy
nexk
Maria Lina
outhor klo bisa tiap hari up nya ya jgn gk up ud buat cerita gk pernah up kayak du sebelah ya thor💪💪🙏🙏
Ara putri: insyaallah kak sayang. author malas up juga karena pf gak beri imbalan yang sesuai. jadi mohon maaf ya kalau kalian kecewa dengan mood authornya🙏
total 1 replies
Maria Lina
outhor jgn lh buat cerita ud tu ilang ya
Nurul Aisyah
lanjut KK
Fahreziy
nexk
Nurul Aisyah
lanjut KK 😍😍
Nurul Aisyah
lanjut kkk jgan lama2
Maria Lina: gk akan kk klo bgus ceritanya
total 2 replies
Siska Sutartini
si bruno yg terbakar api cemburu lah kok malah nyuruh kakaknya abella buat misahin mereka. ciee cemburu 😄
Ara putri: bener kayaknya🤭
total 1 replies
Fahreziy
nexk
Fahreziy
👣👣👣👣👣
Nurul Aisyah
lanjut kkk
Musdalifa Ifa
selamat author dan yakin lah semuanya sudah rencana ALLAH mungkin belum tapi akan
Ara putri: terimakasih kakak, tetap semangat kok💪
total 2 replies
nanuna26
sudah ku kasih setangkai bunga
Ara putri: terimakasih kakak baik😍
total 1 replies
Narimah Ahmad
ku baca🤭
Ara putri: terimakasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!