NovelToon NovelToon
Aku Menyerah, Mas

Aku Menyerah, Mas

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / CEO / Pengantin Pengganti Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:28.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mamak Ara

Ara, harus menelan pil pahit setelah perjuangannya selama 2 tahun terbuang sia-sia,


"Aku kira pengabdianku selama 2 tahun ini akan membuahkan hasil yang indah, Mas,"ujar wanita cantik berambut panjang itu,

"tapi ternyata aku salah, .... "
"Aku menyerah Mas Arya"ujar Ara menatap langit malam, dengan air mata yang meleleh membasahi pipinya, tapi bibirnya mengembangkan senyum yang penuh luka....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mamak Ara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

5, Takdir Sedang Bermain•

Arya duduk di dalam mobilnya, menatap apartemen mewah yang telah dia huni bersama wanita yang telah dinikahinya selama dua tahun.

 Namun, bagi Arya, pernikahan itu hanyalah formalitas belaka. Tidak ada keinginan dalam hatinya untuk menjalani rumah tangga seperti seharusnya.

"Huf, aku tahu aku salah, tapi aku tidak... mencintainya. Semua wanita sama saja," gumam Arya, hatinya sedikit terluka oleh trauma dari wanita yang pernah menghancurkan masa depannya.

 Ia membuka ponselnya dan menatap sebuah foto yang sudah lama tersimpan di galeri.

 Foto itu memperlihatkan sebuah rumah mewah bertingkat, yang dulu ia rancang dan bangun sendiri sebagai rumah masa depannya, saat ia masih jatuh cinta pada kekasihnya satu-satunya wanita yang pernah dia dekati semasa sekolah.

Namun, semuanya berakhir tragis.

"Gak ada wanita yang bisa dipercaya," gumam Arya sebelum mematikan ponselnya dan keluar dari mobil.

Arya membuka pintu rumahnya. Kosong dan sepi.

“Dia belum pulang,” gumam Arya, masih bertanya-tanya dalam hati mengapa Ara pergi tanpa pamit.

 “Haruskah aku menghubunginya? Wanita memang makhluk paling menyebalkan,” lanjutnya sambil berjalan menuju kamar, mencoba menelpon Ara.

 “Angkat, Ara. Jangan buat mami kecewa sama aku karena kamu,” gumam Arya. Ia masih belum mengerti alasan kepergian Ara yang tiba-tiba itu.

 Namun langkah Arya terhenti saat mendengar suara yang sangat familiar baginya.

 “Itu suara…” bisiknya. Arya berjalan menuju dapur dan melihat cahaya ponsel yang menyala di atas meja dapur yang gelap.

Dengan tangan sedikit gemetar, Arya menghidupkan lampu. Betapa terkejutnya Arya melihat meja makan penuh dengan berbagai hidangan kesukaannya.

 Namun yang paling menarik perhatiannya adalah ponsel keluaran terbaru yang ia kenal ponsel milik Ara, hadiah dari mami Ella.

Arya mendekati meja makan, matanya tertuju pada ponsel yang masih berdering dengan nada khasnya.

Suaranya yang sedang mengomel di jadikan Ara sebagai nada dering ponselnya,

 "Ponsel Ara," gumamnya pelan. Ia terdiam sejenak, terkejut sekaligus teringat saat nada itu tiba-tiba berhenti. Pandangannya beralih ke meja makan yang penuh dengan makanan kesukaannya.

"Dia pulang tadi, tapi..." Arya menelusuri ruangan, mencari sosok wanita yang sudah dua tahun menemaninya, meski sering diabaikan.

"Ke mana Ara? Kenapa tiba-tiba menghilang? Ini ponselnya... apa dia benar-benar pulang? Atau dia masih di atas? Tapi di atas terlihat gelap," gumamnya ragu.

 "Tidak mungkin dia di atas, karena wanita itu takut gelap," tegas Arya pada dirinya sendiri. Akhirnya, ia duduk di kursi, menatap meja makan yang penuh makanan yang membuat perutnya keroncongan.

 "Mubazir kalau tidak dimakan," bisiknya, lalu mengambil piring dan mulai menikmati hidangan di depannya.

Setelah menikmati makanannya, Arya bersender di kursi sambil menatap piring kosong di depannya. Jujur, Arya benar-benar menikmati santapannya kali ini.

 Seharian penuh dia tak makan dengan baik karena terbiasa dengan masakan Ara.

Kini lidah Arya mulai tidak menerima makanan di luar, sebab selama menikah dengan Ara, dia hampir tak pernah makan di luar kecuali masakan ibunya.

Setelah beberapa saat terdiam, Arya berdiri, membiarkan meja makan berantakan. Sambil menggenggam ponsel milik Ara, dia melangkah masuk ke dalam kamar.

***

Sambil mengendarai motor sport kesayangannya, Arhan mengusap sebuah liontin yang sudah dia simpan belasan tahun dan jadikan kalung.

 "Takdir memang lucu, awalnya memisahkan, tapi sekarang seolah menyatukan," gumam Arhan dengan senyum manis.

Angin malam menerpa tubuhnya yang mengenakan jaket kulit, tapi tak mampu mendinginkan hatinya yang berbunga malam ini.

"Aku tunggu takdir baik untuk aku dan dia," tambah Arhan, lalu melajukan motor sportnya membelah keramaian malam.

****

Pagi-pagi sekali, Ara sudah bersiap dengan pakaian rapi meski terlihat sedikit ketinggalan zaman karena dia mengenakan baju lamanya.

Saat meninggalkan apartemen Arya, Ara tidak membawa satu pun pakaian yang pernah diberikan oleh Arya atau mertuanya.

 “Tidak apa-apa, bajunya memang kusut dan warnanya sudah pudar, tapi setidaknya aku sudah berpakaian sopan,” gumam Ara sambil mengambil tas kecil yang dulu dia beli saat masih bekerja sebagai asisten chef.

 “Nanti kalau sudah gajian, aku akan beli beberapa baju baru,” ujarnya pelan. Ara lalu melangkah keluar rumah menuju tempat kerja barunya.

“Hm, hari ini hari pertama aku kerja. Semoga semuanya berjalan lancar, dan semoga aku bisa melupakan dia,” pikir Ara sambil melangkah ke tempat kerjanya yang tak jauh dari rumah.

Di apartemen mewah milik Arya, pria matang itu terlihat berjalan menuruni tangga sambil menggosok kepalanya yang masih setengah basah dengan handuk kecil.

Langkah Arya terhenti saat mencium aroma masakan dari dapur.

"Wangi masakan apa ini? Wanita itu sudah pulang, atau sudah selesai merajuknya?" gumam Arya tanpa sadar hatinya sedikit bahagia.

 Ia mempercepat langkah menuju dapur, senyum tipis tersungging di wajah tampannya yang sedikit kaku saat melihat meja makan sudah tertata rapi.

 "Apa apan kamu Ara kenapa kam..." ucap Arya terhenti saat melihat seorang wanita mengenakan dress biru muda berdiri di depan kompor sambil mengaduk sesuatu.

"Fi..."

"Oh, sudah tinggal bersama rupanya," suara lain memotong ucapan Arya. Wanita yang sibuk tadi menoleh dan tersenyum melihat Arya dan seorang wanita paruh baya.

 "Mi," ujar Arya dengan nada kaget.

Mami Ella menatap Arya dengan tatapan penuh pertanyaan tentang keberadaan Fiona.

"Mi, Arya tidak tinggal dengan Fiona," ujar Arya sambil menggelengkan kepala, lalu menatap Fiona yang berdiri tidak jauh darinya.

"Fiona," panggil Arya satu kata, yang langsung dipahami oleh wanita cantik itu.

 "Maaf, Tante. Fiona tidak tinggal di sini. Fiona baru saja dari rumah sakit, baru selesai cuci darah, jadi fi..." Ucapan Fiona terhenti saat Mami Ella melemparkan sebuah paper bag ke arah Arya. Dengan refleks, Arya menangkap paper bag itu.

 "Apa menurutmu pantas seorang wanita lajang seperti kamu datang ke rumah laki-laki yang sudah beristri?" jawab Mami Ella sambil duduk di kursi,

 menyilangkan kakinya dengan gaya khasnya, menatap tajam kedua orang di depannya. Fiona menundukkan kepala, terlihat sedih, tapi Mami Ella tak peduli.

 "Sekali lagi saya minta maaf, Tante. Saya salah. Saya akan keluar dari apartemen ini," jawab Fiona sambil membuka apron yang sedang dia pakai.

“Mau ke mana kamu? Kamu tidak bisa seenaknya pergi dan datang di apartemen ini! Kamu sudah tidak ada sangkut pautnya lagi dengan Putra saya,” ujar Mami Ella, menghentikan langkah Fiona. Fiona berbalik menatap Mami Ella dengan tenang.

****

“Apakah Tante lupa? Saya mantan kekasih Putra Tante dulu. Saya pernah tinggal di sini. Pagi tadi saya ke sini ingin menyapa Arya dan istrinya, tapi tidak ada satu pun yang membukakan pintu saat saya memanggil. Jadi, saya berinisiatif membuka pintu apartemen ini dengan sandi yang pernah saya dan Arya buat. Ternyata terbuka, dan saya rasa itu tidak masalah.

Sedangkan untuk makanan ini, saya membuat makanan ini? Saya melakukan ini hanya untuk berterima kasih kepada Arya, karena telah membantu saya beberapa hari yang lalu,” jelas Fiona, mencoba menerangkan apa yang dilakukannya.

Mami Ella menatap ke arah Arya yang terdiam.

“Kamu sangat mengecewakan, Bang,” ucap Mami Ella dengan mata berkaca-kaca,

~

1
Datu Zahra
bertele² loe Ara, tinggal ngomong soal Fiona aja pake banyak drama.
Kasih Bonda
next Thor semangat.
Mamak Ara: ok kk
total 1 replies
Kasih Bonda
next Thor semangat
Mamak Ara: ok kk
total 1 replies
Kasih Bonda
next Thor semangat.
Mamak Ara: siap kk
total 1 replies
Kasih Bonda
next Thor semangat
Kasih Bonda
next Thor semangat .
Mamak Ara: ok kk
total 1 replies
Kasih Bonda
next Thor semangat
Mamak Ara: ok kk
total 1 replies
partini
lah depresi hemmm nanti ketemu membaik Ara ga tega orangnya Weh Weh something ini mah
jadi betul"anaknya si Arya toh panggil Daddy ke Paman nya bagus bagus
CLBK kah ini no good
Mamak Ara: 🤭🤭🤭, ada aja ya kan kk
total 1 replies
Kasih Bonda
next Thor semangat.
Mamak Ara: ok kk
total 1 replies
Kasih Bonda
next Thor semangat
Mamak Ara: siap kk
total 1 replies
partini
ko aku bingung Thor udah lima tahun ada anak umur 2 th
Mamak Ara: nex bab, akan tahu siapa Layla ya kk
total 1 replies
Ai Umana sari
astaghfirullah aladziin bener cewe bego, rasain karma lu nyakitin arhan yang tulus sama lho
Kasih Bonda
next Thor semangat
Ketut sariani Sariani
lnjut thor,jdi wanita trllu bodoh dan kurang tegas,mau sja di jodohin SMA Arya,greget jdi ya SMA sich Ara,SDH ada cwok yg mau SMA dia,Mlah ngasih kesempatan SMA si arya
Mamak Ara: ok kk
total 1 replies
partini
kemarin pas ngmng sama temen nya siArya lagi kesambet ya Thor
sekarang dah balik lagi jadi begundal
Mamak Ara: ya kali kk, bagus kesambet kali ya kk🤣
total 1 replies
Kasih Bonda
next Thor semangat.
Mamak Ara: ok kk
total 1 replies
Kasih Bonda
next Thor semangat
Mamak Ara: ok kk
total 1 replies
partini
rujuk ?
hemmmm aku stop baca Thor ma"af ya 🙏
partini: rujak aja rujak bebek 🤣
total 2 replies
partini
emang Ara pernah tanya ke arhan Thor
Kasih Bonda
next Thor semangat.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!