NovelToon NovelToon
Dermaga Cinta Sang Kapten

Dermaga Cinta Sang Kapten

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Cinta pada Pandangan Pertama / Menikahi tentara / Tamat
Popularitas:306.9k
Nilai: 5
Nama Author: Deyulia

Setelah hubungannya tidak mendapat kejelasan dari sang kekasih. Kapten Prayoda, memutuskan untuk menyerah. Ia berlalu dengan kecewa. Empat tahun menunggu, hanyalah kekosongan yang ia dapatkan.

Lantas, ke dermaga mana akan ia labuhkan cinta yang selama ini sudah berusaha ia simpan dengan setia untuk sang kekasih yang lebih memilih karir.

Dalam pikiran yang kalut, Kapten Yoda tidak sengaja menciprat genangan air di bahu jalan pada seorang gadis yang sedang memarkirkan motornya di sana.

"Sialan," umpatnya. Ketika menoleh, gadis itu mendapati seorang pria dewasa tampan dan gagah bertubuh atletis memakai baret hijau, berdiri resah dan bersalah. Gadis itu melotot tidak senang.

Pertemuan tidak sengaja itu membuat hari-hari Kapten Prayoda tidak biasa, sebab bayang-bayang gadis itu selalu muncul di kepalanya.

Bagaimana kelanjutan kisahnya?

Ikuti juga ya FB Lina Zascia Amandia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deyulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4 Jejak Yang Mengusik Hati

     Suasana markas sore itu terasa lebih hening dari biasanya. Kapten Prayoda menutup map laporan harian dan menyandarkan tubuhnya ke kursi. Sejak siang tadi, pikirannya terus terpecah. Serelia, kekasihnya yang dulu pernah ia cintai begitu dalam, kini berada hanya beberapa ruangan darinya. Mereka bahkan kembali berada dalam satu kesatuan, sesuatu yang dulu ia pikir akan membuatnya bahagia.

     Namun anehnya, yang memenuhi ruang hatinya bukan Serelia, melainkan bayangan gadis muda itu. Amira.

     Yoda memejamkan mata, teringat tawa renyah Amira saat bercanda dengannya, tatapan jenaka penuh keberanian, bahkan kebiasaan kecilnya yang makan dengan cepat dan banyak. Semua hal sederhana itu justru membuatnya hangat, seolah membangunkan sisi dirinya yang lama terkubur.

     “Apa aku ini gila?” gumam Yoda sambil mengusap wajahnya.

     Di saat yang sama, ketukan terdengar di pintu ruangannya. “Masuk.”

     Pintu terbuka. Dokter Serelia melangkah masuk dengan jas dokter putihnya, wajah cantiknya dihiasi senyum tipis yang tampak dipaksakan.

     “Kak Yoda, masih sibuk?” tanyanya lembut, berusaha mencairkan suasana.

     Yoda menegakkan duduknya, memasang wajah formal. “Iya, masih ada laporan yang harus dibereskan.”

     Serelia menarik kursi, duduk di depannya. “Aku merasa kita … agak jauh akhir-akhir ini. Ada apa?” Dokter Serelia bertanya, seolah pembicaraan beberapa hari lalu sudah ia lupakan.

     Pertanyaan itu mengundang senyum kecut di bibir Yoda. Sementara Dokter Serelia, menunggu Yoda bicara, sesekali ia menatap heran ke arah Yoda.

     "Maaf, Dokter. Ini di dalam lingkungan kantor. Bisa tidak kita tetap formal saja? Saya tidak mau orang lain bahkan atasan saya melihat kalau kita sudah saling mengenal." Yoda melipat tangannya, kemudian ia jadikan tumpuan di dagunya.

     "Kenapa begitu? Jahat banget kamu, Kak? Aku ini masih kekasihmu. Kalau di dalam ruangan seperti ini, apa salahnya kita nggak sekaku ini?" sergah Dokter Serelia tidak suka.

     "Mohon maaf, saya tidak bisa. Tolong hargai profesionalitas kita. Kalau Dokter Serel sudah tidak ada kepentingan lagi, silakan keluar," ucap Yoda setengah mengusir.

     "Kak Yoda, please, Kak. Kenapa tidak seperti biasa saja? Ada apa sih sebetulnya dengan kamu? Apa karena keputusan aku yang menunda lagi rencana pertunangan kita sampai tahun depan?"

     "Tidak ada hubungannya dengan itu. Sudah saya bilang, saya hanya ingin profesional. Sudah paham?" tegas Yoda sembari berdiri, meraih map di atas meja, lalu bermaksud keluar dari kursinya.

     "Aku yang akan keluar, permisi." Dokter Serelia mendahului langkah Yoda. Dia merasa diusir oleh sikap dingin Yoda. Wajahnya muram.

     Yoda tersenyum lalu menatap kepergian dokter Serelia. "Kenapa tidak dari tadi?"

     Yoda kembali ke kursinya, lalu meraih Hp. "Dik, bisa ketemuan hari ini? Saya mau ajak ngopi di kafe." Pesan Yoda terkirim, entah kepada siapa.

     Tidak lama dari itu, Yoda berdiri mempersiapkan diri untuk pulang. Dia buru-buru keluar dari ruangannya, lalu menuju mobil di parkiran.

     Dokter Serelia tiba-tiba sudag berada di belakang Yoda. "Kak Yoda. Bagaimana kalau besok, kita berangkat ke kantor ini bersama? Jemput aku ...."

     Yoda menoleh dengan kening mengkerut dalam. Dengan cepat dia memotong ucapan dokter Serelia. "Menjemput kamu sepagi itu? Aku jam setengah tujuh harus sudah berangkat karena apel pagi. Kamu di kantor sepagi itu untuk apa? Tidak ada kewajiban kamu untuk apel pagi."

     Dokter Serelia terdiam, dia tidak bisa menjawab. Memang benar apa yang dikatakan Yoda, dia mau apa sepagi itu. Bukankah sebagai dokter di batalyon itu, statusnya hanya sebagai dokter tambahan atau cadangan. Bahkan kalau tidak ada hal darurat, maka tidak ada kewajibannya untuk datang ke batalyon.

     "Apa aku melakukan kesalahan? Atau … ada orang lain? Kamu beda banget sih, Kak?" Dokter Serelia bicara sedikit bergetar. Dia menatap Yoda heran.

     Yoda menarik napas panjang. Dia merasa heran dengan dokter Serelia. Seperti tidak menyadari apa yang pernah diucapkannya beberapa hari yang lalu. “Serel, kamu sendiri yang memilih menunda. Empat tahun aku menunggu, dan lagi-lagi kamu minta waktu. Aku mulai bertanya-tanya, apa kita benar-benar punya arah yang sama?" Entah yang ke berapa kalinya, Yoda mengulang kalimat yang sama.

     "Sepertinya, aku menyudahi untuk menunggu. Aku tidak mau berharap lagi denganmu. Aku mohon pamit," lanjut Yoda sembari berlalu menghampiri mobilnya.

     Dokter Serelia terdiam, wajahnya memucat. “Aku hanya ingin memastikan semuanya siap, Kak. Aku tidak main-main dengan perasaanmu," pekik Dokter Serelia, membuat Yoda menahan langkahnya.

     “Bukan itu masalahnya.” Yoda menatapnya datar. “Masalahnya, aku sudah tidak tahu apakah aku masih bisa menunggu.” Kalimat Yoda menekan.

     Dokter Serelia tertegun, sementara Yoda justru segera berlalu dan memasuki mobilnya.

     Dokter Serelia menatap kepergian Yoda dengan sedih, puing-puing cinta yang selama ini dia bangun, kini mulai hancur. "Ini semua gara-gara aku terlalu terobsesi," sesalnya.

***

     Sementara itu, sore mulai merambat. Amira berdiri di halte bus, memeluk tas gendongnya di dada. Jilbab segi empatnya sedikit berantakan terkena angin, wajahnya letih setelah seharian kuliah. Motor kesayangannya berada di bengkel, jadi satu-satunya pilihan adalah menunggu bus.

     "Duh, lama banget. Bisa-bisa kemaleman nih,” gumamnya sambil menendang-nendang ujung trotoar.

     Tiba-tiba suara deru mesin berhenti di depannya. Sebuah mobil krem Pajero berhenti tepat di samping Amira. Dari balik pintu, seorang pria muda dengan seragam polisi rapi keluar.

     "Amira?” Suara itu terdengar akrab.

     Amira menoleh, matanya melebar. "Kak Iqbal?"

     Iqbal tersenyum lebar, membetulkan topi polisinya sebelum mendekat. “Kebetulan banget. Kamu nunggu bus ya? Ayo, aku antar pulang. Jangan sendirian gini, berbahaya," ucapnya perhatian.

     Amira sempat ragu. “Ah, nggak usah repot. Aku biasa kok naik bus.”

     “Tapi kan motormu lagi di bengkel.” Iqbal mengangkat alis, seolah tahu segalanya. “Aku kebetulan lewat sini. Kamu ikut aku saja, Dek. Rumah kita juga searah," desak Iqbal.

     Amira mendesah, lalu akhirnya tersenyum kecil. “Ya sudah deh. Tapi, ingat lho, hanya sampai depan gapura," ucap Amira.

     "Siap, Adek. Tapi, ngomong-ngomong, kenapa tidak sampai depan rumah saja? Kan enak, turun bisa langsung masuk rumah."

     "Nggak deh, lain kali saja," ucap Amira kekeuh. Iqbal tersenyum tipis. Dia sedikit kecewa, karena Amira tidak mau diantar sampai depan rumah.

     Mereka memasuki mobil. Namun, jarak beberapa meter dari halte itu, mobil Yoda tiba. Yoda melihat dengan jelas kalau Amira baru saja memasuki sebuah mobil.

     Dari kaca mobil, ia melihat sekilas sosok Amira yang duduk di samping seorang pria polisi muda. Jantungnya langsung berdegup kencang, darahnya mendidih.

     “Lagi-lagi Polisi itu. Apa dia pacarnya?” gumamnya lirih, jemarinya memukul kemudi. Selang beberapa menit, mobil itupun pergi.

     Yoda mengikuti mobil itu dari kejauhan, hatinya bergolak hebat. Ada sesuatu yang menusuk, rasa yang tak pernah ia bayangkan. Tapi, kini dia merasakan. Yoda cemburu.

     "Pantes kamu tidak balas pesanku, Dik."

Gimana, bab 4 nih? Maaf, baru up date. Soalnya Author rada bingung, alias sedang kehilangan ide. 😆😆😆

1
Prafti Handayani
kalok aq blg sih disini mira agak lebay deh.itukan ms lalu yg udh usai.lain crt lok blom...
mnsia gda yg smpurna,smua psti punya ms lalu dan crt.kalau emg udh selesai y idh sih...kan kmu ms dpn pilihannya.jdi hrus optimis mira...
Prafti Handayani
Lah mantannya yoda si aika rupanya nikah sm omnya amira.
Lina Zascia Amandia: Om angkat...
total 1 replies
Prafti Handayani
Yoda Amira 💪💪💪
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru menamatkan cerita berjudul "Beautifully Hurt" ✨️
Kalau berkenan silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Apa jadinya kalau Dinda (21) dipaksa menikah dengan Rendra (35) ? Putra tunggal presiden yang reputasinya sedang hancur karena skandal panas dengan seorang aktris.
Di balik pernikahan yang penuh tekanan, rahasia, dan sorotan publik, Dinda harus bertahan di dunia yang sama sekali bukan miliknya 💔
total 1 replies
Prafti Handayani
Aq lbih sukak kacang hijau dri pd coklat 😊 gmn Amira jgkan...
Lina Zascia Amandia: Wkwkwkwkwk...... gitu ya...?
total 1 replies
Bun cie
cerita nya bagus...ttg percintaan..perjodohan..yg dikemas dengan baik dan sat set jalan ceritanya ...
trims kak thor sukses selalu🙏💐
Lina Zascia Amandia: Makasih banyak Kak... lanjut ke karya lainnya ya... 🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
falea sezi
laki plin plan
Tris New
kisah Tentang Tentara/polisi...saya suka
trimakasih 🙏
Saasa
haha gk salah itu yg seragam coklat bilang gitu, apa gak kebalik ya🤭
Siti Maulidah
ceritanya menarik
Surati
bagus ceritanya 👍🙏🏻 semangat thor 💪👍
Lina Zascia Amandia: Mksh byk Kak.... 👍👍👍👍
total 1 replies
Ara putri
masa baru ketemu diajak makan langsung mau, ada2 aja🤣
Ara putri: Hay kak, aku baca ceritamu sangat bagus👍
total 2 replies
Tri Winarni
ini cerita ya ngak ada lgikah
Lina Zascia Amandia: Udah tamat Kak...
total 1 replies
chika aprilia zubaidah
sbnrnya makan model almira gak bagus sih, sy punya ipar gini kalo ngajak makan, ke solaria aja, udh pesen steak plus spaghetti pun blm es campur atau jus anak nya juga ikutan 2 porsi, dan jk pesen bakso aja 2 porsi...tp sy gak ngebolehin anak sy gitu, eh krn biasa makan bnyk, utk diet susah banget, krn lambung dan usus nya udh biasa keisi bnyk... anak nya udh smp, remaja, dia olahraga diet... jungkir balik... adek ipar timbangan 100 kg, udh susah turun, kalo mau kayak modal melly guslaw operasi potong usus, apa namanya ya, yg dokternya lucu itu jk bikin konten, mk nya makan secukupnya yg repot kita sendiri dan tentu demi kesehatan💪
Lina Zascia Amandia: Hehehe... iya Kak... klo Amira tipe makan byk tp badan ttp kurus ceritanya....
total 1 replies
Dhina Ragil
kenapa hrz ma cwe lain ato Amira🤔huh.. ma q ajah Thor yg baik hati n tdk sombong q mau kok tp mas Yoda mau g ya ma q🤔🤭🤭
Lina Zascia Amandia: Wkwkkwwkw..... nanti tanyai ya.
total 1 replies
Tri Winarni
mana ini lanjutannya berhenti up kah thor KLO buat cerita jangan gantung ayo semangat thor 🙏👍👍💪💪
Lina Zascia Amandia: Di judul karya yang baru Kak. Mampir ya.
total 1 replies
Ghiffari Zaka
AQ ud baca yg ini Thor,tinggal tunggu up barunya,tp blm jg SMP sekarang,ud kangen loh gmn pala mau GK terima lamaran kala🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰💪
Ghiffari Zaka
AQ mau nya ttg TNI LG kak,ya,suka aja sih,banyak tantangannya,lok bs lbh akurat lagi gambaran kehidupan seorg TNI dan jg kehidupan pribadinya Thor,biar seru gt💪💪💪🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Lina Zascia Amandia: Hehe... iya Kak. Nanti ya biar riset dulu pelan2. 🙏🙏
total 1 replies
Ghiffari Zaka
wah gak terasa ud tamat aja ya....bagus sih ceritanya,tp blm puas ,ya mungkin Krn Amira blm hamil x ya🤭🤭🤭ok Thor,mksh atas bacaannya,semangat selalu semoga bs berkarya trs dan memberikan bacaan yg baik buat AQ khususnya🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰💪💪💪💪💪💪
Lina Zascia Amandia: Mksh byk Kak udah baca smp selesai. Mampir juganke karya yg lain dan yg terbaru dr sy ya... 🥰🥰🥰
total 1 replies
Ghiffari Zaka
lanjut Thor...AQ masih semangat di sini💪💪💪💪💪
Lina Zascia Amandia: Mksh Kak atas kesetiaannya... 😍😍😍
total 1 replies
Ghiffari Zaka
lok ud siap menikah tu berarti harus siap jg punya ank,dlm berumah tangga salah satu tujuannya jg itu,bahkan makin mempererat hubungan suami istri,la lok Amira sih masih bs karena umurnya masih muda,la loh Yoda,kan katanya ud umur 35,keburu tuir dong,tar ank nya di blng cucunya🤭🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!