NovelToon NovelToon
Alea & Adrian

Alea & Adrian

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Percintaan Konglomerat / Pernikahan rahasia
Popularitas:366
Nilai: 5
Nama Author: Althea Shalmaira

"Alea & Adrian" mengisahkan dua pewaris tunggal imperium bisnis terbesar di Kota Valerika, Alea Corisand dan Adrian Hutama. Terikat wasiat mutlak sang kakek, mereka dipaksa menikah demi penyatuan korporasi. Padahal, keduanya telah memiliki kekasih masing-masing dari kalangan elit.

Enggan mengorbankan cinta, Alea mengusulkan ide nekat: pernikahan kontrak di atas kertas selama enam bulan. Setelah meyakinkan pasangan masing-masing, mereka pindah ke sebuah penthouse mewah dan hidup dalam batasan kamar terpisah yang ketat.

Namun, sandiwara profesional ini perlahan retak. Intensitas kebersamaan memicu getaran aneh yang tak terduga di antara keduanya. Di saat garis batas hati mulai kabur, sebuah ancaman misterius dari masa lalu mengintai, memaksa mereka saling bersandar demi bertahan hidup. Siapakah yang akan bertahan hingga akhir kontrak?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Althea Shalmaira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13. Pertemuan yang Tidak Direncanakan

Pagi datang lebih cepat daripada yang mereka harapkan.

Namun bagi Adrian dan Alea, malam sebenarnya belum benar-benar berakhir.

Terlalu banyak pertanyaan yang masih menggantung.

Terlalu banyak potongan teka-teki yang belum menemukan tempatnya.

Dan yang paling mengganggu adalah satu nama yang kembali muncul dari masa lalu.

Thomas Armand.

Nama itu terus berputar di benak mereka sejak pesan Julian masuk dini hari tadi.

Sinar matahari pagi menembus dinding kaca The Obsidian saat Adrian keluar dari ruang kebugaran pribadi dengan kaus hitam sederhana yang mulai basah oleh keringat.

Biasanya olahraga pagi selalu berhasil membuat pikirannya jernih.

Namun hari ini berbeda.

Justru semakin banyak pertanyaan bermunculan.

Saat memasuki ruang makan, ia mendapati Alea sudah duduk di sana.

Wanita itu mengenakan setelan kerja berwarna krem dengan rambut yang disanggul rapi.

Di depannya terdapat secangkir kopi yang bahkan belum disentuh.

Pertanda jelas bahwa pikirannya sedang sibuk.

"Kau juga tidak tidur?" tanya Adrian.

Alea menatapnya sekilas.

"Hampir tidak."

"Bagus."

Alea mengangkat alis.

"Itu bukan pujian."

"Aku tahu."

Untuk pertama kalinya sejak pernikahan mereka, percakapan semacam itu terasa lebih ringan.

Bukan karena masalah mereka berkurang.

Melainkan karena kini mereka menghadapi musuh yang sama.

Adrian duduk di seberangnya.

"Kita harus bicara soal Julian."

"Aku sudah menduganya."

"Dia tahu tentang Thomas."

"Atau seseorang ingin kita berpikir bahwa dia tahu."

Adrian mengangguk pelan.

"Itulah yang membuatku tidak nyaman."

Alea menatap jendela.

"Kau percaya dia terlibat?"

"Tidak."

Jawaban Adrian datang terlalu cepat.

Membuat Alea sedikit terkejut.

"Kenapa?"

"Karena Julian terlalu emosional."

"Hanya itu?"

"Itu sudah cukup."

Alea terdiam.

Lalu perlahan sudut bibirnya terangkat.

"Jadi menurut analis hebat Hutama Industries, emosi adalah kelemahan?"

"Emosi membuat orang meninggalkan jejak."

"Lalu?"

"Orang yang melakukan semua ini hampir tidak meninggalkan jejak sama sekali."

Keheningan kembali hadir.

Namun kali ini tidak terasa canggung.

Mereka sedang berpikir.

Menyusun teori.

Mencari pola.

Seperti dua investigator yang kebetulan tinggal di bawah atap yang sama.

Tepat pukul sembilan pagi, Alea tiba di kantor pusat Corisand Media Group.

Gedung itu menjulang megah di jantung distrik bisnis Valerika.

Biasanya kehadirannya selalu disambut ritme kerja yang teratur.

Hari ini tidak.

Begitu ia melangkah keluar dari lift pribadi, suasana lantai eksekutif terasa berbeda.

Terlalu banyak bisikan.

Terlalu banyak tatapan.

Terlalu banyak orang yang tiba-tiba diam saat ia lewat.

Insting Alea langsung aktif.

Ada sesuatu yang terjadi.

"Bu Alea."

Malik, kepala editor senior, hampir berlari menghampirinya.

Wajah pria itu tampak tegang.

"Ada masalah?"

Malik mengangguk.

"Masalah besar."

"Apa lagi?"

"Kami menerima kiriman anonim pagi ini."

Jantung Alea berdetak sedikit lebih cepat.

"Kiriman apa?"

Malik menyerahkan sebuah map abu-abu.

Tanpa nama pengirim.

Tanpa identitas.

Persis seperti pola yang sudah terlalu sering mereka lihat.

Alea membuka map itu.

Lalu membeku.

Di dalamnya terdapat fotokopi dokumen lama.

Dokumen yang tampaknya berasal dari arsip perusahaan.

Namun bukan itu yang membuatnya terkejut.

Yang membuatnya terkejut adalah nama yang tercetak pada halaman pertama.

THOMAS ARMAND

Mata Alea langsung menyipit.

Ia membalik halaman berikutnya.

Lalu berikutnya lagi.

Dan semakin banyak kejanggalan muncul.

Dokumen itu menunjukkan bahwa hampir dua belas tahun lalu, Thomas pernah bekerja sebagai konsultan strategi independen untuk sebuah proyek gabungan antara Hutama Industries dan Corisand Group.

Sebuah proyek yang tidak pernah disebutkan dalam laporan resmi mana pun.

"Apa ini sudah diverifikasi?"

tanya Alea.

Malik menggeleng.

"Belum."

"Siapa yang menerima kiriman ini?"

"Resepsionis."

"Apakah ada rekaman CCTV?"

"Ada."

"Bagus."

Untuk pertama kalinya pagi itu, Alea merasakan secercah harapan.

Akhirnya ada sesuatu yang bisa ditelusuri.

Namun harapan itu hanya bertahan dua puluh menit.

Karena saat rekaman CCTV diperiksa, mereka menemukan sesuatu yang mustahil.

Tidak ada siapa pun yang menyerahkan map tersebut.

Benar-benar tidak ada.

Rekaman hanya menunjukkan map itu sudah berada di meja resepsionis ketika petugas pagi datang bekerja.

Seolah-olah benda itu muncul begitu saja dari udara.

"Itu tidak masuk akal."

Malik tampak pucat.

Alea menatap layar monitor dengan dingin.

"Tidak."

"Jadi bagaimana—"

"Seseorang menghapus sebagian rekaman."

Ruangan langsung hening.

Sementara itu, di gedung pusat Hutama Industries, Adrian juga sedang menghadapi kejutan yang tidak kalah aneh.

Pintu ruang kerjanya terbuka.

Sekretaris pribadinya masuk dengan ekspresi ragu.

"Tuan Adrian."

"Ada apa?"

"Wanita ini bersikeras ingin bertemu Anda."

"Saya tidak punya jadwal."

"Saya tahu."

"Lalu?"

Sekretaris itu menarik napas.

"Dia mengatakan bahwa jika Anda tidak menemuinya hari ini, Anda akan menyesal."

Adrian mengangkat kepala.

Jarang ada orang yang berani menggunakan kalimat seperti itu kepadanya.

"Sebut namanya."

Sekretaris itu menelan ludah.

"Clarissa."

Adrian menghela napas panjang.

Tentu saja.

Beberapa menit kemudian.

Clarissa duduk di hadapan Adrian.

Namun ada sesuatu yang berbeda.

Biasanya wanita itu tampak lembut dan tenang.

Hari ini tidak.

Hari ini ia tampak ketakutan.

Benar-benar ketakutan.

"Apa yang terjadi?"

tanya Adrian.

Clarissa tidak langsung menjawab.

Ia membuka tasnya.

Mengeluarkan sebuah flash drive kecil.

Lalu meletakkannya di atas meja.

"Aku menemukan ini di studio."

"Studio siapa?"

Clarissa menatap Adrian.

Matanya tampak gemetar.

"Studio milikku."

Adrian mengernyit.

"Aku tidak mengerti."

"Ada seseorang yang masuk ke studionya dua malam lalu."

"Dari mana kau tahu?"

"Aku melihat rekamannya."

"Kau punya kamera keamanan?"

Clarissa mengangguk.

"Lalu siapa orangnya?"

Pertanyaan itu membuat wajah Clarissa berubah pucat.

Sangat pucat.

Seolah-olah ia berharap Adrian tidak pernah menanyakannya.

Akhirnya ia menjawab dengan suara pelan.

Hampir berbisik.

"Aku tidak tahu."

"Apa maksudmu?"

"Aku tidak bisa melihat wajahnya."

Clarissa menunduk.

Tangannya gemetar.

"Tapi dia meninggalkan sesuatu."

"Apa?"

Wanita itu menunjuk flash drive di atas meja.

Adrian meraih benda kecil itu.

Perasaan tidak nyaman langsung muncul di dadanya.

Karena tiba-tiba ia teringat sesuatu.

Rekaman audio.

Thomas Armand.

Pesan Julian.

Dokumen anonim.

Dan sekarang...

flash drive misterius.

"Apa isinya?"

tanya Adrian.

Clarissa menggeleng perlahan.

"Aku tidak berani membukanya."

Untuk pertama kalinya hari itu, Adrian merasakan firasat buruk yang sangat kuat.

Firasat bahwa semua kepingan yang selama ini tersebar mulai bergerak menuju satu titik yang sama.

Dan entah mengapa...

ia merasa titik itu akan mengubah segalanya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!