NovelToon NovelToon
Jodohku Pak CEO DUDA

Jodohku Pak CEO DUDA

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / CEO
Popularitas:54.6k
Nilai: 5
Nama Author: Azarrna

Ketika seorang duda kaya anak dua terpikat dengan pesona seorang wanita yatim piatu yang hanya tinggal berdua bersama adiknya. Namun kisah cinta mereka harus berasa di Antara Status yang berbeda jauh. Bukan hanya itu, Cinta mereka juga harus berada diAntara dua keyakinan yang berbeda.

Bagaimana kisah keduanya? Siapakah yang akan mengalah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azarrna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5

"Assalamu'alaikum, Azam pulang. " Seru Azam yang baru saja masuk. Ia segera melepaskan sepatunya dan meletakkan nya pada rak sepatu.

Saat ia melangkah ke ruang tamu, ia terkejut melihat Aska yang sedang duduk manis sambil nonton TV dan dia juga menggunakan baju Azam.

"Hey bocah. " Panggil Azam. "Kamu siapa? Ngapain kamu di rumah saya?. "

Aska segera bangkit, "Seharusnya saya yang tanya sama om, ngapain om di rumah mami saya. " Balas Aska.

"Ha! Mami?. " Azam terkejut mendengar nya. Ia segera berlari keluar untuk melihat apakah ia yang salah masuk rumah. Azam mengamati semuanya, mulai dari jalan hingga pintu apartemen nya.

"Gue nggak salah masuk apartemen. Ini memang apartemen gue sama kak Vana. " Ucap Azam pada dirinya sendiri. Ia segera masuk kembali. Ternyata diruang tamu sudah ada Vana yang sedang memeluk Aska. Azam membuka matanya lebar lebar melihat semua ini. Ia tak percaya melihat kakak nya sedang berpelukan dengan pria asing.

"Kamu udah pulang Zam?. " Tanya Vana melihat Azam yang baru saja masuk. Azam tidak menjawabnya, ia masih diam menatap kearah Aska. Vana yang menyadari hal itu pun segera memperkenalkan Aska pada Azam, walaupun ia bingung harus mulai dari mana.

"Kenalin, ini Aska-

"Anaknya mami. "Potong Aska langsung memperkenalkan dirinya sebagai anak Vana.

"Ha! "Azam kembali terkejut. " Mami?. "Azam melirik Vana dengan tatapan meminta penjelasan.

Vana menarik nafasnya. Ia tidak tahu harus mulai dari mana untuk menjelaskan pada Azam. " Sebaiknya kamu bersih-bersih dulu. Nanti kakak jelasin. "Ucap Vana membuat Azam mengangguk.

Ia segera pergi kekamar nya sambil menatap penasaran Aska.

"Dia siapa mi?. " Tanya Aska.

"Dia adik mami,namanya Azam. Kamu bisa panggil dia om Azam. " Jawab Vana sembari membelai rambut Aska yang masih memeluk nya.

"Oke mi. "

Tiga puluh menit telah berlalu, kini Azam sudah duduk bersama dengan Vana dan Aska di meja makan. Vana menceritakan semua yang terjadi siang tadi pada Azam. Ia juga menceritakan asal usul kenapa Aska bisa memanggilnya dengan sebutan mami.

Setelah Vana menceritakan semuanya, Azam baru mengerti mengapa Aska bisa ada di apartemen mereka dan menjadi anaknya Vana.

"Jadi kakak mungut anak buaya ini?. " Tanya Azam menunjuk Aska.

"Sembarangan aja mulut om, masa pemuda tampan kayak Aska ini om bilang anak buaya. " Sahut Aska tak Terima dibilang anak buaya." Aska itu anaknya mami, iyakan min?. "

Vana tersenyum, kemudian ia mengangguk kecil. " Iya. "

Aska semakin senang mendengar nya. Ia bergelayut manja pada sang mami. Bukan nya risih, Vana malah juga senang melihat Aska yang manja padanya.

Azam juga tersenyum bahagia melihat kakaknya yang sangat jarang tersenyum lebar seperti ini. Biasanya malam seperti ini mereka sudah tertidur. Dapat dikatakan Vana dan Azam sangat jarang berkumpul dan makan malam seperti ini karena kesibukan mereka masing-masing. Kadang Vana ada waktu luang di malam hari, tapi Azam malah tidak ada waktu dan begitu juga sebaliknya.

"Terus sekarang gimana?." Tanya Azam.

"Gimana apa nya om?. " Tanya balik Aska yang tak mau melepaskan pelukan nya dari Vana.

"Kamu nggak ada niatan untuk pulang gitu? Kamu nggak takut papi kamu nyariin kamu?. "Tanya Azam.

Vana baru sadar akan bertanya Azam itu. Sekarang sudah jam 10.00 malam, saking asiknya mereka bercerita hingga Vana lupa menanyakan di mana alamat rumah Aska.

"Kenapa Mi? Kok panik banget kayak nya?. " Tanya Aska.

"Kamu pasti di cariin sama papi kamu. " Jawab Vana yang panik,seperti orang kebakar jenggot. Sedangkan Aska berusaha menahan gemasnya pada sang mami dan semakin erat memeluk Vana.

Aska tertawa pelan. " Itu sudah pasti Mi. Tapi mami tenang aja, bentar lagi pasti papi datang kesini buat jemput Aska. "Jawabnya santai.

Vana bernafas lega mendengarnya. Tapi tunggu dulu, ada satu pertanyaan lagi.

" Tunggu. Emangnya papi kamu tau sama alamat apartemen ini?. "Tanya Vana menatap Aska.

Aska menggeleng, " Papi nggak tau. Tapi orang suruhannya pasti tau. "

"Orang suruhan?. " Beo Azam. Kemudian ia menatap ke arah sang kakak. Vana mengangguk kecil seolah-olah sedang memberikan jawaban atas pertanyaan yang ada di dalam kepala Azam

"Kamu orang kaya Aska?. " Tanya Azam.

Aska tidak langsung menjawabnya, ia nampak berfikir sejenak. " Hemm... Bukan om. "Jawab nya. " Sebenarnya yang kaya itu papi Aska, om. "

"Sama aja itu Aska?. " Rapat Azam.

Disaat Azam ingin bertanya kembali, tiba-tiba pintu apartemen mereka diketok oleh seorang dari luar.

Tok... Tokk... Tokkk

"Biar Azam aja kak. " Potong Azam saat melihat Vana ingin berdiri.

Vana mengangguk. Azam segera pergi membuka pintu dan melihat siapa yang bertamu malam-malam seperti ini.

Ceklekkk...

"Selamat malam, apa benar ini apartemen milik Aishwarya Nirvana Narendra?." Tanya seorang pria yang berstelan jas lengkap seperti seorang bodyguard.

Azam mengangguk. " Iya benar." Jawab Azam yang nampak bingung. "Kalau boleh tau ada keperluan apa mencari saudari saya malam-malam begini pak?. "Tanyanya.

Bukan nya menjawab, pria itu malah mundur. Dari arah samping muncul Leo bersama dengan Aksa dan Agam. Azam cukup tercengang melihatnya. Pasal nya mereka datang bukan cuma berempat, tapi sepuluh orang yang datang ke apartemen nya.

Azam meneguk ludah kasar melihat Leo yang tampa ekspresi menatap nya.

"Apa Aska ada disini?. " Tanya Leo.

Aska mengangguk. "Iya. Aska ada didalam Jawab Azam.

"Siapa yang datang Zam?. " Tanya Vana menghampiri Azam. Seketika ia terkejut melihat banyak orang di depan apartemen nya.

"Cantik juga mami pilihan Aska om?." Bisik Aksa yang terpesona dengan Vana. Agam mengangguk setuju dengan ucapan Aksa. Walaupun Vana hanya memakai baju kaos dengan celana panjang, ia tetap terlihat cantik.

Vana tersenyum canggung pada mereka semua. "Mereka siapa Zam?. " Bisik Vana.

"Mereka keluarga nya Aska.? " Jawab Azam.

Belum sempat mereka bicara terdengar suara Aska yang memanggil maminya.

"Mami.... " Rengek Aska menghampiri Vana dengan mata yang mengantuk. Ia segera memeluk Vana. Mereka semua terkejut melihat Aska yang seperti anak kecil itu. Sementara Vana dan Azam tidak tau harus bicara apa.

Saat Azam pergi membuka pintu tadi, Aska memilih tidur sambil di puk puk oleh Vana.

"Usir aja tamunya kalau nggak penting mi. "Ujar Aska membuat Leo menarik nafas kesalnya. Sungguh rasanya ia ingin memukul kepala anak nakalnya ini.

"Kamu lihat dulu siapa yang datang. " Ucap Vana.

"Usir aja mi. Palingan juga orang suruhan papi. Bilang aja sama mereka kalau Aska nggak ada disini. " Kata Aska yang tidak mau melihat mereka. Malahan dia semakin mendusel manja pada Vana. "Ayo mi, Aska udah ngantuk, pengen tidur di elus kepalanya sama mami. "

Vana semakin canggung dibuat nya. Bisa-bisanya Aska lebih mementingkan diri yang baru kenal hari ini dari pada keluarga nya.

Sementara itu, Aksa merasa cemburu melihat Aska yang di peluk oleh Vana. Rasanya ia ingin segera menarik Aska dan mendorong nya jauh dari Vana, dan gantian memeluk Vana.

"Sabar. Jangan terbawa suasana. " Ujar Agam yang menyadari itu. Ia tahu kalau Aksa sangat cemburu an.

Leo yang sudah lelah memlih nya segera memanggil Aska. "Aska." Panggilan itu langsung membuat mata Aska tebuka lebar. Dia sangat mengenali pemilik suara berat be bass itu. Aska segera berbalik.

"Pa-pi." Aska sedikit terkejut melihat mereka semua. Walaupun ia sudah tau kalau papinya akan datang, tetap saja Aska sedikit takut.

Sementara itu Aksa dan Agam melambaikan tangan mereka sambil tersenyum pada Aska. "Hay Aska. "

"Apa kamu lupa jalan pulang?. " Tanya Leo mode serius. Aska meneguk ludah kasarnya. Ia tak yakin kalau kali ini ia akan selamat dari kemarahan papinya. Perlahan Aska mundur, dan bersembunyi di balik tubuh Vana.

Bersambung,,,,,,,,,,,,,,

1
fanny tedjo pramono
kenapa ceritanya tdk dilanjutin? sy tunggu jawaban
fanny tedjo pramono
kenapa ceritanya tdk dilanjutin? sy tunggu jawaban guys
fanny tedjo pramono
mampir baca guys
Farah HakimKapau Farah Hakim
Ending nya gi mana ini...
Farah HakimKapau Farah Hakim
Masih menunggu...
Farah HakimKapau Farah Hakim
Kapan up episode baru ni... Lama dah tunggu...
Farah HakimKapau Farah Hakim
👍👍👍👍👍
Farah HakimKapau Farah Hakim
😍😍😍😍😍
Azarrna
maaf ya say,
akan diusahain setiap hari up🙏😍😊
Farah HakimKapau Farah Hakim
Jangan lama2 up episode nya darlings.. Makin penasaran ini
Azarrna
/Bye-Bye/🤭
Farah HakimKapau Farah Hakim
Still waiting...
Azarrna: thank you for waiting🤭
total 1 replies
Farah HakimKapau Farah Hakim
Makin penasaran aja
Azarrna
makasih kk😍
falea sezi
ngakak q/Curse//Curse/
falea sezi
cie aska Aksa cmburu mami nya meluk anak lain/Chuckle/
falea sezi
ceritanya bagus q suka
falea sezi
SMP seumuran anak ku anak ku. tidur aja kagak. mau deh di. kelonin malu katanya
Azarrna
oke kk😍
Farah HakimKapau Farah Hakim
Terima kasih... Tunggu update seterusnyaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!