NovelToon NovelToon
Revenge Of Twins

Revenge Of Twins

Status: tamat
Genre:Bullying dan Balas Dendam / Tamat
Popularitas:237.8k
Nilai: 5
Nama Author: Mutzaquarius

Karina membawa Kirana yang tidak sadarkan diri ke rumah sakit . Namun dia terkejut saat dokter menyatakan jika Kirana mengalami cidera kepala yang parah sehingga menyebabkan Kirana mati otak. Di tambah lagi terdapat banyak luka di sekujur tubuh Kirana.

Dia mencari tahu apa yang terjadi pada kembarannya itu karena selama ini yang dia tahu, Kirana hanya pergi sekolah.

Karina menyamar sebagai Kirana untuk pergi ke sekolah. Dan hal itu membuat nya tahu, apa yang terjadi pada Kirana selama ini.

Muncul dendam di hati Karina. Dia bersumpah akan membalas siapapun yang membuat adiknya terluka.

Apa yang sebenarnya terjadi pada Kirana? Dan apakah Karina berhasil membalaskan dendam nya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutzaquarius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5 Tidak Ada Harapan Untuk Hidup

Karina pergi ke toilet dan membasuh wajahnya yang penuh dengan tepung dan telur. Dia menatap dirinya di cermin. Rambutnya berantakan dan seragamnya juga kotor.

Dia buru-buru membuka seragamnya dan mencucinya di wastafel. Perlahan air matanya menetes. Bukan karena perlakuan yang ia terima, tetapi dia tidak bisa membayangkan hal ini terjadi pada adiknya.

"Dasar bodoh. Kirana bodoh. Harusnya kau memberitahu ku apa yang terjadi?" ucapnya terisak

"Argh ... " Karina melempar seragamnya. Tubuhnya merosot ke lantai dan dia menangis karena menjadi orang yang tidak berguna.

"Kau adalah mainan kesukaan ku. Aku tidak akan pernah bosan melakukannya"

Tatapan Karina berubah tajam mengingat ucapan Sovia. Dia menghapus air matanya dan bergegas keluar untuk membalas perempuan itu.

"Mainan kau bilang? Jadi kau menjadikan Kirana mainan?" geram Karina

Semua orang menatap Karina yang berjalan tergesa-gesa dengan aura yang mengerikan. Gadis itu merebut minuman dari siswa lain begitu saja. Dia tidak memperdulikan teriakan siswa tersebut dan langsung menerobos masuk ke kelasnya.

Semua tertegun. Terutama Sovia dan kedua temannya yang berhenti tertawa karena melihat Karina menatap nya dengan tajam. Karina menghampiri wanita tersebut dan ...

Byurr

Karina menyiram minuman di kepala Sovia.

Sovia menggeram kesal. Dia mengepalkan tangannya dan menggebrak meja dengan keras.

Brakh

Dia lantas berdiri, menantang Karina. Namun, nyalinya tiba-tiba menciut melihat tatapan Karina yang sangat mengerikan.

"Kenapa? Kau takut padaku?" tanya Karina. Dia maju selangkah yang membuat Sovia terkejut dan terduduk kembali.

Karina menarik kursi lain kesamping Sovia dan mengangkat sebelah kakinya di kursi tersebut. Dia mencondongkan tubuhnya dan berkata, "Kau bilang, aku adalah mainan mu, bukan? Aku juga tidak keberatan ikut bermain denganmu. Jadi, mari kita bermain. Aku akan dengan senang hati meladeni mu." seru Karina. Dia menegakkan kembali tubuhnya dan menatap satu persatu siswa di sana.

"Kalian juga ingin ikut bermain?" tanya Karina. Namun mereka tidak ada yang mengeluarkan suara. Karina tersenyum sinis dan meraih tasnya. Dia sudah tidak mood untuk sekolah karena tubuhnya yang bau.

Hari ini cukup untuk nya mengetahui apa yang terjadi pada Kirana. Besok dia akan mencari lebih dalam tentang semua pertanyaan yang mengganggu pikirannya.

...----------------...

Karina pulang lebih awal dengan alasan tidak membawa seragam ganti. Dia tidak mungkin mengikuti pelajaran dengan penampilannya yang menjijikan. Untuk itu dia di perbolehkan untuk pulang dan di bukakan gerbang oleh satpam.

Sesampainya di rumah, Karina membersihkan diri. Baru kemudian dia bersiap untuk pergi menjenguk Kirana di rumah sakit.

Tidak membutuhkan waktu yang lama, Karina sampai di ruang rawat Kirana. Dia masuk perlahan dan menatap adiknya yang seperti lebih nyaman dengan keadaannya yang sekarang.

Dia duduk di samping brankar dan menggenggam tangan Kirana. "Hai Kiran ... Aku datang. Apa kau tahu? Hari ini aku datang ke sekolahan mu dan menyamar menjadi dirimu. Rasanya tidak nyaman memakai seragam itu. Apalagi aku harus memakai tepung di wajah ku. Rasanya aku seperti badut saja." gerutu Karina.

"Tapi setidaknya, aku tahu sedikit tentang apa yang kau alami selama ini." Karina menunduk. Air matanya mulai menetes. "Kenapa kau tidak mengatakannya padaku jika mereka suka membully dirimu, Kiran? Kau bahkan sangat pandai menyembunyikannya dari ku. Kau menganggap aku ini apa?" tangis Karina tidak dapat lagi terbendung. Dia menangis, menyesali apa yang sudah terjadi.

Karina menghapus air matanya dan kembali bercerita jika dia juga mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan saat menyamar menjadi dirinya. Dia bercerita dengan bangga saat membalas Sovia dan teman-temannya dan meminta Kirana untuk menjadi seperti dirinya agar tidak ada yang berani membully nya. Namun cerita Karina terhenti saat suster datang untuk memeriksa adiknya.

"Bagaimana keadaan adikku, sus?" tanya Karina

"Tidak ada perubahan sama sekali." jawab suster. Dia menatap Karina dan menghela nafas panjang. "Maaf, bukan maksudku untuk memupuskan harapan mu, tapi mati otak merupakan kondisi dimana seluruh aktivitas otak berhenti secara permanen. Orang yang mengalami kondisi ini berada pada keadaan koma dan tidak akan sadar kembali." terang suster

"Adikmu bisa bertahan karena obat-obatan dan alat ventilator untuk bernapas dan agar jantungnya tetap berdetak. Adikmu tidak akan bisa kembali sadar atau bernapas sendiri, karena otaknya sudah tidak berfungsi." lanjut suster

Karina menunduk lesu mendengar penjelasan suster. Memang kemungkinan untuk bisa sembuh sangat mustahil. Tapi setidaknya dia ingin memberi hadiah terakhir untuk adiknya dengan membuat semua orang yang membuat adiknya seperti ini mendapatkan balasannya.

"Maafkan aku, aku harus mengatakan hal itu padamu." sesal Suster

"Iya, suster. Aku mengerti. Tapi apa aku boleh minta tolong, suster. Biarkan adikku tetap bernafas walaupun menggunakan alat bantu." ucap Karina memohon

"Tidak masalah. Tapi kau harus melunasi biaya administrasinya."

Karina tertegun. Iya benar, dia belum melunasi biaya administrasi pengobatan Kirana dan itu tidak sedikit. Sepertinya setelah ini dia harus mencari pinjaman agar Kirana bisa hidup lebih lama.

"Oh iya, aku sarankan untuk melaporkan hal ini ke polisi karena kemungkinan adikmu mengalami kekerasan. Hasil visum bisa menjadi bukti untuk melaporkan hal itu." seru Suster

Karina hanya tersenyum, mengiyakan tanpa ada niat untuk melakukannya karena dia sudah memutuskan akan membalas pelakunya dengan kedua tangannya sendiri.

Lagipula, Dia tidak percaya dengan aparat kepolisian. Apalagi kasus dari orang miskin sepertinya. Bisa saja pelaku akan memutar balikkan fakta atau menggunakan kekuasaannya untuk lepas dari hukuman. Jadi, dia akan menggunakan caranya sendiri untuk menghukum pelakunya.

1
bakpao
/Good/
🌹🪴eiv🪴🌹
terimakasih untuk tulisan indah mu thor,dan udah bikin aku nangis Bombay
🌹🪴eiv🪴🌹
aku lagi radang,di tambai nangis baca ini so,otw pilek 😭🤣
🌹🪴eiv🪴🌹
sekolahan model opo ngene iki
Gintania nia
Luar biasa
Jisa Ajach
bagus
ms. S
luarrr biasa karyamu Thor smpe dibelain begadang. jln ceritanya menarik, syg bgt klo yg baca dikit padahal cerita bagus bgt/Heart/
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Thankiyu kak 💜
total 1 replies
Violet_violeta
yey terbalassssss
Violet_violeta
Yoshi licikk
Violet_violeta
terkadang ucapan ortu adalah doa, apalagi ayahnya :v
Violet_violeta
aku takut karina nolak leo😭
Violet_violeta
author jahata😭😭😭😭😭😭
Violet_violeta
semoga leo ortunya kaya rayaa aminnnn
Violet_violeta: terkabul doaku thor :v
total 2 replies
Violet_violeta
IHS seingatku di cs itu sekolah milik keluarga jeon
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Pinjem bentar katanya /Facepalm//Facepalm/
total 3 replies
Aiko Amallya
ayolah Thor...kisahnya jangan di pakein bawang terus ...pedih nih mata...buatlah jgn terlalu tertindas. untuk twins nya.😢😢😢
Yus Nita
vak jDinolak kang Leo...😁😁😁
Vilia Yulianti
Luar biasa
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Thankiyu kak 💜 💜💜
total 1 replies
Yus Nita
maka nu lo be 2 jangan jd penjilat.
fan utk lo para aparat yg suka makan uang suap, hdp mu gakakan tenang
da n neraka dengan senang hati menanti mu
Yus Nita
mamppos lo Hartono, lindungi lg anak psikopatmu yg sakit jiwa iru
tamat kan riwayatklrg lo yvsombong itu. 😃😃😃
Yus Nita
bersiap lahkaudi terpa badai yg dahssuat,
eahai orang kaya ygsombong
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!