Gymora Sasami seorang mahasiswa yang terkenal akan kepintarannya, dia juga putri tunggal keluarga kaya.
Dia selalu dipuji dan dieluh-eluhkan di kampus.
Namun, citra yang sebelumnya sudah dibangun olehnya terancam dihancurkan oleh seorang Badboy kampus yang tidak sengaja memergoki dirinya digudang saat sedang memuaskan dirinya sendiri.
Pagi itu digudang, Draka Nilon mengambil alat yang ada ditangan Gymora, hal itu membuat Gymora yang akan mencapai titik kepuasannya terkejut.
"Aku tidak menyangka, seorang wanita cantik yang terkenal pintar dan jual mahal di kampus melakukan hal yang tidak terpuji seperti ini," sindir Draka.
Gymora langsung menutup tubuh bagian bawahnya.
"Draka aku mohon, jangan sebarkan video itu!" pinta Gymora.
Melihat Draka yang diam, Gymora terus memohon.
"Karena kamu terus memohon dan berlutut, baiklah kita buat kesepakatan. Kalau kamu ingin aku tidak menyebarkan videomu itu. Kamu harus melayaniku!"
Kedua bola mata Gymora membelalak, mengingat dia belum pernah melaku
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28.
Gwen tidak bisa berbuat apa-apa setelah mendengarkan penjelasan Draka, ia hanya bisa menuruti tujuan putrinya datang kesini!"
Ia menyuruh pelayan segera mengambilkan celengan itu didalam kamar Gymora.
Saat pelayan ingin menyerahkan celangan itu pada Draka, Gymora reflek merebut dan memeluknya.
"Gigi ... Sekarang kamu aman dengan ku!! Ayo kita beli baju dengan uang celengan itu," kata Draka penuh kelembutan.
Gwen ingin mengatakan sesuatu, tapi akhirnya suaranya tercekat.
Setelah melihat putrinya yang terlihat begitu menyedihkan, bahkan wajah Gymora sedikit mengobati rindu Gwen pada Alan.
Akhirnya Gwen tidak punya pilihan lain selain merelakan putrinya pergi.
Dalam pikirannya, pria urakan itu hanyalah orang miskin.
Tapi setelah mengingat kehidupan putrinya selama ini yang jauh dari kata layak.
Gwen tidak ada pilihan lain, ia hanya bisa berjalan dibelakang Gymora dan pria itu dengan jarak yang lumayan jauh.
Saat sampai diluar rumah, Gwen tertegun saat melihat pria itu membantu Gymora naik ke mobilnya.
Mobil pria itu jenis mobil mewah dengan edisi terbatas.
Setelah mobil itu mulai menjauh, ia pun bisa melihat plat mobil mewah itu.
"Bukankah mobil itu pernah dikemudikan Dylan saat akan melakukan kerja sama dengan perusahaan miliknya mewakili grup Nilon." Celetuk Gwen ingin pingsan.
"Tidak ... Tidak mungkin kalau pria itu adalah pewaris grup Nilon. Mungkin saja dia adik Dylan." Ia merasa meragu, tidak mungkin pewaris grup Nilon yang terkenal genius DNA sudah lulus s3 sejak umur 20 tahun berpenampilan seperti gembel.
Gwen berbicara sendiri dalam hatinya, "tapi nggak mungkin juga dipinjami mobil seharga puluhan miliar."
Tak berselang lama, Kania dan Gunawan datang dengan taksi online.
"Dimana mobil yang aku kasih?" tanya Gwen, suaranya terdengar jauh lebih dingin.
Akhirnya ia sadar, suami baik, sabar penyayang ia sia-siakan. Malah memilih pria model mokondo.
Melihat ekspresi Gwen yang terlalu acuh dan dingin, Gunawan buru-buru mendekat untuk membujuk Gwen.
Tapi Gwen malah menepis kasar tangan Gunawan.
Bahkan tatapannya berubah jijik.
"Gwen jangan marah ... Begini, mobil Alphard yang kamu kasih terpaksa aku jual, untuk membayar denda ... " Gunawan menghentikan ucapannya dan mengatupkan bibirnya.
Ia melirik ke arah putrinya.
Sementara Kania hanya melotot, dan memberikan kode seolah mengatakan. 'Ayah katakan saja yang sebenarnya. Tante Gwen sangat bucin padamu, pasti dia nggak marah dan malah membelikan mu mobil lagi.'
Dengan pasrah Gunawan menjelaskan, "begini Gwen. Banyak sekali perusahaan yang berniat untuk membeli teknologi inti 'Biome' itu. Aku dan Kania yang butuh dana untuk membangun perusahaan dan koneksi kerja sama, tentu tergiur menjualnya."
"Tapi setelah transaksi berhasil, dan ingin mengambil teknologi inti itu. Tiba-tiba teknologi Inti itu disita pihak kampus, dan pihak kampus sudah meluruskan jika Gymora bukanlah pencuri dan berniat mengembalikan teknologi inti itu padanya."
"Ntah cara apa yang dia lakukan sampai Wiliam ingin menolongnya ... " Desah Gunawan tak berdaya.
Sementara itu, tanpa Kania dan ayahnya sadari. Kedua tangan Gwen sudah mengepal erat siap meninju mereka.
"Mungkin Gymora menggunakan tubuhnya untuk merayu kak Wiliam," timpal Kania yang mana langsung mendapatkan tamparan keras dari Gwen.
Gunawan marah ingin menampar Gwen, tapi untungnya ia buru-buru tersadar.
"Kamu mau tampar aku ... Silahkan, dasar ayah dan anak tidak tahu malu!!" Gwen lalu masuk diikuti para pelayannya.
"Ayah ini sakit!" Titah Kania.
Gunawan langsung mengelus pipi putrinya, "tenang aku akan buat perhitungan pada Gwen. Dia harus membayar mahal atas tamparan ini!"
"Sekarang yang penting kita masuk dulu!" Ajak Gunawan mengingat sekarang mereka sudah membawa beberapa koper berisi baju mereka.
Baik Kania dan Gunawan akan pindah ke rumah Gwen hari ini.
kasian gyomra harus patah hati n kecewa terusss...😔
cerita nya seruuu👍