Penduduk Bunian: Aku melihat dan merasakan keberadaan berbagai bentuk rupa makhluk misterius. Ini bukan lah mimpi! ketakutanku tidak tertahan melihat kenyataan hal keganjilan yang terjadi di hadapan. Keramaian disana sangat mirip pasar di dunia nyata. Kehidupan Rani menjalani dua dimensi yang berbeda
(The historical of magic, Maharani).
Seorang gadis berambut panjang, bermata biru dan gemar melukis sangat sering berbicara ke makhluk tak kasat. Petualangan menjelajahi dunia yang berbeda. Dengan berbekal cahaya lampu kecil di tangan kanan, menembus alam lain pergi naik sepeda dan kendaraan hantu.
Apakah Rani akan selamat? Banyak pohon- pohon besar bergeser memberi jalan untuk ku lewati, tanahnya terjal dan hampir membuatnya terjatuh.
Dia berada di tempat yang sangat ramai, mereka menawarkan cacing merah yang sudah di beri bumbu dan di bungkus tempurung kelapa tua. Sekeliling tampak terbentang meja dan hidangan yang disajikan untuk saling tawar menawar. Tercium bau amis darah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ARSY AL FAZZA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tamsi si kucing hitam
Rani telah menghilang dari kamar dan tidak ada satu orangpun yang menyadari. Berselang beberapa menit kemudian, dia turun bersama bayangan sosok makhluk ghaib di sebuah jalan asing yang lurus dan gelap gulita. Penampakan makhluk berwajah pucat yang telah menolongnya dari jubah hitam bermata cahaya merah menyala.
Langkah dengan menyusuri arah jalan pulang di persimpangan waktu dua dimensi. Rani terbangun dengan menggenggam lampu ghaib secara aneh berada di sebelah tangan kanan. Dia memperhatikan kakinya yang penuh dengan lumpur lalu mempercepat langkah bergegas membersihkan menuju toilet. Di kejauhan sayup-sayup terdengar suara ambulan. Dia segera menutup kran air kemudian masuk ke kamar melompat ke kasur. Pikiran masih begitu rancu memikirkan kejadian tadi di tambah suara ambulans berhenti tepat di dekat rumahnya.
"Apakah aku harus melaporkan hal ini kepada ayah dan ibu? aku takut ayah dan ibu menjadi bertambah khawatir?" batin Rani.
Dia turun dari kasurnya dan berjalan mencari orang tuanya. Saat dia akan menaiki anak tangga, tampak ayah tergesa-gesa menuruni tangga menuju ke ibu yang berada di dapur.
"Bu ayo kita pergi ke rumah nenek tetangga depan rumah, kabarnya nenek baru di bawa pulang dari rumah sakit!" ucap ayah.
"Ya ampun, padahal baru saja tadi siang kita bertegur sapa bersama beliau. Rani sayang jaga rumah sama kak Alfa ya jangan berantem!" kata ibu.
Ayah dan ibu bergegas pergi berlalu.
"Baik Bu.."
...----------------...
KEESOKAN HARINYA.
"Rani, cepatlah ayah ibu sudah menunggu!" kata kak Alfa.
Suasana hari itu sangat mendung menandakan adalah hari duka. Nenek tetangga yang ramah dan baik hati itu sudah menghembuskan nafas terakhirnya tadi malam. Dari jarak bersebelahan dari para pelayat, Rani melihat kemunculan sesosok bayangan berbaju putih berdiri di antara mereka.
Dia sangat mirip dengan nenek! gumamnya.
Beberapa jam berlalu saat orang-orang sudah pulang dari pemakaman. Banyak rumor yang beredar bahwa kematian sang nenek masih menjadi misteri karena beliau masih jauh terbilang dari kata sehat dan terlihat bekas sayatan yang aneh di pergelangan tangan.Rani duduk di depan rumah sambil memegang bambu peninggalan nenek. Sore itu udara sangat dingin dan di melihat dari kejauhan seekor kucing hitam menghampiri.
"Miaw, Miaw"
Perlahan-lahan langkah seekor kucing mendekat.
Tatapan kucing hitam itu terlihat tidak seseram penampilannya yang berwarna hitam legam. Rani mendekati kucing itu lalu dia sentuh atas kepala.
Baiklah.. dia sangat jinak. Bulunya juga bersih Kucing peliharaan siapa ini? gumamnya.
Rani berniat ingin memelihara kucing tersebut, akan tetapi jika pemiliknya suatu dari datang mencari, dia akan di kembalikan.
"Rani beri nama dia Tamsi!" ujarnya kepada kak Alfa.
"Ya asalkan kucing itu tidak nakal di dalam rumah, kalau tidak pasti ayah akan membuangnya", sahut kak Alfa.
...----------------...
Hari- hari Rani begitu bersemangat semenjak kehadiran si kucing tampan. Seperti sahabat keduanya setelah Mia. Liburan kuliah Rani meluangkan waktunya dengan bermain bersama Tamsi.
"Grrr, grr, Miaww"
Rani meletakkan alat lukis dan berlari saat mendengar suara erangan kucing nya.
"Ada apa kucing hitam?" tanya Rani.
Rani menoleh ke dapur dan melihat penampakan anak kecil paruh baya dengan raut wajah yang tajam seolah ingin berlari menerkam. Tamsi bergerak seakan menghalangi dari gangguan makhluk yang sedang menarik lengan tangan Rani. Akan tetapi, Rani kembali terangkat dan melayang di sampai menuju langit-langit rumah.
"Lepas, lepaskan aku.. tolong!" jerit Rani.
Dia meronta sambil memukuli makhluk yang menakutkan. Dia membawa Rani ke sebuah tempat yang sangat ramai. Terlihat seperti sedang ada acara dan Rani mengenal beberapa dari mereka, ya mereka adalah makhluk penduduk bunian. Sosok yang mirip menyerupai bentuk manusia.
...Petualangan apa lagi yang akan dia alami?...