NovelToon NovelToon
Cinta Berparas Malaikat

Cinta Berparas Malaikat

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / One Night Stand / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:115.1k
Nilai: 5
Nama Author: Marina Monalisa

Mendapatkan kasih sayang yang begitu besar dari seorang pria yang berstatus sebagai ayah angkatnya tentu adalah hal yang paling membahagiakan bagi seorang gadis bernama Kania Atifah.

Namun, siapa sangka justru di balik kebaikan itu nyatanya ada cinta yang sedang di sembunyikan. Kania sangat tak menyangka jika justru cinta pertamanya dalam hidup mengkhianati ketulusannya sebagai anak selama ini.


Kehidupan manis yang selama ini banyak di agungkan oleh teman-teman sekolah Kania bagai terganti oleh mimpi buruk ketika petaka datang dalam hidupnya. Impian di usia sembilan belas tahun besok ia akan meniup lilin dengan doa agar di terima kuliah di perguruan tinggi dengan jurusan musik.

Nyatanya kesuciannya hilang tanpa ia duga malam itu dan pelakunya adalah sang papah yang membesarkannya selama ini.

Akankah Kania meninggalkan dan melupakan semua jasa orang yang telah membesarkannya selama ini? ataukah kania mau menerima pria yang berstatus sebagai ayah angkat menjadi pendampingnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marina Monalisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penderitaan

Jika ia pikir semuanya akan baik-baik saja. Nyatanya semua salah besar. Makan enak tak menjadikan tubuh Kania puas. Hingga malam tepat di pukul setengah dua belas malam tubuhnya tak kunjung bertemu kasur. Pakaian yang banyak belum usai ia setrika.

Tangan Kania bahkan rasanya sudah ingin lepas dari tubuhnya. Seharusnya pekerjaan ini telah usai. Nyatanya kerjaan membersihkan kolam, sampai menemani bibi berbelanja harus ia ikuti semuanya.

Tak terasa air mata Kania menetes menatap pakaian yang masih banyak belum usai. Ancaman Tuan terus teringat olehnya. Besok pagi akan di putuskan jika ia berhak untuk lanjut kerja atau tidak dengan melihat hasil kerjany malam ini.

“Tuhan, ini masih banyak sekali. Apa aku sanggup?” Matanya menatap nanar hingga terakhir kali melihat jam sudah menunjukkan pukul dua pagi.

Dan Kania sudah tak bisa menahan diri dari rasa kantuk. Matanya terpejam begitu saja.

“Kania!!” Tiba-tiba saja teriakan menggema dan matanya terbuka lebar. Tubuh Kania bahkan sampai terjingkat dari duduknya.

“Astaga!” Kania berdiri sembari terbatuk-batuk.

Syok melihat kepulan asap justru memenuhi ruangan ini. Takut dan panik ia tak tahu harus melakukan apa saat ini.

“Pergi kamu dari sini! Pergi!” Suara menggema itu membuat Kania hanya bisa menangis.

Kania melakukan kesalahan tanpa bisa membela diri lagi. Meminta untuk berbelas kasih padanya pun rasanya ia tidak ada hak. Kania telah merugikan pihak yang memberikannya pekerjaan.

“Maafkan saya, Tuan. Maafkan saya.” Kania terdiam melihat majikannya hanya diam dengan tangan yang meminta agar pergi.

Pagi buta di Bali kini Kania keluar tanpa membawa apa pun di tangan. Pandangannya terus mengedar entah kemana harus pergi. Harapan satu-satunya kini telah tiada.

Lama ia berdiri hingga menemukan kursi di pinggir jalan. Kania duduk meratapi nasibnya. Perutnya terdengar kembali bersuara pertanda kembali lapar.

“Perasaan sudah makan banyak. Kenapa bunyi lagi?” gumamnya yang heran dengan perut kecil miliknya.

Terlalu banyak bekerja membuat tubuhnya jadi sangat lelah dan mudah lapar.

“Wah wah pagi-pagi sendirian aja nih? Mau di temanin nggak?” Suara dari seorang pria terdengar saat itu.

Kania mengangkat wajah melihat seorang berpenampilan preman sudah berdiri di depannya. Saat itu juga tubuh Kania merespon dengan takut. Ia lantas berdiri ingin menghindari pria menakutkan itu.

“Heh, mau kemana kamu? Ayo ikut saya!” Cekalan kuat kembali Kania dapatkan dari orang yang berbeda.

Gadis cantik itu menggeleng kuat. Matanya berkaca-kaca menatap takut pada pria di depannya.

“Tolong Pak lepaskan saya. Tolong…” Kania memohon sembari berusaha melepaskan tangannya. Sayang, tenaga yang ia miliki tak sebanding dengan pria yang berada di depannya saat ini.

“Kamu pikir semudah itu? Tidak akan. Ayo ikut dengan saya!” Sepanjang jalan Kania berusaha melepaskan diri namun tak kunjung berhasil. Justru kini ia di bawa jauh dari jalan utama.

Ketakutan semakin menguasai diri Kania saat ini. Tak ada satu pun orang yang bisa menolongnya. Suasana jalan masih nampak cukup sepi.

Dan kini keduanya tiba di depan sebuah gubuk tua dimana banyak orang yang nampak berpenampilan lusuh.

“Tempat apa ini? Tidak. Aku tidak mau jadi pengemis. Aku tidak mau.” Kania menggeleng ketakutan.

Tempat yang tak pernah ia bayangkan kini justru ada di depan mata gadis itu. Sungguh malang. Perjalanannya yang belum genap dua hari sudah begitu mendapatkan ujian berkali-kali lipat sakitnya.

1
antha mom
keren 👍👍👍👍👍
ayu cantik
bagus
Fe
dipatahin benerin aja, lagian itu pasti pura2
Fe
jemi bego gampang ketipu
Jeankoeh Tuuk
happy
Jeankoeh Tuuk
penyesalan datang terakhir
Jeankoeh Tuuk
kesombongan Bu Wulan masih tingkat tinggi
Jeankoeh Tuuk
mertua serakah & jahat pada menantu
hidupnya tidak bahagia
Jeankoeh Tuuk
sedih......kebahagiaan
Ibelmizzel
mampir Thor 💪💪💪
rama
cerita dengan konflik etika yg penuh dengan teka teki
Ester Limbong
ndk auka karakter jimi..
katanya malaikat kok membatasi istri kuliah dan bertemu orang lain....
biby
ayoo Lo jem...
kena Lo..mw ngomong apalagi sm Kania kl udah ketauan gamon
Nigina
Astaga neng ada² aja yg diributkan malah masalah sepele lg adeh 🤣🤦🏻‍♀️
Nigina
Benaran labil kamu Kania 😂😂🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Nigina
Makasih kak updatenya.. Semangat lg, semoga cepat sembuh ya..
Nigina
Kak kapan udpate nya kak?? 😭😭😭
Nigina: Semoga cepat sembuh kak.. Semangat update nya..
total 2 replies
Merianna Nainggolan
Lumayan
Nigina
Ditunggu lagi update nya kak
🌸ReeN🌸
akhirnya mama kania sembuh, semoga gak kambuh lagi sakitnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!