NovelToon NovelToon
Menikah Dengan Ayah Sahabat Ku

Menikah Dengan Ayah Sahabat Ku

Status: tamat
Genre:Beda Usia / Ibu Tiri / Nikahmuda / Cinta setelah menikah / Duda / Tamat
Popularitas:3.4M
Nilai: 4.6
Nama Author: Mey(◕દ◕)

Ganti judul: Bunda Rein-Menikah dengan Ayah sahabat ku

"Rein, pliss jadi bunda gue ya!!" Rengek Ami pada Rein sang sahabat.

"Gue nggak mau!" jawab Rein.

"Ayolah Rein, lo tega banget sama gue!"

"Bodo amat. Pokok nya, gue nggak mau!!" tukas Rein, lalu pergi meninggalkan Ami yang mencebik kesal.

"Pokoknya Lo harus jadi bunda gue, dan jadi istri daddy gue. Titik nggak pake koma!" ujarnya lalu menyusul Rein.

Ayo bacaa dan dukung karya iniii....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mey(◕દ◕), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

5

Bab 5 sudah aku revisi.

happy reading:)

***

Setelah perdebatan panjang yang terjadi, Rein langsung meninggalkan rumah Wisnu. “Cari uang dimana coba! Kok bisa dulu mama jatuh cinta segitunya sama pak tua itu!” decakan keluar dari bibir gadis itu. Rein teringat akan kisah sang ibu yang dulu sempat ia dengar. Ibu nya dulu terlahir dari keluarga kaya raya, sedangkan ayah nya adalah seorang pria biasa. Kedua nya tidak sengaja bertemu di sebuah pameran, hingga akhirnya ibu Rein jatuh hati pada Wisnu.

Namun ternyata kisah cinta mereka tidak mendapatkan restu dari orang tua Renata nama ibu Rein. Tapi demi menunjukan cinta nya, Renata rela menikah diam-diam dengan Wisnu hingga akhirnya hadirla Rein diantara keduanya. Orang tua Renata yang akhirnya mengetahui bahwa putri mereka satu-satunya sudah menikah, mau tak mau memberikan restu.

Namun meskipun tidak menyukai Wisnu, mereka tetap memberikan pekerjaan yang layak pada wisnu diperusahaan mereka. Kedua orang tua Renata tidak ingin putri dan cucu mereka menderita karena hidup pas-pasan.

Namun tidak lama setelah itu, kebakaran besar terjadi dikediaman orang tua Renata, hingga menewaskan 10 orang termasuk kedua orang tua Renata. Beruntung nya  saat itu, Renata sedang pergi mengunjungi sahabat lamanya bersama dengan Rein sehingga keduanya selamat.

Mendengar kabar kebakaran besar itu, Renata langsung kembali pulang, namun yang ditemukan hanya puing-puing runtuhan akibat kobaran api yang melahap habis. Renata terpuruk akibat kehilangan orang tua nya, membuat wanita itu mulai sakit-sakitan, hingga puncak nya, ketika suatu hari Wisnu datang lalu mengenalkan seorang wanita beserta putrinya pada Renata.

Rein mengusap kasar air matanya yang jatuh, kenapa ibu nya bisa sial sekali menikah dengan pria tua itu.

Setelah itu, kondisi Renata semakin memburuk hingga tidak lama, Renata menghembuskan nafas terakhirnya meninggalkan Rein kecil yang mulai mengerti apa yang terjadi disekeliling nya. Ia kehilangan ibu nya, lalu ayah nya tiba-tiba pulang membawa ibu tiri serta adik untuknnya.

Kebencian tumbuh dalam hatinya, membuat Rein memilih untuk pergi dari rumah tersebut setelah memasuki bangku perkuliahan.

Rein mengusap wajah nya kasar, gadis itu menatap jalan yang sepi namun terasa menenangkan. Ponsel nya berdering membuat gadis itu segera melihat siapa yang menelfon nya.

Hari sudah gelap, namun Rein masih betah untuk berjalan kaki. “Halo Rein, kamu nggak jadi kesini?” rengekan pelan terdengar diseberang sana.

Rein mengerutkan kening mendengar suara pelan sahabatnya itu. “Kamu belum baikan?” tanya Rein balik khawatir mendengar suara Ami yang lemah.

Diseberang sana Ami mengangguk pelan, meskipun Rein tidak akan melihatnya. “Belummm. Katanya kamu mau kesini, kok belum sampai!” ucap gadis itu membuat Rein terkekeh pelan.

“Sorry aku ada urusan penting tadi, makanya nggak sempat kesitu.” Rein melirik jam tangan nya, sudah pukul 7 malam. “Kamu sudah makan?” lanjut Rein.

“Belum, lidah ku rasa nya pahit.” Ujar nya memberitahu Rein. Membuat gadis itu berdecak kesal.

“Gimana mau sembuh kalau nggak makan!”  omel Rein dari telefon. “Bibi disitu, minta tolong buatkan kamu bubur.” Lanjut Rein.

“Bibi udah pulang dari sore.” Ami memberitahu.

“Terus papa kamu?” tanya Rein lagi.

“Papah masih dikantor kayanya.” Jelas Ami membuat Rein berdecak kesal, anak sakit malah sibuk kerja gumam nya sendiri.

“Tunggu, aku kesitu!” Ami berseru senang mendegar ucapan Rein. Setelah panggilan itu berakhir, Rein langsung memesan taxi menuju rumah Ami.

***

Sesampainya disana, Rein segera menuju dapur. Gadis itu dengan cekatan membuatkan Ami bubur, gadis itu tadi mengeluh bahwa tenggorokan nya sakit. Ami menunggu nya diruang tengah sembari membaringkan tubuhnya yang terasa lemas.

“Bangun dulu, makan bubur nya, terus minum obat!” Rein datang dengan semangkuk bubur juga segelas teh hangat, tak lupa obat yang sudah dia siapkan.

“Dari kapan kamu demam?” tanya Rein pada gadis itu.

“Kemarin.” Jawab Ami pelan. Rein menatap Ami menelisik. "Jangan bilang gara-gara main hujan!" tukas Rein membuat Ami tertawa kecil. “Cuma sebentar kok, nggak lama. Suer!” gadis itu mengangkat dua jarinya sembari menatap Rein.

"Iya sebentar tapi langsung sakit gini.” Cibir Rein sembari duduk disebelah Ami. “Cepat habisin, keburu dingin.” Perintah nya membuat Ami menggeleng pelan. “Pahit banget Rein.” Gumam nya sembari menahan rasa mual ketika bubur itu berada dalam mulutnya.

Rein segera menyodorkan teh hangat yang langsung Ami minum. “Suapin dong, siapa tau nggak pahit lagi.” Ujar Ami memelas, membuat Rein memutar mata malas namun tak urung menyuapi gadis itu juga.

“Rein kapan kamu nikah sama papa?”  tanya Ami membuat Rein berdecak. “Diam atau makan sendiri!”  ancam Rein membuat Ami langsung mengangguk patuh sembari tersenyum.

“Oh iya, tadi ada tugas nggak?” tanya Ami sembari menerima suapan dari Rein. Ah Rein baru ingat tugas yang diberikan oleh pak Satria. “Ada, nanti kita kerjain sama-sama, besok harus dikumpul.” Ami mengangguk senang, sahabatnya ini baik sekali.

***

Davin baru saja kembali dari kantor, jam sudah menunjukan pukul 8 lewat. Ami dan Rein sedang mengerjakan tugas yang diberikan pak Satria. Eh lebih tepatnya Rein yang mengerjakan nya, sedangkan Ami hanya memperhatikan sembari bertanya jika ada yang tidak ia pahami. “Kok bisa kamu yang harus kumpul?” tanya Ami heran setelah Rein menceritakan kejadian dikampus tadi. Rein hanya menggeleng tanda tidak tahu. “Tapi ya Rein, kalau diperhatikan pak Satria kayanya suka sama kamu deh!” Rein yang sedang mengetik seketika berhenti. “Kata siapa?” tanya Rein melirik sebentar ke arah Ami yang tampak ragu sendiri dengan ucapan nya.

“Ya kata aku sih. Soal nya ya, beberapa kali ku perhatikan, kalau pak Satria lagi ngajar, dia selalu tatap kamu. Tapi natap nya itu kaya beda gitu loh…” Ujar Ami, kali ini gadis itu tidak ragu lagi. “Ngaco aja, lagian kalau dia suka, ya sudah. Terus aku harus ngapain, balas perasaan dia gitu?” Ami menggeleng dengan cepat.

“No no no…Kamu sudah aku hak patenkan untuk papah, nggak ada yang boleh dekat sama kamu selain papah!” ujar gadis itu menggebu-gebu. Rein yang mendengar itu hanya memutar mata malas. “Terserah kamu. Ini sudah selesai, besok kamu mau masuk atau izin?” tanya Rein sembari mematikan laptop yang sudah selesai di pakai.

“Masuk dong. Aku nggak akan biarkan kamu ketemu pak Satria sendiri, aku punya firasat, pasti dia mau modus aja itu, suruh kamu yang antar tugas kedia!” ujar Ami cepat.

Davin yang sedari tadi berdiri tidak jauh dari keduanya menggeleng pelan melihat tingkah sang anak. Namun pikiran nya sedikit terusik dengan pria bernama Satria itu. “Papa kapan datang?” tanya Ami yang tidak sengaja melihat Davin melamun.

“Baru aja. Kalian lagi ngapain?” tanya Davin basa-basi sembari melirik Rein yang sengaja tidak mau menatap kearah nya. “Rein bantu aku kerjain tugas pah.” Ujar Ami sembari tersenyum lebar.

“Terimakasih sudah bantu Ami, dan maaf sudah merepotkan kamu.” Rein melirik ke arah Davin kemudian mengangguk mengiyakan. “Iya om sama-sama. Saya juga tidak merasa direpotkan kok. Mi, aku pulng dulu, besok langsung ketemu di kampus. Ingat habis ini istirahat biar besok lebih fit. Terus jangan lupa besok diminum lagi obat nya.” Pesan Rein sembari berdiri.

“Loh, kamu nggak nginap?” tanya Ami memelas sembari memegang lengan Rein. Rein menggeleng. “Nggak. Aku pulang aja, lagian belum terlalu malam.”

Ami akhir nya mengangguk. “Ya sudah. Tapi papa antar ya, nggak boleh nolak.” Davin yang sedari tadi menatap kedua nya langsung mengangguk menyetujui. “Anggap saja ucapan terimakasih dari saya, karena sudah bantu mengurus Ami yang sedang sakit.” Rein akhirnya mengangguk menyetujui.

***

Di dalam mobil, suasana hening tidak ada yang membuka suara. Rein yang merasa malu mengingat kejadian satu bulan lalu sedangkan Davin bingung ingin memulai obrolan dari mana. “Ehem…” Davin berdehem sebentar lalu melirik Rein yang masih memandang keluar jendela. “Gimana kuliah kamu?” tanya Davin basa-basi.

Rein menatap nya sebentar sebelum menjawab. “Lancar om.” Davin hanya mengangguk tanda mengiyakan.

“Saya boleh tanya sesuatu?” Rein menghadap pria itu sembari mengerutkan kening bingung. Bukan nya sedari tadi pria itu sedang bertanya. “Iya om boleh. Silahkan tanya aja.” Balas Rein.

“Em-pria yang tadi kalian dua bicarakan itu siapa?” tanya Davin sembari melirik Rein.

Rein mengerutkan kening bingung. Memang siapa yang mereka bicarakan tadi.” Setelah mengingat obrolan nya dengan Ami tadi, Rein langsung menatap Davin. “Maksud om, pak Satria?”  Davin mengangguk mengiyakan. “Oh, pak Satria dosen saya dan Ami di kampus. Emang kenapa om?” tanya Rein heran. Kenapa juga pria ini ingin tahu.

“Tidak ada. Saya hanya ingin tau saja.”  Rein mengangguk mengerti. Suasana kembali hening, hingga tidak lama kedua nya sudah sampai kontrakan Ren. “Terimakasih om, sudah antar saya.  Maaf merepotkan.” Ujar Rein yang hendak turun.

“Sama-sama. Selamat istirahat Rein.” Setelah mengucapkan itu, Davin segera melajukan mobil nya, meninggalkan Rein yang terpaku.

Terimakasih...

1
Rahma Ainaya
ini critanya loncat apa gmna kak ??
Nayra Apriliani
g perlu bahas yg bukan alur cerita nya kak... kyk bubur td tim aduk apa enggak... g nyambung tuh. 🙏
𝔪𝔢𝔩𝔦𝔞𝔫𝔞𝔣𝔟𝔯𝔫
🥰
nona wina
iya bener, aku juga merasakan nya. 😄
ollyooliver
kecurigaa ttng ana itu sebenarnya bisa diliat..pertama., kehamilan, kedua ya ini ..bercinta pasti langsung ada yg aneh gitu..gak mungkin sampai bercinta..ana ngikutin ani..al juga tau istrinya punya kembaran.. trus apa yg dibilang ani(palsu) kepada aldrick ketika ana sdh tdk tinggal dirumahnya paska al, davin fan alex masuk rumah sakit.
ollyooliver
plis deh..mereka sekarang dinegara yg sama tinggal ketemu dan mengungkapkan semuanya..knp yg mudah malah dibikin ribet..toh ani juga ada dinegara lain..ya Tuhan! lebay banhet dramanya🤧
ollyooliver
dari tadi gw risih sama.mom, mamah..mom..mamah. diselaraskan napa😒
ollyooliver
keluarganya? bukannya ana doang?🤔
ollyooliver
22 thn..bayangin suaminya malah bercinta sama adik iparnya. yg sakitnya itu🙂
ollyooliver
banget..gk nyambungnya tuh di dipulahan thn kemuadian.. selama itu buat balas dendam? lebay banget, sumpah! apalagi posisinya disini aldruch sdh tau anaknya dan mungkin sdh tau lama..
Anka Arka: kelamaan 22 th kemudian
total 1 replies
ollyooliver
sebenarnya prank seperti ini cocok buat pria yg mau lamar kekasihnya. kalau kasus aldo dan ami yg kek gini..gk cocok. jarna aldo tau ami suka sama dia.
ollyooliver
lah..bukannya dpt restu dlu baru jalanin rencananya🙂
Inayah Riyadi
kata kata suwami di aganti aja tor
Anka Arka: iyo. kayak kaku malahan
total 1 replies
Yuliati
q seperti pernah baca cerita ini entah di sebelah atau disini lupa atau sama penulisnya
Haida Royana
kog aneh tor..ibunya rein kan SDH meninggal
Ani Haryani
kan cerita di awal ibunya udah meninggal dan papanya bawa istri baru rein punya saudara tiri papanya namanya wisnu kenapa jadi beda cerita nya
Haryati Sutikno: ko ceritanya jadi aneh?
bukannya kakek sama neneknya mati kebakar sama rumahnya? kok hidup lagi? mamanya juga?
total 2 replies
Ani Haryani
thor jangan selalu pake tanda ? jadi bingung harus pake tanda ! juga kan beda artinya misalkan
'mas kenapa?
"pengenpeluk!
Rezi Linda
kok nggak lansung nikah aja udh dipake jg...halalin doonh pak 😄
Lilis Khotimah
authornya ngantuk nih kyknya
Lilis Khotimah
kok ceritane tambah aneh. bukannya diawal cerita mamake Rein dah meninggal karena bapaknya bawa perempuan ke rumahnya. bapaknya nikah lagi lalu Rein keluar dari rumah. kok sekarang ortu nya cerai
Anka Arka: itu ibu tiri nya mungkin
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!