NovelToon NovelToon
The Antagonist

The Antagonist

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / TimeTravel / Fantasi Timur / Transmigrasi ke Dalam Novel / Chicklit
Popularitas:69.5k
Nilai: 5
Nama Author: Vernon Gae

Li Jian Mei seorang adalah seorang guru tk, ia sangat menyukai anak-anak. Sayangnya ia dipecat karena tak sengaja membuat salah satu muridnya terluka, untuk menghilangkan kesedihannya ia membaca sebuah novel online yang berjudul "Pembalasan Yuan Zi Lan". Sayangnya saat sudah terbawa perasaan, novel itu belum update bab terbaru, Jian Mei pun mengirim pesan spam kepada penulisnya, ia mengkritik karena tak suka dengan nasib salah satu tokoh bernama "Wei Lian" yang amat tragis.

Karena kelelahan menangisi nasib tokoh tersebut, Jian Mei pun tertidur pulas dan bertransmigrasi ke dalam novel yang ia baca.

Bagaimanakah kehidupan Jian Mei di novel tersebut ? Akankah ia mengikuti alur sesungguhnya atau merubah ceritanya seperti yang ia mau ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vernon Gae, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 5 : Lukisan

Malam hari setelah kepergian Zi Lan...

Wei Lian POV

Aku memanggil Liuli untuk menyiapkan beberapa barang yang kubutuhkan.

"Malam-malam begini Nyonya ingin melukis ?" Tanya Liuli dengan ekspresi kaget.

"Memangnya salah ? Bawa semua barang yang kubutuhkan ini ke dekat kolam." Pintaku

Liuli awalnya membantah apa yang kuperintahkan, ia beralasan bahwa ini sudah malam dan udara diluar sangat dingin, dia juga sudah mengantuk.

"Bawa saja, aku sangat merindukan Tian'er, kau pergilah tidur setelah ini, ini dikediamanku sendiri dan juga ada banyak murid yang berjaga." Jawabku.

Pada akhirnya Liuli menyerah dan menuruti semua keinginanku.

Aku menorehkan berbagai warna pada kanvas yang ada didepanku. Aku tak tau lukisanku ini bagus atau tidak, hanya saja aku ingin melukis Tian'er sesuai yang ada dalam mimpiku.

Walaupun di dunia nyata aku tak memiliki anak karena keguguran tapi disini aku memiliki anak walaupun ia sudah mati.

Pasti Wei Lian juga akan senang mengetahui apa yang kulakukan ini.

Tak lama lukisanku pun telah usai, meskipun lukisanku tak begitu indah, namun aku tau kalau semua perasaanku tersampaikan dengan baik pada lukisan ini.

"Tian Er, ibumu sangat merindukanmu." Ucapku dengan berlinang air mata.

"Andai saja kalau aku tak keguguran waktu itu mungkin aku juga bisa tau akan seperti apa wajah anakku." Gumamku.

■■■■■■■■■■■■■■■

Tanpa Wei Lian sadari sejak tadi ada seseorang yang memperhatikan dirinya dari atas genteng kamarnya.

Ia berbaring sambil menikmati arak yang digenggamnya.

Sejak sebelum Wei Lian muncul dia memang sudah berada di atas genteng, awalnya dia berniat untuk pulang secara diam-diam.

Namun saat melihat indahnya kolam di kediaman Wei Lian dia berhenti.

"Jadi ini adalah kamarnya, kenapa dia belum tidur ?"

"Di malam yang dingin ini dia melukis, aku jadi penasaran akan sebagus apa pemandangan yang akan ia hasilkan diatas kanvas itu."

"Apa kemampuan bela dirinya sangat buruk ? Sampai-sampai ia tak menyadari keberadaanku sejak tadi." Ucapnya terheran.

Ia terus memperhatikan Wei Lian yang tengah melukis, angin yang bertiup kencang membuat Wei Lian beberapa kali harus membenahi tatanan rambutnya.

"Dengan rambut yang berantakan saja dia sangat cantik..." ucapnya dengan penuh kekaguman.

Sampai pada akhirnya Wei Lian menyelesaikan lukisannya, ia melihat gadis itu langsung menangis dan mengusap beberapa kali lukisan tersebut.

"Sebenarnya apa yang dia lukis sampai-sampai ia menangis sampai seperti itu ?"

Karena sangat penasaran dan juga sedikit iba, pria itu akhirnya turun dari atas genteng.

"Di malam yang indah ini mengapa seorang gadis cantik menangis ?" Ucapnya.

Wei Lian pun terkejut mendengarnya, ia sama sekali tak mengenal laki-laki itu biarpun terus memperhatikannya dengan seksama.

"Siapa kau ? Kenapa ada dikediamanku ?" Tanya Wei Lian dengan ketakutan, bahkan ia juga ingin berteriak untuk memanggil para murid yang sedang berjaga.

"Nyonya tak perlu ketakutan seperti itu, aku Tuan Muda Kedua keluarga Xu, Xu Ye Han adalah namaku." Ucap Ye Han dengan membungkukkan badannya.

Ye Han langsung memperhatikan lukisan yang dibuat oleh Wei Lian, itu adalah seorang anak kecil.

"Sangat tampan dan sangat mirip dengan anda, apa dia ini Wei Tian Li ?" Tanya Ye Han

Wei Lian pun mengangguk mengiyakan.

"Namun kenapa bisa kau ada disini ? Bukannya ada banyak murid sekte Wei yang sedang berjaga ?" Tanya Wei Lian penasaran

"Nyonya aku adalah seorang ahli bela diri, sangat mudah bagiku untuk masuk kesini dan berbaring di genteng kamarmu." Jawab Ye Han dengan penuh senyuman.

Wei Lian pun marah mendengar jawaban dari Ye Han, "Ya aku tau kau ahli bela diri tapi tak seharusnya kau melakukan hal tak sopan seperti itu, kau bukan maling dan juga bukan pembunuh bukan ?!"

Ye Han pun meminta maaf pada Wei Lian atas perilakunya yang tak sopan itu.

"Maafkan aku Nyonya, hanya saja pemandangan dikolam dan taman kediaman ini sangatlah indah, sampai-sampai membuatku tak ingin pergi dari sini." Jelas Ye Han

"Baiklah untuk kali ini aku akan mengampunimu, lain kali aku tak akan membiarkannya." Jelas Wei Lian

"Kalau begitu lain kali aku akan datang lewat pintu agar lebih sopan." Jawab Ye Han.

Wei Lian yang mendengar itu benar-benar tak habis pikir.

"Mengapa kediaman ini dinamakan istana cermin bulan Nyonya ?" Tanya Ye Han.

"Kalau kau memang menikmati pemandangan disini harusnya kau tau kan kalau kolam ini memantulkan pemandangan dilangit, cahaya bulan yang menyinari kolam ini juga membuatnya semakin indah dipandang." Jelas Wei Lian dengan penuh amarah.

Ye Han hanya tersenyum mendengar jawaban dari Wei Lian. Entah kenapa gadis itu terlihat sangat menggemaskan saat marah.

"Baiklah kalau begitu aku akan pergi dulu agar anda dapat istirahat dan gunakanlah sapu tangan ini untuk menyeka air mata anda." Ucap Ye Han lalu langsung pergi begitu saja.

Ia meloncat ke atas genteng dengan mudahnya bahkan tanpa menimbulkan suara sedikitpun.

"Benar-benar tak tahu sopan santun." Gerutu Wei Lian.

Setelah kepergian Ye Han, ia juga memutuskan untuk masuk kedalam kamarnya, cuaca diluar juga semakin dingin, kalau sampai ia jatuh sakit pasti Liuli akan mengomelinya sepanjang hari.

...****************...

Di kamar Ye Han...

"Masuklah, aku tau kau berada diluar Ye Han." Ucap seseorang didalam kamar.

Ye Han yang menunggu diluar akhirnya memasuki kamar, ia tahu kalau kakaknya itu pasti akan memarahi dirinya karena bermain saat menghadiri acara penting.

"Aku tau kalau kakak marah tapi aku sudah cukup lelah mendengar omelan lagi, aku juga mengantuk sekali." Ucap Ye Han

Si Ming hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah adiknya itu.

"Baiklah kau tidurlah sekarang, besok kita masih harus datang ke aula perjamuan." Ucap Si Ming lalu pergi meninggalkan kamar Ye Han.

Seperginya kakaknya itu Ye Han langsung merebahkan tubuhnya diatas kasur yang empuk. Ia berusaha memejamkan matanya untuk tidur.

"Dia memang terlihat sangat menyedihkan, menikah di usia muda, juga kehilangan anak di usia muda." Gumam Ye Han yang teringat pada Wei Lian.

"Jin Ling kurasa aku tak akan bisa tidur tengan nyenyak, temani aku minum." Teriak Ye Han.

Tak lama datanglah seorang laki-laki gagah dengan menggenggam sebuah pedang ditangan kirinya.

"Kalaupun aku menolak, besok pagi pasti Tuan Muda Si Ming tetap memarahiku." Jawab lelaki yang dipanggil Jin Ling itu.

Ye Han hanya bisa tertawa mendengar jawaban dari pelayannya itu.

"Hal hebat apa yang membuat anda tak bisa tidur setelah minum banyak ? Ini tak seperti sikap anda biasanya." Tanya Jin Ling yang penasaran.

"Entahlah bisa disebut hal hebat atau bukan tapi itu memang menggangguku." Jawab Ye Han.

Kesal dengan Jin Ling yang bersikap seolah curiga padanya, Ye Han pun menyuruh Jin Ling untuk menghabiskan semua arak yang ia bawa.

1
Deni Siska
Wei lian yg asli bodoh...naaahhh yg gantiin malah janda jablay pula...malah makin bodoh... sampai sini aja 👋🏻👋🏻
Amazing Grace
lebih cocok si Wei lian ini mati,karakternya terlalu naif dan menye menye, seperti bukan orang yang bertransmigrasi dari zaman modern,pikirannya bahkan lebih kolot dan tolol
Neni Nuraeni
Luar biasa
Widya Wati
perempuan naif...jadi malas
Widya Wati
makin kacau
Widya Wati
semoga zi lan Dapat karma ....jadi geram liat Wei Lian ditindas trs
nuke
malah ngarep perhatian zi lan hadehhh
Widya Wati
naif
Widya Wati
punya suami kok kayak anjing...maaf Thor.. esmosi jiwa
Sribundanya Gifran
lanjut
Rina Christina
terlalu klasik banget, merebutkan hati suami. hadeh.
Kartika Lina
orang plin plan seperti zi lan memang ta cocok jadi pemimpin
Kartika Lina
pelayan bodoh,, nyari masalah buat majikannya sendiri 😡
Kartika Lina
padahal wei lan pakai cara menjauh untuk menarik perhatian zi lan,, kalau kita terlalu nerima nantinya yang ada malah melunjak laki2 seperti zi lan itu
Zhivana anindia Lestari
bagus ceritanya semangat kak
Zhivana anindia Lestari
hadir ya ka
• リムル・テンペスト • Bisa panggil Am
merenungi nasib wei lian dan Jian Mei(⁠〒⁠﹏⁠〒⁠)
cindi28
disini tuh seharusnya pemeran antagonisnya menjadi kuat dan tak terkalahkan bukan malah jadi wanita bodoh dan lemah gimana sih tor,, kalau aku jadi jian mei udah gue bunur tu dua orng tak berguna tuh
Ria Kotamala
dari mana antagonisnya? yang ada hanya wanita bodoh dan rapuh
Dede Adit
semangat update trs 🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!