NovelToon NovelToon
MENIKAH DENGAN GADIS SMA

MENIKAH DENGAN GADIS SMA

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Minsecret03

"Cinta tanpa batas,"

"Belajar yang benar dulu. Masih di bawah umur, udah bahas yang begituan,"

"Oh, santai om Raiden. Tasya udah legal, bikin cucu buat mama papa juga udah bisa,"

"Jangan ngomong yang aneh-aneh!"

"Tasya ngomongin masa depan nih om, lagian om udah tua udah pantas punya cucu. Eh, maksudnya punya anak."

"SEKALI LAGI KAMU NGOMONG, OM USIR KAMU DARI SINI!"

"Silahkan kayaknya seru liat om galau ditinggal bini sendiri,"

"TASYA!"

"Iya, om suami."

"Astaga pusing juga lama-lama."



Berawal dari salah kamar berakhir ke pelaminan. Raiden yang tidak pernah mengharapkan pernikahan dalam kehidupan nya, malah terjebak pernikahan dengan gadis SMA, sekaligus anak tentangga yang sering menginap dirumah orangtuanya.

Tasya Jovanka gadis yang terkenal karena kenakalannya, dan Raiden sebagai suami harus turun tangan menghadapi pihak sekolah demi menyelamatkan nama baik dan keluarga kecil nya.

Layaknya anak dan bapak, itulah gambaran kehidupan Raiden dengan istri kecilnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Minsecret03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KERAS KEPALA

Bukan hanya Raiden yang kaget, Bu Mariam yang duduk di hadapan mereka saja mengelus dada melihat tingkah dan ucapan istrinya.

Bisa-bisanya ada manusia modelan seperti Tasya, untung wajah cantik minimal menutupi jiwa absurd nya.

"Saya permisi dulu Bu, silahkan dibanting atau dibunuh juga tidak papa. Saya ikhlas," ujar Raiden sembari bangkit dari tempatnya, diikuti Tasya dan Bu Mariam.

"Jahat banget sih om," bisik Tasya, memeluk lengan kekar itu seraya mengikuti suaminya keluar dari ruangan Bu Mariam.

"Kalo ada apa-apa hubungi saya aja Bu, ini kartu nama saya."

Raiden menyondorkan selembar kertas kecil kearah Bu Mariam, beralih menyalim wanita paruh baya itu yang sedari tadi menatapnya kagum.

"Terimakasih pak atas waktunya,"

Raiden hanya mengangguk, menundukkan kepalanya sebentar dan berlalu dengan Tasya. Entah setan apalagi yang merasuki anak yang satu ini, semua pasang mata tertuju kearah mereka dan tanpa tau malunya Tasya malah mengeratkan genggaman jemarinya di lengan kekarnya. Seakan menganggap dunia miliknya sendiri, yang lain menumpang.

"Sana! belajar yang benar," ujar Raiden.

Tasya hanya mengelengkan kepala, mengikuti setiap langkah kaki suaminya.

"Ck, jangan bandel!"

"Om, cilik Tasya dong,"

"Jangan ngawur, sana!"

"Om, teman semeja Tasya gak hadir. Tasya jadi kesepian, kayak jomblo karatan,"

"Jangan banyak alasan,"

"Benar om, Tasya gak bohong. Sumpah,"

Spontan Raiden menghentikan langkahnya, terdengar helaan napas panjang hingga manik siempunya beralih ke arah istrinya.

"Belajar yang benar, jangan banyak alasan. Saya gak suka wanita bodoh,"

Bibir pink itu mengerucut kedepan, maniknya sayu kepalanya menunduk menatap tepat sepatu hitam suaminya. Dari sepatu saja, perbandingan mereka berdua sangat jauh berbeda. Apalagi penampilan. Entah apa yang akan orang-orang katakan, jika mereka tau mereka berdua suami istri.

Raiden yang menyadari perubahan wajah istrinya hanya bisa menghela napas panjang, kembali melanjutkan langkahnya menghindari tatapan mata yang sedari tadi tertuju kearah mereka berdua.

"Saya balik ke kantor, kamu balik ke ruangan. Jangan bolos, om gak suka."

"Yah, tapi om–"

"Gak ada tapi-tapian,"

"Om, culik Tasya dong." rengek Tasya kembali, sembari menghentak-hentakan kakinya layaknya anak kecil.

"Om, Tasya malas."

"Gak ada bantahan!"

"Om,"

"Gak!"

"Om,"

"Gak!"

"Om,"

"Astaga, pusing juga lama-lama."

"Om, bawa Tasya pulang yah."

Raiden memutar matanya jengah, detik berikutnya menganggukan kepalanya.

"Serius, om?"

"Hm,"

"Yaudah, ayo."

"Ambil tas kamu sana, om tunggu di sini."

"Bohong,"

"Gak,"

"Yaudah minta sini kuncinya, Tasya tau om pasti kabur."

Sial, batin Raiden.

Padahal rencananya Raiden akan lari sebentar lagi, tapi sayangnya manusia yang satu ini tidak bisa dibohongin. Tasya lebih licik, Raiden bisa apa.

Terpaksa meronggoh saku jas hitamnya, meletakkan kunci mobilnya diatas telapak tangan istrinya. Hingga punggung itu berlalu, berlari terbirit-birit melewati lorong sekolah satu persatu.

Dengan berat hati Raiden meminta izin ke wali kelas Tasya, bagiamana pun juga anak yang satu itu tidak bisa dibawa kabur begitu saja apalagi masih jam pelajaran sekolah.

Bertepatan Raiden sampai di parkiran, Tasya sudah stand by duduk didalam mobil, melambaikan tangannya tanpa merasa berdosa sedikitpun.

Benar-benar anak yang satu ini, untung istri sendiri. Batin Raiden.

Dengan perasaan dongkol Raiden duduk dibelakang kemudi, menyalakan mesin dan perlahan melajukan mobil meninggalkan pekarangan sekolah.

"Om,"

"Apa lagi?"

"Kita mau kemana?"

"Pengadilan, lama-lama saya bosan ngeliat kamu."

"Ck, ck, ck, ucapan itu doa loh om. Emang om mau duda muda?"

"Gak,"

"Om cinta sama Tasya?"

"Kepedean,"

Tasya mencibir, mencubit lengan kekar itu saking gemasnya.

"Udah tua juga, dasar om-om."

Raiden memilih diam, fokus menatap lurus kedepan tanpa berniat membalas ucapannya.

Tak menunggu lama mobil sudah terparkir di depan kantor, dengan grasa grusu Tasya melepas sealtbetnya berlari kecil meraih lengan kekar itu kembali.

Maniknya langsung fokus mengamati sekeliling, tanpa memperdulikan semua pasang mata yang tertuju kearah mereka berdua. Lagian Tasya tidak melakukan apa-apa, hanya mengandeng lengan kekar itu saja.

"Om,"

"Hm,"

"Kita pulang jam berapa?"

"Baru nyampe juga, udah nanya pulang."

Tasya hanya tertawa kecil, mengikuti kaki jenjang itu masuk kedalam salah satu ruangan yang bertuliskan CEO.

"Om tinggal sendiri di sini?"

"Emang kamu pikir ini tempat apaan?"

"Tempat tidur,"

Tasya menghempaskan tubuhnya ke atas sofa, membaringkan tubuhnya senyaman mungkin dan memejamkan mata. Hanya beberapa menit, maniknya sudah tertutup rapat dengan napas yang teratur.

Bahkan Raiden sempat tercegang, melangkah mendekat kearahnya memastikan Tasya benar-benar tertidur atau tidak.

"Cepat banget tidurnya, dia makan apaan bisa tidur secepat itu?"

Raiden melepas jas hitamnya, menutupi paha putih itu yang terekspos karena rok abu-abu Tasya tersingkap keatas.

Detik, menit, jam berlalu Tasya masih setia memejamkan matanya. Sesekali Raiden menoleh kearahnya dan kembali fokus bekerja. Jam makan siang berakhir, tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 17:00 padahal mereka berdua belum makan siang.

Dengan berat hati Raiden bangkit dari tempatnya, duduk di sofa yang sama tepat di ujung kepala Tasya.

"Sya, bangun!"

Raiden menepuk pelan pipi chubby itu, hingga manik siempunya terbuka.

"Pulang!"

Spontan Tasya mendongakkan kepalanya keatas, detik berikutnya meletakkan kepalanya di paha kekar itu.

"Ngantuk om,"

"Hampir seharian loh kamu tidur,"

"Biasa,"

Terdengar decakan kecil, perlahan lengan kekar itu mendorong tubuhnya duduk di atas sofa.

"Buruan, kita belum makan siang. Nanti maag kamu kambuh," ujar Raiden, meraih jas hitamnya kembali lalu dipasangkan ditubuh kekar nya.

"Ayo!"

"Gendong,"

"Ck, jangan manja."

"Om,"

"Nyusahin mulu jadi anak,"

Tubuh kekar itu duduk berjongkok tepat dihadapan Tasya, dengan antuasias Tasya naik keatas punggung kekar itu memeluk erat leher suaminya.

Seperti semula semua pasang mata tertuju kearah mereka berdua, walau tetap saja kedua insan itu tidak memperdulikan apa-apa.

"Om, karyawan di sini tukang gosip yah?" ucap Tasya sedikit meninggikan suaranya.

"Gak tau, tapi mereka dibayar buat kerja bukan ikut campur urusan orang lain."

Spontan semua karyawan gegalapan, kembali fokus dengan kerjaan masing-masing.

Dengan jahatnya Tasya tertawa, merasa menang suaminya berada di pihaknya.

"Mereka semua takut om,"

Raiden hanya mengangkat bahunya acuh, menurunkan tubuh ramping itu perlahan ke jok mobil.

"Terimakasih, om suami."

Siempunya hanya diam, berlari kecil mengelilingi mobil. Duduk dibelakang kemudi seperti biasanya.

"Kamu bisa masak?" tanya Raiden sembari fokus menyetir.

"Gak om,"

"Yah, jadi kamu bisa apa kalo gitu ceritanya?"

"Urusan ranjang,"

"TASYA!"

"Sok jual mahal, lagian bisa delivery om apa susahnya sih?"

"Gak sehat,"

"Yaelah, hidup suami Tasya gini amat. Jangan terlalu monoton om, sesekali lari dari jalur. Hidup gak selalu sesuai aturan, membosankan tau."

"Bocil,"

"Om-om, mana sok polos lagi."

Spontan Raiden melototkan matanya, melirik sebentar kearahnya dan kembali fokus menyetir. Hingga mobil terparkir didepan rumah, dengan gerakan kilat Tasya melepaskan sealtbetnya, naik keatas punggung kekar itu kembali.

"Yah,"

"Mager om,"

"Jauh-jauh sana, berat."

"Bilang aja takut khilaf,"

Raiden hanya mengehela napas panjang, turun dari mobil dengan Tasya dipunggung kekarnya.

"Tasya mau ke kamar yang itu," tunjuk Tasya kearah kamar suaminya.

"Gak boleh!"

"Om, Tasya mau ke sana."

Raiden tidak mengindahkan ucapannya, membuka pintu kamar Tasya dan melangkah masuk kedalam.

"Turun!"

"Gak,"

Tasya memeluk erat leher suaminya, kedua kakinya melilit ditubuh kekar itu.

"Tasya!"

"Gak mau,"

"Astaga bandel banget jadi anak, turun gak!"

"Gak mau,"

"Om b*ntungin kalo kamu gak mau,"

"Silahkan, siapa takut."

Dua-duanya sama-sama keras kepala, Raiden berusaha menurunkan Tasya dari punggungnya dan Tasya semakin mengeratkan pelukannya.

Hingga tubuh kekar itu kehilangan keseimbangan, sontak mereka berdua melototkan matanya.

"OM RAIDEN BERAT!"

________________

TERIMAKASIH:)

Daddy Gavin raja setan nya, kalo Tasya cucu nya🤣

1
༻♛A̷͙ͭͫ̕ḑ̴̞͛̒ỉ͔͖̜͌r̴̨̦͕̝a̤♛༺
🙂
Siti Nurbaidah
Luar biasa
Siti Nurbaidah
bikin ngakak aja kl bca ini..😅😅😂
Heny Susanti
Luar biasa
karina apriyanti
ceritanya bagus
Salsa Billa Nadifa
👌
💕febhy ajah💕
suka dgn sifat bar2 tasya
mngkin tasya kekurangan kasih sayang sma ortunya jdinya gitu
dia pengennya diperhatiin jdi kelakuannya seperti itu
Abizar zayra aLkiaana
👣👣
aisya_
makanya jdi istrinitu sopan dikit lah ya,, walopun bawaan bayi, gak gitu juga sih...
aisya_
oh itu si zara kembali ya, si zara yg temen munafik itu kan
aisya_
zara alex setan yg sesungguhnya bagi tasya.. manusia2 egoiiss kan mrka
aisya_
kayanya itu setan jihan deh..
cinta
👍🏻
ۦۦ ۦۦ
sya jg gska krmaian thor
Venus: satu server 🤝
total 1 replies
Firza Silalahi
Kecewa
Sunaryati Suharno
bagus terima kasih thoor
Andini Muulanaa
cantik bgt
Andini Muulanaa
visual nya oke bgt
Fitria Dian Sulistiani
baru nemu cerita;nya, seru...
NuryNury
visual Raiden kurang tua dikit thor..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!