NovelToon NovelToon
Partner Ranjang CEO

Partner Ranjang CEO

Status: tamat
Genre:Romantis / Badboy / Nikahkontrak / CEO / One Night Stand / Playboy / Crazy Rich/Konglomerat / Obsesi / Tamat
Popularitas:1.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Weny Hida

Rachel, harus merelakan tubuhnya menjadi taruhan dalam pesta lajang seorang teman dekatnya demi menyelamatkan nyawa ibunya yang membutuhkan biaya besar untuk operasi.
Namun ternyata pertemuannya malam itu dengan Milano Arkana Putra membawanya untuk hidup menjadi partner ranjang dari laki-laki itu yang ternyata adalah seorang CEO di kantornya tempat dia bekerja.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Weny Hida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gagal

Milan kemudian mengangkat tubuh Rachel ke dalam mobilnya lalu membawanya ke rumah sakit terdekat. Beberapa orang perawat yang melihat kedatangan mereka pun kemudian ikut membantu mengeluarkan Rachel dari dalam mobil kemudian membawanya ke ruang UGD dan langsung mendapat penanganan dari seorang dokter.

Milan menatap seorang dokter yang tengah memeriksa keadaan Rachel dengan raut wajah begitu khawatir.

"Bagaimana dok?" tanya Milan.

"Sebenarnya tidak ada yang perlu dikhawatirkan, Nona Rachel hanya mengalami dehidrasi dan kurang asupan makanan. Mungkin beberapa hari ini pola makannya tidak teratur."

"Jadi dia tidak apa-apa kan?"

"Tidak apa-apa, Nona Rachel tidak harus dirawat inap di sini, dia diperbolehkan pulang setelah dia sadar dan infusnya sudah habis."

"Oh iya dok, terimakasih."

"Sama-sama," jawab dokter itu kemudian pergi dari bilik ruangan UGD.

Milan kemudian mengambil ponsel di sakunya lalu tampak sibuk mengetik sesuatu di ponselnya.

Dia kemudian menatap wajah Rachel yang kini terlihat begitu pucat. 'Ternyata dia cantik,' gumam Milan saat mengamati wajah Rachel dengan seksama hingga tanpa sadar tangannya kini mulai menyentuh wajah Rachel.

Tepat saat ujung jarinya menyentuh pipi Rachel, tiba-tiba perlahan Rachel pun membuka matanya.

"Kau?" tanya Rachel dengan raut wajah begitu terkejut saat melihat Milan yang kini duduk di sampingnya.

"Em.. E... Tolong jangan berfikir yang tidak-tidak, tadi aku menemukanmu pingsan di jalan, jadi aku membawamu ke sini."

"Oh," jawab Rachel dengan sedikit gugup. Perasaannya sebenarnya begitu campur aduk, masih terbayang bagaimana saat dia mulai mencium dan menikmati setiap bagian tubuh Milan di malam itu hingga membuatnya kini merasa begitu canggung.

Milan pun merasakan hal yang sama, saat dia mengingat bagaimana dia mulai memeluk tubuh Rachel dan merenggut keperawanannya.

Ditengah kecanggungan itu tiba-tiba mereka dikejutkan seorang lelaki yang mengantarkan makanan yang dipesan oleh Milan.

"Permisi, atas nama Tuan Milan?" tanya lelaki itu.

"Iya."

"Ini makanan yang anda pesan Tuan."

"Iya terimakasih," jawab Milan sambil mengambil makanan itu kemudian memberikannya pada Rachel.

"Ini makanlah."

"Apa ini?" tanya Rachel dengan penuh tanda tanya.

"Makanan untukmu, tadi dokter mengatakan jika kau kurang asupan makanan dan dehidrasi sampai membuatmu pingsan."

"Oh."

"Makanlah jangan malu-malu."

Perlahan, Rachel mengambil makanan itu karena perutnya kini terasa begitu lapar. Milan pun tersenyum sambil memandang Rachel yang kini menikmati makanan itu dengan begitu lahap.

"Maaf sudah merepotkanmu," ucap Rachel saat selesai memakan makanan itu.

"Tidak apa, anggap saja aku temanmu."

"Teman?" tanya Rachel.

"Emh.. Iya teman. Rachel sebenarnya aku ingin meminta maaf padamu.. Eeee, malam itu..."

Milan pun mengigit bibirnya, lidahnya terasa begitu kelu.

"Aku juga minta maaf padamu," jawab Rachel.

Milan begitu terkejut mendengar kata-kata Rachel. "Kau tidak perlu meminta maaf karena aku yang sudah berjanji padamu untuk tidak menyentuhmu, tapi entah setan apa yang tiba-tiba merasukiku hingga aku tiba-tiba menyentuh tubuhmu."

"Sudah, tolong jangan dibahas," jawab Rachel dengan tatapan kosong.

'Maafkan aku jika ini terlalu menyakitkan bagimu Rachel,' gumam Milan dalam hati.

"Aku ingin pulang, apa aku bisa pulang sekarang?" tanya Rachel.

"Sebentar aku panggilkan perawat dulu untuk melepas infusmu, bagaimana keadaanmu?"

"Aku sudah baik-baik saja."

"Baik tunggu sebentar."

Milan pun kemudian pergi meninggalkan Rachel lalu datang kembali bersama seorang perawat untuk melepas infusnya.

"Ayo kita pulang, akan kuantar sampai rumahmu karena tubuhmu masih lemah," ucap Milan saat perawat itu sudah selesai melepas infus Rachel.

Rachel pun berjalan di belakang Milan dengan tatapan begitu syahdu. Sesekali Milan melirik pada Rachel yang tampak menghapus air mata di salah satu sudut matanya.

'Apa dia jadi seperti ini karena aku?' gumam Milan dengan dipenuhi perasaan bersalah.

Beberapa saat kemudian, mereka sudah ada di dalam mobil Milan. Namun hanya ada keheningan yang tercipta diantara keduanya karena sepanjang perjalanan Rachel hanya memandang ke arah depan dengan tatapan kosong.

'Kenapa dia tampak begitu sedih?' gumam Milan kembali sambil melirik Rachel.

"Aku turun di sini saja, rumahku masuk ke dalam gang itu." kata Rachel pada Milan.

"Iya." jawab Milan.

"Terimakasih." kata Rachel sebelum turun dari mobil.

Milan pun kemudian mengangguk, dia lalu memandang Rachel yang kini berjalan di sebuah gang menuju rumahnya. Namun saat sosok Rachel sudah tidak lagi terlihat, Milan baru menyadari jika tas milik Rachel tertinggal di dalam mobil.

"Aku harus mengembalikan tas ini," ujar Milan kemudian turun dari mobil dan berjalan ke arah rumah Rachel. Namun, baru saja Milan sampai di depan halaman tiba-tiba dia melihat Rachel yang sedang berhadapan dengan dua orang preman.

"Tolong kau turuti kata-kata kami. Pergilah dari kota ini sekarang juga!" kata salah seorang preman.

"Apa hakmu mengusirku? Aku tidak akan pergi dari kota ini karena aku memiliki banyak kenangan dengan almarhum ibuku!"

"Jadi kau berani menantang kami?"

"Tentu saja karena kau tidak berhak mengatur hidupku!" bentak Rachel kembali.

"Hahahaha kau punya nyali juga cantik. Sekarang hidupmu akan kubuat hancur, rasakan ini!" kata salah seorang preman sambil mengayunkan bogem pada wajah Rachel.

Namun belum sampai bogem mentah itu mengenai wajah Rachel, sebuah tangan tiba-tiba menghentikan ayunan tangan preman itu.

"Kalian berdua benar-benar pengecut karena sudah berani menyakiti seorang wanita!" bentak Milan.

"Siapa kamu? Apa urusanmu ikut campur dengan kami!"

"Aku adalah kekasihnya! Aku berhak ikut campur karena dia adalah tanggung jawabku!" bentak Milan lagi pada para preman itu.

DEGGG

Jantung Rachel pun seakan berhenti mendengar perkataan Milan, dia lalu menatap Milan yang kini sedang berkelahi dengan kedua preman itu.

"Kalian salah jika berani menantangku! Aku bisa saja membuat hancur hidup kalian hanya dengan menjentikkan jariku saja," ancam Milan sambil tersenyum menyeringai.

Kedua preman itu pun kemudian bertatapan.

"Sepertinya dia memang anak orang kaya," bisik salah seorang preman pada temannya.

"Lebih baik kita tidak usah macam-macam dengannya, kemungkinan orang tuanya adalah orang berpengaruh."

"Hei kenapa kalian hanya berbisik? Cepat lawan aku lagi!" bentak Milan namun kedua preman itu malah saling berpandangan lalu keduanya pun kabur.

"Dasar pengecut!" kata Milan sambil melihat kedua preman itu yang lari meninggalkannya.

Milan pun kemudian mendekat pada Rachel.

"Bagaimana keadaanmu?"

"Tidak apa-apa. Terimakasih banyak aku sudah merepotkanmu lagi, aku lelah, aku mau istirahat dulu." jawab Rachel kemudian berjalan ke arah pintu. Namun sebelum Rachel masuk ke dalam rumah, Milan mencekal tangannya.

"Ikutlah denganku!" titah Milan sambil menatap Rachel dengan tatapan tajam.

***

"Apa bodoh sekali kalian, mengurus satu orang wanita saja tidak becus!" bentak Gibran saat tengah menelepon seseorang.

"Sudah, aku tidak mau berurusan dengan kalian lagi dan ingat aku tidak akan membayar kalian karena tidak bisa menyelesaikan pekerjaan semudah itu! Dasar preman bodoh mengurus pekerjaan sepele seperti itu saja tidak bisa!" bentak Gibran lagi sambil menutup teleponnya.

Disaat itu pula Bella pun mendekat pada Gibran.

"Bagaimana Gibran?"

"Gagal," jawab Gibran dengan begitu kesal.

1
Rita Juwita
luar biasa...
Azmy
mungkin evan baku saudara sama vania
nadya_hime
Aaah beib othor juga suka nonton Conan
nadya_hime
Jadi kek judul sinetron, Istri sendiri berasa kek selingkuhan..
nadya_hime
Ckck... ngadi ngadi kalian, yg ada kalian yg bakalan gila krn beneran cinta sama target tapi udah ga bisa milikin apa yg udah lu buang dulu..😡
nadya_hime
Karma atas keserakahan lu Gibran..
nadya_hime
Njiiir ga jelas beud kelian, Bela ga tulus sm Milan krn cintanya sm Arvin, Arvin ga tulus sm Bela krn cintanya sm bininya Gibran..
eh Gibran cuma dimanfaatin sm bininya, krn bininya cintanya sm Arvin.
Milan lama² jatuh cinta beneran sm Rachel, untung Rachel jg cinta & nerima² aja gmn kampretnya Milan..
Smoga akhirnya kecurangan Bela & Gibran ketahuan sm Milan sih..
Milan sm Bela yg asal celap celup siih.. iiiyuuuh..
nadya_hime
Entah siapa yg bener disinih..??!
Aryck_Kuryck
Jeng jeng jeng💃💃💃makin seruuu
mahda ilvi
ngapain Sinta masih mau hhhhh GK punya harga diri udah mau dibunuh jga masih ngarep🤣🤣🤣🤭
Puji Rahayu
makasih kcritne bagus bgt thor...
cm penisirin aja..si evan tanggung jwb k sinta gk stlh keluar dr penjara?
ap ttp gk ya...po akoh yg gk mudeng...
lawong evan gk cinta sinta y gk mw.
cinta celine tp dy yg dh gk mw...
ya..akoh berharap aj mbok si evan mo tanggung jwb
Puji Rahayu
jgn bkn prasaan gk enak deh...sm milan...gk sanggup ya..kl milan mpe knp2...😢😢😢
Puji Rahayu
smoga ank buah milan nolongin sinta
Puji Rahayu
tuh kn...kok akoh curiga bukan indra wlw mngkn jg terlibat.
tp kok kyk sih sinta deh...
tp iyo po ora embuh...
Puji Rahayu
soale bella bisane mung dandan nyalon tok kok...
otak ke rodo kurang pinter sitik...😄😄
Puji Rahayu
syudhahlah thor ...
biarknlah para readersss yg gk mudeng...
kl akoh sih mudeng2 wae kok...😄😄😄
Puji Rahayu
pdhl sama2.. bkn tekdung adek masing2....
hahahaha ....musuh bebuyutan jd ipar ran....
Puji Rahayu
hamidun ank arvin...😄😄😄
hayoloh...milih sapak....
bpke kandung ank ke apa kekasih baru yg dh inuk2...😉
Puji Rahayu
bnyk ngira bella d penjara 8 thn...
soalna d judul bab pr1 ni dh ad tulisan 4thn
trs lnjt bawahnya 4 thn lg
jd ngiranya 8 thn.
ngungkapin pndpt.
hrse tulisane d atas judul aj yg 4 thn nya.
jd ben gk galfok....
mangap y thor...✌✌✌
Puji Rahayu
cory y thor..akoh gk koment2 hbs kebawa mlayu sm critanya....😄😄😄
tp tiap bab ttp ksh jempol kok....
rebes pokok ke...👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!