Bella Oceana adalah istri kedua dari Alan Elvis. Alan menikahi Bella karena Tevy sudah tidak bisa melaksanakan kewajibannya sebagai istri untuk melayani Alan. Tevy sudah lumpuh sejak tiga tahun terakhir karena kecelakaan. Karena alasan tersebut, Alan menikah lagi dengan wanita yang ia kenal dari sebuah restaurant. Karena pada saat itu Bella adalah Manager Restaurant tersebut. Pernikahan Alan dengan Bella tentunya tidak di ketahui oleh Tevy. Alan sangat menyayangi Tevy, ia tidak akan sampai hati jika harus mengatakan hal yang sejujurnya kepada istrinya. Namun Alan juga pria normal yang membutuhkan sentuhan wanita. Sudah satu minggu ini sikap Tevy begitu berbeda kepada Alan, menjadi sangat manja dan tidak ingin ditinggal terlalu lama. Tentu saja sikap Tevy membuat Alan serba salah karena ia juga harus bekerja dan tentunya menemui Bella, istri keduanya. Setiap Tevy mulai menyentuh tubuh Alan, yang terbayang dalam benaknya adalah wajah Bella, desahan Bella, dan juga erangannya diatas ranjang. Dan itu semua membuat Alan memiliki hasrat berlebih untuk bersama dengan Bella. "Sayang, aku pikir kamu udah gak bergairah, ternyata sentuhanku masih bisa membuat kamu seperti ini" ucap Tevy Seketika mata Alan terbuka, ia menyadari jika yang sedang menyentuh miliknya bukanlah Bella, melainkan Tevy istri sahnya sejak tujuh tahun ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayalifeupdate, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31
Akhir pekan ini, Bella dan Alan memutuskan untuk pulang kerumah Bella. Alan membawa sopir untuk mengantar perjalanan mereka. Alan dan Bella menempuh dua jam untuk sampai dirumah orangtua Bella.
Kedatangan Bella dan Alan disambut dengan ramah oleh orangtua Bella, dan seperti yang sudah Bella pesankan kepada orangtuanya, Bella tidak ingin kepulangan Bella bersama Alan di dengar oleh nand, dan orangtua Bella setuju dengan itu semua.
"Oh jadi ini Alan" ucap Santi
"Iya Tante, saya Alan"
"Duduk Alan, terimakasih ya sudah mau datang"
"Tidak masalah Tante, karena saya juga ingin mengenal orangtua Bella"
"Alan bisa istirahat kalau capek. Karena dua jam dijalan pasti melelahkan" ucap Edi
"Gak kok Om, saya baik-baik saja, mungkin Bella yang mau istirahat"
"Bella bantu siapkan kamar"
"Oke Pa"
Bella meninggalkan orangtuanya bersama dengan Alan, sambil sedikit menguping Bella merasa lega jika Alan di terima dengan baik di keluarganya. Bahkan Bella bisa mendengar suara tawa dari kedua orangtuanya.
"Syukurlah, gak ada drama. Tinggal ngadepin Nanda" batin Bella
Setelah menyiapkan kamar, Bella keluar menemui orangtuanya yang sedang berbincang dengan Alan.
"Makan siang ya, Mama sudah masakin sesuai request kamu, dan tentunya kesukaan Alan" sahut Santi
"Tante ok repot-repot"
"Tante gak repot Alan, Tante memang suka masak"
"Ayo Alan, kita makan sian. Setelah itu kalian bisa istirahat" ucap Edi sambil berdiri dan mengajak Alan untuk menuju ruang makan.
Melihat keakraban mereka, Bella merasa sangat lega. Bella berharap tidak ada yang akan merusak ini semua, karena Bella sangat berharap semua yang ia jalani mengalir tanpa ada hambatan apapun.
Setelah makan orangtua Bella dan Alan masih berbincang tentang bisnis, hingga Alan mengatakan yang sebenarnya jika ia adalah pemilik bisnis tersebut. Tentu saja kedua orangtua Bella sangat terkejut, kemudian Alan menjelaskan semuanya dengan baik dan meyakinkan kedua orangtua Bella tentang kehawatirannya.
Bahkan Alan juga menjelaskan jika Bella dan orangtuanya sudah saling bertemu, dan orangtua Alan sangat menyukai Bella.
"Alan, terimakasih banyak. Sampaikan salam Om dan Tante ke orangtua kamu ya"
"Pasti Tante"
"Jadi Nanda juga bekerja di kantor Alan?" tanya Edi
"Benar Om"
"Wah, Alan. Om benar-benar tidak tahu harus mengatakan apa. Om titip Bella sama kamu, dan kalau kamu mendengar pertengkaran antara Bella dan Nanda, Om harap kamu bisa memaklumi itu semua"
"Pasti Om, saya akan menjaga Bella dengan baik, begitu juga Nanda. Om tidak perlu hawatir, meskipun mereka mungkin saat ini tidak baik-baik saja, tapi saya akan memahami dan tetap menjaga Bella dan Nanda"
Setelah bicara banyak hal, dan mengakui siapa Alan sebenarnya, Bella mengantar Alan menuju ke kamarnya untuk istirahat. Kemudian Bella keluar dan memilih istirahat di kamar orangtuanya.
Bella menjelaskan banyak hal kepada orangtuanya, kenapa ia tidak ingin Nanda dengar tentang ini. Karena gosip tentang Alan di kantor sangat ramai di perbincangkan. Dan Bella tidak ingin orangtuanya percaya dengan apa yang akan di katakan Nanda, mengingat Nanda selalu iri dengan Bella.
Orangtua Bella pun memahami apa yang di maksud Bella, mereka menyetujui apapun keputusan Bella karena pastinya Bella tahu apa yang terbaik untuknya.
"Nanda tadi telepon Mama"
"Bilagng apa Ma?"
"Katanya kangen masakan Mama"
"Mama mau ikut aku gak? Sama Papa juga. Kalian bisa menginap dirumah Nanda, kasihan dia gak biasa jauh dari Mama dan Papa"
"Gimana Pa?" Tanya santi
"Ide bagus Ma. Mungkin beberapa hari kita bisa menemani Nanda" jawab Edi
Setelah itu, kedua orangtua Bella tengah bersiap, dan Bella menunggu mereka sambil beristirahat. Sementara di kamar Bella, Alan sudah terlelap karena kekenyangan.
Waktu sudah menunjukan pukul enam, mereka semua meninggalkan rumah dan masuk ke dalam mobil Alan lalu menuju ke Ibu kota.
Alan sangat menikmati waktunya bersama keluarga Bella, dan diam-diam Alan membuat janji bersama orangtuanya untuk bertemu satu sama lain, dan seketika orangtua Alan menyetuji hal tersebut.
"Om Tante, saya sudah memberi tahu orangtua saya, mungkin Om dan Tante berkenan bertemu mereka" ucap Alan
"Tentu saja Alan, kami sangat bahagia bisa bertemu dengan mereka" sahut Edi
Senyum Bella terlihat sangat bahagia karena ia tidak menyangka jika bisa melewati ini semua dengan mudah. Bella menggenggam tangan Alan, kemudian mereka melanjutkan obrolannya.
Mobil telah sampai di depan rumah kontrakan Nanda, namun Alan tidak ikut mampir karena memang belum bisa untuk saat ini. Dan setelah orangtua Bella turun, Alan dan Bella berpamitan lalu meninggalkan rumah tersebut, dan setelah mobil Alan berlalu Orangtua Bella segera menuju ke arah pintu dan memberikan kejutan untuk Nanda yang sejak kemarin sudah sangat merindukan orangtuanya.