Bagaimana jika orang yang kau sukai masih terus berada di bawah bayang-bayang sang mantan kekasih?
Dan bagaimana jika orang yang kau cintai, mencintai dirimu juga, namun orang disekitar tak menyetujui hubungan tersebut.
Inilah kisah Aileen, yang menyukai Sam, sang kakak kelasnya. Namun, segala sesuatu tentang Sam tak pernah lepas dari sang mantan kekasih, yakni Clarissa.
Hingga, saat Aileen memutuskan kembali ke negara asalnya, Sam baru menyadari bahwa ia telah salah.
Juga, Felysia, kakak tiri Aileen yang menyukai Daniel. Namun teman-temannya tak menyukai jika Felysia bersama dengan Daniel. Mereka ingin Felysia bersama dengan Felix.
Apakah kedua kakak beradik ini bisa mmperjuangkan cinta mereka? Atau harus membiarkan cinta mereka pergi begitu saja?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Betsya Disi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aileen dan Daniel part 2
Saat di gerbang sekolah, Daniel pun melihat Aileen yang asik ngobrol dengan teman-temannya.
“Woi Dek!” Panggil Daniel.
Aileen pun menoleh dan melihat Daniel.
“CIE YANG PATAH HATI!!!” Teriak teman-teman Aileen pada Daniel.
“Sini sepeda gue!” Ucap Aileen menghampiri Daniel.
Daniel pun kemudian turun dan memberi sepeda tersebut kepada Aileen.
“Sabar ya Kak, mungkin masalah study lo emang hebat Kak. Tapi masalah cinta, ya kita bisa lihat sendiri ya kan,” ucap Lisa mengejek Daniel.
“Jangan gitu dong, lo bilang gitu sama satu orang. Eh malah kena sama dua orang,” ucap Anne.
“Gue maksud lo?” Tanya Aileen yang sudah naik ke sepedanya.
“Yok Kak, mau gue anter gak? Lama-lama disini, nanti malah khilaf bakar sekolah karna emosi,” ucap Aileen mengajak Daniel pulang.
Daniel yang memang tadi sudah menyuruh jemputannya agar tidak menjemput pun tidak punya pilihan lain. Ia akhirnya naik ke kursi penumpang.
“Eh Dek, lo kok tadi belum pulang? Gak punya uang ya? Tadi waktu gue mau kasih uang, lo pake acara nolak segala sih,” ucap Daniel saat mereka sudah meninggalkan area sekolah.
“Kan udah gue bilang sih Kak, kalo gue mau ngemis.”
“Ngemis di mananya coba? Orang lo cuma ngobrol doang sama mereka.”
“Gue ngemis sama mereka, tapi bukannya ngasih uang, malah ngajak gosip. Terus pas gue lihat kakak gue ternyata pulang sama kak Felix, yaudah gue tunggu aja lo keluar,” Jelas Aileen sambil terus mengayuh sepedanya.
“Lo ngank capek? Sini, gue aja Dek. Kan sebagai calon kakak ipar yang baik harus menolong adik ipar,” ucap Daniel.
“Udah, aman. Pegangan deh Kak. Tapi sama tas atau pundak gue. Jangan modus.”
“Kalo kakak lo ada, ngapai harus modus sama lo coba? Yang ada malah rugi gue Dek.”
“Gak gue restuin, tau rasa lo. Pegangan deh, mau hujan nih. Valentino Rossi mau ngebut,” ucap Aileen sambil mengayuh sepedanya lebih kencang.
Sementara Daniel yang melihat awan juga sudah berwarna hitam, hanya mengikuti perkataan Aileen untuk berpegangan.
"Dek mulai deras nih, neduh aja yok?" Ajak Daniel yang merasakan rintik hujan yang semakin banyak dan deras.
Aileen pun mengiyakan perkataan Daniel, ia semakin mempercepat mengayuh sepedanya hingga mereka tiba di sebuah tempat pemberhentian bus.
Mereka pun melihat Sam dan Clarissa yang sudah ada di sana dan sedang duduk berdekatan.
Aileen dan Daniel pun turun dari sepeda, mereka langsung berteduh di pinggir halte bus tersebut.
"Eh kalian duduk aja sini sama kita,” ucap Clarissa yang melihat Aileen dan Daniel yang tetap berdiri dan membelakangi mereka.
"Lo aja Kak yang duduk. Udah tadi hati lo patah, nanti tuh kaki malah ikutan patah karna kelamaan diri,” ucap Aileen menyuruh Daniel.
Daniel hanya tertawa pelan, ia pun berjalan menuju tempat duduk yang tersedia, tapi ia juga menarik tangan Aileen agar ikut duduk dengannya.
Aileen yang ikut diajak duduk, hanya merapatkan posisinya dengan Daniel. Dan di sampingnya ada Sam yang berjarak beberapa jengkal dari dirinya. Kemudian disamping Sam ada Clarissa yang duduk tanpa jarak dengan Sam.
"Eh Kak, emang tadi lo ngank ajak pulang ya?" Tanya Aileen membuka percakapan dengan Daniel.
"Gue pengen bilang Dek, tapi gue kalah cepat,” jawab Daniel lesu.
"Makanya kalo mau moment tuh modal dong biar cewek-cewek tuh pada mau sama lo Kak,” ucap Aileen.
"Kalo dia gue cekokin emas, dia mau gak?" Tanya Daniel bercanda.
"Eh kalian berdua akrab banget ya. Cocok banget,” ucap Clarissa tiba-tiba ikut masuk ke dalam obrolan Aileen dengan Daniel.
"OH JELAS DONG! Emang cocok banget! Cocok banget jadi adek-kakak ipar. Iya gak Kak?" Kata Aileen menanggapi.
Daniel yang mendengar dirinya diakui sebagai kakak ipar merasakan kepercayaan dirinya meningkat tinggi.
"YOI DEK!" Ucap Daniel penuh semangat sambil mengangkat satu tangannya mengajak Aileen tos.
Melihat Daniel mengajak tos, ia pun ikut membalas tangan Daniel, namun ia malah mengarahkan tangannya ke arah lain sehingga Daniel justru tos dengan angin.
Aileen hanya terkekeh karna berhasil menjahili Daniel. Bukan kesal, Daniel malah ikut tertawa bersama adik iparnya tersebut.
Sedangkan Sam yang berjarak 3 jengkal dari Aileen hanya melirik kecil sambil menahan emosinya melihat Aileen justru akrab dengan Daniel. Hatinya juga ikut panas mengetahui dirinya tak dianggap ada oleh Aileen.
"Kalian lucu ya. Oh iya, kenapa gak pake kacamata lagi?" Tanya Clarissa berusaha akrab.
Sam yang mendengar perkataan Clarissa pun ikut melihat kearah Aileen. Ia bahkan tidak sadar bahwa sejak mereka bertemu di perpustakaan tadi, Aileen tidak memakai kacamata. Apalagi ia ingat kemarin ia membelikan kacamata untuk Aileen.
"Oh kagak apa apa,” jawab Aileen malas menanggapi Clarissa.
Sementara Sam terus memperhatikan wajah Aileen. Emosi yang sejak tadi ada, kini semakin besar. Hatinya bahkan semakin berantakan mengetahui Aileen tidak memakai pemberiannya dan sama sekali tidak mau melihatnya sejak tadi.
Aileen tentu saja bisa merasakan bahwa Sam yang berada disampingnya terus melihatnya.
"Kayaknya bentar lagi pala gue bolong deh,” ucap Aileen semakin merapatkan duduknya pada Daniel sambil menaruh kedua tanggannya disisi wajahnya untuk menghindari tatapan Sam.
"Emang kenapa Dek?" Tanya Daniel sambil melihat Sam yang terus menatap Aileen dengan mata yang sarat akan emosi.
"Ada orang yang natap gue pake mata berkekuatan laser Kak. Mana matanya gede lagi. Kalo mau adu tatap-tatapan, noh sama mata kaki, kalo kurang menantang tuh sama matahari,” ucap Aileen pelan namun masih bisa didengar Daniel dan Sam.
Daniel hanya tertawa mengejek mengetahui siapa maksud Aileen.
Sam yang mendengar Aileen mengejeknya justru semakin kesal. Ia bahkan ikut menggeser tubuhnya agar menghadap Aileen.
Aileen pun ikut menggeser tubuhnya semakin dekat dengan Daniel sambil terus menutupi wajahnya. Ia sebenarnya sangat gugup berada dekat Sam. Namun mengingat betapa kesalnya ia melihat Sam yang selalu dengan Clarissa membuatnya menghiraukan rasa gugupnya.
"Kak, udah mulai reda. Pergi aja yok," ajak Aileen pada Daniel sambil berdiri.
"Yakin Dek? Nanti kita malah sakit loh nembus nih hujan,” ucap Daniel melihat hujan yang masih belum terlalu reda.
"Ayok aja Kak, nih pake tas gue buat jadi payung lo,” ucap Aileen melempar tasnya pada Daniel.
Daniel pun mengalah dan menangkap tas Aileen. Ia pun ikut naik ke sepeda Aileen.
"DULUAN YA! Teriak Aileen saat sepedanya sudah beranjak beberapa langkah dari halte bus itu.
Sam hanya menelan rasa cemburunya, ia sebenarnya sungguh cemburu. Namun inilah dirinya yang masih terselimuti bayang-bayang Clarissa.
Ia mencintai Clarissa, namun ia tak suka Aileen jauh darinya. Ia akui bahwa dirinya menyuFelix Aileen, namun ia juga tak rela berpisah dengan Clarissa.
biasanya orang luar lbh berani.lawanlah...
udah penasaran banget
8 like buatmu.
Mari kita saling dukung.
Semangat up terus ya..
yuuuk mmpir juga dikaryaku berjudul "menikah karena perjodohan (Haris dan Hana) " smoga berkenan, mksh 🥰🥰🥰
boomlike dari ditinggal nikah dan kamulah harpanku hadir...ditunggu feedbacknya iga
lanjut thor...
mari saling dukung 😊✌️