NovelToon NovelToon
JATUH CINTA SAMA ORANG YANG PALING NYEBELIN DI SEKOLAH

JATUH CINTA SAMA ORANG YANG PALING NYEBELIN DI SEKOLAH

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Idola sekolah / Fantasi
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: silasepentin

Bagi Raina, sekolah adalah tempat untuk belajar dan mengukir prestasi, bukan untuk berurusan dengan makhluk ajaib bernama Devan Adhitama. Devan adalah definisi hidup dari kata "NYEBELIN". Dia berisik, pamer, sering melanggar aturan, dan entah kenapa, selalu punya cara untuk mengacaukan hari Raina yang tertata rapi.

Raina bersumpah akan menjaga jarak radius satu kilometer dari Devan. Namun, takdir berkata lain ketika mereka dipaksa bekerja sama dalam proyek besar sekolah yang mempertaruhkan reputasi mereka berdua. Di antara prank konyol Devan, hukuman bersama di perpustakaan, dan rahasia-rahasia keluarga yang perlahan terkuak, Raina mulai melihat sisi lain dari si raja nyebelin.

Apakah Raina bisa mempertahankan hatinya, atau justru dia akan melakukan hal paling konyol sedunia: Jatuh cinta sama cowok yang paling ingin dia tenggelamkan ke laut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon silasepentin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26: GEMURUH BABAK FINAL

BAB 32: UJIAN SIMULASI DAN PERTENGKARAN KECIL

Pagi itu, atmosfer di kelas 12 IPA 1 benar-benar berbeda. Papan tulis bagian depan tidak lagi berisi materi pelajaran biasa, melainkan jadwal pelaksanaan Try Out (TO) Perdana tingkat provinsi beserta hitungan mundur H-180 menuju seleksi masuk perguruan tinggi. Tumpukan lembar jawaban komputer (LJK) dan aroma kertas ujian yang khas memenuhi ruangan, menciptakan ketegangan yang membuat hampir seluruh siswa menahan napas.

Di barisan tengah, Raina sudah menyelesaikan bagian soal Logika dan Matematika dengan tenang. Pensil 2B-nya bergerak stabil dan presisi, menghitamkan bulatan-bulatan di LJK tanpa ragu. Namun, setiap sepuluh menit sekali, pandangannya secara refleks melirik ke sudut kanan belakang—tempat Devan duduk.

Devan tampak sangat kewalahan. Tangan kanannya yang biasa begitu lincah memutar bola basket kini memegang pensil dengan cengkeraman kaku. Keningnya berkerut dalam, dan rambut bagian depannya sudah berantakan akibat terlalu sering diusap frustrasi. Di meja Devan, lembar soal Sains Campuran masih banyak yang kosong.

Saat bel panjang berbunyi menandakan waktu ujian pertama selesai, desah napas lega sekaligus keluhan pecah di seluruh penjuru kelas.

Raina segera merapikan alat tulisnya dan melangkah menghampiri meja Devan. Ia berharap menemukan Devan yang biasanya tetap bisa bercanda meski baru saja melewati ujian sulit. Namun, yang ditemukannya adalah Devan yang menunduk dalam, memandangi LJK-nya dengan raut wajah muram yang amat langka.

"Dev..." panggil Raina pelan, melangkah mendekat. "Gimana tadi? Bagian Matematika Dasarnya bisa dikerjain?"

Devan tidak langsung menjawab. Ia menarik napas panjang, lalu mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangan. "Gua cuma bisa jawab separuh, Na. Sisanya gua tembak asal."

Raina mengerutkan dahi, lalu duduk di kursi kosong di sebelah Devan. "Kenapa tembak asal? Kan minggu lalu kita udah bahas pola soal logika analisis yang mirip banget sama nomor 15 sampai 25?"

Devan menengok, menatap Raina dengan sorot mata lelah. "Gua lupa rumusnya, Raina! Saat di dalam tadi, kepala gua rasanya mau pecah. Semua materi yang kita pelajari sebulan ini mendadak hilang gitu aja!"

"Tapi kamu harusnya gak panik, Devan," ujar Raina, suaranya naik satu nada tanpa ia sadari. "Kuncinya itu tenang dan baca petunjuknya perlahan. Kalau kamu panik di TO pertama ini, gimana nanti pas UTBK benaran? Waktunya cuma sebentar lagi."

Kata-kata Raina yang niatnya memberikan dorongan justru ditangkap berbeda oleh Devan yang sedang berada di puncak kejenuhan dan tekanan. Devan menghembuskan napas kasar, lalu mendorong pelan lembar soalnya ke tengah meja.

"Ya sorry kalau gua gak sebisa kamu, Raina!" tembak Devan dengan nada agak tinggi, membuat beberapa teman sekelas di sekitar mereka refleks menengok. "Gua ini bukan kamu yang sekali baca langsung paham! Gua udah coba belajar sampai jam dua pagi tiap hari, tapi otak gua emang gak sesempurna kamu!"

Raina membeku. Rasa terkejut dan sakit hati menjalar pelan di dadanya. "Devan... aku gak bermaksud membandingkan—"

"Gua butuh istirahat, Na," potong Devan cepat sambil berdiri dari kursinya. Ia menyampirkan tasnya di satu bahu tanpa menunggu penjelasan lebih lanjut. "Gua mau ke lapangan dulu."

Devan melangkah lebar meninggalkan kelas tanpa menoleh lagi. Raina berdiri sendirian di samping meja Devan, menatap punggung cowok itu yang menghilang di balik pintu. Untuk pertama kalinya sejak mereka resmi berpacaran, ada jarak dingin yang membentang di antara mereka.

1
sila
novel goot
sila
👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!