NovelToon NovelToon
The Twentieth Concubine Wants To Survive

The Twentieth Concubine Wants To Survive

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Transmigrasi ke Dalam Novel / Fantasi Timur
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: Fresh Tea

Ye Xinyue, mahasiswa hukum tingkat akhir, meninggal karena kelelahan mengerjakan skripsi. Namun, bukannya masuk surga, ia justru terbangun sebagai Selir ke-20 Kaisar Tianyu dalam webtoon *** yang sering dibacanya. Mengetahui bahwa tokoh ini akan mati di tengah perebutan kekuasaan, Xinyue bertekad mengubah takdir. Ia memilih hidup tenang, menjauhi kaisar, politik istana, dan para selir. Sayangnya, rencananya gagal ketika Kaisar Tianyu mulai memperhatikannya. Lebih buruk lagi, alur cerita perlahan berubah: tokoh yang seharusnya mati masih hidup dan kejadian baru bermunculan. Kini Xinyue harus bertahan hidup sambil mencari alasan mengapa kedatangannya telah mengubah seluruh takdir Tianyu dan rahasia besar di balik semuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fresh Tea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

I Accidentally Saved the Emperor

Senyuman kepuasan Zhao Fengting masih tertinggal di udara ketika langkah kaki panik memecah keheningan Perbendaharaan Dokumen Kerajaan. Kasim Gao menerobos masuk tanpa memedulikan etika, wajahnya yang pucat pasi berkerut oleh ketakutan luar biasa.

"Yang Mulia! Bahaya!" teriak Kasim Gao seraya berlutut terjerembap di atas lantai kayu. "Utusan dari perbatasan barat baru saja menerobos gerbang selatan! Jenderal Liang... Jenderal Liang mengirimkan pasukan pengawal khusus untuk mengantarkan 'hadiah kemenangan' berupa pedang pusaka dan anggur persembahan!"

Xinyue menyipitkan matanya seketika. Pengawal khusus Jenderal Liang? Tepat saat bukti korupsi logistik ini membeku di mejaku? Ini bukan persembahan, ini gertakan militer.

Zhao Fengting hanya meletakkan satu tangannya di balik punggung, raut wajahnya kembali dingin dan tak tersentuh. "Minta mereka membawa anggur itu ke Paviliun Angin Salju. Aku akan menerima persembahan tersebut secara pribadi."

"Namun Yang Mulia,,,"

"Lakukan, Gao," potong Zhao Fengting tanpa ruang bantahan.

Sebagai Pengawas Dokumentasi yang baru saja memegang berkas rahasia barat, Xinyue secara otomatis terseret dalam rombongan. Saat mereka tiba di Paviliun Angin Salju, tiga prajurit berarmor besi tebal milik klan Liang sudah berdiri tegak. Di tengah meja, terletak sebuah teko perak berukir serigala barat beserta dua cangkir batu giok hitam.

Pimpinan prajurit tersebut, Utusan Mu, membungkuk kaku. "Memberi hormat kepada Yang Mulia Kaisar. Jenderal Liang mengirimkan Anggur Bunga Salju ini dari puncak pegunungan barat sebagai bentuk kesetiaan abadi klan Liang kepada takhta."

Zhao Fengting melangkah mendekati meja tanpa keraguan. Dengan anggun, sang Kaisar mengulurkan tangannya menuju teko perak tersebut, berniat menuangkan anggur untuk membuktikan dominasinya di hadapan utusan militer tersebut.

Namun, mata forensik Xinyue menangkap sesuatu yang membuat darahnya mendadak dingin.

Di dasar cangkir giok hitam, di bawah pendar sinar matahari sore, ada kilatan minyak tipis yang tak kasatmata bagi mata awam. Bukan hanya itu, aroma anggur yang membubung membawa jejak samar bau kacang almond pahit yang sangat halus aroma yang tertutup oleh rempah-rempah tajam khas barat.

Sianida organik! pekik otak hukum Xinyue. Bukan racun aconite biasa seperti di jamuan teh... ini racun dosis mematikan yang bereaksi dalam hitungan detik!

Zhao Fengting sudah mengangkat teko perak itu, siap menuangkannya ke dalam cangkir.

Dalam hitungan milidetik, Xinyue menyadari konsekuensinya. Jika Zhao Fengting mati hari ini, Jenderal Liang akan melakukan kudeta militer. Istana akan runtuh dalam perang saudara, dan sebagai selir yang memegang bukti korupsi Liang, Xinyue akan menjadi orang pertama yang dieksekusi untuk menghilangkan jejak.

Mati bersama tiran ini, atau selamatkan dia demi mempertahankan jaminan hukumku?!

Tanpa berpikir panjang, Xinyue melangkah maju dengan gerakan yang sengaja dibuat canggung.

"Yang Mulia! Izinkan hamba yang menuangkan anggur persembahan ini!" seru Xinyue seraya 'tersandung' di atas karpet sutra.

Tubuhnya menyenggol lengan Zhao Fengting dengan cukup keras. Teko perak di tangan sang Kaisar terlepas, jatuh menghantam meja batu, dan menyiramkan seluruh cairan anggur pekat itu langsung ke arah dada gaun sutra biru tua milik Xinyue!

PRANG!

Suara pecahannya menggema keras. Para kasim menjerit panik, sementara ketiga prajurit Liang refleks memegang hulu pedang mereka.

"Selir ke-20! Kau lancang!" bentak Utusan Mu dengan mata melotot murka. "Beraninya kau menumpahkan anggur persembahan suci dari Jenderal Liang!"

Zhao Fengting membeku di tempatnya. Iris mata kelamnya menatap Xinyue yang kini berlutut di lantai dengan gaun yang basah kuyup oleh anggur. "Ye Xinyue... apa yang kau lakukan?"

Xinyue tidak menjawab dengan kata-kata. Ia memegang bagian dada gaunnya yang terkena guyuran anggur. Dalam hitungan lima detik, kain sutra biru tua yang tebal itu mulai mengeluarkan asap tipis yang berbau menyengat, sementara serat kainnya melunak dan menghitam seperti terbakar asam cair!

Raut wajah Utusan Mu mendadak pucat pasi.

Kasim Gao yang melihat asap itu langsung berteriak histeris, "Ada racun! Anggur itu beracun! Lindungi Yang Mulia!"

Puluhan pengawal bayangan kekaisaran melompat turun dari atap paviliun dalam sekejap eye, mencabut pedang perak mereka dan mengepung ketiga prajurit Liang sebelum mereka sempat menarik senjata.

Zhao Fengting menatap kain gaun Xinyue yang terbakar, lalu mengalihkan pandangannya pada wajah Xinyue yang masih bersimpuh tenang. Kilatan di mata sang Kaisar saat itu bukan lagi sekadar rasa penasaran itu adalah guncangan jiwa yang sangat dalam. Pria yang selama ini menganggap semua orang di sekitarnya sebagai pengkhianat baru saja menyaksikan seorang wanita mempertaruhkan tubuhnya sendiri untuk menahan racun mematikan yang ditujukan padanya.

"Bawa mereka ke penjara bawah tanah," perintah Zhao Fengting dengan suara yang sangat dingin, hingga sanggup membekukan udara di dalam paviliun. "Kutulisi surat perintah eksekusi untuk klan Liang malam ini juga."

"Baik, Yang Mulia!" prajurit kekaisaran menyeret ketiga utusan yang meloyot itu keluar.

Suasana paviliun mendadak hening. Zhao Fengting merendahkan tubuhnya, berlutut di hadapan Xinyue. Tangannya yang besar dan hangat meraih jemari Xinyue yang sedikit gemetar karena efek samping uap racun.

"Kau..." suara Zhao Fengting serak, menatap lekat ke dalam mata Xinyue. "Kau sengaja menyenggolku. Kau tahu anggur itu beracun."

Xinyue meringis pelan, merutuki nasibnya dalam hati saat melihat gaun kesayangannya rusak parah. Aduh, gaun sutra baruku hancur total. Dan kulit dadaku rasanya sedikit perih karena uapnya!

"Hamba hanya... secara tidak sengaja menyelamatkan Yang Mulia," sahut Xinyue seraya berusaha tersenyum formal meski napasnya sedikit tersengal. "Lagipula, jika Yang Mulia mati hari ini, siapa yang akan menandatangani surat jaminan perlindungan hukum hamba?"

Zhao Fengting menatap gadis itu cukup lama, sebelum akhirnya merengkuh tubuh Xinyue ke dalam pelukannya, mengangkatnya dari lantai batu yang dingin tanpa memedulikan noda anggur beracun yang bisa saja menyentuh jubahnya sendiri.

"Kau tidak hanya menyelamatkan nyawaku, Ye Xinyue," bisik Zhao Fengting di telinganya, pelukannya begitu erat hingga Xinyue bisa merasakan detak jantung sang tiran yang berdebar sangat kencang. "Kau baru saja mengikat takdirmu sepenuhnya dengan takdirku. Mulai hari ini... tidak ada seorang pun di kekaisaran ini yang boleh menyentuhmu, termasuk maut sekalipun."

Xinyue bersandar kaku di dada tegap sang Kaisar, memejamkan matanya erat-erat seraya menghela napas panjang.

Niat awalku hanya ingin hidup tenang dan makan enak di istana ini... bagaimana bisa aku malah berakhir menjadi penyelamat nyawa sang tiran?!

1
Raizel_0511
crazy up kk,semangat,sehat selalu💪💪💪😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!