Arsy adalah putri dari seorang Dokter, ia memiliki seorang pria idamannya, bahkan ia menyukai dalam diam selama 3 tahun lamanya,mereka saling mencintai,ketika Arsy mendapat pernyataan cinta dari pria itu, justru itu menjadi hari terakhir bagi si pria, tak selang beberapa saat, ayahnya juga meninggalkannya dan pada waktu yang sama, Arsy menerima lamaran dari sahabat ayahnya yang belum ia kenali, kecuali hanya nama 'Zaki' yang ia tau.
bagaimana kah kelanjutan ceritanya ? Yuk, simak cerita nya 😉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Silver green, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
syuut..jangan keras-keras (tallia)
"iya pak,jadi kita boleh pulang ??" tanya arsy.
" baiklah !, terimakasih untuk hari ini " jawab pran.
Serasa sudah selesai semua kegiatan di ruang pak pran itu,arsy akhirnya berpamitan dengan gurunya.
sesampainya di depan ruangan pran.
“ jadi, ada kemajuan kah ??” tanya arsy menampakkan senyum jahilnya.
“ aku sudah berubah fikiran sy,pak pran bukan lagi tipe ku “ sulut tallia.
“ loh, kenapa??, bukannya di kamarmu penuh dengan poster gambar pak pran “ selidik arsy.
“ syuuut... “ tallia meletakkan jari telunjuknya ke arah mulutnya dan menutup mulut arsy dengan tangan yang lainnya,sembari mengedarkan pandangan ke arah kiri dan kanan.
“... jangan keras-keras, ntar ada yang denger” pinta tallia dengan wajah panik bersemu merah,lalu ia melepas tangannya itu.
Arsy yang melihat perubahan warna pada kulit wajah tallia hanya bisa memasang senyum kecil dan berkata “ jadi,sudah tak ada keinginan” liriknya.
“ iya !, yuk lah kita pulang” ajak tallia.
Sesampainya di rumah mereka masing-masing,arsy dan tallia sibuk membereskan barang yang akan di bawa ke asrama barunya, setelahnya,arsy membawa pakaian dan peralatan lainnya yang ia butuhkan ke asrama itu dan menyusunnya,ia tak sempat melihat layar handphone nya.
Tallia juga ikut menyusun barang-barang nya,walaupun tak tinggal satu kamar,tapi kamar mereka bersebelahan,rumah itu termasuk mewah,bahkan kamar mandinya pun ada di dalam,walaupun tak begitu luas tapi peralatan dan perabot di dalamnya , sudah menunjukkan kemewahan tersendiri,arsitektur yang elegan,penuh dengan warna cream choklat yang kalem,bahkan kamar yang arsy tempati,hampir sama dengan kamarnya yang berada di rumah sebeleumnya,ia juga tak tau,yang ia fikirkan,mungkin hanya sebuah kebetulan semata.
Jam menunjukkan pukul 15.17 wib, arsy sudah selesai dengan kegiatannya,ia berencana melihat susana kamar yang tallia singgahi.
Ia melihat ke arah dalam kamar dan mendapati tallia sedang menyusun buku-buku miliknya.
“assalamualaikum” salam arsy.
“waalaikumsalam sy “ jawab tallia.
“belum selesai...perlu bantuan ??”
“ ini udah mau rampung,kamu sudah selesai beberesnya,kok cepet banget ??” heran tallia.
“ iya,hanya beberapa barang yang ku bawa,mungkin aku gak sering-sering tidur di asrama”
“ hmm gitu ya,aku juga sih,tapi kok sama aja ya,kayaknya banyak banget,padahal barang yang ku bawa hanya barang-barang yang ku butuhin disini” tutur tallia sembari masih terus melanjutkan kegiatannya.
Arsy melihat ke arah tempat tidur tallia,dia mendapati selimut dua lapis,boneka 4 buah, dan beberapa poster boyband BTS .. “ jadi ini semua penting ?” tanya arsy heran.
Tallia melihat apa yang arsy lihat “ hhe.. iya sy,ini semuanya penting bagiku”
“sudah di sediakan selimut,tapi masih bawa selimut lagi ??” tanya arsy.
“ ekhem..iya sy,soalnya aku gak bisa tidur kalau gak pakek selimut itu..” tallia menunjuk selimut bergambarkan keropy berwarna hijau.
“ alasannya ??” tanya arsy yang masih keheranan.
Tallia tampak diam sejenak,ia sedikit teringat,bahwa pak pran juga menyukai karakter keropy,tapi ia ingin mengalihkan jawaban itu “ karena itu ... sudahlah, syuut gak boleh kepo” sahut tallia yang jelas dia memang tak pandai berbohong.
Arsy menangkap gelagat mencurigakan dari kata temannya itu “ apakah ada hubungannya dengan pak pran ??”
“ ih..ogah !!, pak pran sudah bukan lagi seorang king di hatiku,dia di eliminasi ..! “ sahut tallia jujur,tapi ia juga tak tau kenapa selimut itu masih dibawanya.
“ ntar kita cari makan di luar yuk ?!” ajak arsy.
“ nggak masak aja ??, di belakang dapurnya nganggur lo “ tawar tallia.
“ besok aja ya ,malam ini hawanya pengen makan di luar “ jawab arsy.
“ okeee, lets go “ jawab tallia semangat.
“ aku ke kamar dulu,mau mandi,sholat ashar” pamit arsy.
“ iya , ntar aku kabari lewat chat ya “ kata tallia. Kata-kata tallia mengingatkan arsy soal ‘no baru’ sejak tadi, ia belum melihat handphonenya dan tak tau hari ini ada cerita apa darinya.
penasaran.....