Asyifa Alexandre Saputri sering dipanggil syifa,anak seorang pengusaha yang kaya raya bernama Albert Alexandre.memiliki sifat dingin,keras kepala tapi pintar. kesibukan orangtuanya membuat Syifa melakukan hal hal yang tidak baik,sehingga kedua orangtuanya memasukkan Syifa kepesantren untuk memperbaiki ilmu agama di pesantren milik teman dari ayah adinda kakak dari Albert
namun tidak disangka Syifa malah mendapatkan jodoh
tapi saat dia bertemu jodohnya Syifa mengalami kecelakaan sehingga membuat setengah ingatannya hilang,lalu apa yang terjadi selanjutnya
saksikan kelanjutannya ceritanya di novel yang berjudul "cintaku di pesantren story"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon supriyanti210701, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
35. Restoran
Adinda mengubah posisinya menjadi duduk menghadap ke arah Syifa.
"Ya Fa Kakak mau curhat tentang cowok ini boleh ya, bantuin kakak lah sekali kali kakak butuh saran ini."
"Ya sudah curhat saja sekarang,Syifa siap menjadi pendengarnya."
"Kakak itu bingung besok adalah hari pernikahan Kakak tapi jujur Kakak tidak pernah ada rasa sama calon suami Kakak."
"Lalu mengapa Kakak menerimanya jika Kakak tidak mempunyai rasa kepada dia?"
"Kakak hanya kagum kepadanya,dia tidak seperti laki laki lainya."
"Benarkah,apa dia mencintai Kakak?"dengan mimik wajah yang serius."jika dia mencintai Kakak Adinda maka berikanlah sedikit ruang untuknya"Tambahnya.
"Tidak bisa Fa, Kakak tidak terlalu yakin jika Kakak bisa memberikannya ruang di hati Kakak meskipun hanya sedikit."
"Apakah Kak Adinda mempunyai perasaan kepada orang lain?"
"Ya Kakak mempunyai rasa kepada orang lain yaitu Adik dari calon suami Kakak sendiri."
"Tapi apakah Adik calon suami Kakak juga mencintai Kakak Adinda?"
Adinda bingung harus menjawab apa kepada Syifa.
"Aduh bagaimana ini gak mungkin kalau aku beritahu kalau alasanku itu karena agar dia bahagia,nanti Syifa malah menjadi sedih."
Adinda terdiam sejenak dan setelah merasa mendapatkan alasan yang tepat dia melanjutkan menjawab pertanyaan dari syifa.
"Itulah yang bikin Kakak bingung apakah dia juga mencintai kakak karena kami sering bertengkar saat di pesantren."
"Usaha aja dulu Kak siapa tahu dia juga mencintai Kak Adinda."
"kakak Adinda mau Syifa bantu untuk bicara sama Papa?"
Adinda semakin pusing dibuat Syifa.
"Ya ampun masih salah saja aku menjawab."batinnya
Karena Adinda tidak menjawab lagi Syifa kembali menanyakan hal yang lain.
"Kak Adinda nama calon suami Kakak itu siapa?"
Adinda yang mendengar pertanyaan Syifa merasa senang karena tidak harus berpikir keras untuk kembali menjawab pertanyaan Syifa.
"Kamu kenal kok Fa,dia sering berantem sama kamu waktu di pesantren."
"Benarkah,apakah Syifa pernah masuk pesantren?"
"Aduh salah lagi aku jawabnya diakan gak ingat bahwa dia pernah tinggal di Indonesia sebelumnya."Batin Adinda
Adinda tidak ingat jika Syifa itu amnesia.Saat mengingatnya Adinda segera menjawabnya kembali.
"Iya Fa,dia itu Ustadz Bian."
Deg
Syifa merasakan degupan di hatinya yang begitu kuat.
"Ada apa ini kenapa hatiku berdegup saat Kak Adinda menyebutkan namanya."Batin Syifa tak mengerti.
"Kak kita ke butik yuk, Syifa sudah lama gak pergi ke butik jadi gak ada baju buat acara besok."
Syifa sengaja mengajak Adinda ke butik untuk mengalihkan degupan yang ada di hatinya agar tidak diketahui oleh Adinda sekaligus dia memang sudah lama tidak pernah ke butik.
"Tapi kamu baru sampai di Indonesia Fa,lain kali saja ya."
"Gak mau Syifa maunya hari ini,Syifa gak punya baju untuk besok Kak."Bujuk Syifa dengan muka yang dibuat sesedih sedihnya.
"Kamu pamitan saja dulu sama Ayah kamu,Kakak ngikut saja."
"Iya Kak."
Dengan perasaan sangat senang Syifa berlari ke luar dari kamar menuju ruang keluarga tempat keberadaan Ayahnya.
Setelah di depan terlihat Albert dan Faris sedang mengobrol Syifa segerah melangkah ke arah mereka.
"Yah Syifa mau ke butik boleh ya sama Kak Adinda."
"kakak Adinda besok akan menikah biarkan dia istirahat ya lainkali saja ke butiknya."
"Tapi besok Syifa memakai baju apa dong?"dengan wajah memelas.
"Kamu ke butiknya sama Papa saja ya."Bujuk Faris melihat syifa sangat sedih.
"Boleh juga yang penting Syifa bisa beli baju ke butik,Syifa ambil tas Syifa dulu ya Pa."Dengan sangat senang Syifa berlari ke kamar mengambil tasnya lalu kembali ke ruang keluarga menghampiri Faris.
"Ayo pa kita berangkat sekarang."
Syifa dan Faris segera pergi ke butik untuk mencari baju untuk Syifa.
Setelah sampai Syifa dan Faris turun dan masuk ke sebuah butik untuk membeli baju,setelah selesai mereka berdua pulang tapi saat di perjalanan pulang.
"Pa Syifa lapar kita ke restoran dulu ya."
"Baiklah sayang."Balas Faris sembari tersenyum.
Saat tiba di sebuah restoran mereka langsung masuk dan memesan makanan.
Syifa bingung dia ingin membantu Adinda untuk mengatakan kepada Papanya.
"Usaha ajalah dulu."Batin Syifa lalu memulai pembicaraan.
"Pa Syifa mau bicara sesuatu tentang Kak Adinda."Ucapnya ragu.
"Bicarakan saja apa Syifa."
"Papa jangan marah ya, sebenarnya Kak Adinda tidak menyukai calon suaminya Pa."
"Kenapa kamu bicara seperti itu Fa?"Faris bingung karena syifa menjeda ucapannya.
"Kak Adinda hanya kagum sama calon suaminya pa sebenarnya Kak Adinda suka sama adik dari calon suaminya.Tadi Kak Adinda curhat sama Syifa,Syifa hanya ingin membantu Kak Adinda."
"Tapi acara pernikahannya besok Fa bagaimana caranya untuk membatalkannya?"
Syifa juga bingung bagaimana caranya untuk membatalkan pernikahan tersebut.
Disisi lain restoran terlihat dua orang pria yang tak lain adalah Ustadz Bian dan Ustadz David.
Ustadz Bian tidak sengaja melihat ke arah kursi dimana Faris dan Syifa berada.
"abukankah itu Papa."Ucap Bian kepada David.o
David yang mendengar ucapan Ustadz Bian mengarahkan pandangannya ke arah pandangan mata Ustadz Bian.
"Iya Mas itu Papanya Adinda,tapi siapa perempuan yang bersamanya?"
Mereka tidak bisa melihat Syifa karena posisi duduk Syifa membelakangi mereka.
"Ayo Mas kita kesana saja."
Dengan rasa penasaran kedua pria tersebut berjalan menghampiri meja tempat Faris dan Syifa duduk.
Setelah sampai di depan meja.
"Assalamualaikum Pa."Mereka memberi salam bersamaan.
"Waalaikumsalam."Jawab Syifa dan Faris bersamaan lalu melihat kearah sumber suara.
Ustadz Bian dan Ustadz David terkejut melihat kehadiran Syifa.
"Eh Syifa kamu sudah sembuh?"tanya Ustadz David.
Sedangkan Ustadz Bian hanya diam dan kesal melihat kelakuan Adiknya itu saat bertemu Syifa.
"Alhamdulillah saya sudah sembuh,tapi kalian kok bisa tau nama saya?"
Ustadz Bian dan Ustadz David bingung dengan pertanyaan dari Syifa.Faris yang melihat wajah kedua orang pria itupun segera menjelaskannya.
"Maaf Bian dan David itu karena Syifa bisa mengingat kalian berdua,dia hanya bisa mengingat sebagian kejadian yang dia lalui."
"Oh, berarti Syifa gak ingat dong sama Ustadz yang ganteng ini."Ucap Ustadz David dengan wajah sedih karena Syifa tidak bisa mengingat dirinya.
"Pa, Syifa ke pergi ke toilet dulu ya."
Setelah Syifa pergi mereka berbincang bincang.
Setelah Syifa kembali dari toilet mereka melanjutkan makannya lalu ke
Bali kerumahnya.
______________________________________
Hari yang di tunggu tunggu semua orang telah tiba terlihat di sebuah kamar milik Adinda.
Adinda telah selesai bermake-up.
"Wah Kak Adinda cantik banget."Puji Syifa sangat senang.
"Terimakasih Syifa."Balas Adinda malu.
"Karena Mbak Adinda selesai sekarang Mbak Syifa yang akan dirias." Perias tersebut menanggapi.
"Kenapa seperti itu,saya tidak suka berias Mbak."
"Tapi kami diminta untuk menghias Mbak Syifa juga jadi tolong permudahkan pekerjaan kami."
"Tapi Mbak saya gak mau lagipula yang mau menikah bukan Syifa."
"Iya Mbak tapi tolong bantu kami ya,Nanti kami dimarahi oleh tuan Faris dan Albert jika mbak tidak kami rias."
Syifa merasa sangat kasihan melihat perias tersebut.
"Ya sudahlah silahkan rias saya tapi jangan terlalu tebal dan berlebihan ya."
Syifa hanya pasrah dirinya dihiasi.sekarang Syifa dan adinda telah selesai dihias mereka semua sudah siap.
"Wah kamu cantik Syifa."Puji Adinda yang melihat Syifa sudah berhias.
"Syifa sih cantik dari dulu kali Kak,tapi kenapa sih kok Syifa juga dihiasi dan berpakaian seperti Kak Adinda."Ucapnya kesal
"Kakak juga tidak tahu Fa mungkin kamu juga akan menikah."Balasnya asal.
**Setelah ini episode terakhir jangan lupa tinggalkan jejaknya dan baca juga novelku yang ke dua berjudul.
"My husband is a CEO and Student Council President**" terimakasih 🙏
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa
tapi masih sayang dan perhatian itu melebehi segalanya