NovelToon NovelToon
Seorang Pemuda Menggemparkan Negerinya

Seorang Pemuda Menggemparkan Negerinya

Status: sedang berlangsung
Genre:BTS / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:10.2k
Nilai: 5
Nama Author: Tio Bukilsum

Sebuah musibah merenggut keluarganya dan dia ditolong oleh seorang pendekar yang pernah jaya dimasanya. Yuk kita sama sama melihat jalan ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tio Bukilsum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mutiara Ungu.

Mendengar ada suara keras masuk kedalam telinganya, bintang Qilin itu mengangkat kepalanya keatas.

Dia melihat ada seorang pemuda berwajah tampan sedang berdiri tidak jauh didepannya begitu gagah.

"Oh, tidak apa apa wahai anak manusia"

Dengan segera Tio Buki tersentak kaget dari tempatnya berdiri dan tersurut mundur kebelakang saat dia mengetahui bahwa Binatang Monster itu dapat berbicara bahasa manusia.

"Siapakah dirimu wahai binatang Monster?" Tanya Tio Buki penasaran.

"Aku adalah binatang suci, binatang mitos yang ada dalam legenda negerimu. Aku sebenarnya berasal dari negeri atas, saat aku turun ke negeri ini untuk menyampaikan pesan dari tuanku sang kaisar negeri atas. Aku dijebak oleh seorang perempuan cantik dan diajak ketempat ini. Lalu dengan ilmu silumannya aku dirantai ditempat ini" Jawab binatang Suci itu.

"Hmm. Begitu ya! Sekarang kamu tenang saja, aku akan mencari cara membebaskanmu dari tempat ini" Ucap Tio Buki seraya mengeluarkan pedang Ungu.

"Apa....! Pedang Dewa Api Unggun!" Seru Binatang suci itu tersentak kaget.

"Itu! Itu! Pedang milik kaisar dewa negeri atas. Mengapa ada pada dirimu Wahai manusia!" Serunya lagi.

"Hahaha. Hahaha. Ini pedang ungu. Bukan pedang api unggun. Warisan dari kakek guru aku. Bukan milik Kaisar negeri atas. Jangan bercanda, ah.." Ucap Tio Buki tertawa terbahak-bahak karena lucu.

Binatang itu terdiam ditempatnya, alisnya berkerut.

"Oke baiklah, sekarang aku akan membebaskanmu. Bersiaplah, aku akan memotong kedua rantai yang membelenggu tubuhmu itu" Ucap Tio Buki lagi.

"Wahai manusia pilihan, hantaman pedangmu itu kearah belenggu yang tampak berwarna kuning. Jangan kena yang merah. Ingat jangan salah" Ucap sang binatang suci itu.

Tio Buki melesat keatas, dan dari atas dia menebas pedangnya kearah belenggu rantai berwarna emas.

Trangggggg!

"Klanggggggg"

Trangggggg!

"Klanggggggg"

Terdengar suara pedang beradu dengan rantai, menyebabkan rantai itu menangis mengeluarkan suara nyaring dan akhirnya jatuh

"Boom!"

Begitu juga yang terjadi dengan Tio Buki, tubuhnya terpental kebelakang menabrak dinding dan jatuh, kepalanya masuk kedalam goa mengeluarkan erangan keras.

Boooom!

"Ahhhh!"

Sial, sial mengapa jadi begini. Belenggu rantai itu ternyata kekuatannya sangat kuat. Untung aku sudah siap, jika tidak...

"Hahaha. Hahaha!"

Binatang suci itu tertawa terbahak-bahak.

"Aku ternyata sudah bebas. Terimakasih wahai manusia pilihan. Hahaha. Hahaha" Ucapnya seraya tertawa terbahak-bahak melihat Kepa Tio Buki masuk kedalam dinding goa.

"Hey, bintang jelek. Apa yang kau ketawakan. Ngak ada lucu. Huh!" Ucap Tio Buki membuang nafas kasar.

"Hahaha. Hahaha. Kasian, emang enak!"

Hah. Kamu ya, binatang jelek. Dasar, tak punya perasaan. Bukannya ditolong malah ketawa" Ucap Tio Buki menggerutu.

"Hahaha. Hahaha. Kemarilah! Mendekatlah wahai Manusia pilihan. Ulurkan tanganmu" Binatang itu masih aja tertawa dan menyuruh Tio Buki untuk mendekat kearahnya.

Tio Buki menahan rasa kesalnya, kemudian dia berdoa dan melangkah mendekati bintang suci itu.

Setelah sampai di depan, Tio Buki segera mengeluarkan tangannya.

"Ambillah mutiara yang ada di mulutku ini. Ini adalah mutiara yang hanya diwariskan kepadamu" Ucap bintang suci itu kemudian membuka mulutnya dan benar ada sebuah mutiara berwarna ungu disana.

Tio Buki masih ragu ragu mengambil mutiara itu. Melihat keraguan Tio Buki, dia pun berkata.

"Percayalah padaku wahai manusia pilihan, aku tidak membohongi apalagi mencoba mencelakakanmu" Ucapnya.

Tio Buki menguatkan hatinya, lalu mengulurkan tangannya kedalam mulut dan merasakan mutiara itu. Tanpa menunggu lebih lama lagi segera menarik mutiara itu.

Terlihat sang bintang suci itu mengerang kesakitan, karena mutiara itu sudah menyatu dengan dinding rongga mulutnya.

"Apakah mutiara ini yang kau maksudkan wahai bintang suci?"

Bersambung ke episode selanjutnya....

1
Lhok Bugeng.
Ada nenek rupanya
Lhok Bugeng.
Mau kemana, lari ya Tio🤣
Lhok Bugeng.
Aku ngak mau kek
Lhok Bugeng.
Aku takut kek
Lhok Bugeng.
Jawab Tio
Lhok Bugeng.
Ada kek
Tio Buki
Ngak boleh
Tio Buki
Aku ingin tau kok🤣
Tio Buki
Ngak bisa aku
Tio Buki
Kabur kemana
Tio Buki
Iya, aku penonton kan 🤣
Tio Buki
Bukan, begini ya
Tio Buki
Jangan tanya aku
Tio Buki
Bukan, jawablah
Tio Buki
Mana aku tau, pikir aja sendiri🤣
Tio Buki
Bukan, tapi takut🤣
Tio Buki
Iya manjat lah 🤣
Tio Buki
Lihat apa kamu
Tio Buki
Ada ada aja🤣
Tio Buki
🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!