NovelToon NovelToon
Trapped By The Devil

Trapped By The Devil

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Cintapertama / Cintamanis / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: ingrid nadya

Davina pikir dia akan menjadi pengantin paling bahagia hari ini. Pernikahannya berjalan dengan baik bahkan sampai dia mengucapkan janji setianya pada lelaki impiannya.

Namun, tiba-tiba seseorang bangkit dari tempat duduknya untuk merusak segalanya.

"Calon pengantin perempuan itu milik saya, Pak Pendeta! Dia tidak boleh jadi milik orang lain!" kata Raka, tegas.

Seluruh jemaat yang hadir langsung gaduh.

Apakah Davina jadi menikah hari ini? Atau dia harus mengenyahkan terlebih dahulu si iblis yang selalu mengganggu hidupnya selama ini?

Covers obtained from pexels, free to use.
IG Author : @ingrid.nadya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ingrid nadya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Siapa Yang Lebih Iblis?

“Lo udah kelar ambil makanan?” tanya Raka pada Tia.

“Males. Rame banget.” Tia merengek.

Raka semakin heran dengan tingkah Tia yang tiba-tiba berubah. Sejak kapan cewek setangguh Tia merengek seperti ini? Apalagi dengan dirinya? Biasanya juga dia dijutekin.

“Lo kenapa sih? Sakit?” tanya Raka, memegang dahi Tia.

“Enggak kok. Makasih udah perhatian.” Tia tersenyum dibuat-buat.

“Lo–“ Raka belum selesai berbicara, tapi dia melihat seseorang berjalan melewati mereka. Sang MC.

Raka melirik ke panggung, ternyata acara menyalam pengantin sudah mulai dilakukan, sehingga MC untuk sementara bisa turun panggung.

Ah, dia jadi mengerti kenapa Tia tiba-tiba seperti kemasukan jin. Well, mungkin Raka boleh sesekali memeriksa diri sendiri apakah dia juga kerasukan jin.

“Ka, temenin ambil makan yuk?” Tia menarik tangan Raka buru-buru.

“Hah–“ Raka tidak sempat menolak, atau mengatakan apapun pada Davina, dia hanya bisa membiarkan dirinya ditarik semena-mena oleh Tia. Mereka sempat bertemu dengan sang MC di tengah jalan dan saling melempar senyum kaku. Setelah itu, Raka dan Tia terus berjalan menjauh sambil terus bergandengan tangan.

Dan tinggallah Davina berdiri mematung di sudut ruangan...

Dia masih mencoba mencerna kejadian barusan. Jadi, Raka datang kesini dengan seorang wanita? Mereka terlihat cukup mesra untuk ukuran sepasang teman. Karena Raka sepertinya khawatir dan menanyakan apa wanita itu sakit atau tidak. Raka bahkan membiarkan wanita itu menggandeng tangannya.

Di depan Davina...

Yang katanya dia cintai...

“Cinta sama gue dari Hongkong! Dasar setan alas!” Davina menggerutu.

Dia kesal sendiri. Akhirnya, dia melangkah ke arah cokelat fondue fountain dan mencelupkan beberapa tusuk marshmellow ke dalam cokelat cair tersebut.

Dia menikmati makanan manis itu selama beberapa saat, untung saja dapat sedikit memperbaiki moodnya yang tiba-tiba rusak karena Raka.

Atau karena...

Davina menggeleng cepat-cepat.

Tentu saja bukan karena hal ‘itu’!!!

Tak lama kemudian, sepertinya Nikolas sadar bahwa Davina pergi terlalu lama. Dia berkeliling mencari wanitanya itu. Akhirnya dia menemukan Davina di sudut ruangan, sedang menikmati marshmellow-nya sambil merenung.

“Sendirian aja, Mbak?” tanya Nikolas.

Davina menoleh. Dia menggedikkan bahu, “Tadi sih datang sama tunangan saya. Tapi dia sibuk sama temennya. Jadi, saya tinggalin aja. Kalau Mas gimana? Sendirian juga?”

“Iya, sendirian. Tunangan saya juga kabur ntah kemana, ngambek kayaknya karena saya sibuk sama teman saya. Mau bareng sama saya aja gak, Mbak?”

“Boleh deh. Kita move on aja ya dari tunangan kita?”

Nikolas tersenyum, sambil mengambil piring kosong dari tangan Davina. Dia meletakkan piring itu ke meja, lalu menggandeng tangan Davina.

“Enak cokelatnya?” tanya Nikolas.

“Enak.”

“Ntar gendut loh.”

“Aku gendut dimananya sih, Nik?” Davina menggerutu. Suasana hatinya sepertinya sedang tidak baik.

Nikolas terkekeh. Tumben sekali Davina nyolot ketika diingatkan. Sepertinya dia melupakan Davina terlalu lama sampai wanita itu ngambek. Nikolas tidak tahu saja apa yang membuat mood Davina jadi berantakan...

“Gak gendut kok, sayang. Kita mau nyalam pengantin sekarang aja gak?” tanya Nikolas.

Davina melirik ke arah pelaminan, sepertinya tidak ada orang-orang Nararya yang sedang mengantri.

“Boleh,” jawab Davina, akhirnya.

Davina dan Nikolas pun menuju ke pelaminan, mengantri di barisan panjang, penuh dengan orang-orang asing. Mata Davina beredar mengelilingi ruangan, seperti mencari sesuatu. Atau seseorang?

Nikolas menggenggam tangan Davina, membuat wanita itu sadar bahwa ada Nikolas di sebelahnya.

“Gak ada siapa-siapa, Dav. Jangan khawatir. Abis ini kita pulang ya?” kata Nikolas, lembut.

Davina mengangguk. Dia memang was-was akan bertemu seseorang yang dia kenal di tempat berisi ribuan orang ini. Namun, sebenarnya, bukan hanya itu alasan kenapa dia mengamati sekelilingnya. Dia diam-diam ingin tahun Raka berada dimana.

Yang seharusnya tidak boleh dia rasakan. Demi Tuhan, tunangannya sekarang berada di sisinya. Kenapa kepalanya malah sibuk emmikirkan laki-laki lain?

“Nik, abis salaman kita langsung balik aja ya? Please?” bujuk Davina. Dia perlu mengatur isi pikirannya saat ini, tidak ingin dihantui oleh seseorang bernama Raka.

“Iya, sayang.”

Antrian Davina semakin dekat dengan pengantin, saat itulah dia melihat Raka dan Tia sedang menyalam orang tua Yuni. Raka tampak menyalam ayahnya Yuni dengan hormat.

Nikolas mengikuti arah pandang Davina, lalu dia menyadari siapa yang sedang dipandangi oleh tunangannya.

“Itu Raka?” tanya Nikolas.

“Iya... kayaknya...” Davina menggedikkan bahu, pura-pura acuh.

“Dia sama siapa tuh?”

“Gak tahu.”

“Ceweknya ya–“ Nikolas belum menyelesaikan kalimatnya, tapi Davina sudah terlebih dahulu memotong.

“Gak tahu, Nik.”

Dan Nikolas langsung tahu, bukan dia penyebab dari mood Davina yang berantakan malam ini.

***

Saat Raka ditarik pergi oleh Tia, dia sempat protes, “Lo mau bawa gue kemana, Ti? Gue masih mau ngobrol sama temen gue yang tadi.”

“Temen?! Bukannya dia mantan lo?” Tia berkata sinis. Dia sudah kembali jadi dirinya sendiri.

“Kok lo tahu?!”

“Ya elah, mana ada sih bawahan yang gak pernah kepoin sosial media bos-nya. Jelas-jelas semua isi sosial media lo dulu foto cewek tadi.”

Raka mencibir.

“Nah, sekarang lo udah tahu kan? Makanya lepasin gue sekarang! Gue mau nyamperin dia lagi!”

“Jangan dong, Ka, cara ini sama-sama menguntungkan kita! Lo bisa tahu gimana reaksi tuh cewek kalau lo punya pasangan. Dan gue gak kelihatan sedih-sedih amat di depan mantan gue.”

“Hm...” Raka berpikir sejenak.

“Ya kan?” Tia berusaha terus mempengaruhi Raka.

“Tapi dia kelihatan biasa aja tuh tadi. Udah ah, gue mau nyamperin dia, Ti.” Raka berusaha melepaskan diri dari gandengan Tia.

“Eh, jangan dulu! Lo mau kemana sih? Tadi emang gak lihat ekspresi tuh cewek? Ketat, kaku, kayak kanebo kering.”

Raka mengernyit, “Masa sih?”

“Emang lo gak sadar?”

“Enggak.”

“Coba deh, nanti lo samperin dia lagi setelah beberapa lama. Paling ntar nanya gue siapanya lo. Tapi jangan sekarang, lo siksa dia dulu. Biarkan dia menebak-nebak sendiri.”

Raka terpukau mendengar ide jenius Tia.

“Lo bahkan lebih iblis dari gue, Ti.”

“Ya iyalah. Kalau bos iblis, anak buah harus lebih iblis dong.”

Raka tertawa.

“Tuh tunangannya udah nyamperin dia,” kata Raka menunjuk Nikolas yang terlihat mendatangi Davina.

“Tunangan?”

“Iya.”

“Like, udah mau married gitu?”

“Iya.”

“Lo masih demen sama mantan lo yang udah mau married???” Mata Tia mengerjap tidak percaya.

“Well, harusnya sih udah married beberapa minggu yang lalu. Tapi gue gagalin.”

“HAH?!”

“Pas acara penberkatan, gue teriak gak setuju.”

Raka terkekeh melihat wajah Tia yang semakin terpelongo.

“Lo sendiri yang bilang gue iblis kan?” Laki-laki itu nyengir dengan sangat lebar.

“Tapi... gue... gak... nyangka... lo... seiblis... itu...” Tia terbata-bata.

Raka tertawa. Dia langsung menarik tangan Tia menunju panggung pelaminan.

“Udah, kita salam aja dulu Pak Rizal. Abis itu, kayak kata lo, gue harus nyamperin dia lagi.”

“Ya ampun, bos gue turunan Dajjal!!!” maki Tia. Raka semakin terkekeh.

***

Mana like, comment dan vote-nya, mentemen?

IG : @ingrid.nadya

1
Borahe 🍉🧡
Haha gila si Raka
Vina
uhuy
Shifa Burhan
novel egois wanita

aku tantang author nya jika kau diposisi raka apakah kau akan Terima saja diperlakukan kayak gitu

jadi wanita punya hati sedikit dalam berkarya lihat juga perasaan pemeran utama pria jangan egois hanya semua tentang pemeran utama wanita (posisi diri kalian)

kalian bangga lihat novel yang merendahkan lelaki, di novel kelihatan sekali kalian tidak peduli perasaan pemeran utama pria kalian buat pemeran utama pria kayak orang bodoh yang Terima saja diperlakukan dan dipermain

ini contoh kalian merendahkan karakter raka (pria)
*dibuat kayak pengemis yang terus mengemis cinta
*dibuat kayak lelaki bodoh diperlakukan seperti apapun dia Terima begitu saja
*dibuat hanya sebagai pelarian dia Terima begitu saja
*raka yang ditolak dan campakkna tapi dia juga yang terus mengejar devina
*dipermalukan didepan banyak orang kayak pengemis
*digantung dan dibuat kayak boneka yang bisa dipermainkan begitu saja
*saat diperlukan dia harus ada tapi saat tidak dibutuhkan dia di campakan kayak sampah

author punya hati, coba kau diposisi raka apakah kau Terima begitu saja,

novel memang bagus tapi keegoisan mu sebagia wanuta sangat jelas disini
Fareza Gmail.Com: baper keknya..
total 3 replies
Shifa Burhan
kasian sekali karakter pemeran utama pria di dalam nov buatan wanita

raka jelas hanya dibuat pelarian oleh davina tapi author seakan karakter raka jadi lelaki bodoh yang harus Terima saja dipermainkan devina, dipermalukan devina, dibuat pelarian devina

aku tantang author jika author diposisi raka, apakah author mau diperlakukan kayak gini

jadi novelis juga harus punya hati dalam membuat novel, jadi novel bisa adil

lihat saat raka melakukan kesalahan pada devina kalian buat devina tegas dan tidak mudah memaafkan raka
tapi saat devina yang mempermainkan raka kalian buat raga menerima begitu saja kayak lelaki bodoh

pakai hati sedikit saja thor dalam berkarya biar kelihatan betapa egois dirimu sebagai wanita dalam membuat novel
Indri Any: bener banget novel mom tree aku ngikuti novelnya semua
total 2 replies
Shifa Burhan
enak ya jadi pemeran utama wanita dalam novel bebas berbuat apa saja dan semua perbuatannya pasti dibela author (karena authornya wanita jadi dia hanya melihat dari posisi ini)

dan mirisnya jadi pemeran utama pria ketika dia salah dia akan dibuat dapat balasan dan kayak pengemis, tapi ketika dia disakiti dia dibuat harus menerima begitu saja dan kayak lelaki bodoh yang selalu siap untuk pemeran utama wanita


*aku tantang kalian (author) jika kalian diposisi raka apakah kalian akan Terima begitu saja diperlakukan kayak gitu

pakai hati sedikit dalam membuat novel jadi kalian juga memikir pemeran utama pria jangan hanya melihat dari sudut pandang pemeran utama wanita

sekian
Andi Andi
puas banget bacanya. sesuai keinginan ku. 🥰
Andi Andi
nggak sadar diri banget sih si yuni. dari awal dia muncul dicerita ini. aku uda benci banget.
Andi Andi
mantaap raka utk pertama kalinya bersikap dewasa😄
Andi Andi
assyk ini yg aku mau. aku sukaaaa.
Andi Andi
akhirnya ketahuan kan siapa yg lebih tulus mencinta. mana si yuni yg sok sok an. dukung teman. yg di dukung kurang ajarrr. 😁
Andi Andi
akhirnya terucap juga. rasa yg terpendam selama ini
Andi Andi
ya aku juga benci julia
Andi Andi
aku benci yuni.
Andi Andi
niko kamu tu yg masuk dalam kehidupan raka dan dav bukan raka yg masuk dlm hubungan kalian. lupa ya. klu aku mah ogah punya camer kayak mama niko
Andi Andi
aku dari awal uda benci banget sama si yuni ini.
Andi Andi
uda balikan lagi aja.
Andi Andi
nggak banget nih mamanya niko.
Andi Andi
sumpah aku tak bisa lagi menahan air mata ku. tes.. yes jatuh deh. mewek ha.. 😂
Andi Andi
nyesek ya. nyesek nggak. nyesel nggak. bangeeet pake iya. ya mau gimana lagi. Terima aja walau pahit.
Andi Andi
kok aku nggak rela ya niko sama dav. pake cium2 lagi.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!