NovelToon NovelToon
La Tahzan, Jangan Bersedih

La Tahzan, Jangan Bersedih

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Misteri / Contest
Popularitas:1.2M
Nilai: 5
Nama Author: dewi f pratiwi

Sebelum membaca cerita ini, di harap kan sediakan tissu atau sejenis nya, karena novel mengandung bawang, sehinga membuat mata bisa berair.

Setelah kepergian ibu nya, Reina mengalami kepahitan dalam hidup nya, Ayah nya menikah lagi, dan ibu tirinya slalu menyiksa dirinya dengan begitu kejam, di tambah lagi Ayah nya tidak pernah membela Reina, padahal Reina adalah anak kandungnya sendiri, entah apa yang bisa membuat ayah Reina ikut membenci anak kandung nya sendiri.

karena tidak tahan dengan siksaan yang terus di lakukan oleh ibu tirinya, Reina memilih untuk kabur dari rumah, saat kabur dia malah hampir tertabrak mobil mewah.

Siapa kah yang ada di dalam mobil mewah itu?
Akankah kehidupan Reina bisa berubah menjadi kebahgian,setelah selama bertahun tahun dia hidup menderita.

Yuuk ikuti terus ceritanya, di jamin readers bakalan penasaran dengan cerita di novel ke dua saya ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewi f pratiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#33

" Bawa Reina ke kebahgian yang kakak bilang kak, cintai Reina sampai Reina menhembus kan nafas Reina yang terahkir dan menutup mata Reina untuk selama lama nya" ucap Reina dengan isakan nya.

Bagas yang mendengar perkatan Reina langsung memeluk Reina dengan begitu erat.

" Kakak gak bisa janji Rein, tapi kakak akan berusaha semampu kakak kalau kamuadalah wanita terahkir kakak sampai kita sama sama menua dan menutup mata, dan kita akan bertemu di surga nanti nya" ucap Bagas.

mereka masih saling memeluk, tak lama hujan turun dengan deras nya, Reina yang sadar hujan turun dengan deras nya langsung melepas kan pelukan nya pada Bagas dan menghampiri air hujan yang sudah membahasi tubuh ya.

Bagas yang melihat Reina main hujan langsung memangil Reina untuk masuk ke dalam restoran.

" Reina...jangan main hujan, nanti kamu sakit" teriak Bagas yang khawatir pada Reina.

" Reina tidak akan sakit kak hanya terkena air hujan, karena air hujan adalah teman Reina dari kecil" ucap Reina yang sudah menari nari di roftoof sambil merentang kan tangan nya.

Bagas yang penasaran dengan apa yang di lakukan Reina ahkir nya menyusul Reina untuk main hujan di malam hari, awal nya Reina terkejut dengan air hujan yang mengenai tubuh nya yang sedikit sakit.

Tapi karena melihat Reina yang begitu menikmati air hujan, Bagas tidak memperdulikan rasa sakit air hujan yang mengenai tubuh nya.

" Reina..." panggil Bagas yang sudah berdiri di depan Reina.

Reina yang saat itu sedang merentang kan tangan nya dan menutup mata nya, langsung membuka mata nya saat nama nya di panggil oleh orang yang saat ini ada di hati nya.

" Kakak" sahut Reina dengan senyuman manis di wajah nya dengan wajah yang sudah di basahi air hujan.

Bagas yang melihat pemandangan indah di depan nya langsung memeluk pinggang Reina, Reina terkejut dengan apa yang di lakukan Bagas langsung menatap wajah Bagas di hadapan nya.

" I love you Reina Adinda Fatahillah" ucap Bagas.

" I Love you to kak Bagas" sahut Reina.

Bagas tersenyum mendengar jawaban Reina, dengan perlahan Bagas mendekat kan wajah nya ke wajah Reina, selama semakin dekat, dan bibir mereka sudah saling terpaut di bawah guyuran hujan, Bagas begitu menikmati bibir Reina yang begitu manis bercamppr sedikit asin dari air hujan yang membasahi mereka.

Reina hanya diam saja tidak membalas ciuman Bagas karena Reina memang tidak tahu cara membalas nya.

Raka yang lhawatir dengan bos nya langsung menuju ke roftoof untuk memberi kan payung, tapi langkah nya terhenti saat sudah sampai di lantai atas restoran.

" Siallll.....aku nya khawatir dengan kesehatan si bos, ehh sampai di sini tau nya mata aku yang ternodai dengan ulah si bos, dasar si bos ngambil kesempatan saja" ucap Raka yang langsung turun karena takut ketahuan dengan sang bos.

Bagas langsung melepas kan ciuman nya saat merasa kalau Reina kehabisan nafas.

" bernafas Rein, biar kamu tidak kehabisan nafas" ucap Bagas yang membuat Reina langsung menunduk kan kepala nya karena malu.

" Tidak usah malu" ucap Bagas yang langsung memeluk Reina dan mencium oucuk kepala Reina yang sudah basah kuyub.

" Rein sebaik nya kita pulang saja ya, kita sudah basah kuyub, kakak gak mau kamu sakit nanti nya, lagian kita juga belum ada makan malam kan" ucap Bagas yang langsung di angguki kepala oleh Reina.

Bagas langsung menyambar ponsel nya yang tadi di letak di atas meja, dia langsung menelpon Raka untuk menyiap kan makan malam untuk di makan mobil saja karena tidak mungkin Bagas dan Reina makan dengan keadaan basah kuyup.

" Iya bos?" ucap Raka saat ia melihat bos nya menelpon.

" Raka tolong kamu siap kan makanan untuk ganjel perut aku dan dan Reina di dalam mobil, aku tunggu kamu di mobil ya, kamu supirin kita pulang" ucap Bagas yang langsung memati kan ponsel nya.

Setelah Itu Bagas langsung menyerah kan ponsel nya pada Reina, Reina yang tidak mengerti maksud Bagas hanya menatap Bagas dengan tatapan tidak mengerti.

" Kakak titip ponsel kakak untukletak di tas kamu, celana kakak bansah, tidak bisa buat ngantongi ponsel" ucap Bagas yang langsung membuat Reina tersenyum dan mengambil ponsel Bagas dan memasuk kan kedalam tas nya.

" Ayo.." ajak Bagas dan mengandeng tangan Reina setelah melihat Reina selesai memasuk ponsel nya ke dalam tas.

Sementara Raka sudah selesai membawa chees burger dan kentang goreng untuk bos nya, dia langsung berjalan ke arah mobil sang bos yang kunci nya sudah di beri kan pada pelayan.

Begitu masuk mobil, Reina langsung terkejut karena melihat ada Raka di dalam mobil  Bagas.

" Loh kak Raka di sini juga? kenapa gak gabung sama Reina dan kak Bagas saja tadi kak, seruu loo, kita main hujan di atas" ucap Reina yang sudah duduk di bnagku belakang.

Raka hanya tersenyum mendengar ucapan Reina, sementara Bagas menarik nafas nya dalam karena mendengar ucapan Reina.

Bisa di gantung aku non sama si Bos kalau ikut gabung dengan kalian di atas, batin Raka memandang bos nya yang juga menatap nya dari spion tengah.

" Jalan" ucap Bagas dengan suara datar nya.

Raka pun langsung mengangguk kan kepala nya begitu mendengar suara bos nya.

Sementara Bagas dan Reina dengan lahap memakan makanan yang di sedia kan oleh Raka tadi, bahkan mereka tidak menawari Raka yang berada di depan meraka karena sangking lapar nya.

Gaya tadi gak makan, sok sokan si bos main hujan hujanan, sekarang malah makan seperti orang yang gak pernah makan selama seminggu saja" batin Raka yang tersenyum kecil melhat bos dan calon nona nya.

Bagas yang melirik Raka tersenyum langsung menatap Raka dengan mata elang nya.

" Jangan mengupat ku dalam hati Ka, atau gaji mu aku potong bulan depan" ucap Bagas yang langsung membuat Raka memasang wajah datar nya kembali seperti tembok.

Reina yang tidak tahu menau maksud ucapan Bagas hanya diam saja sambil melirik Raka yang sedang fokus menyetir.

*****

Di dalam penjara, Diana sudah di bebas kan akibat orang dalam yang membantu nya, kini dia sudah terbebas dari sesak nya di dalam jeruji besi, Siska yang tahu ibu nya sudah keluar daridalam penjara langsung menyusul nya saat itu juga.

Ayah Budi pun langsung menghubungi Raka saat tahu berita tentang bebas nya ibu tiri Reina.

Raka yang sedang fokus menyetir langsung mengerem mendadak saat membaca pesan dari ayah Budi.

Bagas dan Reina yang terkejut karena Raka mengerem mendadak sehingga membuat mereka maju kedepan sedikit langsung teriak seketika.

" RAKAAAA...kamu mau buat aku mati sebelum tau rasa nya malam pertama dengan Reina bagaimana?" ucap Bagas yang langsung membuat Raka dan Reina terkejut.

" Kakak bicara apa sih?" ucap Reina sambil memegang dahi nya yang terbentur kursi depan.

" Ehhk...kamu tidak apa apa kan Rein" ucap Bagas sambil memegang dahi Reina yang sedikit memerah.

Sementara Raka sudah menelan saliva nya karena takut akibat perbuatan nya barusan.

Bagas langsung menatap Raka kembali, Raka hanya bisa tersenyu kecil saat di tatap oleh Bagas.

" Maaf bos, aku tidak sengaja karena barusan mendapat kabar dari seseorang" ucap Raka mencoba membela diri nya.

"Kabar apa emang nya?" tanya Bagas yang sudah seperti sedia kala lagi, begitu juga dengan Reina, dan Raka sudah kembali melaju kan mobil nya karena takut menyebab kan macet karena mengerem mendadak tadi.

" Aku kirim ke ponsel saja ya bos" ucap Raka yang di tolak oleh Bagas.

" Tidak perlu, berikan saja ponsel mu" ucap Bagas yang langsung menyambar ponsel Raka dari tangan nya.

 

Tbc.

 

 

 

 

1
Heny
Reina hamil
Heny
Kerja bagus Bagas gercap
Heny
Cerai kan diana pk budi
Heny
Hati2 Bagas Reina diawasi anak buah mk lampir
Heny
Sebaik nya klau Reina mau keluar atau jln2 pakai masker thor biar aman
Heny
Knp bpk nya reina gk cerai
Heny
Smg msh ada keluarga dr mm kandung nya Reina
Mayfi Ifriyanti
assalamu'alaikum mbak Dewi di tunggu kelanjutannya
Ima Sanny
🥰
keisha 'kekey
gila sih author nya keren bgt bisa bikin cerita segini bagus nya, sampe bener" gak bisa di tebak alur ceritanya , jantung kita semua di bikin dag dig dug trus sama si author 😂
keisha 'kekey
bukan nya darah Siska sama kaya muklis ya thor
keisha 'kekey
kayanya dulu pernah baca novel ini tapi lupa, cuma keinget dikit, kalo gak salah nanti rangga meninggal deh karna nyelametin raina 😭 tapi takut salah juga soalnya sekelebat doang ingetnya
Dyah Puspitasari
Luar biasa
Ari SofiYanti
membuatt dak dik duk jantung, Apakah reina Tertabrak mobil? 🙄
Abel Sitepu
gabisa?
shafitri fitri
hy,salam kenal aku mampir ni
Jumadin Adin
siska dan bu diana pedenya kebangetan
Jumadin Adin
lanjut
Jumadin Adin
jgn diajak keluar rumah reyna..byk anak buah diana yg akan menangkap reyna
Jumadin Adin
semoga reina semakin sehat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!