Seorang pemuda dari Klan Lin, Lin Huang mencoba mencari jalannya sendiri di tengah keputusannya. Hingga suatu hari, kejadian tak terduga yang dia alami justru menjadi titik balik baginya untuk hidup di tempat yang hanya peduli pada kekuatan ini... Apa yang sebenarnya terjadi padanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yann_Story, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kekalahan Yin Kuang
Tinju kanan Huang yang kini membawa daya hancur luar biasa dari perpaduan Qi Bumi dan esensi Asura menghantam telak.
DUMMM!
Pukulan itu tidak memicu ledakan besar di luar, melainkan menyalurkan seluruh getaran energinya langsung ke dalam organ dalam Yin Kuang. Tato merah di kulit kelabu Yin Kuang seketika meredup, dan pria raksasa itu memuntahkan seteguk darah segar saat tubuhnya terlempar horizontal melintasi arena, menghantam pilar batu hingga hancur berkeping-keping.
Suasana di tribun penonton spiritual luar menara seketika sunyi senyap. Seorang murid baru di Ranah Formasi Inti Tingkat Awal baru saja membuat pangeran Ras Iblis Tingkat Akhir memuntahkan darah dengan satu pukulan fisik murni!
Asap tebal dan debu batu yang pekat menyelimuti puing-puing pilar tempat Yin Kuang terlempar. Di dalam keheningan arena yang melayang itu, hanya terdengar detak jantung para penonton spiritual di luar menara yang berpacu cepat. Sembilan puluh sembilan persen dari mereka tidak percaya dengan apa yang baru saja mereka saksikan.
KRETEK.
Sebuah bongkahan batu besar bergeser. Dari balik reruntuhan, Yin Kuang perlahan bangkit berdiri. Jubah bertarungnya telah hancur sebagian, memperlihatkan dadanya yang bidang kini menyisakan bekas lebam berbentuk kepalan tinju yang menghitam. Darah segar mengalir dari sela-sela taringnya, menetesi lantai batu.
Namun, alih-alih meraung murka, mata merah menyala Yin Kuang justru memancarkan kilatan kegilaan bertarung yang murni.
"Hahaha... Hahahahaha!" Yin Kuang tertawa terbahak-bahak, suaranya menggelegar memecah kesunyian arena. Dia menyeka darah di dagunya dengan kasar. "Hebat! Sangat hebat! Getaran energi di dalam tinjumu tadi... itu bukan sekadar Qi elemen bumi biasa. Ada daya hancur yang sangat liar di dalamnya. Lin Huang, kau benar-benar menyembunyikan taringmu!"
Huang tetap berdiri tegak, napasnya diatur dengan ritme yang teratur melalui Kitab Pembalik Surga. Tangan kanannya yang baru saja menghantam Yin Kuang terasa agak mati rasa akibat kerasnya otot dan tulang sang pangeran Iblis, namun regenerasi fisiknya bekerja dengan cepat di balik lengan baju abu-abunya.
"Aku hanya menggunakan kekuatan yang cukup untuk menumbangkan seekor anjing peliharaan faksi Gagak Hitam," jawab Huang dingin, memancing emosi lawannya.
"Anjing peliharaan? Jangan samakan aku dengan Mo Rong yang lemah itu, Manusia!"
Yin Kuang melempar kapak tulang raksasanya ke tanah hingga menancap dalam. Kedua tangannya bergerak membentuk segel magis kuno di depan dadanya. Seketika itu juga, tato tribal merah di sekujur tubuh kelabunya bersinar sangat terang, seolah-olah pembuluh darahnya dialiri oleh lahar cair.
"Transformasi Asal Iblis: Wujud Titan Tanduk Hitam!" raung Yin Kuang.
BOOM!
Energi kegelapan yang masif meledak dari tubuh Yin Kuang, membentuk badai hitam yang menelan sosoknya. Di dalam badai itu, tubuh Yin Kuang melar hingga mencapai tinggi tiga meter. Otot-ototnya mengeras bagai baja hitam, sepasang tanduk di kepalanya tumbuh lebih panjang dan tajam, dan sepasang sayap kelelawar raksasa yang dilapisi sisik keras membentang lebar di punggungnya.
Ini adalah wujud tempur tertinggi dari garis keturunan bangsawan Klan Tanduk Hitam. Dalam wujud ini, kekuatan fisik dan pertahanan Yin Kuang melonjak drastis, mendekati batas bawah Ranah Formasi Inti Lingkaran Sempurna (Great Perfection).
Di luar menara, para penonton menahan napas.
"Yin Kuang dipaksa menggunakan Wujud Titan miliknya!"
"Pertarungan ini sudah bukan level Murid Dalam lagi, ini sudah setara dengan pertarungan para tetua inti!"
"Lin Huang! Mari kita lihat apakah tinjumu masih bisa menembus kulitku yang sekarang!"
WUSH!
Dengan satu kepakan sayap raksasanya, Yin Kuang melesat dengan kecepatan yang melampaui batas penglihatan mata telanjang. Ruang di depan Huang runtuh saat cakar hitam Yin Kuang yang sebesar daun pintu meluncur, membawa tekanan angin yang sanggup meremukkan tulang belulang dalam sekejap.
Huang tahu, jika dia terus menahan diri, dia akan hancur menjadi serpihan daging. Batas penyamarannya telah mencapai titik nadir.
'Juga, tidak ada gunanya bersembunyi selamanya,' batin Huang. Di bawah perlindungan Penatua Jiu dan statusnya sebagai Murid Dalam yang sah, dia tidak perlu terlalu takut lagi selama dia tidak meledakkan seluruh wujud Asura-nya.
Di dalam lautan jiwanya, inti Formasi Inti yang baru terbentuk berputar secepat kilat. Huang melepaskan sepertiga dari energi Asura murni miliknya, membiarkannya menyatu dengan Qi Bumi Purba.
BZZZZT!
Petir ungu yang tadinya samar kini meledak hebat, membungkus kedua lengan Huang. Tato tiga sayap di dahinya tidak muncul di luar, melainkan terproyeksi di dalam pupil matanya yang mendadak berkilat ungu pekat. Atmosfer di sekeliling Huang mendadak menjadi sangat dingin dan menekan, sebuah aura superioritas ras yang samar namun nyata membuat insting Iblis Yin Kuang bergetar hebat.
"Tinju Pembalik Surga: Putaran Kelima, Penghancur Jiwa!"
Huang maju selangkah, meninju lurus ke arah cakar raksasa Yin Kuang.
BUUUUUUUUUUMMMMMMMMM!
Benturan kali ini tidak lagi mengeluarkan suara dentuman biasa, melainkan suara dengungan frekuensi tinggi yang membuat ruang hampa di sekeliling arena melayang retak membentuk garis-garis hitam vertikal. Cahaya abu-abu keemasan berbalut petir ungu bertabrakan sengit dengan api hitam kegelapan.
Untuk beberapa detik, keduanya tampak seimbang. Namun, keagungan energi Asura berada di kasta yang jauh lebih tinggi daripada darah Klan Tanduk Hitam. Energi ungu Huang merembes melewati pertahanan api hitam, merobek zirah sisik di tangan Yin Kuang, dan langsung menghantam langsung ke dalam jalur meridian utamanya.
KREK! KRETEK!
"AAARRRGGHH!"
Yin Kuang menjerit histeris. Wujud Titan raksasanya mendadak bergetar hebat. Tulang lengan kanannya hancur berkeping-keping di dalam dagingnya, dan seluruh energi kegelapannya buyar dipukul mundur oleh dominasi petir ungu Huang.
Tubuh raksasa pangeran Iblis itu terlempar ke udara, meluncur deras menembus batas pelindung arena dan jatuh bebas ke dalam ruang hampa di bawah Lantai Lima Puluh Menara Empat Jagat.
Bersamaan dengan jatuhnya Yin Kuang, sebuah prasasti magis di tengah ruangan menyala terang, mengubah angka peringkat di dalamnya dengan kilatan cahaya emas yang agung.
Lantai Lima Puluh - Peringkat Murid Dalam:
Peringkat 3: Lin Huang (Ras Manusia)
Lin Huang berdiri sendirian di tengah arena yang telah hancur lebur. Energi ungunya perlahan menyusut kembali ke dalam tubuh, disembunyikan lagi dengan rapi oleh Kitab Pembalik Surga. Dia berdiri tegak dengan jubah abu-abu yang robek di bagian lengan, menatap ke arah kegelapan tempat Yin Kuang jatuh.
Di luar menara, keheningan total melanda ribuan penonton. Seorang murid baru yang baru masuk selama tiga bulan tidak hanya mengalahkan seorang pangeran Iblis Ranah Formasi Inti Tingkat Akhir, tetapi juga langsung melesat menduduki peringkat ketiga Murid Dalam di seluruh akademi. Nama Lin Huang, mulai hari ini, secara resmi menjadi simbol monster terhebat yang pernah menginjakkan kaki di Akademi Empat Jagat.