NovelToon NovelToon
Istri Misterius Sang Jenderal

Istri Misterius Sang Jenderal

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Dijodohkan Orang Tua / Fantasi Wanita / Nikah Kontrak / Kerajaan
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mapple_Aurora

Arina Volans dipaksa menikah dengan Jenderal Orion Wezen, pria yang seharusnya menjadi suami adik tirinya. Di mata semua orang, Arina hanyalah wanita pendiam dan berwajah dingin yang tak pernah diinginkan siapa pun.

Namun, di balik wajah tanpa ekspresinya, Arina menyimpan rahasia yang tak boleh diketahui siapa pun. Saat malam tiba, ia menjalankan rencana-rencana berbahaya yang bahkan tak mampu ditebak oleh Orion.

Ketika identitas Arina perlahan terungkap, sebuah rahasia yang telah terkubur selama puluhan tahun mulai mengguncang kerajaan dan menyeret mereka ke dalam pusaran konspirasi, pengkhianatan, dan perang.

Mampukah seorang jenderal mempercayai istri yang paling misterius di seluruh kerajaan?

*

Cerita murni karangan penulis dan tidak ada hubungannya dengan kehidupan nyata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mapple_Aurora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

Pintu kamar terbuka.

Arina keluar dari dalamnya dengan ekspresi yang masih sedatar biasanya. Semua orang yang menunggu di luar langsung menatapnya, berharap mendapatkan kabar baik.

“Ibumu sudah sadar. Kau bisa menemuinya sekarang. Aku harus kembali lebih dulu bersama Alhena,” kata Arina sambil memberi isyarat agar Alhena mengikutinya.

“Lady, terima kasih sudah menyelamatkan ibu.”

Tiba-tiba Alcor memeluknya. Saiph yang melihat itu hendak menarik anak tersebut, karena sebagai rakyat biasa, tidak pantas baginya menyentuh seorang bangsawan tanpa izin.

Namun, Arina hanya menggeleng.

Ia membiarkan Alcor memeluknya. Bahkan, tangannya terangkat untuk mengelus lembut rambut anak itu.

“Dia sudah sadar. Jaga dia, ya,” ucap Arina pelan.

“Aku akan selalu menjaganya, Lady.” Alcor mengangguk dengan wajah serius.

Setelah itu, Arina dan Alhena meninggalkan rumah Saiph. Mereka kembali ke perkemahan. Arina memilih beristirahat di tendanya hingga sore hari.

Saat matahari sore bersinar hangat, Arina keluar dari tenda dan mendapati Putri Vega sedang duduk sendirian di depan tendanya.

“Yang Mulia sedang memikirkan sesuatu?” tanya Arina sambil berhenti beberapa langkah di hadapan sang putri.

Putri Vega menoleh. Begitu melihat Arina, senyum lebar langsung menghiasi wajahnya hingga membuat Arina merasa sedikit aneh.

“Sepertinya... aku telah jatuh cinta, Arina.”

Ucapan itu nyaris membuat Arina tersedak oleh keterkejutannya. Mengapa Putri Vega tiba-tiba membicarakan perasaannya?

“Oh, jangan salah paham.” Melihat perubahan ekspresi Arina, Putri Vega buru-buru mengibaskan kedua tangannya. “Maksudku bukan kepadamu, tetapi kepada dia.”

Arina mengikuti arah pandang Putri Vega ke jalan utama.

Di sana, Saiph sedang berjalan seorang diri dengan langkah tenangnya yang khas. Wajah pria itu terlihat jauh lebih cerah dari biasanya. Ibunya benar-benar telah pulih.

“Maksud Yang Mulia...” Arina mengangkat sebelah alisnya. “Saiph?”

Putri Vega mengangguk antusias.

“Ya, dia.”

Sebenarnya itu tidak aneh.

Saiph memang memiliki wajah tampan yang khas seorang Restorator. Garis wajahnya tegas, tetapi mata hitamnya yang teduh selalu memberikan rasa tenang. Bagi sebagian wanita, perpaduan itu benar-benar sulit diabaikan.

Arina melirik Alhena sekilas. Seperti biasa, pelayan itu hanya menundukkan kepala tanpa menunjukkan ekspresi apa pun.

Namun, Arina tahu.

Alhena adalah salah satu dari sekian banyak pelayan yang diam-diam menyukai Saiph.

Jika Putri Vega juga memiliki perasaan yang sama, maka Alhena tentu akan sulit bersaing dengannya. Meski begitu, urusan hati memang tidak pernah bisa ditebak. Bisa saja Saiph menyimpan perasaan yang sama, walaupun selama ini Arina tidak pernah melihat tanda-tanda ke arah itu.

“Dia tampan, setia, dan tegas. Aku menyukai pria seperti itu, Arina,” lanjut Putri Vega dengan senyum yang tak kunjung pudar.

Arina tidak tahu harus menanggapi apa. Tapi, bukankah seharusnya Putri Vega membahas ini dengan ayahnya? Arina tidak yakin, raja akan mengizinkan putri satu-satunya menikah dengan rakyat biasa, kecuali Saiph mau mengungkapkan identitasnya yang sebenarnya.

Tak lama kemudian, Saiph sudah tiba di hadapan mereka. Ia segera memberi hormat kepada Putri Vega dan Arina.

“Bisakah saya berbicara secara pribadi dengan anda, Nona?” tanya Saiph pada Arina.

“Tentu.” Arina mengangguk. Lalu, ia pindah ke depan tenda yang cukup jauh dari Putri Vega dan Alhena. Cukup jauh agar pembicaraan mereka tidak ada yang mendengarkan.

“Terima kasih sudah menolong ibu saya, Nona,” kata Saiph. Tadi ia belum sempat mengatakan apapun, tapi setelah melihat ibunya yang sudah sadar dan kondisinya membaik, Saiph tahu bahwa rasa terima kasih saja tidak cukup untuk membalas semua itu.

“Mulai sekarang saya bersedia menjadi orang kepercayaan anda dan orang yang selalu dapat anda andalkan,” kata Saiph penuh tekad, seolah ia baru saja mengucapkan sumpah.

“Anggap saja ini adalah kerjasama antara kita yang saling menguntungkan.” Arina menepuk pelan bahu Saiph. “Setelah kita kembali ke Regulus, tolong selidiki lagi adik Arcturus.”

“Baik, Nona,” jawab Saiph.

Arina mengangguk puas. Ia kembali ke tendanya, mengeluarkan pisau belati yang beberapa hari lalu tertinggal di kamarnya.

“Siapa yang menginginkan kematianku?” monolog Arina menatap pisau itu lama, mencoba mencari sesuatu dari pisau itu yang mungkin bisa memberinya sedikit petunjuk.

...***...

...Like, komen dan vote ...

1
Nda
kayanya Orion mulai cemburu nggak sh🤭
Nda
novelmu selalu menarik thor😍😍
ociii
🥰🥰
ociii
cerita'y bagus...♥️♥️
Mila Sari
Thor jgn setengah 2 ceritanya,, yg bnyk updatenya
Mila Sari: ditunggu ya Thor,, semangat berkarya
total 2 replies
Mila Sari
ceritanya smkin seru,, Thor yg bnyk updetnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!