NovelToon NovelToon
Perfect Husband

Perfect Husband

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:13.4k
Nilai: 5
Nama Author: F.A queen

Ada alasan kenapa banyak orang menyebutnya Perfect Husband.

Leo J memiliki semua yang diimpikan seorang wanita. Ia setia, bertanggung jawab dan mencintai istrinya dengan cara yang membuat siapa pun iri.
Namun, cinta itu tidak pernah sederhana.

Leo J mencintai dengan cara yang berlebihan. Terlalu melindungi, terlalu posesif, terlalu takut kehilangan. Hingga terkadang, cintanya itu terasa menyesakkan.

Di masa lalu, pria yang kini begitu memuja istrinya itu... pernah mencintai wanita lain hingga rela memberikan seluruh dunianya.

Pada suatu hari, mereka dipertemukan dalam satu meja. Keheningan berubah menjadi sesak ketika Leo J menatap wanita yang pernah menjadi alasan hidupnya.

"Sekarang, Leo ada di depanmu, Kiara. Apa yang ingin kau katakan padanya?"

Yuna mengizinkan mereka berbicara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon F.A queen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20. Pantaskah Ia Membencinya?

Dimas tetap diam ditempatnya dengan mata yang terus memperhatikan Leo di seberang sana. Leo terlihat mengambil ponsel dan mengetik sesuatu.

Ya, Leo tengah mengirim pesan untuk Yuna. Dia belum sempat pulang ke rumah. Dia ada di perjalanan saat Dimas menghubunginya dan ia segera memutar arah untuk menemui kakaknya.

Setelah mengirim pesan pada Yuna, Leo kembali memasukkan ponselnya ke dalam saku. Dia menunggu Dimas.

“Silahkan, Tuan,” seorang pelayan meletakkan minuman yang Leo pesan. Segelas minuman hangat. Cuaca sangat dingin malam ini. Leo mengangguk sebagai jawaban. Dia menyesapnya sedikit lalu kembali meletakkannya.

Dia menunggu Kakaknya. Mungkin saja kakaknya belum makan, jadi dia berencana untuk makan malam bersama. Atau mungkin saja kakaknya ingin menikmati minuman hangat bersamanya, jadi ia menunggu kakaknya. Namun hingga tiga puluh menit, kakaknya belum juga datang.

Leo tetap diam ditempatnya. Sesekali ia menunduk, memperhatikan meja dengan ukirannya yang menawan. Sesekali juga ia menoleh ke samping, ke arah luar dinding kaca.

Sementara Dimas masih diam di tempatnya. Memperhatikan Leo yang diam menunggunya. Memperhatikan Leo dengan semua emosi yang berkecamuk dalam dirinya. Potongan-potongan kisah saat mereka masih kecil seperti sebuah kisah yang sedang ia tonton dalam layar kaca. Kekesalannya, kebenciannya, ketidakrelaannya dan semua rasa yang membuatnya tidak menyukai kehadiran Leo dalam hidupnya.

Hingga detik dan menit itu berganti. Leo masih di sana, duduk diam ditempatnya. Ini ... sudah satu jam dari pertama ia duduk di sini dan kakaknya belum juga datang. Tidak banyak yang ia lakukan. Dia hanya sesekali menunduk, mengetuk-ngetuk jarinya di atas meja dan memperhatikan luar. Hujan. Malam sunyi yang berteman dengan hujan.

“Kau menungguku?” gumam Dimas masih di tempatnya. Ia menunduk dan air matanya jatuh.

Tepatkah perasaan bencinya pada Leo. Tepatkah Leo mendapatkan perlakuan itu darinya. Dimas memejamkan matanya, membiarkan air matanya kembali jatuh.

Potongan kisah mereka kembali terlihat jelas dalam ingatannya. Saat Leo sama sekali tidak membalas perbuatannya. Kebersamaan mereka saat saling menyuapi di ruangan papa. Saat ia memeluk Leo dengan begitu sayang ketika Leo hampir kehilangan nyawanya. Saat ia membuat nasi goreng dengan tangannya sendiri untuk Leo. Dia tidak sebenci itu pada Leo. Dia sayang adiknya.

Dimas menyeka air matanya. Kemudian mengangkat wajah untuk memperhatikan Leo lagi. Adiknya itu masih tetap diam di sana. Menunggunya.

Dimas mengambil nafasnya dalam-dalam dan mengeluarkannya dengan sangat pelan. Dadanya kembali sesak. Bukan karena sebuah pengakuan yang baru saja ia dengar tetapi rasa sesak karena pikirannya sempat dikalahkan oleh emosi, hingga ia memiliki pemikiran kenapa harus ada Leo dan Mama Arin dalam hidupnya.

“Mama … jika bukan engkau bagaimana aku bisa menjadi pribadi seperti ini, jika bukan engkau mana mungkin aku merasakan kasih sayang setelah ibu yang melahirkanku meninggalkanku untuk selamanya. Mama Arin, aku menyayangimu.” Saat ini, ia merasa menjadi anak-anak yang ingin tidur dipangkuan ibunya. Menerima usapan halus pada rambutnya. Saat ini, ia bukanlah laki-laki dewasa tetapi seorang anak yang merindukan ibunya.

Di sisi lain, Leo masih diam di sana. Apakah kerana hujan, kakaknya terlambat. Atau apakah ada sesuatu yang terjadi hingga membuat kakaknya terlambat. Dia menjadi cemas. Dia ingin menghubungi kakaknya tetapi dia takut jika itu malah membuat kakaknya menjadi terburu-buru. Jadi, ia memutuskan untuk tidak menghubunginya dan tetap menunggunya di sini.

Sementara di sana, Dimas menata hatinya. Dia membolak balikkan pikirannya. Memahami apa yang terjadi. Mencoba tidak menyalahkan orang lain atas apa yang terjadi dalam hidupnya.

Dimas diam memperhatikan Leo. “Sekarang bahkan hampir dua jam dan kau masih di sana,” gumamnya.

Pelan, ia bangkit dari duduknya lalu melangkahkan kaki menuju meja di mana sang adik menunggunya.

Leo yang melihatnya dari kejauhan, langsung berdiri dengan senyum lega. Dia membungkukkan badannya dengan sopan. Sementara Dimas menatapnya penuh haru.

“Maaf membuatmu menunggu begitu lama,” ucap Dimas. Suaranya tercekat.

Leo mengangkat wajahnya dan menatap Dimas. Wajah yang terlihat begitu kacau penuh kesedihan.

“Tidak apa-apa,” jawabnya.

Dimas mengangguk pelan dan ia mempersilahkan Leo kembali duduk.

“Mau pesan apa?” tanya Dimas dia memberi isyarat pada pelayan untuk mendekat.

Leo diam tidak memberi jawaban.

“Mau pesan apa?” ulang Dimas tetapi Leo masih diam. “Makanlah yang banyak, jangan sampai sakit,” ucap Dimas. Dia menghindari pandangan mata pada Leo.

“Apa aku membuat Kak Dimas kecewa?” Leo bertanya apa yang ia pikirkan.

Dimas tertawa pelan. Sebuah tawa yang ia paksakan. “Haahaa, kenapa kau memiliki pertanyaan itu. Apa aku terlihat kecewa padamu?”

“Mungkin.”

Diam. Mereka saling diam. Dimas mengangkat wajahnya dan menatap Leo sejenak lalu mengalihkan pandangannya pada hujan di luar sana.

“Menurutmu, apa yang membuatku kecewa padamu?” tanya Dimas tanpa menatap Leo.

“Aku tidak tahu,” jawab Leo segera.

Dimas tertawa kecil, kali ini sebuah tawa yang khas. Dia menoleh menatap Leo.

“Aku membiarkanmu menunggu selama dua jam, kenapa kau tidak mencoba menghubungiku? Atau kau bisa pergi dari sini tanpa menungguku,” ucapnya.

“Kenapa itu membuat Kak Dimas kecewa?” Leo bertanya lagi. Itu membuat Dimas kembali tertawa kecil.

“Berikan dulu alasanmu baru kau boleh mengajukan pertanyaan lagi,” jawab Dimas.

“Karena aku kesini untuk bertemu kakak,” jawab Leo.

“Kenapa kau tetap menunggu saat aku tak kunjung datang?”

“Karena aku tahu Kakak pasti datang.”

“Kenapa kau tidak mencoba menghubungiku?”

“Karena aku tidak ingin membuat kakak terburu-buru.”

Dimas mengangguk dengan keharuan. Sungguh tidak tepat jika ia membenci adik yang manis dan sepatuh ini. Dimas merasa sangat keterlaluan karena memiliki perasaan itu.

Jika Nora mencintai Leo, itu bukan salah Leo. Dia ingat, Leo tidak pernah menerima apapun yang Nora tawarkan padanya.

“Jadi, apa yang membuat Kak Dimas kecewa padaku?” Leo bertanya dengan pertanyaannya tadi.

Dimas menghela nafas dan menatapnya penuh kasih. “Karena kau terlalu sabar,” jawab Dimas.

“Itu bukan jawaban,” Leo tidak percaya. “Jadi Kak Dimas sengaja membuatku menunggu?” Leo mengubah pertanyaannya.

“Hahaa ayo kita makan. Kau ingin makan apa?” Dimas tidak menjawab pertanyaan Leo. Dan Leo tidak ingin memaksanya. Dia hanya memberi komentar.

“Aku tidak menyangka jika calon pemegang markas besar sangat memiliki banyak waktu untuk mengerjaiku.”

Dimas tertawa dan ia tidak memberinya jawaban.

Mereka kemudian makan malam bersama dengan tenang. Mereka memilih makanan yang ringan.

“Sudah sangat larut, segeralah pulang,” ucap Dimas.

Leo mengangguk. Ya, dia harus segera pulang. Yuna pasti belum tidur dan tengah menunggunya.

Leo berdiri dari duduknya. “Terima kasih untuk makan malam ini, Kak,” ucapnya tulus. Ia membungkukkan badannya dengan sopan.

Dimas mengangguk. Dia segera berdiri, melangkah menuju Leo dan langsung memeluknya. Memeluk adiknya dengan sebuah kasih dari hatinya.

“Terima kasih sudah menjadi adikku, Lee,” ucap Dimas tulus dari hatinya.

Leo mengangguk dan membalas pelukan kakaknya. Dia tidak tahu apa yang terjadi tapi paling tidak, mereka bertemu hari ini dan semuanya baik-baik saja. Semoga.

Leo pamit untuk pulang terlebih dahulu. Sementara Dimas masih ingin sendiri. Dia tidak ingin pulang dulu malam ini.

1
Bongkorjaya sakti
leo jadi salah tingkah gitu yaa😇
Istri Leo J
hayo lho,,,,dibuat bingung depan sikap Yuna,hayo lho Leo,duniamu sedang tidak baik baik saja itu🤣🤣🤣
Author.N.: Leo udah persiapan padahal 😅
total 1 replies
Istri Leo J
Leo, sebelum kamu nanti muji Yuna,jangan. lupa jurus rayuan gombalmu ya,pasti Yuna 😈😈😈begini leo🤣🤣🤣
Ky2 SSC 💖
Kiara di kurung aja tuh biar ga bisa nyakitin nyonya
Ky2 SSC 💖
langsung kelabakan kan 😂😂😂 mana tadi pagi ga sengaja nyebut namanya 🤣🤣
☀IKA APRIL SSC🌷
klo ada Albar dan Dion pasti sllu bikin ketawa wkwkwkwkk coba Dion kau berani tidak memuji Yuna d depan Leo 🤣🤣🤣
☀IKA APRIL SSC🌷
Karena itu hanya alasan aku ingin mendengar suara mu 😭😭😭 emang boleh se so sweet ini mommy.....😍
Wartiy intan
terima kasih banyak ka thor up crazy nya semangat ka thor di tunggu up nya lg dan lg lope ka thor 🥰😘😘🤣
Mmh dew
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
Dian Rahma
akhirnya Dimas Nora benar-benar sudah baikan,, tinggal liat Leo ngadepin ngambeknya mommy Arai😁. gak sabar liatnya🤭
Dian Rahma
baik bgt kamu Joe😁... aku do'akan kamu gk jomblo lagi ya. dan dapet gadis yg gak gampang ngambek, krn ngambek cewek itu repot Joe.. kalo ditanya marah, kalo dicuekin malah jd masalah🤭
Dian Rahma: bisa bisa boleh tuh🤭, kayaknya Adel gak tukang ngambek😁
total 2 replies
Bongkorjaya sakti
deg2an aku baca nya Thor 😇🤭
Nurul Mila
gk sabar pngen liat sekesel apa yuna sama leo..🤣🤣 bikin gemmeessshhh
Nurul Mila
harus nya yuna lebih pedes lgi ngomong nya,seneng bnget liat kiara skit hti sma yuna tpi gk bisa ngpa²in 🤣🤣🤣
boleh request gk kak... kpan² klo kiara ketemu yuna pas ada leo juga,pasti seru..
Mmh dew
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
Bongkorjaya sakti
lanjut Thor seruuu😍
Diana
kelanjutan ka dimas gmnaa kaks
Ky2 SSC 💖
bener" nantangin si Kiara ini ga tau aja dia kalau ancaman joe ga main" 😒😒
Diana
kiara ini masii blm tobat jugaa huhh dasar maklampir😌
Ky2 SSC 💖
cuma nyonya yg berani membantah 😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!